
Wira menatap sang sekretaris dengan berjuta praduga. "Kenapa kau melakukan nya Yuni, kau akan dalam masalah besar karena ini." Tanya Wira heran, tak mungkin Yuni melakukan nya karena menaruh hati pada nya. Mengingat Yuni selalu berpakaian seksi dan kerap mengerjakan pekerjaan yang tak seharus nya menjadi tanggung jawab nya. Pikiran nya mulia negatif terhadap sang sekretaris.
"Jangan menatap ku begitu pak, aku masih normal." Eh? apa maksud nya masih normal, Wira mengeram kesal.
"Apa maksudmu hah?" tanya pria itu kesal.
"Aku masih normal, karena jatuh cinta pada pria penuh perhatian dari pada jatuh cinta pada tembok Cina seperti anda. Hidup ku bisa-bisa tidak akan sampai seminggu jika menjadi kekasih anda tuan. Auto di jamin meregang nyawa dalam sekejap mata. Hiiii, mengerikan. Aku melakukan nya ya karena wanita gatal itu menaruh kamera kecil di samping tas nya, mungkin berharap dapat video yang bagus. Misal nya berhasil memeluk anda atau mencium bibir kaku anda misal nya. Jadi berterima kasih lah padaku, dengan cara memberikan Josua ku cuti menikah. Dan jangan pelit-pelit jika memberikan bonus, kami ingin mempunyai rumah yang layak untuk anak-anak kami kelak." Ujar Yuni santai.
Wanita itu kemudian berbalik pergi meninggalkan sang atasan dalam kebodohan pikiran nya sendiri.
Wira benar-benar seperti bos cengo sekarang. Empat tahun sibuk meratapi kepergian sang pujaan hati, sampai tak tau kisah kasih yang terjalin antara sang sekretaris dan asisten nya.
Pria itu menggaruk pelipis nya seraya tertawa lucu, tak lama pintu nya kembali terbuka. Namun kali ini malah semakin membuat Wira ingin memiliki jurus menghilang kan diri. Sang ibu selalu meneror nya dengan urusan pernikahan
"Kenapa kau menampar Sesil? sampai kedua pipi nya memar seperti tadi. Kau benar-benar keterlaluan, mama akan tetap menentukan tanggal pernikahan mu dengan Sesil, tidak ada pertunangan. Kalian akan langsung menikah saja, dengan begitu kau akan melupakan wanita yang sudah lama mati itu." Ujar sang ibu tak berperasaan.
__ADS_1
Wira mengepalkan kedua tangan nya, jika yang berbicara seperti itu adalah orang lain, maka akan dia beri pelajaran.
"Aku tak akan menikah dengan wanita mana pun, jika mama tetap mengatur pernikahan itu, maka bersiap lah menanggung malu. Alu tak akan hadir di sana." Tekan Wira menahan emosi.
"Kita lihat saja apa yang bisa mama lakukan untuk membuat mu menurut pada kehendak mama. Jika melihat mama mati terlalu biasa bagi mu, maka mari kita gunakan cara lain." Balas sang ibu tersenyum misterius.
"Jika mama melakukan hal buruk pada putraku, maka aku tak akan segan-segan menghancurkan kehidupan keluarga mama hingga tak bersisa. Aku bukan anak kecil lagi yang bisa mama kendalikan sesuai keinginan mama. Aku bisa menjadi orang yang kejam sewaktu-waktu jika di perlakukan keterlaluan. Jadi, urungkan segala niat mama sebelum terlambat." Ujar Wira penuh peringatan.
Sang ibu mencebik remeh, "kita lihat seberapa kejam nya dirimu pada mama, Wira. wanita yang sudah melahirkan mu ke dunia ini." Wira menatap nanar punggung wanita yang meninggal kan ruangan nya dengan tatapan miris. Dia tau tujuan sang ibu menjodohkan nya dengan keponakan Suami nya, agar perusahaan mereka semakin berkembang. Dan suami ibu nya dapat mengendalikan perusahaan keluarga dengan leluasa. Juga perusahaan nya. Sungguh rencana tak tau malu.
Apa ibu nya lupa berapa usia nya, sehingga berpikir untuk mengendalikan nya adalah perkara mudah. Rupa nya kekuasaan bisa membuat orang buta dan pikun seketika.
Bagaimana pun wanita itu adalah ibu nya, wanita yang dulu pernah begitu menyayangi nya ketika masih kecil. Meski sekarang semua cinta itu telah beralih tempat, dia tak pernah mempermasalahkan nya. Namun jika sang ibu berusaha mengusik kehidupan nya, dia tak akan tinggal diam.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
__ADS_1
Resy mondar-mandir seperti setrika laundry, wanita itu terlihat begitu gusar sambil sesekali menatap monitor yang terus berbunyi memekakkan telinga nya.
Klek
Tatapan tak terbaca di lontarkan seorang wanita pada nya, namun Resy tak peduli.
"Aku sudah pernah mengatakan jika ide mu adalah hal tergila sepanjang sejarah. Kau melakukan sesuatu di luar nalar manusia Resy, apa kau sadar itu!" Geram wanita tersebut dengan suara kesal. Namun tangan nya tetap melakukan prosedur yang seharus nya dia lakukan meski dia sendiri meragukan, bahkan tak yakin akan hal yang dia lakukan.
Sekejap mata nya membeliak lebar, menatap Resy dengan tatapan penuh keterkejutan.
"Katakan kau tidak menggunakan serum itu Resy? Kita belum tau efek samping nya akan seperti apa. Apa kau pernah menonton film horor Hollywood Pet Sematary? Kau lihat bagaimana anak kecil itu setelah hidup kembali? Dia menjadi brutal dengan membunuh keluarga nya sendiri. Astaga Resy! Kau benar-benar wanita gila!" Tak henti-henti nya Regyta mengumpati Resy yang masih terpekur menatap wajah pucat di hadapan.
"Aku tak suka menonton, apa lagi film horor, kau tau itu. Lagi pula jika benar, maka aku akan mengurung nya di sini bersama ku saja. Memberikan nya daging mentah dan sekantung darah setiap hari asal kan dia kembali bernafas. Aku tak peduli pada efek samping nya. Lagi pula kucing sialan mu itu masih bisa kau peluk manja hingga sekarang berkat serum buatan ku. Jadi berterima kasih lah pada ku dengan cara mendiskon biaya perawatan nya ke depan." Regyta membelalak tak percaya.
"Apa maksudmu Resy, kau apa kan kucing kesayangan ku hah?!" Seru Regy marah.
__ADS_1
"Kucing mu mencakar ku tanpa sebab, aku kesal lalu menendang nya ke dinding, hingga kepala membentur kuat dan berdarah banyak. Dan kucing lemah itu langsung otw menuju akhirat. Dasar lemah. Jadi ku pikir apa salah nya dia menjadi kucing percobaan, kelinci harga nya mahal aku harus menghemat bukan? Aku butuh banyak uang untuk biaya riset ku." Terang Resy enteng, mengurai dosa nya tanpa rasa bersalah. Toh dia sudah mengembalikan nyawa kucing sialan itu seperti semula.
"Kau benar-benar keterlaluan!" Teriak Regy melempar stetoskop nya ke arah Resy. Wanita itu sudah belajar bela diri, jadi jika hnya menangkap stetoskop melayang bukan perkara sulit bagi nya. Regyta benar-benar tak habis pikir.