Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Sialnya Clara


__ADS_3

"Arrggghh! Sialan kau Miguel! Jika benar kau sudah menikah dengan wanita lain. Lihat saja, aku akan membuatmu kehilangan nya juga seperti kau kehilangan sahabat mu itu. Kali ini akan aku lenyapkan dengan kedua tangan ku sendiri." Ucap Clara menggebu-gebu. Seringai jahat terlihat jelas di wajah nya.


Itulah alasan kenapa pernikahan Miguel di buat semisterius mungkin. Bahkan si pengantin pria nya pun tak menyadari jika pernikahan itu sungguh terjadi. Keselamatan Charlotte lebih di utamakan, dan mereka yakin Clara akan membalas kan sakit hati nya pada Charlotte jika tau wanita itu masih hidup, dan kini tengah mengandung anak Miguel juga menyandang gelar istri dari pria itu.


Biarlah Miguel menganggap diri nya gila, karena mempercayai pernikahan gaib tersebut. Itu semua demi kebaikan kedua nya juga calon anak mereka.


"Coba di ulang kembali nama istri anda tuan.." ucap si petugas di loket pembuatan akta nikah, di kantor pencatatan sipil dengan wajah berkerut.


"Charlotte Lochlan.." jawab Miguel membuat si petugas meminta nya untuk kembali ke kursi tunggu terlebih dahulu. Karena dia ingin berkonsultasi tentang penduduk kota nya yang beberapa bulan lalu di nyatakan hilang dan akhirnya di laporkan meninggal dunia oleh keluarga nya. Surat kematian atas nama gadis itu pun masih ada salinan nya di gudang penyimpanan berkas.


Setelah menunggu hampir setengah jam, nomor urut Miguel kembali di panggil dan kali ini si petugas tak mengajukan pertanyaan apapun. Pria itu langsung memberikan map merah berisi berkas keperluan Miguel. Yakni kartu keluarga, dua lembar surat nikah suami/istri juga KTP yang telah di perbaharui status pernikahan nya.


Miguel tersenyum lega, dan mengucapkan kalimat terimakasih juga memberikan amplop coklat yang berisi sedikit lembar rupiah untuk jajan cilok dan pentol bakar di depan kantor tersebut. Meski sudah menolak, Miguel tetap meninggalkan nya begitu saja


Sehingga mau tak mau, suka memang suka, si petugas mengambil nya. Dan rencana akan dia bagi rata pada beberapa staf di Kasi tersebut. Karena dia Yakin isi nya pasti tak mungkin tumpukan pecahan 2 ribuan.


"Wuihh..tebel nih, mimpi apa semalam pak Firman? Dapat rejeki nomplok gini dari horang kayah." Canda sang rekan ikut menilik isi amplop tersebut.


"Rejeki nya orang soleh Bu Farah..." Ujar pak Firman mesen-mesem tak jelas.


"Bisa donk traktir bakso nih, di seberang kantor.." timpal rekan satu nya lagi.

__ADS_1


"Sama es kelapa pak Joko.." seru seorang gadis dadi ujung ruangan. Meja nya kebetulan berada di pojok ruangan kasi tersebut.


Kembali ke Miguel yang kini terus memangku map merah berisi berkas penting kehidupan baru nya. Pria itu bersiul-siul sepanjang jalan mengikuti irama lagu favorit nya dan Charlotte ketika berkendara.


Ah, sungguh Miguel merindukan istri setan nya tersebut.


"Apa kau tak bisa menampak kan diri kalau siang hari sayang? Aku merindukan mu. Mampir lah nanti malam di mimpi ku, aku ingin tidur memeluk mu dan bayi kita. Ayo lah matahari, kelas lah terbenam. Istri ku tak bisa terpapar sinar mu, nanti dia bisa terbakar." Ucap Miguel asal.


Pria itu sudah dalam fase butuh pertolongan. Karena sungguh menganggap istri nya adalah arwah gentayangan.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Ma ini cukup, terlalu banyak daging membuat ku mual." Ucap Charlotte menolak halus. Resy sejak tadi terus menambah irisan daging sapi panggang ke dalam piring nya.


Maria menatap penuh haru melihat bagaimana besan nya memperlakukan putri semata wayang nya.


"Mama mu benar sayang, kau harus selalu menurut kali ini. Demi bayi mungil mu, cucu kami." Charlotte mengerucut kan bibir nya. Dua wanita itu kompak membuat situasi nya terpojok.


"Baiklah, baiklah...aku mau puding mangga saja sebagai makanan penutup. Manis asam akan membantu ku tidak terlalu mual." Ucap Charlotte akhir nya. Tak akan menang jika berdebat dengan mantan dokter kandungan dan mantan bidan desa. Dua-dua nya memiliki ilmu yang hampir sama, hanya saja dengan metode yang berbeda.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹

__ADS_1


Clara menghempas bokong super nya di sofa ruang tamu rumah nya. Wanita itu terlihat frustasi berat akan segala hal yang terjadi begitu cepat tanpa sempat dia hindari.


Wanita paruh baya menghampiri nya, lalu duduk persis di seberang Clara.


"Bagaimana? apa kau sudah berhasil bertemu dengan Miguel?" tanya sang ibu tak tau situasi.


"Ma, aku baru tiba nafas ku bahkan masih ngos-ngosan. Cobalah mengerti, aku butuh pasokan oksigen yang cukup. Jangan cecar aku dengan pertanyaan yang menyebalkan." Sentak Clara tak suka dengan pertanyaan sang ibu.


"Dengar Clara, mama tak mau tau. Kau harus bisa membujuk Miguel agar mau menerima mu kembali. Dan ya, coba lah untuk diet ketat. Tubuh mu tak akan laku meski hanya sebagai pelayan." Ujar sang ibu tanpa perasaan.


Clara mendelik kesal, ucapan ibu nya membuat nya malah semakin lapar.


"Masih ada om Seno, dia sudah membalas chat ku dan meminta ku menemui nya di apartemen nya malam ini. Lumayan untuk membeli baju baru, semua baju ku sesak." Ucap Clara dengan wajah lesu.


"Pastikan kau membuat nya puas, agar dia masih mau menggunakan jasa mu dan membayar mahal se lang ka ngan mu itu. Sekarang lekas lah mandi, kau tidak pernah melakukan ratus va g i na sekarang. Rajin lah merawat aset berharga mu itu, jangan sampai pria menolak mu karena milik mu beraroma tak sedap." Cerocos sang ibu terdengar menjengkelkan di telinga Clara.


Wanita itu beranjak pergi tanpa mengatakan apapun, dia kesal pada ibu nya yang hanya tau uang dan uang. Tak tau bagaimana dia bisa menghasilkan uang tersebut, dengan berjuang memuaskan dahaga para pria hidung belang.


"Semua ini gara-gara wanita jahanam itu, jika saja dia tak membunuh Dom, aku tak akan kesulitan keuangan seperti sekarang ini. Awas saja jika putramu tak mau menerima putri ku kembali, aku sendiri yang akan melenyapkan putra mu dari muka bumi ini." Gumam Tara menahan geram.


Wanita itu begitu kesal karena pernikahan sang anak berantakan dan batal akibat video panas putri nya. Entah siapa yang melakukan nya, namun dia mulai mencurigai calon besan tak jadi nya. Mengingat jika wanita itu kadang begitu misterius. Tak lupa juga ibu nya yang selalu bersikap dingin dan tak tersentuh.

__ADS_1


"Dasar wanita tua sialan! Sudah bau tanah saja masih menyusahkan orang lain. Sekali ku dorong saja kau akan langsung menuju akhirat, berani bermain-main dengan ku rupa nya." Ucap mya kembali mengetatkan rahang nya kesal. Rosy adalah wanita tua yang dia maksud kan. Sepanjang mengenal keluarga itu, wanita itu tak pernah bisa dia sentuh hati nya.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


__ADS_2