
Meski berat, namun Miguel tetap akan menjalani kehidupan dua alam tersebut. Tak apa dia tak bisa bersama sang istri dam calon anak mereka. Semoga saja Tuhan berkenan menjemput nya sebelum sang anak di lahir kan di alam sana. Dia tak rela jika istri nya di incar oleh para arwah pria tampan.
Seluruh keluarga terlihat tengah melakukan sarapan seakan kejadian semalam tak pernah terjadi. Miguel ikut bergabung dengan wajah yang segar dan cerah. Tak ada lagi raut wajah rapuh dan kecewa karena pengkhianat Clara. Berganti dengan senyum mekar layak nya bunga di pagi hari.
"Apa perasaan mu sudah membaik sayang? Kau semalam pingsan karena terlalu kecewa dengan pengkhianatan kekasih mu." Ujar Mishy di sela sarapan nya.
"Aku baik mom, sangat baik. Dan Clara, dia bukan lagi kekasih ku. Aku sudah menikah, lihat ini." Miguel memamerkan jari manis nya pada seluruh keluarga dengan senyum sumringah.
"Semalam aku menikah dengan Chalot ku, dia datang ketika daddy meninggalkan ku seorang diri di ruang resepsi. Dan kami kemudian menikah. Kebetulan ada arwah seorang Romo di sana, jadi beliau memberkati pernikahan kami. Aku akan mengurus kelegalan pernikahan kami hari ini, aku akan meminta beberapa data diri Charlotte lebih lengkap. Tak ada yang tau jika dia sudah meninggal bukan? Jadi tak akan masalah jika aku memasukkan berkas pernikahan kami ke pencatatan sipil." Celoteh Miguel panjang lebar.
Semua keluarga meringis dalam diam, mental Miguel benar-benar berada di bawah garis normal. Jiwa pria itu terguncang namun juga terlihat bahagia di saat bersamaan. Menganggap pernikahan nya adalah hal gaib, meski pernikahan itu benar-benar terjadi.
Usai di pukuli oleh Resy, Rosy menyuntik kan obat tidur dan anti nyeri pada sang cucu. Sejati nya resepsi besar-besaran tetap berlangsung sesuai rencana. Miguel di katakan terserang demam tinggi akibat kelelahan dan kondisi Charlotte yang sedang hamil besar membuat nya tak bisa berlama-lama duduk di pelaminan megah tersebut.
Jadi lah hanya seluruh anggota keluarga yang mewakili kedua mempelai, untuk menyapa para tamu undangan yang berjumlah ribuan tersebut.
__ADS_1
"Itu_itu benar. Terserah kau saja, mom hanya takut kau akan menyesali nya nanti. Lalu tertarik pada wanita lain namun status mu adalah suami dari seorang wanita yang bahkan tak bisa menemani dan memperlakukan mu layaknya seorang suami. Kau pria dewasa nak, kau punya kebutuhan. Mom tak ingin kau menyesal akan keputusan mu saat ini." Nasihat Mishy bijak dan terlihat begitu serius.
Miguel meneguk air minum nya kemudian menatap keluarga nya satu persatu.
"Aku tak akan menyesali nya mom, percayalah padaku kali ini. Pilihan ku tak akan salah lagi. Charlotte adalah wanita ku satu-satunya, istri ku dan ibu dari anak kami. Aku siap mengahadapi segala resiko nya, aku tau bagaimana cara mengendalikan diriku. Aku tak akan melakukan hal bodoh di luar sana, aku pria beristri dan aku akan setia hanya pada satu wanita saja. Aku harap kalian semua mendukung keputusan ku kali ini. Keputusan ku tak akan berubah, hingga waktu ku tiba untuk berjumpa dengan istri juga anakku kelak." Ujar Miguel penuh keyakinan. Terpancar ketulusan dari balik maniknya yang mulai berembun.
"Aku sudah selesai, apa ada yang ingin menumpang mobil ku?" Tanya Miguel mengelap mulut kemudian berdiri.
"Tidak, adik-adik mu hari ini akan di antar oleh sopir. Pergi lah, nikmati perjalanan mu dan semoga segala urusan mu selesai dengan baik." Ucap Wira menolak halus, dia tak ingin Miguel merasa di anggap aneh oleh keluarga nya sendiri.
"Baiklah, aku mungkin akan tiba di kantor agak siang, jadi segala urusan kantor aku titip kan pada Gita dan Yoga. Jika saja papa akan mengecek keadaan ku nanti." Balas Miguel mengingat kan. Dia yakin semua orang pasti khawatir dengan kondisi mental nya, padahal dia merasa baik-baik saja terlepas dari menikahi arwah Charlotte.
"Apa kalian tak ingat dengan ku? Aku adalah calon istri CEO perusahaan ini!" Seru Clara di puncak emosi nya.
"Maaf nona, bukan kah tuan Miguel sudah menikah semalam?. resepsi nya sangat megah dengan dekorasi serba wah. Dan pengantin wanita nya sangat cantik seperti bidadari, bukan sampah berduri seperti mu." Ucap seorang resepsionis menatap Clara dengan sinis, saatnya nya pembalasan dendam.
__ADS_1
Clara kini adalah si burik yang terjebak dalam tubuh super lebar untuk ukuran seorang model. Karir nya hancur begitu pun dengan pernikahan impian nya. Tak ada yang akan menghargai dan memuja nya seperti dulu, wanita berlemak tersebut seperti makhluk mengerikan yang tak patut meski sekedar menjadi office girl di perusahaan tersebut. Apa lagi mengaku-ngaku sebagai calon istri sang CEO super tampan mereka.
Semua orang tau jika Miguel telah melangsungkan pernikahan semalam, meski tak banyak yang tau proses untuk menuju ke sana sangat lah rumit. Hanya sebagian orang yang memang berperan penting, dalam persembahan drama singkat pemberkatan gaib tersebut yang mengetahui nya.
Clara masih tercengang tak percaya, bagaimana bisa Miguel menikah dengan orang lain saat diri nya mendapatkan hinaan dan terusir bagai sampah dari gedung hotel itu semalam.
"Kau pasti berbohong, Miguel tak akan menikahi wanita lain saat aku mengandung anak nya! Kau lihat tubuh ku ini? Kau pikir tubuh ku melar tanpa alasan, aku sedang mengandung pewaris perusahaan ini. Pewaris keluarga Sanders Pratama!" Teriak Clara lantang. Sehingga membuat orang-orang yang tadi nya acuh, kini mulai teralih kan oleh suara keras Clara.
"Yakin kau sedang hamil nona, lemak perut mu seperti wanita rakus yang melahap apa saja. Dan jika kau benar hamil, aku yakin itu bukan anak tuan Miguel. Bos kami tak akan berbuat hal serendah itu pada seorang wanita, apa lagi pada wanita yang tidak di cintai nya. Sekarang pergilah, kau membuat pekerjaan kami bertambah saja. Sadar dirilah, lihat bentuk tubuh mu yang mengerikan ini. Leher mu bahkan hampir tak kelihatan, hanya menyisakan lipatan lemak di mana-mana."
Ucap sang resepsionis dengan berani, hinaan telak tersebut serasa menampar wajah Clara. Dulu dia adalah wanita yang paling membenci tumpukan lemak, kini malah memelihara nya bagai ternak.
"Kalian akan membayar mahal perbuatan kalian ini pada! Terutama kau! Akan aku ingat wajah jelek mu ini dan tunggu pembalasan ku." Clara mengacungkan jari nya penuh amarah pada si resepsionis. Namun hanya di tanggapi senyum sinis.
Clara meninggalkan lobby kantor Miguel menuju mobil nya. Bukan mobil mahal, hanya mobil merk sejuta umat yang kini akan di kendarai nya kemana-mana. Mobil mewah nya semalam semua raib dari garasi rumah nya saat mereka tiba. Apartemen yang dia beli dengan uang Miguel pun kini sudah beralih kepemilikan nya. Clara benar-benar berada di tengah kehancuran yang hakiki dan tak terelakkan.
__ADS_1
Para pria pun mulai berpikir menggunakan jasa nya, mengingat bobot tubuh nya bisa saja membuat mereka sesak nafas tergencet oleh wanita itu.
Sungguh membuat Clara frustasi, wanita itu bahkan sudah mematok tarif yang sangat murah dari biasanya. Namun malah di tawar dengan harga yang menggorok leher nya.