
Pagi ini suasana meja makan sedikit horor. Tak ada yang berceloteh seperti biasa nya. Satya yang cerewet pun mendadak kalem. Bahkan ketika pagi-pagi Silvery menghilang dari kamar demi mengecek keadaan sang putra. Satya sama sekali tak ngambek.
"Khemmm..." Satya berdehem karena sudah mulai gerah dengan suasana tak nyaman tersebut.
"Mau nambah apa tuan? biar Rere ambil kan." Tawar gadis itu beranjak dari kursi nya di samping Sintya.
Satya mengibas tangan nya karena pria itu tengah mengunyah makanan di dalam mulut nya.
"Tidak. Tidak perlu. Kau duduklah dan lanjutkan makan mu." Ujar Satya menolak halus. Dia memang tak menginginkan apapun, hanya berusaha memancing keributan seperti biasa nya. Namun tak mendapat respon apapun dari anak-anak nya.
"Mom sayang, apa kau hari ini bisa menemani suamimu ini ke kantor. Aku banyak pekerjaan hari ini, cukup sibuk hingga mungkin tak akan sempat menerima panggilan mu. Jadi lebih baik kau ikut saja bersama ku." Ucap Satya menatap penuh arti pada sang istri.
Silvery tersenyum kemudian mengangguk kecil.
"Lalu siapa yang akan menemani ku di rumah?" protes Selome yang hari ini merasa sedikit tak enak badan. Karena terlalu memikirkan hal yang belum tentu terjadi, Selome mendadak demam semalam. Imun cinta yang sangat lemah.
"Kau sudah dewasa! lagi pula ada Rere, ada bibik. Kau bisa bermain gaple dengan mereka sembari mengisi waktu mu yang hari ini menjadi pengangguran." Selome mendelik jengkel. Diri nya di katai pengangguran hanya karena ijin sehari.
"Aku sakit dad!" protes Selome tak terima.
"Ya ya..kau tak akan sakit jika tak marah-marah pada Mallika kemarin. Heran, kau kan bisa bertanya baik-baik pada nya. Bukan nya malah mencecar nya dengan kata-kata kasar. Perasaan mom dan dad tak pernah mengajarimu seperti itu. Dapat ilmu dari mana memaki orang tanpa perasaan begitu?" omel Satya menatap tajam sang anak.
Silvery sudah bercerita pada sang suami semalam. Dan Satya tak percaya begitu saja. Hidup nya sudah terlalu kenyang akan alur kehidupan. Sehingga kedua nya memutuskan untuk mengunjungi Mallika. Gadis itu pasti sangat sedih di katai yang bukan-bukan.
Sesampai mereka di sana, betapa terkejut nya Silvery melihat kondisi Mallika yang rupa nya sedang di infus. Gadis itu memilih pulang padahal kondisi nya masih lemah kemarin. Dan berujung Mallika kembali pingsan.
Dan bibik pun menghubungi dokter langganan keluarga majikan nya. Mallika di beri cairan agar kondisi nya benar-benar pulih kembali.
Mallika dengan malu-malu menceritakan jika diri nya berniat untuk melakukan treadmill. Agar tubuh nya lebih ramping seperti Rere.
Silvery tersenyum paham. Gadis itu sedang di landa perasaan was-was dan cemburu.
Mereka ke sana tanpa di ketahui oleh Selome. Dan tanpa mereka tau jika Selome pun tengah demam tinggi di rumah.
Kembali pada Selome yang bungkam karena di omeli oleh sang ayah.
Selesai sarapan Silvery menyiapkan obat juga keperluan Selome. Wanita itu selalu memperlakukan anak-anak nya penuh perhatian, apa lagi Selome yang sedikit sulit untuk makan obat.
Dengan sabar, Silvery menggerus obat lalu memasukkan nya dalam paper klip setelah di bungkus rapi.
__ADS_1
"Mom, tidak bisa kah kau tinggal saja. Daddy sudah besar, tidak perlu di temani ke kantor. Aku sedang sakit, bagaimana jika aku tiba-tiba kritis. Mom pasti akan sangat menyesal nanti." Bujuk Selome memberikan rayuan maut nya.
"Kau juga sudah besar! lagi pula mom adalah istri ku, suka-suka daddy mau mengajak nya kemana. Kenapa kau yang sewot. Kalau kau kritis kan tinggal masuk ICU. Begitu saja di buat ribet." Oceh Satya yang tadi nya berniat untuk melihat keadaan sang anak.
Selome muntah ketika baru selesai sarapan. Asam lambung pria itu naik karena terlalu banyak pikiran.
Namun malah di buat kesal oleh celotehan sang anak durhakim.
"Sudah, berhenti berdebat. Apa kau ingin mom memanggil kan perawat jaga sayang? mom harus menemani daddy mu, selain hari ini juga ada rapat pemegang saham. Mom harus menghadiri nya sebagai pemegang saham mayoritas." Terang Silvery merasa bersalah.
Sebagai pemegang saham di atas 50%, Silvery memiliki tanggung jawab lebih dari para keluarga Sanders dan Pratama yang lain. Belum termasuk saham minoritas dari sang ayah. Beban tanggung jawab Silvery tak main-main.
Selome mengangguk pasrah. Pikiran nya masih memikirkan Mallika namun gengsi untuk menghubungi nya. pria itu masih kesal pada gadis itu, yang dia rasa telah berbohong pada nya. Tanpa tau jika gadis itu pun sama-sama sedang sakit di rumah nya.
Sepeninggalan orang tua nya, Selome merasa bosan di dalam kamar. Pria itu celingak-celinguk mencari Rere. Dia ingin mengajaknya gadis itu menemani nya mengobrol. Namun sudah beberapa menit mencari, Rere tak kunjung terlihat.
"Nyari siapa den?" tanya sang bibik yang hendak mengantar susu coklat ke Gazebo, namun malah menemukan sang pemesan minuman berkeliaran mencari sesuatu.
"Rere mana bik? kok tidak kelihatan batang hidung nya." Tanya Selome penasaran.
"Oh, non Rere pergi keluar sebentar. Tadi bosan, jadi mau nyari angin sambil lihat-lihat pemandangan komplek." Jawab bibik menjelaskan. Selome mengangguk paham, lalu keduanya berjalan beriringan menuju gazebo.
Bibik hanya tersenyum simpul mendengar kalimat ngaur tersebut. Bukan hal aneh, anggota keluarga itu memiliki keunikan tersendiri. Dan dia sudah kebal dengan segala hal yang sering dia dengar dan lihat.
"Bibik mau beresin raung keluarga sama kamar tamu. Besok non Vanya bakal nginap di sini, aden lupa ya?" terang bibik
Selome mengangguk paham sembari menepuk keningnya. Keponakan nya akan datang berkunjung, dan menginap di rumah nya untuk waktu yang tak dapat di tentukan. Sedangkan sang kakak Naura menetap di luar negara.
"Ah ya bik, gimana aku bisa lupa. Ya sudah, bibik beresin dulu setelah itu baru kemari. Aku akan memesan beberapa barang untuk hadiah penyambutan Vanya besok. Anak itu lebih tua dari ku tadi belum juga menikah. Mau mencari laki-laki yang bagaimana lagi, padahal sudah banyak yang melamar nya tapi malah di tolak mentah-mentah. Vanya kemari pasti karena akan di jodohkan lagi oleh kakak." Cerita Selome terkekeh kecil.
Sang keponakan lebih tua dari nya, namun karena status keturunan. Vanya harus menghormati Selome yang lebih muda karena pria itu adalah paman nya. Adik kandung sang ibu, beda pabrik.
Selome kembali sendirian, sang bibik sedang berberes di dalam rumah. Tak lama Rere datang dengan nafas ngos-ngosan. Gadis itu duduk meleseh di lantai marmer sembari mengusap keringat di kening nya.
"Dari mana? habis nyolong mangga tetangga? terus di kejar sampai kemari? ishh apa kau belum kenyang makan sebanyak tadi? padahal badan mu kecil, tapi porsi mu seperti kuli pikul." Cerocos Selome mencecar Rere yang masih belum berucap apapun.
Rere menarik nafas dalam-dalam, kemudian menatap Selome dengan kesal.
"Tuan muda tidak tau apa yang saya lihat tadi. Lebih ekstrim dari pada nyolong mangga tetangga. Karena sejak kecil itu sudah jadi profesi saya. Ups!" Rere menutup mulut lemes nya menggunakan telapak tangan. Lalu tersenyum nyengir.
__ADS_1
Selome mencebik mendengar pengakuan dosa gadis itu.
"Pantas kau tak bisa besar. Tubuh nya tak lebih besar dari buah mangga." Ejek Selome.
"Sudah, jangan membahas mangga. Ada yang lebih urgent. Tadi ketika aku jalan-jalan keluar, aku berniat menuju taman yang ada di tengah komplek dekat TK itu. Saat akan berbelok, aku tak sengaja melihat ada mobil ambulans. Aku kepo dong, secara orang kampung kan suka gitu. Nah, ketika aku berdiri menatap ke arah sana. Auto di buat spot jantung. Ternyata yang di angkat di atas tandu adalah mbak Mallika. Dengan infus di tangan nya juga masker oksigen di hidung apa mulut sih. Pokonya gitu deh, kalau tidak percaya tuan muda hubungi saja ke rumah nya. Ada nomor nya ka...." belum selesai kalimat Rere, Selome sudah berlari tunggang langgang dari hadapan gadis itu.
Rere menggaruk kening nya karena melihat reaksi Selome yang di luar perkiraan nya. Selome terlihat ketakutan dan sangat cemas luar biasa.
"Tadi kan aku belum bilang di bawa ke rumah sakit mana. Ah tau deh, kan tuan muda bisa menghubungi keluarga mbak Mallika. Mending bantu bibik bersih-bersih di dalam." Gumam gadis itu.
Sebelum masuk, Rere melirik susu coklat milik Selome dengan liur penuh di dalam mulut nya. Dia sangat suka susu coklat, namun keterbatasan ekonomi membuat nya sangat jarang bisa menikmati minuman tersebut.
"Tuan Selome kan sedang pergi, pasti minuman ini akan mubazir. Orang kaya kan suka gitu ya, apa-apa langsung di buang gitu aja. Mending Rere aman kan ke dalam lambung kecil Rere. Lebih bermanfaat untuk pertumbuhan dari pada di buang." Rere kemudian meraih gelas tersebut lalu menegak minuman Selome dengan perasaan senang.
Mata nya sampai terpejam sempurna kala menikmati setiap tetesan yang mengalir dalam tenggorokan nya menuju lambung.
"Susu orang kaya memang beda rasa nya. Tidak seperti susu cap wuenak yang biasa aku beli di warung." Satu gelas penuh tandas. Rere kembali membawa gelas kosong tersebut untuk di cuci.
Sedangkan Selome terus menghubungi kedua orang tua nya. Dia sudah menemukan kemana Mallika di bawa, namun tetap cemas jika orang tua nya tak ikut menemani nya di rumah sakit.
"Bertahan lah kedelai. Kau kuat, seperti nama mu. Kedelai kacang yang menyehatkan." Gumam Selome sedikit ngaur. Pikiran nya kacau, hati nya menyesal setelah mengetahui kebenaran dari sang bibik di rumah Mallika.
Beberapa kali Selome memukul kemudi nya karena kesal dengan jalanan yang macet di hadapan nya.
"Woi! bisa minggir tidak! aku sedang membawa ibu-ibu yang mau melahirkan. Kepala bayi nya sudah terlihat, tolong beri aku jalan." Teriak Selome dari balik kaca mobil. Pria itu melongokkan kepalanya keluar agar suara nya bisa terdengar jelas oleh pengendara lain.
Dan benar saja, jalan seketika lengang. Para pengendara memberikan jalan pada Selome dengan cara menepi ke pinggir trotoar.
Selome tersenyum puas, berhasil dengan kebohongan konyol nya.
"Terimakasih semua nya, doakan bayi kami lahir selamat ya!" seru Selome dari balik kaca. Para pengendara lain hanya mengangguk sembari mengacung kan jempol mereka.
Sungguh kegilaan Selome tak ada dua nya. Dan dengan mudah nya orang-orang percaya begitu saja.
Entah siapa yang salah, othor pun tak tau.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Semoga cerita kekonyolan Selome bisa menghibur hari panjang para readers semua🤗🤗😘😘
__ADS_1
Lope lope kesayangan buna Qaya 🥰🤍🤍🥰🥰😚🥰