Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Calon Menantu idaman _I'm not Sanders!


__ADS_3

Semua mata tertuju pada sumber suara, Roky baru saja melayang kan dua tamparan di pipi mulus sang istri. Deru nafas pria itu memburu, keponakan nya di sebut Ja*lang bagaimana bisa dia diam saja.


"Kau keterlaluan Sela! Mishy keponakan ku, kau sudah merusak moral anak ku rupa nya selama ini. Kenapa kau mendukung nya untuk berbohong dan mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Mishy! apa kau masih waras, hah?!" ruang yang sejati nya tempat untuk berdiskusi, kini berubah menjadi arena adu emosi.


"Kenapa kau marah? Resy putri mu, seharusnya kau lebih membelanya seperti yang aku lakukan. Aku bahkan rela mengorbankan sesuatu yang berharga dari hidup ku agar Resy mendapatkan tempat yang layak di jajaran keluarga Sanders. Aku berkorban banyak untuk putri mu, kenapa kau tidak bisa hanya sekedar membelanya, hah!" nafas Sela naik turun tak beraturan.


Mishy tersenyum mendengar kalimat sang bibi, ada kepuasan di balik senyum samar nya.


"Aku tidak mau tau, pernikahan Resy dan Wira harus tetap di laksanakan. Tunggu Resy kembali, putri ku hanya sedang menenangkan diri." Sela meninggal kan ruangan tersebut dengan cara yang sama seperti yang Sanun lakukan. Membanting pintu tak berdosa itu hingga meninggalkan suara yang keras.


"Maaf kan kami pak Arya, mohon pernikahan ini di tunda saja dulu. Kita belum tau alasan kenapa Resy mendadak menghindar. Dan Wira, pikirkan keputusan mu. Meski kau tak jadi menikahi keponakan ku, aku tetap tak akan mengijinkan kau mendekati putri ku. Anakku terlalu berharga, untuk mu yang pernah menatap nya rendah sebagai wanita penggoda." Wira mematung, kata-kata Harland memukul telak harga diri nya. Namun dia tidak marah, Mishy memang permata yang sempat dia sangka kerikil jalanan. Kini dia sungguh menyesali nya.


Harland membawa keluarga nya pulang, sementara beberapa anggota keluarga lain juga para saksi nikah telah ricuh di gereja menanti mempelai yang tak kunjung tiba.


Roky menatap punggung sang adik dengan hati yang sakit. Dulu Sindy, kini Resy. Kenapa kedua wanita itu harus terluka oleh dua wanita dengan DNA yang sama.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Hening, Nathan sama sekali tak bersuara walau Resy sudah mengajaknya berbicara. Wanita itu bersemangat membahas pernikahan mereka, meski tau Nathan membenci nya.


"Kau tak bisa terus mendiamkan ku Nat, aku yang akan menjadi istri mu kelak. Aku sedang dalam fase subur, sebulan lagi kita akan mendapatkan berita bahagia. Aku akan menjadi ibu dari anak-anakmu kelak, bukan Mishy. Sadarlah Nat!" seru Resy kesal karena merasa di abaikan.


"Kau lah yang seharusnya sadar! kau melakukan hal rendah untuk mendapatkan ku. Kau boleh mendapatkan ragaku, tapi hatiku sudah abadi menjadi milik Lily ku seorang. Kau hanya sampah! selamanya akan menjadi sampah!" balas Nathan menekan emosi nya.

__ADS_1


"Dan sampah ini juga yang sudah kau nikmati berkali-kali semalam. Jadi jangan munafik. Kau pun menikmati nya terlepas aku Mishy atau bukan." Tandas Resy tak mau kalah. Nathan terdiam, bukan karena dia terpengaruh. Namun memikirkan pertemuan nya dengan Mishy nanti, pasti akan membuat kedua nya sama-sama terluka.


Nathan menatap jengah pada Resy yang kini bergelayut di lengannya. Wanita itu menolak turun dari mobil Nathan, hingga di sinilah mereka berada. Di rumah Nathan.


Roy menatap heran, bagaimana bisa putra nya membawa Resy ke rumah mereka. Sedangkan Mishy tepat berada di seberang jalan memperhatikan mereka dari balkon kamar nya.


"Kenapa kau membawa nya kemari nak? kau tau, wanita ini membuat seluruh keluarga nya menanggung malu yang sangat luar biasa. Apa kau belum menonton berita pernikahan pasangan paling berpengaruh di kota ini, dibatalkan hingga waktu yang tak bisa di pastikan?" Resy terkejut. Di tunda? kenapa tidak di batalkan? pikiran nya mendadak kacau.


"Aku tak bisa menikah dengan Wira paman, putra mu ini telah menodaiku semalaman suntuk. Dan Nathan lah yang harus menikahi ku, bukan Wira." Tandas Resy tak tau malu, Nathan menepis tangan Resy kemudian menghampiri sang ayah.


Pria itu bersimpuh di kaki ayah nya dengan tangis menyayat hati.


"Nathan melakukan nya karena di jebak oleh Resy pa, Nathan sangat mencintai Lily. Tolong bantu Nathan terlepas dari jerat wanita iblis itu pa... Nathan mohon.." Roy menatap iba pada putranya, sedang kan Resy menatap kesal pada Nathan yang mengatai nya wanita iblis.


"Apa paman tak ingin menjamu calon menantu sekaligus ibu dari calon cucu paman ini?" Resy menyeringai penuh kemenangan, karena telah berhasil menekan Nathan.


"Kau bisa membuat nya sendiri, Resy. Mishy selalu kemari untuk memasak sebelum berangkat ke butik. Sungguh calon menantu idaman, sayang sekali, putra ku malah menukar berlian dengan batu gunung yang bebal." Ucap Roy membuat seringai iblis di wajah Resy memudar seketika.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Sela berusaha untuk memukul Nathan dengan tas nya, wanita itu benar-benar murka. Menantu idaman nya kini telah sirna.


"Kau merusak putri ku, dasar bajingan! aku sudah berkorban banyak untuk nya dan kau merusak semua rencana ku dengan tak tau malu!" Roky terdiam mencerna kalimat sang istri yang terasa janggal. Tangan nya memeluk erat istri nya agar berhenti bertindak brutal.

__ADS_1


"Sudah ma, semua sudah terjadi. Mau tidak mau kita harus menerima Nathan." Nasihat Roky bijak. Sementara Harland dan Rosy hanya menjadi pendengar saja. Mereka belum tau kronologi nya, jadi tak etis menyalah kan salah satu dari kedua nya.


Sela meraung menatap sang anak yang selama ini dia rawat dan dia bela mati-matian.


"Kenapa kau tidak membunuh mama saja Resy, kenapa kau harus mencoreng arang di wajahku..." Resy terdiam, pipi nya masih memanas akibat tamparan keras sang ayah.


"Aku mencintai Nathan ma, bukan Wira..." lirih Resy masih dengan segala ego nya.


"Apa yang kau harapkan dari pria penyakitan ini hah!" Sela semakin kesal mendengar pembelaan sang anak.


"Sela..!" teriak Roky. Pria itu lekas meminta maaf pada Roy dan Nathan. Roy pria bijak itu hanya mengangguk maklum.


"Aku memang penyakitan bibi, itu kenapa putri mu tak bisa menunggu ku pulih. Tapi apa yang terjadi saat ini karena Resy menjebak ku dengan obat per*angsang dan psikotropika untuk membuat ku berhalusinasi. Hingga menganggap nya sebagai Mishy, aku pun tak menginginkan putri mu." Balas Nathan mulai terpancing emosi.


Ekor matanya tanpa sengaja melihat Mishy tengah berdiri di depan pintu. Dengan langkah lebar, Nathan menyongsong sang kekasih.


"Lily sayang..." suara Nathan tercekat, sungguh sakit melihat reaksi Mishy yang hanya menatap nya datar. Di raihnya tubuh mungil di hadapan nya dengan penuh rasa bersalah.


"Maafkan aku...maaf atas kebodohan ku...hukum aku, marahlah padaku, maki aku, pukul ak..." Nathan terhenyak, saat Mishy membungkam nya dengan sebuah ciuman. Ke-dua saling memberikan kekuatan melalui ciuman yang terasa begitu hangat.


Resy menahan kesal kemudian memaling kan wajahnya, dia yakin Nathan akan tetap menikahi nya apa caranya.


...----------------...

__ADS_1


NEXT ~>


__ADS_2