Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Hari paling sial


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling mendebarkan bagi kedua calon pengantin, Miguel bersiap di depan seorang pastur. Dengan gagah pria itu berdiri tegak di hadapan para saksi dan tamu undangan.


Sedikit mengherankan, sang pengantin wanita masih belum kunjung tiba. Dan tempat pemberkatan pun terlihat tak biasa. Sang ibu sungguh luar biasa mengatur segala nya. Tempat tersebut terlihat begitu megah dengan dekorasi yang berkilauan indah. Tempat resepsi nya pun berada di gedung hotel yang sama. Kini mereka akan melakukan pemberkatan di salah satu ballroom yang hanya bisa menampung sekitar 300 tamu undangan.


Dan tempat resepsi pernikahan berada di ballroom dengan kapasitas 1000 undangan, di lantai atas ballroom tersebut.


Namun jauh di sudut hati nya, Miguel mendadak ragu akan pernikahan nya. Semalam pria itu tak dapat tidur nyenyak, pikiran nya menerawang pada seorang gadis di pulau kecil nun jauh di sana. Terbersit perasaan ingin mendatangi tempat itu sekali lagi, untuk memastikan hati nya. Namun tak mungkin dia lakukan. Pernikahan hanya menghitung mundur menuju pagi tiba.


Pintu terbuka, terlihat seorang pria yang sangat Miguel kenali. Ayah dari sang mempelai wanita. Terlihat Clara dengan gaun pengantin yang cukup mengganggu pemandangan Miguel. Gaun pengantin itu begitu transparan, namun Clara terlihat sangat bahagia di balik tutup wajah tipis itu.


Senyum wanita itu tak henti-hentinya terpancar dari wajah nya yang begitu berbinar.


Namun melihat cara berjalan Clara membuat Miguel heran, wanita itu tak berani melangkah lebih lebar. Seakan ada yang menghalangi langkah kaki nya.


Setiba di depan pastur dan calon suami nya, wajah Clara terlihat lega. Gaun itu begitu mencekik tubuh nya. Padahal dua hari yang lalu masih terasa longgar. Apa berat badan nya naik lagi? sungguh Clara stress memikirkan nya.


Miguel menatap dalam pada wanita yang akan menjadi pendamping hidup nya itu. Terlihat pipi chubby Clara, lengan yang terlihat lebih besar, dan perut berlipat wanita itu seperti di paksa masuk dalam balutan gaun putih itu. Apa Clara nyaman dengan gaun itu? itu lah yang menjadi pertanyaan Miguel.


"Bisa kita mulai?" sela sang pastur.


"Ah, ya..bisa.." jawab Miguel gagap.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengucap kan kalimat janji suci pernikahan. Mohon untuk di jawab sebenar-benarnya sesuai dengan isi hati kalian masing-masing." Ucap sang pastur menatap kedua calon pengantin bergantian.


"Bisa di percepat tidak?!" sentak Clara tanpa sadar. Miguel tersentak kaget, melihat wajah memerah sang calon istri.


"Maaf, aku hanya ingin ini cepat selesai.." ujar Clara tersenyum kikuk.


"Baik, sebelum kita mulai aku akan membaca ulang data kalian sesuai dengan yang tertulis di sini. Di mulai dari tuan Miguel." Sang pastur, Mulai membuka lembaran kertas di tangan kirinya, dengan gaya slow motion yang terlihat menyebalkan di mata Clara. Padahal sang pastur membuka lipatan kertas tersebut dengan cara yang sangat wajar.


Wanita itu merampas kertas tersebut dan kembali menyerah kan nya dengan kasar ke telapak tangan si pastur. Semua tamu undangan tercengang melihat tingkah calon mempelai wanita tersebut. Begitu pun Miguel, sedang kan Tara melotot kan mata nya ke arah sang anak.


"Apa yang kau lakukan Clara?" desis Miguel menahan malu dan marah.


"Pastur ini terlalu lelet sayang, membuat ku kesal saja." Sungut Clara membela diri.


Posisi Clara yang memunggungi para undangan, membuat suasana mendadak ricuh. Para wanita berlomba menutup mata pasangan mereka, agar tak melihat penampakan yang lebih mengerikan dari pada setan tersebut.


Wanita itu hanya memakai G-String di balik gaun tipis nya. Untung saja bagian penting dari gaun itu menggunakan bahan satin silk, sehingga tidak memperlihatkan seluruh tubuh nya yang terlihat berlemak di mana-mana.


Miguel mengeluarkan jas putih nya untuk menutupi bagian belakang Clara. Pria itu benar-benar ingin segera pergi dari sana, ini adalah momen paling memalukan dalam sejarah hidup nya.


Wajah Clara terlihat pias menahan malu. Wanita itu mengikat jas Miguel di pinggang nya, dan membiarkan punggung nya terbuka lebar. Toh hanya punggung batinnya.

__ADS_1


"Ayo lanjutkan kan, dan jangan lelet lagi." Titah Clara seenak jidat.


"Pernikahan ini di tunda saja. Ganti gaun mu terlebih dahulu" Ujar Miguel menekan rasa malu yang terasa menampar wajah nya.


Clara melotot tak suka.


"Tidak! begini saja sudah cukup, apa masalah mu?! ayo cepat, kami sudah siap." Desak Clara menahan rasa tak nyaman di tubuh nya. Sejak tadi dia menekan rasa lapar nya, namun sekarang seperti ada yang mengorek lambung nya menggunakan silet tajam. Dia sangat kelaparan. Tak tau saja, jika minuman diet yang di beli nya adalah racikan Rosy. Bekerja sama dengan sales perusahaan suplemen nutrisi diet tersebut, jalan mereka lancar tanpa kendala.


Dan dia meminum dua gelas sekaligus tadi sebelum acara berlangsung, terang saja wanita itu begitu terlihat kelaparan. Efek menahan lapar dari reaksi obat tersebut akan membuat seseorang kehilangan kendali emosional nya. Dan itu lah yang di alami oleh Clara. Wanita itu menjadi tak terkendali dan mudah tersulut emosi di saat bersamaan.


Satu Minggu penuh, Clara tersiksa dengan rasa lapar yang hampir setiap jam mendera nya. Dan wanita itu meminum cairan nutrisi tersebut tanpa aturan, dengan maksud agar lekas memberikan reaksi. Namun malah membuat nya lapar setiap saat. Dan lihat lah tubuh nya sekarang? berat badan nya malah mencapai 65 kilogram.


"Ganti Clara! atau pernikahan ini aku batal kan!" Tekan Miguel mendesis dengan mengetatkan rahang nya.


Clara terlihat ciut, Miguel tak pernah memperlihatkan sisi emosional seperti saat ini. Dan nyali nya mulai merosot ke dasar lantai.


"Ba_baiklah...jangan di batalkan, aku akan berganti gaun. Tolong antar aku sayang.." rengek Clara memelas.


"Pergilah bersama ibu mu, cepat Clara...kau membuang banyak waktu.." desak Miguel tak sabar ingin mengusir Clara dari sana secepat mungkin.


Clara mendengus kesal, lalu berjalan menuju ke arah orang tua nya. Langkahnya lebih lebar, kini Miguel yakin semua karena gaun tadi membuat langkah Clara jadi terbatas. Dia harap ada gaun cadangan yang cocok untuk Clara, mengingat bobot tubuh Clara yang terlihat naik drastis.

__ADS_1


Miguel mengusap wajah nya kasar, hari yang seharusnya memberikan banyak kebahagiaan. Kini malah berubah layaknya malapetaka. Rasa malu nya sudah berada di dasar yang sulit untuk di gali kepermukaan. Miguel ingin tenggelam selama nya membawa rasa malu itu tanpa pernah terlihat lagi.


__ADS_2