Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Kejutan


__ADS_3

Tiga hari di rawat, akhir nya Mallika di perbolehkan pulang. Namun gadis itu memutuskan untuk pulang ke rumah nya saja. mengingat jika kedua orang tua nya sudah kembali pulang.


Geko? tiga hari itu pula Geko tak pernah muncul meski sekedar membalas pesan Mallika. Entah di mana rimba nya pria itu.


Sedangkan Selome pun tak pernah turun ke kantor, hanya melakukan pertemuan melalui sambungan virtual saja. Rasa khawatir akan kondisi Mallika masih terus membayangi nya. Apalagi apa yang Mallika alami karena diri nya, meski tak secara langsung.


Mallika yang merasa cemburu melakukan olahraga yang salah tak sesuai prosedur yang benar. Hingga mengakibatkan gadis itu berkahir di ranjang rumah sakit.


"Yakin tak ingin menginap di rumah ku saja? aku akan merawat mu sebaik bibi yang merawat mu " Bujuk Selome saat akan pulang dari rumah sakit.


"Tidak kak, aku pulang ke rumah saja. Mama dan papa juga sudah kembali. Aku ingin menghabiskan waktu ku sebelum mereka pergi lagi. Kapan-kapan aku akan menginap saat aku kembali sendirian. Ah, atau aku bisa meminjam Rere saja. Aku rasa aku ingin berteman baik dengan nya mulai sekarang." Ujar Mallika menawarkan solusi lain.


Selome terlihat merengut. Bukan nya meminta diri nya untuk menginap. Mallika malah meminta orang lain untuk menemani nya.


"Rere sibuk. Lagi pula keponakan ku membutuhkan nya di rumah. Aku saja, aku akan menginap di rumah mu. Aku free." Mallika mencebik mendengar usul Selome yang menyebalkan.


"Tidak kak, tidak jadi saja. Aku cukup di temani mama dan papa saja di rumah." Tolak Mallika dengan senyum kaku.


Selome mengangguk pasrah. Lebih baik daripada melihat Mallika di temani oleh si tokoh kartun Geko. Itu akan membuat Selome berkahir menjadi seorang pengangguran jika terlalu lama mangkir dari pekerjaan.


Sementara di kediaman Mallika, semua orang sudah menunggu kedatangan kedua nya. Hidangan kecil sebagai menu sambutan kepulangan gadis itu telah tersedia di atas meja makan.


"Apa ada yang kurang mbak? seperti nya ada yang kurang, tapi apa ya?" Silvery terlihat memikirkan kekurangan yang dia maksud sambil menatap meja makan dengan tatapan menelisik.


"Seperti nya sudah semua." Sahut Keke ikut mengabsen menu makanan tersebut.


"Ah, aku lupa. Mallika suka sekali sambal hijau buatan ku, kenapa aku bisa lupa membuat nya. Mallika pasti berpikir aku tak lagi peduli pada nya." Gumam Silvery lirih. Wanita itu bergegas menuju dapur kemudian menyiapkan segala bahan yang di perlukan. Tentu saja tak menggunakan rawit sama sekali. Hanya cabai hijau besar yang tak pedas.

__ADS_1


"Mallika pasti akan mengerti jika kau pasti kelupaan karena terlalu sibuk. Sini aku bantu agar lebih cepat." Kedua wanita itu kembali berkutat di dapur setelah sempat berniat untuk bersantai sembari menunggu kedatangan Mallika.


Satya terlihat mengobrol serius dengan Berto di ruang keluarga. Kedua pria itu sedang membicarakan perihal hubungan anak-anak mereka.


"Aku tak masalah mas, Keke pun pasti tak akan keberatan. Tinggal anak-anak saja lagi. Aku akan lebih tenang kalau bepergian jauh dan Mallika sudah ada yang menjaga nya." Sambung Berto menimpali ucapan Satya.


Pria itu setuju-setuju saja, bagi nya Selome sudah seperti putra nya sendiri. Jika ada ikatan di antara kedua anak mereka, maka akan memperkokoh pondasi persahabatan yang telah mereka bangun sejak lama.


"Baiklah, kalau mbak keke pasti tak akan menolak. Lihatlah kedua wanita itu, terlihat begitu antusias meski hidangan sudah sebanyak ini. Masih saja ada yang kurang." Kekeh Satya menatap punggung dua wanita yang tengah sibuk berkutat dengan cabai dan blender.


Di tempat lain, Geko baru saja selesai membersihkan diri. Dia sungguh merindukan gadis nya. Namun pekerjaan nya tak dapat dia tinggal kan begitu saja terutama kontrak nya, adalah harga mati yang tak bisa dia langgar meski hati nya kerap menolak kenyataan yang ada.


"Sayang? tidak bisakah kau tinggal semalam lagi. Aku akan menunda kepulangan ku malam ini. Aku masih merindukan mu, bersamamu tak pernah ada cukup nya untuk ku." Rengek seorang wanita memeluk tubuh Geko dari arah belakang. Mengusap perut kotak-kotak yang selalu membuat nya tak sanggup untuk tak menyentuh nya.


Geko sedikit menepis perlahan, lalu tersenyum.


Tak lupa kedipan mata yang membuat jiwa puber si wanita meronta-ronta.


Si wanita tersipu, permainan terakhir mereka Geko sedikit lebih kasar dari biasanya. Pria itu membuat nya babak belur dan hampir pingsan. Entah apa yang merasuki nya sehingga bisa begitu beringas.


Sedangkan Geko sebenarnya sedang membayangkan wajah Mallika yang ada di bawah Kungkungan nya. Untuk itu semangat nya tiba-tiba muncul berkali-kali lipat lebih kuat untuk memberikan hentakan pada Sonya.


Wanita itu bahkan sampai meringis ketika permainan berkahir. Milik nya lecet dan meninggalkan rasa perih yang tak terkira. Namun melihat senyum kepuasan di wajah Geko membuat nya urung untuk melayangkan protes.


Ya, pria yang menjadi gigolo Sonya adalah Geko. Pria itu mengenal Sonya dari seorang teman nya di club malam. Saat itu Sonya tengah mencari teman kencan untuk menghangatkan ranjang nya. Dan sahabat nya menawarkan pada Geko.


Geko setuju karena mendengar harga fantastis yang di ucapkan oleh sang sahabat. 250 juta untuk satu malam penuh. Oh, sungguh pekerjaan yang sangat mudah dan menguntungkan. Mendapatkan cuan sekaligus lubang kenikmatan.

__ADS_1


Dia hanya perlu memastikan adik kecil nya terus berdiri tegak tanpa pernah menunduk malu-malu.


Sonya terpukau atas servis Geko yang membuat nya menjerit sepanjang malam. Hingga akhir nya memberikan penawaran lain, asal Geko mau menjadi pria nya selama dua tahun penuh dengan kontrak tertulis.


Tanpa pikir panjang, Geko pun setuju. Selain akan mendapatkan uang sebesar 2 miliar rupiah. Geko juga akan mendapatkan uang jajan setiap bulan dari Sonya sebesar 50 juta rupiah.


Siapa yang akan menolak, Begitulah pikir Geko. Dia bisa bersenang-senang dengan wanita itu meski lebih tua dari nya. Usia Sonya yang sudah kepala tiga, masih cukup mempesona bagi Geko yang kala itu baru berusia 24 tahun.


Namun sejak mengenal Mallika, haluan Geko sedikit berkelok arah. Terlihat ogah-ogahan ketika Sonya menghubungi nya. Wanita itu selalu meminta video call untuk menuntaskan has rat nya.


Geko mulai lelah, terutama Sonya memiliki gairah se* ks yang cukup liar.


Terbersit ingin segera mengakhiri kontrak nya, namun mengingat waktu satu tahun waktu tersisa. Membuat Geko frustasi.


Raga nya bersama Sonya, namun hati nya di tempat lain. Sehingga Geko selalu berfantasi liar seolah sedang menggagahi Mallika agar hasrat nya kembali bangkit.


Namun Sonya yang tak peka, mengira Geko bersemangat karena tubuh seksi nya. Tubuh hasil bedah plastik dengan harga yang tak murah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedikit kejutan dari si Geko, tokoh kartun kesukaan tinces Qaya🤭


Meskipun selalu kami sematkan panggilan tuan putri, namun princess kami rupa nya seolah menentang takdir. Gadis kecil kami lebih suka tayo, geko, Boboiboy dan sederet kartun kesukaan anak laki-laki pada umumnya 🤣🤣🤣


Namun tetap pecinta gaun dan dress. Puji Tuhan. Hati sedikit lebih tenang😁😇


Eh, malah curhat 🤭🤭

__ADS_1


Lope lope kesayangan buna Qaya 🤍🤍🤍🤍🤍


__ADS_2