
Nathan menggeliat dari tidur nyenyak nya, bagaimana tidak nyenyak. Mereka baru berhenti setelah pukul 3 dini hari. Dan setelah itu, Resy dengan jutaan rasa bangga, mengirim kan pesan tak bermoral pada Mishy.
Nathan mengerjab beberapa kali, menatap punggung polos yang kini tengah di peluk nya erat. Teringat pergumulan panas nya semalam, Nathan tersenyum bahagia. Tanpa tau, jika dirinya tengah memeluk mala petaka.
"Pagi Lily sayang, maaf, semalam aku tidak dapat menahan diri ku. Aku berjanji akan menikahi mu secepat nya, aku mencintaimu." Nathan mencium pucuk kepala wanita yang dia sangka peri, ternyata siluman berduri. Aroma shampoo yang berbeda dari yang biasa Mishy pakai, membuat Nathan mengernyit heran.
"Habis ganti shampoo? padahal wangi yang kemarin lebih enak." Nathan kembali mencium aroma yang menurut nya lebih menyengat tersebut.
Dia memang sering mencium pucuk kepala Mishy ketika akan pamit pergi, setelah mengantar sang kekasih pulang.
"Nat, aku masih ngantuk..." suara serak seorang wanita membuat Nathan menghentikan aksi nya, suara itu seperti tak asing di telinga nya. Mendadak jantung Nathan berdegup kencang, nafasnya mulai memburu tak karuan.
Di balik nya perlahan tubuh wanita yang ada di hadapan nya, dan ya...bola mata Nathan hampir saja bertransmigrasi ke luar angkasa. Resy tersenyum lembut menyambut nya.
Nathan bergegas bangun lalu meraih apa saja untuk menutupi tubuh polos nya. Pria itu di landa kepanikan luar biasa. Bagaimana bisa dia berakhir tidur dengan Resy, sedangkan semalam dia sedang melakukan pertemuan dengan seorang klien bisnis nya di sebuah club malam.
Nathan tersadar, terakhir yang dia ingat. Klien nya memaksa Nathan untuk meminum minuman mengandung sedikit alkohol. Karena tak enak menolak, akhirnya Nathan pun meminum nya sedikit.
Setelah itu dia merasa melihat Mishy di sana, dan Mishy juga yang membawa nya keluar dari ruang VIP club tersebut. Tapi lihatlah, dia berakhir di ranjang bersama wanita yang tidak dia harap kan.
"Nat, kau harus menikahi ku..semalam kau yang memaksa ku kemari dan memperkosa ku dengan brutal. Lihatlah..." Resy menyibak selimut tebal dan memperlihatkan bercak darah yang tak sedikit, lalu membuka kedua pahanya untuk membuktikan ucapannya. Nathan melengos tak sudi.
"Kau pasti menjebak ku, Resy!" ucap Nathan dengan suara berat dan penuh tekanan.
"Terserah, hari ini adalah hari pernikahan ku. Dan aku tidak mungkin melanjutkan pernikahan ku dengan Wira. Kau sudah mengambil madu nya dan Wira hanya akan menerima ampas nya. Apa kau pikir pria itu sangat murah hati untuk menerima ku apa adanya? pikirkan masa depan ku Nathan, aku korban mu di sini..." Resy menangis pilu meratapi nasib yang dia ciptakan sendiri.
__ADS_1
Nathan mengusap wajah nya kasar, pria itu duduk di sofa hanya menggunakan boxer. Pikiran nya melayang pada wanita yang dia cintai. Bagaimana jadi nya hubungan mereka berdua yang bahkan baru saja bersemi.
"Kenapa kau tega melakukan ini padaku Resy? aku merelakan mu bersama pria lain, dan setelah aku bahagia, kau kembali mengacaukan nya. Kenapa?" suara Nathan yang terdengar begitu lirih juga menyakiti hati Resy. Sebegitu besar kah rasa cinta Nathan pada Mishy. Kenapa harus Mishy, wanita yang sangat dia benci.
"Aku tidak mau tau, kau harus menikahi ku. Bertanggung jawab lah sebagai seorang pria sejati." Setelah mengucapkan kalimat sok bijak, Resy berjalan menuju kamar mandi sambil tertatih. Tanpa menggunakan sehelai benang pun, wanita itu berjalan melewati Nathan tanpa rasa malu.
Nathan memalingkan pandangan nya, sungguh milik nya tak bereaksi saat melihat tubuh polos itu. Dia yakin, semalam Resy pasti menggunakan cara licik untuk menjebaknya. Terbukti milik nya bahkan tak bergerak sedikit pun saat tanpa sengaja melihat Resy dalam keadaan naked.
"Lily sayang, maaf kan aku..." Nathan terisak. Dia telah melukai hati wanita yang sangat baik. Entah bagaimana dia akan menjelaskan nya nanti. Dia hanya berharap, Mishy masih mau menerima nya. Meski harapan itu terasa terlalu tinggi, apa salah nya berharap. Teringat Miguel yang belakangan ini selalu memanggil nya dengan sebutan, calon Daddy. Dan kini harapan anak itu terancam pupus karena kesalahannya.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
"Bagaimana bisa kalian bilang tidak tau, Resy adalah anak kalian! pernikahan ini harus tetap berjalan, aku tidak mau tau. Kehormatan keluarga ku di pertaruhkan jika semua orang mengetahui, bahwa putra ku di tinggal kan di detik-detik pernikahan nya. Hubungi Resy dan suruh anak mu segera datang." Sanun benar-benar di buat murka.
Wanita itu melenggang pergi meninggalkan ruang khusus,.untuk para keluarga mempelai biasa berkumpul sebelum acara di laksanakan.
"Tuan Roky, dengan tanpa mengurangi rasa hormat ku. Aku ingin bertanya, apakah Resy sudah menghilang sejak kemarin, atau baru hari ini? karena jika baru hari ini, kami akan memaklumi nya, mungkin saja Resy masih butuh waktu lebih untuk memantapkan hati. Tapi jika sudah sejak kemarin, kenapa kalian seolah menutupinya dari kami." Roky terdiam, dia hanya menuruti keinginan sang istri. Sela memaksa nya bungkam, agar Wira tidak membatalkan pernikahan tersebut.
"Maaf kan kami tuan Arya, ini kesalahan kami karena tidak segera bertindak saat Resy pergi." Ujar Roky merasa bersalah. Rosy menatap nanar sang kakak yang terlihat kacau. Dia tak ingin ikut campur, dia tau Sela tak suka kehidupan mereka di campuri.
"Tuan Arya, ini semua salah Mishy!" sontak kalimat Sela membuat semua orang tersentak kaget, namun tidak dengan Mishy.
Wanita itu terlihat tenang, tak ada riak emosi untuk menunjukkan perlawanan nya. Semua mata bergantian menatap Mishy juga Sela yang tengah menatap Mishy dengan tatapan benci.
"Apa maksudmu, Sela?!" teriak Roky marah. Dia malu, sungguh.
__ADS_1
"Kenapa? apa kau tau, saat pertunangan Resy dan Wira, aku melihat Mishy berusaha menggoda Wira. Wanita tak tau malu ini, bahkan dengan berani menyentuh tangan calon tunangan kakak nya sendiri. Aku melihat semua nya, Mishy seperti sedang membujuk Wira dengan usaha nya yang sia-sia. Untung saja Wira tidak tergoda." Terang Sela menggebu-gebu. Tatapan nyalang seperti sedang menyimpan jutaan dendam pada Mishy, membuat Roky semakin merasa mengenal sang istri dalam versi yang lain.
Mishy menatap ke arah Wira yang juga tengah menatapnya tak berkedip. Wira menghela nafas panjang sebelum mengurai banyak kalimat yang akan membuat semua orang tercengang.
"Maaf sebelumnya jika aku menyela. Apa yang di tuduh kan oleh bibi Sela itu benar ada nya..." sejenak Wira menatap manik indah yang selalu membuat hatinya berdebar hebat. Mishy tak bereaksi apapun.
Sedangkan Sela menarik sudut bibir nya tersenyum puas.
"Mishy sedang ingin berbicara berdua dengan ku, bertanya sesuatu hal untuk memastikan banyak hal. Namun saat itu aku terlalu bodoh dan buta, sehingga tidak menyadari jika wanita baik hati ini. Sedang berusaha menarikku dari jalur menuju neraka." Sela melolot kan kedua mata nya. Sedangkan yang lain masih menyimak.
"Satu-satunya alasan ku menjalin hubungan dengan Resy adalah karena suatu hal. Aku mengalami kecelakaan tunggal ketika melakukan perjalanan bisnis di san Fransisco, mobil ku tergelincir salju. Dan aku tertimbun longsoran salju yang tebal. Berjam-jam aku di sana tanpa ada yang menolong. Di sisa kesadaran ku, aku melihat siluet wanita cantik berusaha mati-matian menyelamatkan ku dari dalam mobil yang terkunci otomatis." Wira menatap Mishy dengan tatapan yang entah.
"Wanita itu sampai terluka, itu karena aku melihat tetesan darah mengalir dari lengan nya saat memaksa masuk untuk menarikku keluar dari dalam mobil. Aku ingat aroma wangi khas yang menguar dari keringat dan rambut nya. Mata ku sudah tak mampu ku buka. Satu Minggu setelah aku pulih, aku mencari nya. Dan tau, jika wanita itu berasal dari Indonesia. Satu negara dengan ku. Dan yang lebih membuat ku tertarik, ada nama Sanders di belakang namanya. Aku pun mengejar nya, meski awal secara perasaan aku belum merasa kan getaran apapun. Aku tetap memaksa, agar aku bisa membalas hutang nyawa ku padanya. Dan Resy menyambut ku, dengan mengarang banyak cerita penuh dusta tentang penyelamatan ku."
"Resy mengatakan bekas luka nya hilang karena metode laser. Dan aku percaya. Dunia sudah secanggih ini bukan? nyatanya, Resy berbohong padaku dan itu di dukung oleh bibi Sela. Aku ingat bibi mengatakan, setelah menolong ku, Resy sampai mengalami demam tinggi akibat hipotermia dan lukanya mengalami infeksi. Aku semakin merasa bersalah, aku mantapkan hatiku untuk melakukan pertunangan itu walau hatiku belum merasakan apa-apa."
"Hingga di minggu ketiga, aku bertemu dengan Mishy, Mishy meraih tangan ku untuk memeriksa luka ku. Namun aku tidak peka. Ku pikir dia hanya wanita gatal yang berusaha untuk menggoda ku. Aku menghempaskan tangannya dengan kasar tanpa mendengar apa yang akan Mishy sampai kan. Hubungan kami sudah salah sejak awal, Resy menjadikan ku pelarian dari rasa kesepian nya. Resy tidak pernah benar-benar mencintai ku, dan aku ingin pernikahan ini di batalkan. Aku ingin bebas mengejar kebahagiaan ku sendiri, bukan lagi karena sebuah alasan hutang budi."
Pungkas Wira menyelesaikan kalimat nya sambil menatap Mishy dengan tatapan penuh penyesalan. Ada binar harapan yang terselip dari setiap kata-kata nya. Berharap Mishy mau membuka hati untuk nya.
Sela menggeleng kuat, wanita itu tak terima dengan keputusan Wira yang sepihak.
"Tidak bisa! kau harus tetap menikahi putri ku, aku tak mau tau Wira. Dan kau ******* kecil, pergilah, kehadiran mu tidak di butuh kan." Rosy menekan dadanya sakit, putri yang dia besar kan dengan kasih sayang. Kini di panggil ******* tanpa perasaan. Harland merangkul bahu sang istri dengan hati yang tak kalah perih.
Plak plak
__ADS_1
...----------------...
Masih berproses menuju kado kecil dari Mishy 💃💃💃