
Meninggalkan Mishy dan Nathan yang di mabuk asmara cinta yang membara. Roky terlihat gelisah, dua kali pria itu mencuci wajah nya dan diam-diam masuk ke dalam kamar sang adik untuk menggunakan pelembab wajah Rosy.
"Kak? kenapa kau terus ke toilet, apa kau sakit?" tanya Rosy tiba-tiba. Hampir saja Roky terjatuh saat berputar tiba-tiba.
"Kau ini, hampir saja kakak terpeleset. Tidak, tidak, kakak tidak sakit. Kakak hanya... entahlah sulit di jabarkan dengan kata-kata. Kenapa kau malah kemari, apa tamu mu sudah pulang?" balas Roky mengalihkan topik.
"Belum, aku mau mengambil ponsel ku di kamar. Melihat kakak di sini ku pikir menu makan malam ku membuat kakak diare." Sahut Rosy menatap sang kakak menyelidik. Roky semakin salah tingkah.
"Jangan menatap kakak begitu..." Roky mengusap wajah sang adik agar berhenti menatap nya.
"Astaga riasanku! kakak menyebalkan!" Rosy berlari menuju kamar nya untuk merapikan riasan wajahnya kembali.
"Hampir saja.." Roky mengusap pelan dada nya yang berdebar tak karuan. Pria itu berjalan memutar menuju taman samping, dimana ada kolam renang dan kolam ikan di sana. Mata nya menangkap sosok yang telah memporak-porandakan isi kepala nya.
"Khmmm.."
Andin sontak menoleh ke sumber suara yang hampir saja membuat nya terjun bebas ke dalam kolam ikan.
"Paman? kenapa di luar ?" pertanyaan basa basi yang tak perlu sesungguhnya. Suka-suka Roky jika ingin keluar atau masuk ke dalam. Andin hanya berusaha untuk menutupi kegugupannya.
"Aku sedikit gerah di dalam, makan daging sedikit tidak baik bagi pria seusiaku." Kekeh Roky mencair kan suasana. Pria itu duduk di sisi Andin tanpa permisi, sekilas tak ada yang menyangka jika Roky sudah berusia 5 kepala. Perawakan nya yang masih seperti pria 35an, dan mampu menyihir wanita muda seperti Andin. Ralat, andin berusia hampir 33 tahun sebentar lagi. Dan wanita itu adalah perawan tua yang selalu di bully oleh sang pencipta nya sendiri. Yaitu nyonya Rasty Bagaskara.
"Sayang sekali aku tak membawa peralatan medis ku kemari, mungkin aku bisa memeriksa ketinggian kadar kolesterol paman." Balas Andin berseloroh tertawa kecil.
"Kau benar, lain kali aku akan mendatangi mu untuk memeriksan kesehatan ku secara menyeluruh. Terutama bagian jantung ku..." ucap Roky ambigu.
"Seperti nya aku bisa merujuk paman pada rekan sejawat ku yang membidangi medical check up." Lanjut Andin lurus-lurus saja, dia tau arah pembicaraan Roky namun berusaha sepolos bayi baru belajar merangkak.
__ADS_1
"Mungkin kau bisa memeriksa ku secara langsung, aku akan sangat senang. Barangkali saja semua penyakit ku langsung beranjak pergi jika kau yang memeriksa nya." Roky menatap manik wanita yang ada di samping nya dalam.
Andin mengalihkan pandangannya pada ikan-ikan yang tengah menguping pembicaraan penuh modus Roky. Si mantan Playboy cap lele Dumbo.
Interaksi kedua nya tak luput dari perhatian dua anak manusia yang sejak tadi lebih sibuk mengintip dari pada pacaran. Mishy dan Nathan.
Mishy bahkan iseng mengambil beberapa gambar dari arah samping, dengan posisi sang paman yang tengah menatap intens pada Andin yang menunduk dalam. Posisi itu terlihat lebih seperti orang yang tengah berciuman, karena tangan Roky dengan lancang merapikan anak rambut Andin ke sisi telinga kiri wanita itu.
"Sayang, nyamuk.." rengek Nathan terus mengibas nyamuk sialan yang menggangu aktifitas mengintip sang ayah mertua.
"Shhuutttt.." Mishy memberikan kode pada kekasihnya yang serewel balita minta jajan cilok goreng.
"Masuk yuk, tar papa tau bisa brabe. Bisa-bisa ijin berselingkuh ku di cabut sama beliau." Ujar Nathan tak ada akhlak.
Mishy mendelik membuat Nathan hampir saja tertawa lepas.
"Kau benar sayang, ckckck kasian papa mertua. Di rumah punya istri seperti kepala keamanan, bikin suasana benar-benar mencekam." Sahut Nathan geleng-geleng kepala prihatin.
"Udah yuk, masuk. Aku sudah punya banyak koleksi foto yang bagus. Lumayan kalau bisa sampai ke pelaminan, foto ini bakal aku cetak sebesar spanduk sebagai bagian dari foto prewedding." Ucap Mishy sambil melihat-lihat hasil jepretan nya dengan senyum sejuta makna.
"Ada-ada saja, terus kepala keamanan di rumah mau di kemanakan?" timpal Nathan terkekeh lucu.
"Di kembali kan ke tempat yang seharusnya...itu akibat nya jika tak bisa mensyukuri nikmat Tuhan. Hanya perlu menjalani hidup dengan baik saja, susah sekali." Omel wanita itu sambil berjalan memutar dari sisi lain.
"Apa besok kau bekerja?" entah kenapa Roky begitu gencar mendekati wanita itu.
"Aku masuk dinas pagi seperti biasa nya, hanya saja aku ada visit ruangan. Praktek ku setelah makan siang." Jawab Andin mulai merasa nyaman mengobrol dengan Roky.
__ADS_1
"Apa kau ada janji makan siang dengan seseorang besok?" tanya Roky was-was. Dia merasa konyol namun tak mau berontak pada perasaan nya. Ini bukan pertama kali dia bertemu dengan banyak wanita cantik dari berbagai kalangan dan profesi. Bahkan beberapa rekan bisnis juga para model pernah terang-terangan menawarkan diri untuk menjadi rumah singgah bagi nya. Namun Roky tegas menolak.
Bukan perkara kesetiaan dan cinta yang membara pada sang istri. Tapi Roky tak ingin mengulang kisah lama, dengan kembali menjadi pria brengsek. Dia memiliki anak perempuan, dan Sela sudah memberi nya tiga orang anak. Dia hanya ingin hidup tenang, namun semakin ke sini hidup nya malah semakin kacau.
Ini pertama kali nya jantung nya berdebar saat melihat seorang wanita. Rasa yang tak pernah dia rasakan pada wanita manapun bahkan Yola sekalipun.
Bolehkah dia egois, dengan memilih menjadi pria brengsek sekali lagi seperti dulu. Kali ini dengan melakukan nya atas dasar perasaan, bukan nafsu belaka.
"Tidak ada, aku hampir tak pernah makan siang di luar. Aku biasa memesan makanan di kantin rumah sakit, dari pada membuang banyak waktu keluar." Sahut Andin apa adanya.
"Jika aku mengajakmu makan siang, apa kau akan menolaknya?" tanya Roky lagi dengan wajah harap-harap cemas.
Andin terlihat menimbang, dia tak ingin Resy melihat nya dengan ayah wanita jahat itu. Namun menolak ajakan Roky terasa sangat berat.
"Bagaimana?" desak Roky mengulang pertanyaan.
"Baiklah, katakan di mana aku akan ke sana setelah jam visit ku selesai." Akhir nya Andin menyerah kalah pada hati nya.
"Aku akan menjemput mu, bagaimana aku tega membiarkan mu datang seorang diri padahal aku yang mengajakmu." Tolak Roky tak suka dengan ide wanita itu.
"Aku tak ingin Resy berpikir buruk tentang ku," ucap Andin menatap sendu pria tampan di hadapan nya itu.
"Baiklah, aku akan menunggu mu di pos security saja. Kau cukup berjalan ke sana, aku akan menunggu. Tenang saja, aku akan menggunakan mobil lain. Mobil temanku, Resy tak akan tau." Nego Roky tak menyerah. Hatinya kadung Tresna marang Ndeleng kawiwitan pada wanita cantik itu.
"Hmm baiklah.." jawab Andin malu-malu ngebet juga sebenarnya. Hampir saja Roky bersorak jingkrak jingkrak, namun mengingat takut malah encok di hadapan wanita itu. Roky akhirnya nya hanya berdehem pelan. Kalem demi kebaikan.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
__ADS_1