
Wira tak henti-henti nya menatap netra tertutup di hadapan nya. Sepulang dari restoran mall, Wira mengantar Mishy pulang ke apartemen Resy. Dan kondisi apartemen tersebut yang sangat jauh dari ekspektasi nya. Tanpa pengamanan yang memadai, elevator yang terlihat mengkhawatirkan untuk di naiki. Membuat Wira tak henti-henti nya menggerutu, namun mengingat keuangan Resy yang tak mencukupi untuk sekedar memenuhi kebutuhan nya saja. Membuat Wira hanya bisa menghela nafas berat.
Dan sekarang Mishy tengah tertidur setelah kelelahan sepotong hari ini, dan Wira sama sekali tak ingin beranjak kemana pun. Menatap Mishy lebih menyenangkan bagi nya, sehingga dering ponsel nya pun tak dia hirau kan.
"Kau membuat ku gila berkali-kali sayang, kehilangan mu membuat ku kehilangan arah. Hidup ku hampir berakhir oleh sebotol cairan pembasmi tikus, namun Justin mengingat ku akan tempat tujuan ku pasti akan berlawanan dari tempat tujuan mu. Aku akhir nya mengurung kan niat ku. Setiap hari seperti siksaan, aku menahan rindu dalam diam. Setiap tahun aku selalu mendoakan agar segera di panggil pulang, aku tak sanggup hidup dalam kerinduan. Hingga hari ini datang, aku kembali berdoa agar Tuhan memberikan ku umur yang panjang. Aku ingin menghabiskan sisa hidup ku bersama mu, membesar kan anak-anak kita bersama."
Wira terus berceloteh tanpa peduli Mishy tak mendengar nya. Hati nya terlalu bahagia, dia ingin menikahi wanita nya saat ini juga.
Wira merogoh ponsel nya dan mengubah ke mode silent sebelum akhir nya menghubungi sang asisten.
"Josua..bulan ini berikan bonus untuk semua divisi, katakan hadiah kecil dari ku yang sedang berbahagia. Oh ya, aku akan memberikan mu cuti panjang setelah ini. Kau bisa menikahi Yuni Ayunda sekretaris seksi ku itu dengan pernikahan terbaik. Aku yang akan mensponsori penuh pernikahan mu. Jadi untuk sementara, bekerja keras lah dulu untuk ku." Klik
Josua menatap layar ponsel nya dengan berbagai praduga, apa sang tuan akan menikahi wanita pilihan ibu nya? Seperti nya mustahil, apa lagi sampai harus repot-repot menggelontorkan budget untuk memberikan bonus untuk semua karyawan. Apa bos nya akan melakukan hal konyol? Mengingat jika sang atasan selama ini hidup dalam kehampaan.
Josua masih termenung hingga sang kekasih datang menghampiri nya.
"Kenapa kau melamun? Apa pak CEO memberikan tugas yang tak bisa kau handle? Kemana pak CEO? Seharus nya selesai pertemuan nya hari ini, beliau harus nya sudah kembali ke kantor." Cerocos Yuni seperti kereta listrik.
"Sayang?"
__ADS_1
"Hmmm..."
"Apa kau tau...?"
"Ti_dak.." jawab Yuni dengan mulut penuh makanan.
Josua berbalik menatap sang kekasih yang tengah sibuk mengunyah keripik kentang.
"Kenapa?" Tanya Yuni merasa tak nyaman di tatap sedemikian rupa oleh Josua.
"Pak CEO meminta untuk memberikan bonus untuk semua karyawan. Apa menurutmu itu tidak aneh?" Tanya Josua menatap intens manik berbinar sejuta dolar milik Yuni.
Wanita itu berpikiran positif, sedang kan Josua pria itu terlihat berpikir sedikit melenceng. Berpikiran jika sang atasan tengah di landa frustasi berat, lalu mulai berpikir untuk mengakhiri hidup nya yang terus-menerus di tekan oleh sang nyonya.
"Hei! Kenapa kau terlihat begitu serius... memang nya apa yang sedang kau pikirkan?" Yuni menepuk bahu sang kekasih saking gemas nya.
"Aku hanya sedang memikirkan kemungkinan saja, tuan Wira belakangan ini sering di teror oleh nona Sesil. Bahkan wanita itu tinggal di mansion tuan Wira meski sudah di usir berkali-kali. Apa kau tidak sepemikiran dengan ku sayang? Tuan Wira bisa jadi tengah mengatur kematian nya sendiri. Bunuh diri minum racun serangga atau racun tikus seperti saat nona muda Pratama meninggal dunia. Kau tidak lupa bukan, jika Justin lah yang berusaha keras menyadarkan tuan Wira agar menghentikan niat nya. Meski sudah sedikit terminum namun tak sampai membuat nya go to hell." Tutur Josua mengemukakan teori yang pernah terjadi sebelum nya.
Yuni nampak berpikir, lalu membelalak kan kedua mata nya.
__ADS_1
"Kau benar sayang, aku baru saja menyadari sesuatu. Tuan Wira baru meng-upload foto seorang wanita satu jam yang lalu, yang begitu mirip dengan mendiang nona Mishy. Kau tau apa caption nya? Aku akan selalu bersamamu mulai detik ini, dunia tak akan bisa memisahkan kita begitu pun kematian." Yuni begitu lancar mengucapkan kalimat yang menjadi caption Wira di foto Mishy yang dia upload di aplikasi hijau nya.
"Kenapa kau tak memberitahu kan ku sejak tadi? Kau ini!" Kesal Josua mulai mengecek kebenaran ucapan kekasih nya. Dan status yang sama dia temukan, di tambah ada pembaharuan status baru dua menit yang lalu.
Dengan foto wanita yang sama dan caption love berderet hingga puluhan. Josua nampak mulai gelisah, menekan nomor panggilan terakhir yaitu Nomo sang atasan.
"Halo Jo? Apa kau sudah memberitahu kan pada bagian keuangan tentang Bonus bulan ini? Ingat Jo, semua nya..bonus mu dan Yuni akan aku lebih kan, jadi bekerja lah dengan baik. Aku sedang sibuk sekarang, jangan menelpon ku lagi. Kekasih ku sedang tertidur, panggilan mu sungguh mengganggu." Klik.
Josua kembali melongo, belum sempat diri nya membuka suara. Sang atasan sudah membuat nya tak bisa berkata-kata.
"Sayang, lacak panggilan terakhir tuan Wira. Aku khawatir kita tak bisa menyelamatkan nya jika terlalu lamban. Tuan Wira butuh pertolongan mental segera. Ah ya, tolong hubungi tuan Mylo. Aku sedikit kurang berpengalaman dalam menangani masalah psikologis, ku dengar tuan Mylo punya pengalaman di bidang ini. Menghadapi istri yang memiliki otak pas-pasan pasti membutuhkan banyak kesabaran." Ujar Josua ngelantur, dan mendapatkan tabokan dari sang kekasih.
"Jika tuan muda Pratama itu mendengar nya, auto bakal meregang nyawa sia-sia. Nyonya Olivia adalah istri kesayangan tuan Mylo apa kau lupa!" Kesal Yuni mendelik.
"Aku sedang kalut mengerti lah sayang, ayo kita segera bertindak. Bonus triwulan ku belum turun, di tambah bonus dadakan ini. Kalau tuan Wira keburu tak bernyawa, otomatis rekening ku akan merana tanpa penambahan saldo."
Puk!
"Auw sayang, kenapa kau menimpuk ku lagi?" Tanya Josua kesal.
__ADS_1