
Di ujung lorong, seseorang tersenyum misterius melihat keadaan Miguel, yang nampak mulai terperosok dalam sesal. Setelah puas merekam reaksi Miguel atas obat yang di berikan oleh Gita, dia pergi dari sana dengan senyum miring.
"Kau akan menuai badai karena berani meminta hujan lebat. Bersiap lah basah kuyup oleh air mata penyesalan mu, tuan Miguel. Sesal mu kelak harus kau bayar dengan harga yang tak murah. Kita lihat seberapa kuat kau mampu bertahan dalam keangkuhan mu, saat kau tau kenyataan yang sesungguh nya." Seringai venom tercetak jelas di bibir nya.
🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷
"Kau yakin sayang? Jika kau masih belum bisa menemui mereka, biar aku saja. Jangan memaksa kan dirimu, tidak baik untuk kesehatan mu dan twins." Ujar Jordan yang memahami arti kegelisahan sang istri tercinta.
"Tidak, aku harus bertemu langsung. Sudah saat nya aku keluar dari persembunyian ku, lagi pula aku merindukan adikku. Hanya saja, aku khawatir mereka akan ngeri melihat ku seperti ini." Lirih Resy menunduk dalam.
Jordan memeluk sang istri untuk memenangkan hati gundah wanita itu.
"Wajah mu tak seburuk itu sayang, kecantikan mu masih terlalu mempesona di banding kan bekas luka kecil ini. Kau cantik sempurna untuk ku, itu cukup. Jangan pikirkan apa yang orang lain nilai tentang mu." Resy tersenyum haru, dia beruntung Jordan benar-benar mencintai nya.
"Terimakasih sayang, sudah mau memungut sampah ini dan mendaur ulang nya agar menjadi layak dan berharga." Ucap Resy tulus.
"Tentu saja, kau berharga untuk ku. Kau istri ku dan aku mencintaimu. Ayo kita bersiap, apa kau sudah mengatakan alasan kita ke kota? Chaca akan sedikit kesepian di sini selama beberapa hari ke depan." Ujar Jordan teringat akan gadis malang yang tengah mengandung cucu mereka tersebut.
"Aku mengatakan ingin bertemu dokter spesialis kulit, itu alasan paling masuk akal bukan? Dan Chaca tidak sendirian di sini, kau lupa ada orang yang bekerja pada kita? Aku sudah meminta mereka untuk terus bersama Chaca agar dia tak kesepian." Jelas Resy menatap wajah tampan sang suami.
"Baiklah, aku sudah tak sabar di panggil ayah sekaligus kakek. Pasti kebahagian kita akan berlipat ganda." Ujar Jordan tersenyum lebar. Pria itu benar-benar tulus mencintai istrinya.
"Aku juga, kita akan menjadi nenek dan kakek. Astaga! Rupanya kita sudah tua sayang. Rasanya baru kemarin aku menggunakan seragam SMA, kini sudah akan menjadi calon nenek. Rasa nya sungguh tak dapat di gambar kan." Timpal Resy tersenyum bahagia.
Setelah berpamitan pada Charlotte, kedua nya mulai berkendara menuju kota yang berjarak sekitar 6 jam dari villa.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
Mishy terlihat gelisah, sejak mendapatkan surat dari Jordan, perasaan nya tak pernah tenang. Wira yang baru saja mengganti popok sang anak melihat kegelisahan istri nya, menghampiri wanita itu.
__ADS_1
"Wati, tolong jaga kedua anak ku sebentar." Wanita hanya mengangguk paham dengan begitu hormat pada sang majikan. Untung nama nya bukan su si, dia pasti akan di bully sebagai calon pelakor.
"Mom? Kenapa kau terlihat sangat gelisah hmmm?" Tanya Wira lembut, pria itu duduk persis di samping sang istri. Mereka memesan ruangan VIP di restoran tersebut, agar lebih leluasa membawa kedua bayi mereka.
Di kota itu mereka menginap di hotel milik Harland, dan kebetulan restoran itu juga milik sang ayah mertua. Jadi Wira tak repot melakukan reservasi. Sang mertua sudah menyiapkan segala nya untuk menyambut kedatangan mereka.
"Entahlah, aku merasa sedikit galau. Kau tau, Jordan pergi entah kemana dan kini kembali dengan sepucuk surat yang menyatakan ingin bertemu dengan kita. Dan isi surat nya seakan menjelaskan situasi yang mendesak. Apa kau dapat menebak maksud pria lapuk itu ingin bertemu dengan ku, dad?" Tutur Mishy mengurai isi hati nya. Surat Jordan membuat nya tak dapat tidur nyenyak selama dua hari, hingga akhirnya memutuskan untuk berangkat ke kota itu.
"Aku juga tidak tau sayang, kau tau aku tak pernah suka dengan Jordan. Jadi aku tak terlalu memahami pria itu." Sahut Wira apa adanya, telapak tangan nya membelai lembut rambut panjang sang istri.
Klek
Pintu terbuka, memperlihatkan dua orang masuk ke sana sambil bergandengan tangan.
Mishy mengerutkan keningnya dalam. Jordan membawa wanita hamil, apakah pria itu sudah menikah? Ck! Baru saja dia mengatakan jika Jordan pria lapuk. Lihatlah pria itu datang dengan menggandeng seorang wanita hamil.
"Apa kabar anda nona, tuan?" Sapa Jordan ramah.
"Sayang?" Tegur Wira merasa tak enak hati pada Jordan juga wanita yang masih belum membuka masker juga topi kupluk serat kaca mata nya.
"Kabar kami baik Jordan, silahkan duduk. Maafkan istri ku, mood nya sedang sedikit kacau jika sedang dalam masa periode." Kekeh Wira mencair kan suasana.
"Terimakasih tuan, ayo sayang." Jordan membantu istri nya duduk di sofa persis di seberang Mishy.
Mishy menatap intens wanita yang menurut nya sombong tersebut. Karena tak lekas membuka masker juga aksesoris lain nya. Wanita itu juga tak balas menyapa mereka, sungguh hati Mishy di buat kesal berkali-kali.
"Apa dia istri mu Jordan?" Tanya Mishy tanpa basa-basi.
"Benar nona, wanita cantik ini adalah istri ku. Wanita yang membuat ku harus melakukan hal gila untuk bisa meraih hati nya." Jawab Jordan bangga. Pria itu tersenyum manis pada sang istri yang terlihat gelisah.
__ADS_1
"Apa dia keturunan vampir atau semacam nya?"
"Sayang? Perhatikan ucapan mu." Ulang Wira kembali menegur sang istri. Dia tau istri nya masih kesal pada Jordan, yang menghilang begitu saja kemudian tiba-tiba mengajak bertemu dengan cara tak biasa. Sepucuk surat. Apa di di kota tempat tinggal pria itu tak memiliki benda ajaib masa kini. Yang hanya menekan layarnya saja, maka seluruh dunia berada dalam genggaman.
"Maaf kan sikap istri ku, Jordan. Silahkan pesan makanan terlebih dahulu, kami baru saja memesan." Ujar Wira tak enak hati.
"Ck! Baru bertemu saja kau sudah mencerca suami ku dengan berbagai kata tak mengenakan. Menyesal aku jauh-jauh datang kemari membuat bokongku nyaris mati rasa berjam-jam duduk di dalam mobil demi bisa bertemu dengan mu." Gerutu seorang wanita dari balik masker nya.
Mishy terdiam begitu pun Wira, suara itu sangat tidak asing. Mishy menatap tajam ke arah Jordan yang terlihat salah tingkah.
"Katakan siapa wanita di balik masker dan kaca mata jelek itu Jordan? Atau makanan pesanan mu akan ku tambahi racun sianida." Tukas Mishy dengan tatapan membunuh.
Glek
Susah payah Jordan menelan ludah nya yang terasa sekeras batu.
"Dia istri ku nona" jawab Jordan ambigu.
"Aku tak mengatakan jika dia istri suamiku Jordan. Siapa namanya?" Tekan Mishy dengan nada geram.
"Bisakah kau berhenti mencerca suamiku? Haisshhh! Seharusnya kita tak perlu repot-repot kemari sayang, ayo kita pulang saja." Sahut wanita itu meraih tangan sang suami seakan mereka benar-benar akan pergi dari sana.
"Jika kau berani beranjak dari tempat mu, akan aku bunuh kau!" Seru Mishy mulai terlihat emosi, dengan sekali tarik. Masker Resy terlepas sempurna, kaca mata hitam Resy pun ikut terjatuh.
Mata Mishy terbelalak sempurna, wanita dengan wajah separuh bekas luka bakar itu adalah kakak nya. Kakak yang sangat dia rindukan selama ini.
"Kau? Kau melakukan nya lagi? kenapa tak pernah melibatkan ku, hah?!" Kesal Mishy sambil menangis. Tangis haru juga kesal di saat bersamaan.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa sejumput kasih sayang kalian untuk othor 🙏🥰😚