Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Pertolongan


__ADS_3

"Aku mengidam sayang, apa kau lupa?" oke, jurus andalan itu sudah keluar. dia tak bisa berbuat apa-apa selain menurut saja.


"Permisi...halo..apa ada orang?" seru tamu tak di undang tersebut. Namun tak mendapat kan jawaban sama sekali. Si suami berinisiatif untuk mengintip melalui jendela kaca di samping yang rupa nya mengarah ke dapur.


"Ya Tuhan! ada seseorang tengah pingsan di dalam sayang.." seru si suami sedikit berteriak. Membuat istri nya berlari kecil untuk melihat.


"Kenapa malah berlari kemari" tegur suami nya kesal.


"Maaf sayang aku reflek, mana? siapa yang pingsan?" cecar istri nya penasaran.


"Di dapur, dekat meja dapur. Aku akan mendobrak pintu belakang, aku harap pemilik nya tak terlalu marah nanti." Ujar sang suami buru-buru memutar, lalu mulai mendobrak pintu belakang.


Setelah berhasil masuk, ke-dua terkesiap melihat seorang wanita muda tergelak di samping meja dapur.


"Angkat dia ke sofa itu sayang..." tunjuk sang istri ke arah sofa di ruang tamu yang merangkap ruang keluarga.


"Aku seperti mengenali nya, apa kau juga sayang?" Ujar sang istri menatap netra tertutup si gadis. Tangan nya menyeka wajah wanita muda itu dengan menggunakan handuk basah yang di bawa oleh sang suami dari dapur.


"Bukankah dia putri keluarga Lochlan yang menghilang satu setengah bulan lalu? kenapa dia bisa ada di pulau terpencil ini seorang diri?" sambung sang suami menatap sang istri.


"Kau benar, keluarga itu masih berduka karena tak kunjung menemukan nya. Dan kita malah menemukan nya pingsan di kabin ini tanpa siapapun." Timpal istri nya.


"Eungghhh...auww.."


"Kau sudah bangun nak? sayang, ambilkan air minum.." titah si istri.


"Ini, minum perlahan saja..."


"Terimakasih nyonya, tuan...kenapa kalian bisa ada di sini? apa aku sedang berhalusinasi? ah ya, pasti... siapa yang akan berkunjung ke pulau terkutuk ini..." kekeh nya dengan air mata yang menetes di kedua pipi tirus nya. Berat badan nya turun banyak akibat selera makan nya terganggu belakangan ini. Terlihat sangat kurus.


"Kau tidak sedang berhalusinasi nak, kami nyata. Tadi kami berniat ingin meminta ijin untuk berfoto di pulau ini. Kapal kecil kami ada di dermaga, kami menginap di cottage di pulau tak jauh dari sini. Hanya satu jam kurang lebih." Jelas wanita baik itu.

__ADS_1


Mata Charlotte berbinar cerah, "sungguh! kalian bukan roh pulau ini kan? aku tak sedang berhalusinasi? ya ampun, aku tak menyangka setelah sekian lama aku menanti kan penyelamatan. Terimakasih nyonya, terimakasih...bawa aku segera pergi dari pulau ini sebelum dia kembali dan menyiksa ku. Aku tak sudi dia menjamah ku lagi seperti binatang." Isak Charlotte dalam pelukan Resy. Ya wanita itu Resy.


Jordan dan Resy menikah setelah mereka kembali dari liburan pertama mereka. Dan dua hari lalu mereka kembali ke cottage yang sama untuk mengulang momen pertama mereka menyatu. Meski sedang berbulan madu, Resy sudah mengandung 5 minggu. Janin kembar yang membuat nya semakin bahagia dan mulai menerima keadaan dirinya saat ini.


"Baiklah, ayo pergi sekarang. Suami ku akan menggendong mu hingga ke dermaga."


"Sayang!" seru Jordan tak suka ide istri nya. Dia tak suka menyentuh wanita lain selain sang istri.


"Tak apa nyonya, aku masih kuat berjalan. Ayo kita segera pergi.." ujar nya tak sabar. Akhirnya mereka bertiga pun pergi dari sana. Resy terus menuntun tubuh lemah Charlotte menuju dermaga.


🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷


Miguel terlihat sangat marah, saat seorang anak buah nya melaporkan jika Charlotte menghilang dari kabin.


"Bagaimana bisa wanita itu pergi dari sana? berenang? itu tak mungkin! jarak pulau terdekat sekitar 1 jam menggunakan speed boat." Cecar Miguel terlihat marah pada dua pria yang dia tugas untuk mengantar persediaan makanan untuk Charlotte di kabin. Dan kini wanita itu menghilang entah kemana.


"Apa mungkin nona Charlotte bunuh diri dengan terjun ke laut tuan?" ujar Japar hati-hati.


"Baiklah, bersihkan TKP. Bakar habis kabin itu, dan jangan sisakan satupun barang bukti. Bayaran kalian akan aku transfer setelah pekerjaan selesai, sekarang pergilah." Usir Miguel mengibaskan tangannya.


Setelah kedua pria tadi pergi, Miguel merasa ada yang berbeda perasaan nya. Beberapa kali pria itu menggeleng, untuk menghapus perasaan aneh juga rasa bersalah yang bercokol di hati nya. Anggap lah kematian adalah akhir dari hukuman nya.


Di sebuah villa, seorang gadis tengah menyirami bunga yang sama persis di kabin. Rupa nya Jordan tak lupa mengambil satu pot bung tersebut ketika mereka pergi dari sana. Sungguh suami yang sangat peka.


"Chaca, ayo minum susu mu." Ujar Resy memberikan satu gelas susu coklat untuk Charlotte. Resy memanggil nama Charlotte dengan panggilan Chaca agar lebih mudah di ingat.


"Terimakasih bibi, maaf jika aku selalu merepotkan. Padahal bibi juga sedang hamil.." Ujar Charlotte dengan air muka tak enak hati.


"Tak apa sayang, aku senang bisa melakukan nya. Kau sudah ku anggap sebagai putri ku sendiri. Jadi bisa kah kau terbiasa memanggil ku mama?" Resy kembali mengulangi permintaan nya.


Charlotte tersenyum kemudian mengangguk. Sudah dua bulan lebih diri nya di sana, namun tak terbersit niat untuk pulang. Toh diri nya sudah di anggap tiada oleh keluarga nya. Dia tak ingin pulang dengan membawa aib bersamanya. Charlotte tengah mengandung 3 bulan, dan diri nya hampir gila saat tau telah mengandung benih dari pria brengsek itu.

__ADS_1


Hingga kini, Charlotte belum menceritakan apapun pada Resy juga Jordan. Dia masih belum mampu untuk menceritakan nya. Resy pun tak memaksa.


Resy mengetahui jika kabin tempat mereka menemukan Charlotte terbakar atau sengaja di bakar oleh seseorang untuk menghilangkan jejak. Dermaga kecil di sana juga sudah tak ada lagi, seolah pulau tersebut kosong dan tak pernah berpenghuni. Jordan masih berusaha untuk mencari tau, siapa pemilik pulau tersebut. Karena Charlotte masih bungkam soal penculikan nya.


"Sayang? aku mencari mu di penjuru villa, ini vitamin mu. Kau selalu melupakan nya.." omel Jordan membawa mangkuk kecil berisi dua pil vitamin untuk sang istri, juga segelas air putih.


"Maaf sayang, aku hanya melewatkan nya bukan lupa." Elak Resy tersenyum manis, dan itu selalu berhasil meluluhkan hati Jordan.


"Kau selalu meluluhkan ku dengan senyuman mu ini" Jordan mengecup bibir istrinya saking gemas. Charlotte memalingkan wajahnya yang merona.


"Sayang, apa kau lupa kita tidak sedang sendirian.." udah Resy mengingat kan.


"Maaf sayang, kebiasaan. Aku tak dapat menahan godaan senyum di bibir manis mu. Maaf Charlotte, sudah membuat mu tak nyaman. Aku terlalu mencintai istriku ini, sehingga sering lupa tempat dan waktu." Ungkap Jordan tanpa merasa malu di cap sebagai pria bucin.


"Tidak masalah paman, ibu dan ayah juga sering menebar kasih sayang mereka dengan cara yang romantis. Aku tak masalah, aku hanya jadi teringat pada kedua orang tua ku saja." Ujar Charlotte menunduk dalam, hati nya sangat merindukan kedua orang tua nya. Namun kembali sama saja memberikan kesempatan pada Miguel untuk menemukan nya kembali. Jadi biarlah dia di anggap telah tiada oleh dunia.


"Maafkan kami nak, kami orang tua mu sekarang. Berbagilah pada kami keluh kesah hati mu, kami siap mendengarkan juga memberikan solusi jika perlu." Ujar Resy mengusap pelan bahu Charlotte. Membuat gadis itu tersenyum senang kemudian mengangguk pelan.


"Baik ma, terimakasih banyak sudah menerima ku sepaket dengan ini." Tunjuk nya pada perut nya yang mulai membuncit. Kedua wanita beda generasi itu tertawa pelan.


Jordan menatap iba pada gadis muda itu, Charlotte terlihat menyimpan tekanan psikis yang cukup berat. Namun berusaha untuk memendam nya seorang diri tanpa mau Merepotkan siapapun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


^^^Segini dulu ngehalu nya, semoga masih berkenan untuk membaca cerita ngalur ngidul iniπŸ€—πŸ€—^^^


^^^Jangan lupa tebar kan kasih sayang kalian untuk menyemangati othor gabut iniπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜^^^


^^^Luv yuu kalian semua, pembaca yang baik hati, bijak dan setiaπŸ™πŸ™πŸ˜šπŸ˜šπŸ€πŸ₯°πŸ€πŸ₯°πŸ€^^^

__ADS_1


__ADS_2