
Flashback
"Halo Dom, aku berada di lab sekarang. Apa kau tak merindukan tubuh ku hmmm? Aku sangat ingin, kemarilah...aku akan menunggu mu.." Dom seperti mendapatkan angin segar. Sang istri tak pernah mampu mengimbangi hasrat se k su al nya. Wanita itu selalu pingsan di tengah permainan, dan itu sungguh menyebalkan. Dengan alasan ada hal mendesak di laboratorium, Dom pamit pada istri nya yang baru saja dia buat babak belur di tempat tidur.
Dengan sisa kesadaran nya sang istri hanya mengangguk lalu kembali tertidur pulas dalam rasa remuk di tubuh nya.
Dan kecelakaan naas itu pun terjadi. Resy lah yang mensabotase kecelakaan tersebut. Wanita itu membayar seorang pelayan rumah Dom untuk memutuskan rem mobil pria itu. Resy yang sudah tak sanggup menjadi bulan-bulanan pemuas na f su, melakukan hal paling gila, meski tak secara langsung membunuh dengan kedua tangan nya.
Itu lah kenapa Resy selalu hidup dalam ketakutan selama ini, berusaha menjauh dari keluarga besar nya terutama anak-anak nya. Dia tak ingin terlihat terlibat dengan orang-orang yang dia kasihi. Membiarkan hidup nya dalam kesepian dan menanggung sakit nya kerinduan. Semua demi agar keluarga nya, agar tak ikut terimbas oleh perbuatan nya.
Flashback end
Brak brak
Pintu apartemen Resy berhasil di dobrak, Resy tersenyum miring. Ajal nya sudah di depan mata sebelum api melahap nya.
Seorang wanita dengan dua orang pria di samping nya masuk dengan wajah tak memberikan salam persahabatan.
Hanya teriakan penuh amarah yang di lontarkan oleh wanita itu pada Resy. "Kau ja la ng sialan! Kau pembunuh! Karena kau suami ku mati.. bereskan dia, lakukan sekarang sebelum kita semua di lahap api." Resy bergeming, wanita itu menatap datar pada wanita menyedihkan yang meratapi suami gila nya hingga bertahun-tahun.
Dua pria tadi mulai bergerak maju, Resy menyeringai misterius. Perkelahian pun terjadi, kedua preman tersebut tak menyangka jika wanita yang terlihat tak berdaya itu sangat lincah dalam hal bela diri. Resy tak bodoh, sehingga tak membekali diri nya dengan baik. Sadar jika hidup nya akan dalam masalah besar di kemudian hari, Resy mulai melatih diri dengan bekal yang cukup.
Dan lihat lah, dua preman tersebut tumbang satu persatu dengan leher patah.
__ADS_1
Si wanita mulai ketakutan, apa lagi saat api mulai membesar dan melahap daun pintu. Apartemen mulai haduh dengan orang yang berlarian menyelamatkan diri. Tak banyak memang penghuni senja itu, karena kebanyakan orang masih berada di luar rumah. Hanya ada beberapa saja bagi yang menyandang gelar mulia, ibu rumah tangga.
Dengan kesal si wanita berlari lalu menusuk kan sebilah pisau ke perut Resy cukup dalam. Resy tersenyum samar, tanpa perlawanan.
"Apa kau tau, saat bercinta dengan ku suami mu selalu merendahkan harga diri mu sebagai seorang istri. Apa kau pikir aku suka mendengar nya? Tidak sama sekali! Apa kau pikir aku menikmati percintaan gila suami mu, itu juga tidak! Aku melakukan nya demi sesuatu yang baik, dan aku mengirim suami mu ke neraka demi agar kau terbebas dari pernikahan tak sehat itu. Sebagai sesama wanita, aku dapat merasakan penderitaan mu. Kau mencintai pria sakit jiwa, dan pria itu menjadikan mu hanya sebagai wadah untuk menyalurkan hasrat menyimpang nya. Sadar lah, dendam mu sungguh tak bertuan." Resy mendorong tubuh di wanita sebelum daun pintu terjatuh dan menghalangi jalan keluar.
Resy tersenyum kemudian berbisik kan kata maaf yang terlihat jelas oleh si wanita.
Dengan tubuh bergetar hebat, si wanita berteriak histeris memohon pertolongan. Resy sudah jatuh tersungkur, api sudah mengelilingi nya dengan kobaran yang siap melenyapkan menjadi abu.
Di sisa kesadaran nya, Resy seperti mengulang rekaman perbuatan dosa nya sepanjang hidup. Sungguh mengerikan, bayangan siksa neraka yang sungguh menakjubkan. Resy tersenyum manis sebelum kegelapan mulai menjemput nya. Dia hany berharap bagian tubuh yang di butuhkan oleh Mishy, masih bisa di ambil. Itu akan menjadi penebusan terakhir nya sebelum benar-benar pergi selama nya.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
Mylo dan Olivia berusaha menyibak kerumunan, apartemen yang mereka tuju mengalami kebakaran hebat. Dan menurut beberapa orang, ada jasad seorang wanita yang baru saja berhasil di keluarkan oleh tim penyelamat.
"Permisi pak, apa aku boleh tau, jasad siapa yang di temukan di dalam tadi?" Tanya Mylo harap-harap cemas.
"Pemilik apartemen nomor 27 atas nama Resy tuan." Deg!
Jangan Mylo seperti di remas kuat, langkah kaki nya berjalan gontai menuju ambulans yang terlihat membawa brankar dengan mayat di atas nya. Meski sang kakak pernah sangat jahat, namun wanita itu telah berperan penting dalam hidup sang adik meski dengan cara tak biasa.
Sebelum mencapai ambulans, mobil itu sudah berangkat menuju rumah sakit terdekat. Mylo tertunduk lemas, Olivia segera membawa sang suami menuju mobil.
__ADS_1
"Apa dia benar kakak Resy?" Tanya Olivia memastikan, karena dia tak ikut sang suami menyambangi pria dengan baju seragam pemadam kebakaran tadi. Mylo mengangguk lemah. Olivia langsung memeluk sang suami demi menguatkan pria itu.
Drrttt drrttt drrttt
Ponsel Mylo bergetar berkali-kali, Olivia berinisiatif untuk mengangkat nya.
Di sini lah mereka berada, di rumah sakit milik keluarga Sanders. Mylo tak henti-henti nya menciumi sang adik penuh kerinduan.
"Kak, kau membuat wajah ku basah semua." Protes Mishy bercanda. Wanita itu terus menanyakan keberadaan Resy namun Wira hanya mengatakan Resy akan menyusul jika urusan sudah selesai.
Dia baru saja mendapat kabar dari Mylo, jika Resy sudah tiada. Teringat akan pesan Resy, Wira bergegas menghubungi rumah sakit yang membawa jasad korban kebakaran. Mungkin terdengar kejam, mengambil sesuatu dari orang yang sudah tak bernyawa, namun itu adalah pesan yang di sampaikan oleh Resy sendiri.
Keluarga besar Pratama, dan Sanders kini sudah berkumpul di rumah sakit. Duduk dan berdiri dengan gelisah. Mishy sedang melakukan operasi besar di dalam ruang operasi. Wanita itu melakukan cangkok hati. Dan Wira sudah menemukan di mana jasad Resy di bawa, yang paling miris. Tak ada satupun yang bertanya tentang wanita itu.
Operasi yang memakan waktu hampir 11 jam tersebut, cukup membuat kinerja jantung seluruh keluarga bekerja keras dari biasa nya.
Sedangkan Wira pamit undur diri karena sebuah urusan mendadak. Pria itu mendatangi rumah sakit di mana dia akan menemukan Resy, meski hanya dalam wujud jasad tak bernyawa.
Wira tengah menatap netra tertutup di hadapan nya, terlihat sangat damai. Sebelah wajah Resy terbakar api, namun tak mengurangi kecantikan wanita itu. Wira menggenggam tangan dingin yang telah berjuang keras demi kekasih nya.
Untuk pertama kali nya, Wira menangis untuk seorang Resy. Wanita yang dulu sangat dia benci.
"Maaf tak bisa menolong mu, maaf untuk akhir yang menyakitkan ini. Aku tak tau apa yang sudah kau lewati untuk bisa membawa Mishy kembali pada kami. Tapi aku yakin, itu pasti perjuangan yang sangat keras. Kau melakukan segala nya seorang diri, dan kau memilih mengakhiri nya sendirian. Penebusan dosa mu sangat sempurna, kau benar-benar telah berhasil menampar kami dengan kenyataan telak. Di mana tak ada dosa yang tak ada penebusan nya. Dan kau berhasil membuktikan nya, kami berhutang segala-gala nya pada mu. Pergilah dalam damai,Tuhan pasti akan mengampuni setiap hamba nya yang telah berbuat kebajikan meski dengan cara unik. Maaf kan aku di masa lalu, juga di masa sekarang. Maaf kan kami semua, selamat menuju kediaman abadi."
__ADS_1
Wira mengakhiri sesi perpisahan nya dengan burai air mata yang mengalir deras. Pria itu bekerja sama dengan seorang dokter rekomendasi dari Regyta untuk melakukan prosedur pengambilan sum-sum tulang belakang Resy.
Setelah semua nya selesai, Wira mengatur pemakaman Resy, mengingat kondisi wanita itu yang tidak terlihat baik. Namun sebelum sempat melakukan nya sebuah panggilan membuat nya harus meninggalkan jasad Resy di penyimpanan kamar mayat rumah sakit tersebut.