Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Dress istimewa


__ADS_3

Noora menatap malas ke arah ranjang, di mana manusia paling laknat tengah tertidur lelap tanpa tau malu. Lexan benar-benar terlihat seperti lintah di mata nya, menempel di kasur empuk milik nya tanpa rasa bersalah.


"Lex..Lex..ayo bangun. Semua orang menunggu kita untuk sarapan bersama di bawah." Ucap Noora menggoyang tubuh Lexan, Noora Sangat ingin menyiram kan seember air panas namun dia masih memiliki rencana lain. Yang akan sangat di sayangkan jika tak terealisasi dengan baik dan tepat sasaran.


Lexan mengerjab lalu berusaha untuk mengumpulkan kesadaran nya. Hampir saja dia kelepasan menyebutkan nama Savina.


"Maaf, semalam klien mengajak ku minum juga membahas masalah proyek baru kami. Maaf juga telah meninggal kan mu seorang diri di malam pengantin kita." Ucap Lexan dengan wajah penuh sesal. Sungguh Noora ingin tergelak keras. Ekspresi wajah Lexan membuat nya ingin muntah, dia baru tau jika setiap kali ekspresi itu terlihat. Semua karena Lexan sedang menyembunyikan sesuatu dari nya. Bodoh nya dia pernah begitu tulus mencintai pria bajingan di hadapannya ini.


7 tahun diri nya menyimpan harapan setinggi langit, nyata nya Lexan hanya lah seonggok sampah di tepi got. Hanya dengan sekali tendangan, sampah itu akan larut dalam kubangan lumpur.


"Mandilah, aku sudah menyiapkan pakaian mu." Tanpa menggubris permintaan maaf Lexan yang terdengar menjijikkan, Noora kembali fokus menatap gaun indah nya. Bibir nya kembali menyunggingkan senyum manis, dan itu terlihat oleh Lexan. Tiba-tiba hati nya berdenyut kala melihat senyum lebar dari sang istri. Wanita yang dulu pernah begitu dia cintai, namun perlahan memudar sejak setahun yang lalu. Kala dirinya mulai di suguhkan dengan segumpal daging nikmat, yang setia menjepit kejan tanan nya setiap dia membutuhkan pelepasan.


Namun melihat senyum tulus yang dulu selalu di berikan pada nya, hati nya seperti tak rela jika senyum itu teralih kan pada pria lain.


"Kau terlihat sangat bahagia, sayang? Apa aku melewat kan sesuatu?" Tanya Lexan mendekat ke arah cermin di mana Noora tengah berdiri.


"Tentu saja, ini adalah pagi pertama ku menjadi istri dari pria yang sangat aku cintai. Sehingga membuat ku hampir tak percaya namun juga sangat bahagia." Sahut Noora menatap penuh damba dan keyakinan melalui pantulan cermin di hadapan nya.


Serr!

__ADS_1


Aliran darah Lexan berdesir hebat, dia merasa sangat bersalah dan kenapa rasa itu baru muncul sekarang. Setahun dirinya membohongi wanita itu dan sering mengabaikan nya dengan berbagai alasan. Tak pernah muncul rasa ini, kenapa baru sekarang? Lexan memeluk tubuh kecil Noora dan mencium pucuk kepala wanita itu begitu dalam. Mata nya tiba-tiba memanas mengingat pengkhianat nya selama satu tahun ini.


"Aku akan mandi dengan cepat, aku akan membawa pakaian ku langsung agar bisa langsung berganti di dalam dan kau tak perlu menunggu lama." Lagi-lagi hati kecil Noora tergelitik hebat melihat bagaimana Lexan berusaha mengelabui nya seperti seorang anak kecil.


Namun wanita itu hanya tersenyum simpul seraya mengangguk pelan. Lexan meraih pakaian nya yang tersusun rapi di atas sofa, memeluk nya untuk di bawa ke kamar mandi. Tak mungkin dia keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk, maka akan terlihat lah jejak dosa nya yang berusaha dia tutupi.


Sesaat setelah pintu ruangan tertutup rapat, Noora menghela nafas berat. Sungguh kini dia merasa menjadi bocah TK yang sedang di kelabui oleh ibu nya yang hendak pergi ke pasar.


"Astaga, Lexan! Berapa usia ku sehingga kau masih berpikir aku sebodoh itu mempercayai mu. Lihat dan nikmati permainan ini, kau yang memulai nya, maka aku akan dengan suka rela mengakhiri nya. Tentu saja dengan memberikan sedikit hadiah kecil untuk mu." Noora tersenyum smirk, wanita itu kembali menatap cermin.


"Kau begitu tau ukuran badan ku, siapa kau sebenarnya?" Gumam Noora kembali menilik gaun tersebut. Yang dia yakin pasti di beli di toko biasa, karena tidak ada label merk di sana atas nama sebuah brand. Dan tak lupa bagaimana dress istimewa itu di kemas.


Rambut lembab Lexan menambah kuat persepsi semua orang.


"Wah! Pengantin baru kita ini terlihat begitu cerah. Apa di luar matahari sudah terbit?" Seloroh Lolita, wanita itu cantik, ceria dan baik itu adalah kakak ipar Noora.


"Kurasa matahari sudah bersinar sejak subuh tadi, itu kenapa ruangan di sini terasa begitu terang." Sambung Linda. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu adalah ibu mertua Noora.


Sedangkan Charlotte menatap sang anak dan menantu nya dengan tatapan tak terbaca. Ada yang mengganjal dengan senyum simpul di bibir putri sulung nya. Namun mengingat jika sang anak baru saja memulai membangun sebuah bahtera rumah tangga, maka Charlotte segera menepis semua pikiran buruk nya.

__ADS_1


Putri nya butuh penyesuaian diri, begitu lah pikir nya.


Suasana di ruang VIP restoran tersebut, di liputi banyak canda tawa. Saling melempar candaan dan kalimat pemancing tawa lain nya. Sungguh tak ada yang menyadari, jika ada sepotong hati yang berusaha menahan perih seorang diri.


Noora menatap wajah sumringah sang ayah juga ibu nya. Kedua orang yang begitu dia sayangi selain keluarga nya yang lain.


Seusai sarapan penuh siksaan bagi Noora, wanita itu pamit menuju toilet. Setiba nya di sana, air mata Noora luruh seketika. Dia hanya manusia biasa, batas kesanggupan hati nya benar-benar di uji sedemikian rupa.


"Kau akan membayar mahal atas rasa sakit ku ini , Lexan! Dan kau ja l ang kecil, hadiah yang setimpal akan ku berikan pada mu. Tak peduli betapa aku sangat menyayangi saudari mu, kau yang memulai perang ini, maka ayo kita akhiri dengan cara ku." Ucap Noora tersenyum menyeringai.


Setelah puas melampiaskan sedikit isi hati nya, wanita itu pergi dari sana. Tanpa Noora sadari, jika seseorang sejak tadi mendengar semua keluhan hati nya.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Satu minggu telah berlalu, kehidupan Noora layak nya kehidupan pasangan pengantin baru lain nya. Wanita itu kembali di sibukkan dengan sederet aktivitas yang sempat tertunda selama 3 hari, ketika mempersiapkan pernikahan terkutuk nya.


Tak ada yang tau, jika kesibukan tersebut hanya lah alibi dari lelah batin yang wanita itu rasa kan. Tiga hari setelah kembali dari hotel, lagi-lagi wanita cantik ini mendapati sang suami kembali berulah.


Di dalam rumah nya, yang dia beli jauh sebelum menikah dengan Lexan. Yang tak ada sepeserpun berasal dari jerih payah pria itu, namun dengan begitu tega nya, Lexan bercinta dengan wanita lain di dalam rumah impian sang istri.

__ADS_1


Lexan sungguh definisi bajingan sejati, pria tanpa perasaan yang bercinta dengan selingkuhan nya di dalam rumah pribadi milik istri nya, tanpa tau malu.


__ADS_2