Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Tanpa Judul


__ADS_3

Kembali pada Wira setelah mengirimkan pesan singkat pada Nathan.


Wira berjalan gontai keluar dari dalam club, sebelum memasuki mobil nya, pria itu sejenak menatap jalanan yang masih terlihat masih seperti senja. Hiruk-pikuk kendaraan seolah enggan berhenti berlalu lalang. Entah apa kesibukan para manusia di kota itu hingga larut malam seperti ini.


Setelah puas menatap jalan dan segala kebisingan nya, Wira akhirnya masuk ke dalam mobil nya. Sesaat akan melajukan kendaraannya, Wira menangkap sosok yang sangat dia kenali. Tengah berjalan terburu-buru dengan pakaian terbuka.


"Mila?" Gumam Wira masih terus memperhatikan kemana arah wanita itu berjalan. Hingga sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan wanita itu, dan Mila pun masuk tanpa paksaan.


"Ckckck... atasan dan asisten sama-sama berkelakuan mines." Celetuk Wira menatap sinis ke arah mobil yang melintas melewati mobil nya.


Sesaat ketika Mila menoleh, tatapan mereka bertemu. Wanita itu terlihat menegang kemudian membuang pandangan nya ke arah depan. Wira pun tak ambil pusing, toh bukan urusan nya.


"Kota ini benar-benar meresahkan. Astaga! Nasib mu mblo... sungguh mengenaskan!" Wira tertawa kecil mengolok nasib percintaan nya yang kandas sebelum berlayar.


Dirinya adalah CEO paling malang di dunia ini, sangat sulit bagi nya untuk bisa dekat dengan seorang wanita. Saat mengenal Resy sebagai penyelamat hidup nya, Wira berusaha keras untuk mencintai wanita itu meski tak pernah bisa dia lakukan.


Dua tahun memupuk rasa, namun semakin membuat nya merasa hambar dan layu. Kini diri nya benar-benar seorang jomblo sejati. Pria malang yang mencintai wanita yang bukan miliknya. Namun hati nya menginginkan. Sungguh perang batin yang luar biasa hebat.


Drrttt drrttt drrttt


Wira meraih ponsel nya di atas dasbor, melihat ID pemanggil membuat nya menatap malas. Namun mengingat jika pria itu berjasa untuk nya meski Alfred juga tidak rugi-rugi amat. Casanova itu benar-benar menikmati pekerjaan sampingan nya dengan baik dan benar.


"Hmmmm..." Sungguh jawaban orang yang terlihat sangat malas. Alfred mencebik kesal di ujung telepon.

__ADS_1


"Apa kau sudah pulang?" Tanya Alfred to the poin.


"Kau pikir aku tidak punya pekerjaan lain, sehingga punya banyak waktu luang untuk menunggu mu selesai bercinta dengan sampah itu!" Seru Wira meninggikan suaranya. Entah kenapa emosi nya sedikit labil malam ini.


Wira benar-benar sedang dalam fase patah hati berat.


"Cih! Kenapa kau meninggikan suara mu pada ku? Apa kau kesal aku menikmati tubuh mantan calon istri mu, hah?!" Todong Alfred menuduh.


Wira balas berdecih jijik.


"Kau mau makan dia hingga tak bersisa pun bukan urusan ku. Aku hanya sedang kesal, dan kau menelpon di saat yang tepat untuk ku jadikan objek pelampiasan emosi ku. Aku sedang patah hati, serasa semua tulang-tulang ku tak berfungsi dengan baik. Wanita ku menikah dengan pria lain, pria segala-galanya dari ku. Apa aku harus terlihat baik-baik saja, Al?"


Lirih! Sangat lirih. Hingga Alfred sang Casanova pun merasakan hati nya terenyuh pedih, kala kalimat bernada putus asa tersebut. Wira si pria dingin kini merasakan patah hati, dan itu tak main-main.


Pria yang berusaha menjaga hati nya untuk wanita yang salah. Pria yang merasakan getaran cinta memanggil nya kala bersitatap dengan sang pemilik hati. Namun berusaha mengelak agar tak melukai hati wanita yang dia sangka permata, rupa nya hanyalah batu kali yang berkilau.


Ujar Alfred berceloteh riang di seberang sana, membuat bibir Wira terangkat meski tak sempurna. Alfred si biang masalah selalu tau cara menghibur nya meski terdengar menjengkelkan.


"Jangan lakukan hal yang akan membuat mu dalam masalah. Aku tak meminta mu melakukan lain, cukup lakukan apa yang aku pinta. Itu sudah cukup dan kau boleh berpetualang lagi mencari calon mangsa untuk besok malam." Ujar Wira tergelak.


Alfred berdecak kesal padahal dirinya kini tengah tersenyum senang. Dia senang Wira tak lagi larut dalam luka hati nya.


"Aku kelelahan, wanita benar-benar maniak gila. Ya sudah, aku mau membersihkan diri ku dulu, aku berencana menginap di apartemen mu seharian besok. Ah, ini sudah subuh. Bye Wira wiri Tut Wuri Handoko Pertiwo."

__ADS_1


Wira melempar asal ponsel ke jok samping.


"Dasar Casanova kelas teri. Menghadapi satu wanita saja kewalahan." Gumam Wira mengomel. Tanpa tau jika yang di hadapi oleh Alfred adalah sejenis wanita binal.


Jadi itulah alasan mengapa ada luka sobek di area inti Resy. Itu adalah hadiah kecil dari seorang sahabat untuk membalaskan sakit hati sahabat nya.


Kembali ke saat ini, Resy sedang melakukan episiotomi pada dirinya sendiri. Sungguh definisi wanita gila yang nekat. Hanya Resy yang bisa melakukan hal tersebut tanpa berpikir panjang. Menjahit area sensitif nya yang mengalami luka robek tanpa bantuan siapapun. Hanya berbekal kan sebuah cermin besar sebagai panduan untuk memantau pergerakan tangan nya.


Resy menatap horor milik nya yang kini mendapat kan 4 jahitan. Wanita itu mengutuk habis-habisan pria yang semalaman berkencan dengan nya. Bagaimana bisa sampai meninggal kan bekas luka seperti ini. Apa pria itu menggunting milik nya ketika dirinya tak sadar kan diri? Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran nya.


Belum melahirkan saja dia sudah harus mengalami hal ini, apa kabar jika anak yang di kandung nya itu lahir. Resy bergidik ngeri namun harus tetap mempertahan kan janin itu dengan baik. Benih Heru akan menjadi satu-satunya harapan yang dia miliki, untuk bisa menekan Nathan tetap menjadi milik nya.


"Kau harus berguna untuk ku bayi sialan. Kenapa bukan benih Nathan yang tumbuh, malah benih security sialan itu yang berkembang biak di rahim ku." Sungut Resy kesal. Ingin sekali dia memukul perut nya yang sudah mulai membuncit, jika tak ingat akan tujuan nya mempertahan janin tersebut.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


...Menulis bab demi bab terasa berat, sungguh 😢...


...Sembari menunggu observasi yang memakan waktu tak sebentar. Dari pukul 2 siang hingga sekarang, kami masih berada dalam pantauan dokter jaga secara intensif....


...Mohon doa nya para readers yang baik hati, sembari menunggu dengan hati tidak karuan. Othor berusaha menyempurnakan naskah yang memang sudah ada kasar nya di WPS office. Jika masih banyak kekurangan (typo), mohon maaf. Novel ini baru lulus kontrak, dan di tuntut untuk update rutin. ...


...Dengan segala kerendahan hati, mohon sekali lagi semat kan nama si bungsu ku dalam doa kalian....

__ADS_1


...Qaeyra Shakya Antonio...



__ADS_2