Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
kembali dingin


__ADS_3

tak seperti biasa, Selome kembali menjadi sosok yang cuek dan dingin. Suasana meja makan sedikit berbeda, Satya yang paling kepo dan usil, kini mendadak ikut menyepi. Pria itu menangkap gelagat tak biasa dari sang putra mahkota, putra satu-satunya yang dia miliki berubah menjadi lebih manusiawi menurut pandangan nya.


"Khemmm..!" Satya berdehem pelan sembari menatap ke arah sang anak, namun Selome bergeming. Pria itu fokus menghabiskan sarapan nya tanpa peduli pada sekitar nya.


"Aku sudah selesai, mom aku berangkat dulu. Hari ini aku sedikit sibuk, jadi jika mom menghubungi ku maka mungkin aku akan mengabaikan nya." Ucap Selome pada sang ibu. Silvery yang mengerti ada sesuatu tak benar, hanya mengangguk paham. Tak ingin membuat keadaan semakin tak nyaman di sana, sedangkan Mallika juga tak banyak bicara.


Gadis itu hanya menanggapi ucapan sang tuan rumah ala kadar nya. Mallika seperti orang yang kehilangan semangat hidup, gadis itu terlihat lesu sejak bergabung untuk sarapan bersama.


Seperginya Selome, Satya mendumel kesal. Niat hati ingin menumpang mobil sang anak berujung dengan perasaan tak enak. Biasanya Satya akan cerewet, namun melihat situasi Selome yang seperti tak ingin di ganggu. Membuat pria tampan itu memilih untuk mengalah.


"Sayang, aku juga akan berangkat ke kantor. Hari ini aku ada meeting, namun seperti biasa, aku selalu menanti telepon dari mu. Jangan lupa jika semangat kerjaku akan kendor jika tak mendengar suara seksi mu." Ucap Satya mengedipkan sebelah mata nya pada sang istri.


"Astaga! sepagi ini suasana sudah sangat gersang. Pendingin ruangan di ruang makan ini seperti nya sudah mulai tidak berfungsi dengan benar." Celoteh Sila mengibas-ngibaskan tangan kanan nya. Seolah benar jika diri nya sedang sangat gerah.


Satya mencebik melihat sindiran sang anak.


"Maka nya kau harus segera memiliki kekasih lalu menikah, kau akan mengerti penting nya berpamitan penuh keromantisan seperti yang sering dad lakukan." Ucap Satya dengan nada sombong.


Sila melipat bibir nya mencibir.


"Ku rasa aku tak akan sebucin ini kelak. Tandai kata-kata ku ini dad." Balas gadis itu bergidik ngeri.


"Apa kau ikut dengan daddy, Siti?" Sintya melengos pura-pura tak mendengar. Gadis itu mengambil tas sekolah nya lalu berjalan ke arah sang ibu.


"Mom, aku pamit dulu untuk menimba ilmu. Di rumah ini harus ada yang cerdas nya netral, dan ku rasa itu akan di mulai dariku." Ucap Sintya berpamitan pada sang ibu. Kalimat pamitan yang tak biasa itu sukses membuat Satya merasa tersentil.

__ADS_1


"Kau menyingung daddy, Siti?" tanya Satya sewot.


"Eh? kenapa dad? apa kau terharu dengan kalimat pamitan ku yang ternyata berbobot? tak perlu terlalu memuji, nanti aku bisa malas untuk belajar lebih baik." Ujar Sintya tersenyum lebar namun terkesan meledek di mata Satya.


Pria itu mendengus kesal namun tak bisa marah, istilah kata. Tak ada barang bukti maka tak bisa di proses.


"Sudah, sudah. Berhati-hati lah, kau tak ingin ke sekolah bersama daddy saja Si?" Silvery berusaha menengahi dengan nada lembut.


"Aku dengan sopir saja mom, ku rasa jiwa ragaku akan lebih tentram hingga mencapai sekolahan." Gadis itu kembali tersenyum lalu mencium pipi sang ibu dengan sayang.


"Drama" gumam Satya menatap cemburu.


"Dad!"


"Ya sayang, aku masih di sini. Aku juga mau pamit, harus ada yang bekerja untuk membuat saldo penghuni rumah ini terus bertambah setiap bulan nya." Sila tersedak susu nya hingga membuat gadis itu meringis karena hidung nya terasa perih.


"Mom kan istri nya daddy, kenapa kau sewot." Silvery memutar bola mata malas. Begini lah situasi setiap hari yang harus dia hadapi.


"Bisakah kalian melihat ada tamu kita di meja ini? maaf kan sikap kekanakan keluarga ini, Mallika sayang. Kau makan sedikit sekali, apa kau sakit?" tanya Silvery penuh perhatian.


Wanita itu berhasil mengalihkan perhatian kedua anggota keluarga nya yang sedang adu mulut.


Mallika tersenyum tak enak hati, dia sedang memikirkan sikap dingin Selome pagi ini. Pria itu pasti kecewa karena kejadian semalam.


"Tidak mom, aku hanya sedang merindukan kedua orang tua ku saja. Aku baik-baik saja." Ucap gadis itu tersenyum manis. Mallika berusaha menghabiskan sisa nasi goreng nya yang terasa sekeras batu kerikil melewati tenggorokan.

__ADS_1


"Ah ya, mereka sudah beberapa hari ini pergi. Hubungi mereka katakan bahwa kau menginap di sini. Mereka pasti tak akan cemas lagi seperti kemarin." Mallika terdiam, sikap egois nya telah membuat kedua orang tua nya ikut mengkhawatirkan diri nya di rumah.


"Baik mom, nanti akan aku hubungi." Jawab Mallika patuh. Silvery tersenyum simpul seraya mengusap lembut rambut Mallika, sebelum mengantar sang suami ke pintu depan.


Satya tak akan bisa berangkat bekerja jika tak di antar oleh sang istri. Pria itu Akan menunggu hingga semua pekerjaan wanita itu selesai terlebih dahulu. Barulah Satya bisa pergi dengan senyum lebar di wajah tampan nya.


"Jangan kemana-mana hari ini sayang, ku dengar sedang ada diskon besar-besaran di mall. Jangan tergoda oleh diskon, aku masih mampu untuk memborong seisi mall untuk mu. Jadi, tetap lah di rumah hingga suamimu ini kembali pulang." Silvery tersenyum simpul, seperti biasa Satya paling jago bernegosiasi.


Pria itu selalu tau di mana sedang ada promo atau diskon besar-besaran. Itu bertujuan untuk pencegahan, agar sang istri tak ikut dalam perburuan tersebut. Satya tak pernah suka jika Silvery berkeliaran tanpa diri nya.


"Baiklah, lagi pula apa lagi yang mau aku beli. Semua kebutuhan ku sudah terpenuhi dengan baik. Bahkan sampai hal yang tak ku butuh kan sekalipun." Ucap Silvery terkekeh kecil.


Satya selalu membeli apa saja yang menurut nya bagus dan lucu untuk sang istri. Pria itu kadang lupa dengan usia istri nya yang tak lagi cocok untuk menggunakan barang-barang tersebut. Karena berkaca pada diri nya yang tak menua sama sekali, membuat nya sering lupa diri.


"Baiklah, inilah kenapa aku sangat mencintaimu sayang. Kau istri yang patuh dan ibu yang luar biasa, tetap lah seperti ini sampai kapanpun. Aku pergi dulu." Silvery bernafas lega, sang suami telah berangkat bekerja kini diri nya punya waktu me time dengan Mallika.


Gadis itu terlihat sedang memendam masalah namun tak berniat untuk berbagi cerita.


Silvery menyayangi Mallika terlepas dari apapun hubungan Selome dengan gadis itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Apakah Selome benar-benar sudah menyerah guys🤔


Bagaimana dengan perasaan Mallika setelah mendapat kan sikap lama Selome muncul kembali karena kesalahannya.

__ADS_1


Lope lope para kesayangan buna Qaya 🥰🤍🤍🥰


__ADS_2