
Mallika meminta di turunkan beberapa meter dari pintu gerbang rumah Selome. Lalu mulai masuk ke dalam mobil yang tadi membawa nya pergi dari rumah pria menyebalkan tersebut.
"Bapak tau harus jawab apa 'kan kalau di tanya?" tanya Mallika memastikan si sopir keluarga Satya bisa tetap konsisten pada kesepakatan mereka.
"Siap neng, aman mah itu. Apa lagi ada stempel tutup mulut nya kaya gini." Kekeh pria paruh baya itu bergurau. Walau dia tetap menerima uang tutup mulut tersebut dengan hati penuh suka cita. Namun sebelum nya pria itu sudah menolak nya, Mallika tetap kekeh memaksa agar di terima.
Gadis itu ingin memastikan jika sang sopir bisa di ajak bekerja sama dengan nya.
Setiba di dalam rumah, ruang tamu yang tadi nya gelap gulita kini tiba-tiba menjadi terang benderang. Mallika sedikit terkejut namun berusaha bersikap biasa saja. Dia tau pasti Selome sang tuan rumah lah yang iseng menunggu nya, hingga rela menghuni sofa ruang tamu tersebut selarut ini.
"Udah puas jalan-jalan nya?" sarkas Selome menatap tajam ke arah Mallika yang terlihat melengos.
"Sudah, sekarang aku mau istirahat. Jalan-jalan ternyata menguras energi ku sangat banyak." Jawab Mallika menantang.
Selome mendesis kesal mendengar jawaban gadis itu.
"Dari mana saja kau? aku mencari mu ke rumah mu dan penjaga di sana mengatakan kau tak ada berkunjung ke sana. Sebenarnya kau pergi kemana hah?!" cecar Selome tak lagi dapat menahan diri untuk tak mengintrogasi gadis nakal itu.
"Cih! kenapa kau ribet sekali dengan urusan ku kak. Aku juga punya kehidupan, aku ingin pergi bermain bersama temanku apa salah nya. Sudahlah, aku lelah sekali. Kakak sebaik nya pindah ke kamar jika ingin tidur. Kenapa malah berbaring di sofa. Aneh sekali." Mallika bergumam di ujung kalimat nya.
__ADS_1
Meski tau kenapa Selome sampai berakhir di ruang tamu karena menunggu nya pulang. Namun Mallika memilih berpura-pura tak mengetahui apapun.
"Aku di sini karena menunggu mu! seharus nya kau tak berbohong jika ingin pergi bersama teman mu. Aku bisa mengantarkan mu agar lebih aman. Jika sesuatu terjadi padamu, paman dan bibi pasti akan menyalahkan kami karena tak becus menjaga mu. Lain kali jangan lakukan hal konyol seperti ini lagi. Apa kau tak memikirkan perasaan mom kalau tau kau berbohong. Mom pasti akan sedih, kau itu sudah seperti putri nya sendiri jika saja kau lupa." Tukas Selome kemudian berjalan melewati tubuh Mallika yang masih mematung.
Gadis itu mendadak merasa bersalah karena telah berbohong Dia hanya tak enak hati karena telah membatalkan janji nya secara sepihak dengan Geko. Namun dia juga tak sadar telah membuat hati keluarga Selome terluka karena nya.
"ishh..aku kan hanya ingin memenuhi janjiku saja. Kenapa bisa seribet ini sih!" ketus gadis itu menggerutu kesal. Niat baik nya tak sejalan dengan realita yang ada. Sungguh tak ada niat untuk membuat siapapun sedih karena kebohongan nya, dia hanya bermaksud untuk membalas kebaikan Geko pada nya karena pria itu terlalu baik dan banyak membantu nya meski tak dia minta.
Dengan langkah gontai, Mallika menaiki tangga menuju kamar yang di khususkan untuk nya kala menginap di sana.
Sedangkan di tempat lain, seorang pria tengah tersenyum bahagia. Hari ini meski masih terus di tolak oleh wanita pujaan nya, namun hati nya cukup senang. Karena Mallika rela berbohong demi memenuhi janji nya.
"Aku akan sabar menunggu mu, Lika. Sudah sejak lama aku menanti momen ini. Berdekatan dengan mu dengan jarak yang sangat dekat, hingga kelak kau menjadi milikku seutuhnya." Gumam Geko menatap foto seorang gadis berseragam putih abu di sebuah pigura kecil di kamar nya.
Sejak saat itu, Geko mulai intens untuk memantau kehidupan Mallika hingga sekarang. Geko membeli sebuah rumah di perumahan yang sama dengan Mallika, agar lebih mudah memantau aktivitas gadis itu.
Di sebuah kamar, seorang pria sulit untuk memejamkan kedua matanya. Bukan nya dia tak tau jika Mallika pergi bersama seorang pria. Pria yang dia klaim sebagai saingan nya dalam merebut hati Mallika.
Flashback
__ADS_1
Selome yang lelah dengan pikiran nya memikirkan keberadaan Mallika, memutuskan berkendara tak tentu arah. Hingga tiba di sebuah pasar malam, Selome melihat gerobak penjual cilok. Pria itu memarkirkan kendaraan kemudian turun. Namun sebelum sempat memesan, Selome melihat pemandangan yang mengiris hati nya.
Mallika tengah bercanda ria bersama seorang pria yang dia ketahui bernama Geko. Selome menahan sesak di dada nya, setelah puas menatap keromantisan yang terpampang jelas di hadapan nya. Selome akhirnya memutuskan untuk kembali pulang. Niat untuk menikmati cilok musnah sudah.
Selome kembali ke rumah membawa hati terluka, kecewa karena telah di bohongi mentah-mentah oleh gadis itu. Andai Mallika jujur, dia tak akan sesakit ini. Namun Selome tak bisa memaksa kan kehendak nya, jika Mallika memang ingin bersama Geko ketimbang diri nya.
Bayangan Mallika di suapi oleh Geko masih menghantui pikiran nya. Semudah itu Mallika berpindah hati. Selome tersenyum miris. Pria itu memutuskan untuk keluar dan duduk di balkon kamar. Menikmati udara malam yang dingin dan tak sehat untuk nya. Langit pekat malam itu semendung hati Selome yang galau. Gerimis kecil seolah mewakili rintihan hati nya karena merasa di kecewakan.
"Baiklah, Kecap manis. Semoga pilihan mu yang terbaik. Aku akan mengikhlaskan mu bersama siapapun yang kau ingin kan, Mallika." Ucap Selome lirih. Untuk pertama kali nya, Selome menyebut nama Mallika dengan benar. Dan itu menandakan jika hati nya Sedang tak baik-baik saja.
Keikhlasan nya merupakan bentuk dari kesadaran diri, karena selama ini telah mengabaikan gadis itu. Selome memilih mundur agar tak menjadi penghalang kebahagiaan gadis yang kini telah berhasil mendiami hati nya.
Di kamar lain, Mallika pun tak dapat memejamkan kedua matanya. Bayangan wajah penuh kecewa Selome terus membayangi nya. Belum pernah Mallika melihat nya selama ini. Selome mungkin menyebalkan, namun pria itu tak pernah menatap nya demikian. Gurat kekecewaan itu terlihat sangat jelas meski Selome mengatakan semua nya dengan kata-kata yang biasa saja.
"Kenapa juga aku harus merasa bersalah pada nya. Siapa dia hingga bisa mengatur kehidupan ku, dengan siapa aku akan pergi." Gerutu Mallika menghibur hati nya dari rasa bersalah. Gadis itu menarik selimut hingga batas leher agar lekas tertidur dan melupakan semua nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat Tahun baru onty uncle, semoga semua harapan kita di tahun ini dapat terkabul oleh kuasa kasih Tuhan. Amin
__ADS_1
Lope lope para pembaca baik hati nya bunaa😚😚🥰🥰🥰