Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Perkara baju


__ADS_3

Sepanjang meeting berlangsung, Satya terlihat gelisah. Dan itu berhasil memancing rasa penasaran sang klien.


"Apa ada masalah tuan Satya?" tanya sang klien akhir nya. David menatap sang atasan dengan perasaan harap-harap cemas. Dia khawatir jika sang bosa akan menjawab dengan jawaban yang di kuat dugaan. Mengingat jika sedang dal.mode galau, Satya bisa semakin menjengkelkan.


"Ah, tidak. Aku hanya merasa kurang nyaman saja, aku meninggalkan istri ku di rumah seorang diri dan aku di sini duduk di antara wanita yang sibuk memamerkan belahan dada mereka. Sungguh aku tak masalah. Aku sama sekali tak tergoda sedikit pun. Hanya saja jika memang niat awal ingin bekerja sama dalam hal pekerjaan, bisakah memakai pakaian yang lebih sopan dan manusiawi? sekali lagi aku tidak tergoda melihat nya, milik istri ku jauh segala-galanya. Hanya saja mengingat aku memiliki dua anak perempuan, membuat ku hati ku miris. Sebagai seorang wanita, apa yang sekretaris anda pakai saat ini sudah merusak otak polos asisten ku. Pria ini perjaka ting-ting, bukan kah itu sangat mengintimidasi jiwa kejomblowan nya?"


David menahan nafas kala mendengar jawaban yang sudah dia duga tersebut. Pria itu juga mulai gusar ketika melihat sekretaris tuan wang terus menggerakkan dada nya dengan gerakan sensual. Bagi Satya dia yakin jika sang bos tidak alan pernah tergoyahkan. Namun bagi jomblo seperti nya, itu semacam siksaan luar biasa.


Tuan Wang menoleh pada sang sekretaris yang terlihat salah tingkah. Lalu beralih menatap David dengan tatapan bersalah dan prihatin. Sungguh tatapan meremehkan yang terlihat jelas.


"Maafkan sekretaris ku tuan Satya, ku rasa mungkin ini memang style nya. Maaf jika membuat anda dan asisten anda merasa tidak nyaman. Desi, tolong tinggalkan meja ini dan berganti lah dulu. Aku masih membutuhkan mu untuk mempresentasikan hasil laporan proyek kita." Titah tuan Wang yang langsung di turuti oleh sang sekretaris meski dengan wajah tak sedap di pandang.


"Sekali lagi maaf atas ketidaknyamanan ini tuan Satya. Desi terkadang suka seperti itu. Dia bekerja padaku sudah cukup lama, dan pekerjaan nya lebih baik daripada cara nya berpakaian." Seloroh tuan Wang mencairkan suasana. Dia khawatir Satya akan langsung meninggalkan pertemuan mereka karena kesal. Dia mengenal pria itu dengan beberapa gosip yang beredar.


Pria bucin yang tak tergoyahkan, dan sekarang dia percaya. Melihat bagaimana dengan gamblang nya Satya memuji istri nya dan menyelip kan kata Hinaan tak kasat mata di kalimat nya yang cukup pedas.


"Kau sungguh luar tuan Wang, jika aku yang menjadi bos nya. Telat di hari pertama, wanita itu sudah aku eliminasi tanpa ragu. Aku selalu menjunjung tinggi seorang wanita, ada dosa masa lalu yang membuat ku belajar tentang arti sebuah kesetiaan. Menjaga mata agar tetap terfokus lada satu perempuan, dan menetapkan hati agar tak berpaling..


Dunia kadang memang menggiurkan, menawarkan kenikmatan sesaat namun memberikan derita seumur hidup. Semoga anda tipe suami yang setia tuan Wang, mengingat jika seseorang yang terluka hati nya bisa sangat mengerikan ketika melakukan pembalasan." Ujar Satya lugas.


Tuan wang terus se-dki salah tingkah, dia mamangg memiliki affair dengan sekretaris nya tersebut. Dan tadi nya berniat menjadikan desi sebagai alat untuk menjerat Satya. Namun umpan nya ternyata tak cukup ampuh. Ikan tersebut malah memuntahkan umpan nya meski baru melihat nya. Sungguh hinaan yang menampar telak.

__ADS_1


Tuan Wang tertawa renyah, mencoba menutupi kegugupannya di hadapan Satya dan David.


"Tentu saja tuan Satya, istri ku juga tak kalah cantik hanya saja kalah soal usia. Aku mencintai wanita ku itu dengan sepenuh hati." Ujar tuan Wang dengan sedikit menerawang. Entah apa yang tengah pria paruh baya itu pikirkan, seperti ada yang mengganjal di hati nya kala mendengar nasehat sang rekan bisnis. Menyesal kah dia? atau ada hal lain yang menggangu pikiran nya, hanya dia lah yang tau.


Meeting berjalan lancar, sang sekretaris sudah berganti pakaian nya. Tak tanggung-tanggung, wanita itu memakai pakaian yang serba tertutup. Celana kain panjang, dan baju kemeja lengan panjang.


Penampilan nya sempat membuat tuan Wang tercengang namun lekas memalingkan wajah nya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sepanjang lorong menuju kamar masing-masing, asisten dan bos tersebut tak ada yang membuka suara. Satya sibuk memandangi ponsel nya hingga beberapa kali hampir menabrak seseorang. Untung saja sang asisten sangat gesit, hingga insiden tak perlu itu tak terjadi.


"David?"


"Apa kau bosa bekerja dengan ku?"


"Ada apa tuan Satya yang terhormat, aku lelah, sku mengantuk sangat. Jadi to the poin saja, aku tak suka basa-basi." Sahut David malas.


Satya menghentikan langkahnya lalu memutar kam tubuh nya.


"Waw! anda lelah tuan David? bagus, istirahat lah malam ini aku tak akan menggangu mu lagi. Tapi sebelum itu bantu aku berkemas, aku akan pulang malam ini juga. Handle semua pekerjaan ku besok."

__ADS_1


"Ta..."


"Silahkan cek notifikasi di ponsel mu besok pagi, dan hati-hati jantung mu. Aku sangat merindukan bidadari ku, Astaga! anak laknat itu pasti tengah tidur sambil memeluk istri ku malam ini. Benar-benar tak bisa di biarkan." Gerutu Satya tanoa mau mendengarkan sanggahan apapun lagi dari bibir David.


Dan pria itu pun bungkam saat mendengar kata notifikasi. Ah, kafang memiliki bos seperti Satya terkadang menguntungkan bagi diri nya.


"Duit...duit...ooo...duit..aku cinta padamu...hhooo hahaa heeehhee huhuuu hihihiiiii..." David bernyanyi dengan lirik kacau balau fan itu sedikit mengganggu para pelintas yang kebetulan melewati lorong yang sama.


Namun hati David yang terlanjur bahagia tak mengindahkan tatapan jengkel tersebut. Pria itu menyusul Satya menuju kamar nya, dia akan membantu sang atasan mengemasi barang-barang. Tadi sebelum meeting di mulai, Satya memintanya membeli beberapa oleh-oleh secara online.


"Ada lagi tuan?" tanya David dengan mode yang sangat ramah dan bersahabat. Satya mendelik melihat sang asisten begitu pandai menjilati nya.


"Hubungi Rivat, aku ingin pulang malam ini juga. Siap kan pesawat ku, kurang dari 15 menit..."


"Tapi bos..."


"Bonus mu aku tambah bulan ini." Ah, lagi-lagi David hanya bisa terdiam dengan senyum di kulum dan ekspresi malu-malu mau.


"Baik bos, siap laksanakan. Kalau begini kan enak, seberat apapun pekerjaan nya kalau notif nya selancar air mengalir sampai jauh. Mikul truk gandeng pun aku sanggup." Gumam David cengar-cengir tak jelas.


"Kalau punya asisten yang matre begini, sekaya-kaya nya seseorang. Lama-lama bisa bangkrut juga." Sahut Satya Sewot.

__ADS_1


David hanya mesen-mesem menjengkelkan.


__ADS_2