Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Bertemu Mantan_I'm not Sanders


__ADS_3

Setelah rencana makan malam yang sempat tertunda beberapa kali, akhirnya acara makan malam itu bisa terlaksana juga setelah sang tuan putri keluarga Pratama kembali pulang.


Sambutan luar biasa di lakukan oleh Harland dan Rosy. Walau tak tersemat nama Sanders di belakang namanya, namun pesona dan aura nya terlihat lebih mendominasi, daripada Resy yang jelas seorang Sanders sejati.


Dan itu membuat seorang wanita menatap tak suka akan kehadiran nya. Dia tak ingin putri kesayangan nya tersaingi.


"Rosy, ku lihat Mishy lebih kurus dari dua tahun yang lalu. Apa dia sakit?" tanya Sela sesekali melempar kan pandangan pada keponakan nya yang kini tengah berbincang dengan para sepupu nya di gazebo khusus untuk mereka. Di sana ada dua gazebo, yang sengaja di pisah. Agar muda mudi tersebut memiliki privasi dalam berbagi cerita masing-masing.


Rosy mengikuti arah pandangan Sela. Benar, Mishy lebih kurus, wajah nya sangat tirus. Namun cahaya kecantikan tak memudar karena nya.


"Mishy seorang model internasional, mungkin tuntutan pekerjaan membuat nya harus profesional. Selama di sini, Mishy pasti akan kembali seperti dulu." Ujar Rosy tersenyum simpul.


"Aku hanya khawatir, hidup di luar sangat beresiko terhadap segala dampak pergaulan bebas. Kau pasti mengerti maksud ku, bukan?" lanjut nya menimpali dengan nada penuh rasa prihatin terhadap sang keponakan.


"Mishy selalu menjaga diri nya dengan baik, aku percaya pada putri ku sepenuh nya." Sahut Rosy tenang, walau hati nya sedikit terganggu dengan kalimat yang Sela lontarkan.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Astaga! perut ku sangat ngilu...sudah, sudah..aku lelah, jangan membuatku tertawa lagi." Ujar Mishy berusaha mengatur ritme nafas nya yang memburu.


Seseorang yang baru tiba, menatap Mishy dari kejauhan dengan tatapan tak terbaca. Dia seperti mengenal suara itu, tapi entah di mana.


"Hei nak, kenapa kau berhenti di sini? lihatlah, Acara nya di sana..." tegur sang ayah menyentuh lengan sang anak.


"Eh, maaf pa..aku seperti mengenali gadis yang duduk bersama Resy. Siapa namanya?" sahut Nathan penasaran.

__ADS_1


"Dia putri kebanggaan keluarga Pratama. Mishy Pratama. Dia seorang model luar, apa kau mengenalnya nak?" Roy menatap sang anak penuh selidik. Tatapan mata Nathan tak lepas dari sosok putri keluarga Pratama tersebut. Sejenak hati nya merasa senang, putra nya malah tidak fokus pada mantan kekasih nya. Terlihat dari cara putra nya menyebut nama Resy dengan nada yang biasa saja.


"Tidak pa, aku hampir tak pernah mengikuti berita para model. Mungkin aku mengenal nya di situasi yang berbeda. Ayo, kita menyapa tuan rumah nya." Ajak Nathan mengalihkan perhatian mereka. Roy hanya mengangguk paham.


"Maaf kami terlambat, apa masih ada sisa makanan untuk lambung ku dan putra tampan ku ini? Aku membawa dua lambung, jadi ku harap makanan mu cukup banyak untuk berbagi." Rosy tertawa renyah, di sambut nya Roy dan putra nya dengan pelukan hangat. Namun tidak bagi Sela, dia sudah mengenali Nathan sebelum nya,


Wanita itu seperti menjaga circle nya dari pemuda itu. Namun tetap menyapa Roy dengan ramah. Roy tak mengenal nya.


"Pergilah bergabung dengan para muda-mudi di gazebo, nak Nathan. Kau harus berkenalan dengan putri ku, dia baru kembali dari Paris dua hari yang lalu." Nathan mengikuti arah pandangan Rosy. Tidak salah lagi, Mily atau Lily adalah gadis itu.


Senyum Nathan mengembang sempurna. Gadis yang telah mengusik ketenangan pikiran nya selama dua hari ini, rupa nya Tetangga nya sendiri. Dunia sungguh sesempit ini pikir nya lucu.


Namun Nathan heran, kenapa gadis itu harus berbohong pada nya. Apa Mishy juga mengenal nya, melihat keakraban kedua wanita itu. Dia yakin, Mishy pasti pernah minimal melihat wajah nya di foto.


"Baiklah, pa aku ke sana dulu.." pamit Nathan pada sang ayah.


Langkah kaki Nathan sedikit terasa berat, mungkin karena ada sang mantan di sana. Dia sedang dalam tahap merelakan walau sulit. Anggap saja ini adalah ujian ketahanan hati nya. Sesaat sebelum menyapa, suara seorang pria lebih dulu menguar di belakang nya.


"Hai semua, maaf aku terlambat. Hai sayang, maafkan aku. Meeting ku baru selesai dan aku langsung kemari." Sapa Wira mencium lembut kening sang kekasih. Sungguh suasana yang canggung. Resy berusaha bersikap tenang walau hati nya tak baik-baik saja. Kehadiran Nathan yang tiba-tiba di sana membuat hati nya tak tenang. Debaran itu lebih kuat dari pada saat menyambut sapaan sang kekasih.


Mylo membuang pandangannya, entah kenapa dia tak menyukai kemesraan yang ditujukan oleh sang kakak. Sedangkan si gendut sibuk mengunyah potongan kue yang di suapkan oleh Mylo ke dalam mulutnya. Sementara Albern dan Arsen hanya menjadi penikmat pemandangan tersebut. Mereka jomblo akut, bukan karena tak laku. Kedua anak Sania itu adalah playboy cap badak corong merah.


Wira menyapa Mylo, Yoza dan kedua bersaudara lain nya. Wira bahkan tak menyapa Mishy yang berada di hadapan sang kekasih. Seolah gadis itu tak terlihat di sana. Mishy mengatur alur nafasnya, kemudian menoleh pada Nathan yang masih terpaku di tempatnya.


Senyum nya terbit secercah cahaya rembulan di langit malam.

__ADS_1


"Tatan? kau tidak ingin menyapa kekasihmu. Aku bahkan baru tiba dan kau tak menyambut ku dengan benar." Rajuk Mishy dengan wajah sedikit di tekuk, Wira sontak menoleh ke sumber suara. Sejenak pria itu terkesima, wajah Mishy selalu membuat hati nya berdesir hangat. Padahal jelas Resy adalah tunangan nya.


Sedangkan Nathan di buat tercengang, begitu pun Resy. Gadis itu mengepalkan tangan nya menahan gejolak. Sejak kapan? bukankah bulan lalu pria itu masih memohon cinta pada nya, masih memanggil nya dengan sebutan sayang yang memabukkan.


"Heh? maaf, " Nathan berjalan ke arah Mishy dan segera di sambut oleh wanita itu dengan rentangan kedua tangan nya dengan wajah penuh binar.


"Kenapa baru tiba, apa rumah mu sangat jauh hmm?" setelah mengurai pelukan, Mishy kembali bertanya.


"Aku baru saja habis melakukan perawatan agar terlihat maksimal di hadapan mu, Lily." Kelakar Nathan mengacak gemas rambut Mishy. Gadis itu telah mencuri perhatian nya sekarang.


Resy mengernyit mendengar panggilan Nathan pada sepupu nya. Lily? sejak kapan Mishy mengganti namanya.


"Kenapa kau memanggil Mishy dengan sebutan Lily? bukankah itu jauh dari nama aslinya?" tanya Resy mulai kepo. Wanita itu berusaha menekan rasa cemburu di dada nya melihat bagaimana Nathan merangkul pinggang sang adik dengan begitu mesra.


"Itu panggilan sayang ku pada nya...ya, kan sayang?" Mishy tersenyum simpul sebelum menjawab nya. Wajah nya merona merah.


"Benar. Kami memiliki panggilan khusus, itu karena pertemuan kami yang tak biasa." Kekeh wanita itu tertawa kecil. Mengingat bagaimana dirinya kini tertangkap basah telah berbohong soal nama nya sendiri.


"Oh ya, kenalkan. Ini Wira, tunangan kakak sepupu ku. Dan Wira, ini Tatan kekasih ku." Ada kelegaan di hati Resy ketika mendengar Mishy mengenal kan Nathan dengan nama lain.


Wira menyambut uluran tangan Nathan dengan tatapan mata yang entah. Keduanya berkenalan singkat yang terkesan hanya basa basi.


"Dan ini kakak kembar ku, Mylo. Ini adik kecil kesayangan kami, Yoza. Dan dua pria gabut itu adalah sepupu kami juga. Arsen dan Albern." Ujar Mishy memperkenalkan semua orang yang ada di sana.


Mylo melengos saat melihat Nathan mengulurkan tangannya. Dan itu sukses membuat Wira tersenyum miring. Dia pikir Mylo tak menyukai si Tatan itu, sama seperti dirinya.

__ADS_1


**Maaf jika novel ini gak seperti harapan kalian, mohon dukungan nya bagi yang berkenan meninggalkan jejak🙏🙏🤗🤗😘😘


Luv yuu kalian semua 🥰🤍**


__ADS_2