Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Kalimat Gaib


__ADS_3

Mylo yang keduluan, hanya bisa menatap pasrah pada sekretaris nya yang selalu bekerja bagai formula one. Dia suka cara kerja Sari, itu lah kenapa Mylo tak pernah mau Sari di ganti.


Sementara Millen tersenyum kaku dengan perasaan jengkel. Ingin sekali dia menusuk mulut lanteh sekretaris tersebut dengan pisau steak nya, andai tak ada orang lain di sana.


"Kau benar nona, Sari. Aku mengerti porsi ku dalam bekerja, ini bukan yang pertama untuk ku menangani proyek besar. Jadi aku cukup paham alur nya." Balas Millen tersinggung, dia mengerti arah perkataan Sari.


"Oh ya, senang bertemu langsung dengan anda nyonya Pratama. Ku pikir kau adalah adik tuan Mylo, kau terlihat masih muda dan terlalu imut untuk ukuran orang yang sudah menikah." Kekeh Millen menatap tak senang ke arah Olivia, namun dengan senyum yang terlihat di paksakan.


"Nyonya memang selalu terlihat cantik, muda dan menggemaskan nona Millen. Itu karena dia wanita yang bahagia dan selalu bersyukur dengan milik nya sendiri, bukan milik ku atau milik anda apalagi milik tetangga." Sari tertawa renyah setelah melempar kan kalimat menohok pada Millen, melalui candaan penuh bisa racun tersebut


Millen meremat ujung rok mini nya, wanita di hadapan nya itu lebih berbahaya dari pada istri sah sang klien incaran nya.


Mylo melihat gelagat peperangan negara api mulai berkobar, segera menyela situasi sebelum sang sekretaris mulai mengeluarkan jurus seribu bibir milik istri tercinta Beharudin.


"Khmmm...nona Millen, maaf. Bisa kita langsung mulai meeting ini. Aku mengalami sindrom kehamilan simpatik, di mana aku yang mengalami ngidam. Aku tak ingin membuat pertemuan kita di bonusi oleh muntahan ku nanti." Kekeh Mylo mencair kan suasana.


"Ah, sungguh? aku baru mendengar nya, mungkin karena aku belum menikah. Karena aku tak ingin menikah muda dan menjadi beban suami ku kelak." Millen tertawa kecil setelah berhasil menyindir istri sang klien. Meski Olivia juga terlihat tertawa pelan, dengan sikap polos seperti biasa


Mylo mengepal kuat tangan nya menahan emosi. Istri nya bukan beban, dia lah beban istri nya karena selalu menempeli wanita itu siang malam tanpa peduli istri nya nyaman atau tidak.


Melihat reaksi sang atasan, Sari mulai mengambil alih.


"Itu benar nona Millen, saat kau menikah dengan pria yang tulus mencintai mu kelak. Maka kau akan mengerti, tuan Mylo sangat mencintai nyonya Olivia. Bahkan semenit saja wanita cantik ini tak terlihat oleh tuan, maka semua pekerjaan kantor akan berantakan. Pengaruh nyonya kami sangat besar dalam hidup pak CEO, itu lah kenapa nyonya Olivia tak bisa bekerja sebagaimana seharus nya seorang CEO. Hingga akhirnya memutus kan untuk menjadi pengasuh bayi tua ini, dari pada menjadi wanita kurir. Maksud, wanita karir." Ujar Sari tertawa pelan.


Ah Sari, sangat pandai mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mylo melotot tajam pada Sari karena berani mengatai nya bayi tua. Selain berhasil mengatai bos nya, Sari juga berhasil menyentil pekerjaan sampingan Millen. Sekali merengkuh dayung 4, 5 pulau terlampaui. Sungguh menyenangkan bagi seorang Sari kacang mede kesayangan Mylo.


Millen tercengang, seorang CEO? kenapa dia bisa melewatkan bagian itu. Sungguh memalukan. Berusaha untuk terlihat sebagai wanita karir yang mengagumkan di mata Mylo, malah terhempas ke dasar bumi.

__ADS_1


"Baiklah, mari kita mulai saja meeting nya. Ini berkas-berkas nya, akan aku persentase kan terlebih dahulu. Setelah itu bisa di bawa untuk di pelajari lebih lanjut." Millen benar-benar hilang muka, tak menyangka jika istri klien nya juga seorang pemilik perusahaan. CEO? dan dirinya hanya seorang sekretaris kepercayaan, karena memiliki hubungan khusus dengan sang CEO pemilik perusahaan tempat nya bekerja.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Mishy berjemur di taman rumah sakit, Wira tak beranjak kemana pun meski tadi mengatakan akan ke kantor sebentar. Namun nyatanya pria itu tetap berada di sekitar Mishy seperti seorang anak yang tak ingin berjauhan dengan ibu nya.


"Apa kau sungguh tidak ingin pergi ke kantor? aku tidak apa-apa, lagi pula ada Jordan dan Regy yang akan membantu ku jika aku butuh sesuatu." Ujar Mishy jengah. Jordan adalah perawat yang bekerja sama dengan nya ketika menyekap Resy dulu. Pria itu Mishy pindah tugas kan untuk menjadi orang kepercayaan nya. Kondisi kaki nya yang sulit berjalan sendiri, membuat nya butuh lengan kokoh untuk memindahkan nya ke ranjang dan kursi roda.


"Membiarkan perawat itu menyentuh mu lagi? tidak akan, aku akan di sini saja. Aku bisa bekerja melalui virtual jika ada pertemuan yang penting." Sebenar nya Wira sudah akan berangkat ke kantor nya tadi pagi, namun ketika dia baru saja keluar dari kamar mandi setelah mandi dan berganti pakaian. Emosi nya di buat terbakar kala melihat seorang perawat pria menggendong tubuh Mishy dari ranjang ke atas kursi roda.


Itu lah alasan nya kenapa Wira memutuskan untuk tidak jadi pergi. Hanya Josua dan Justin saja yang pergi, karena Justin harus bersekolah.


"Dia seorang perawat, dan itu tugas nya. Kenapa kau yang sewot." Kesal Mishy melengos.


Wira berjongkok di hadapan Mishy dengan tatapan sendu.


Wira tak henti-hentinya meyakinkan Mishy akan perasaan nya, meski sikap Mishy kadang begitu ketus pada nya. Biarlah, asal masih bisa terus berada di sana, dia tak masalah.


"Ck! memang nya aku siapa mu. Kenapa kau sewot aku berdekatan dengan pria lain, Jordan sudah bekerja pada ku sejak beberapa tahun lalu." Balas Mishy tak mau kalah. Wanita itu bahkan tak ingin menatap Wira di hadapan nya.


Wira memejamkan sejenak kedua mata nya, dia harus mengasah kesabaran agar Mishy tak semakin membenci nya.


"Dengar, aku sudah mengutarakan semua isi hati ku. Aku tak peduli kau menganggap ku apa, tapi aku sudah menganggap mu kekasih ku. Titik. No debat. Dan aku tak suka ada pria lain menyentuh mu mulai sekarang. Hanya aku dan Dokter Regy, tidak ada tawar menawar, tidak ada toleransi." Mishy mendengus semakin kesal, seenak nya Wira mengklaim diri nya.


"Aku lelah, antar aku kembali ke kamar." Titah Mishy akhir nya. Dia tak ingin menguras energi nya untuk berdebat dengan Wira. Wira tersenyum penuh kemenangan melihat Mishy tak lagi berceloteh.


Setiba di kamar, Wira mengangkat tubuh Mishy dan mendudukkan wanita itu di sofa.

__ADS_1


"Kenapa tidak di ranjang saja? aku ingin berbaring, punggung ku lelah duduk sejak tadi." Protes Mishy.


"Sayang, kau harus ganti suasana. Terus-menerus duduk di ranjang akan membuat pikiran mu terdistrek, jika kau sedang sakit. Duduk lah di sini, aku akan memijat punggung mu perlahan. Bersandar lah pada ku sekarang." Wira duduk persis di belakang Mishy, membuat posisi Mishy berada di dekapan pria itu. Sungguh posisi yang tak nyaman untuk orang dewasa seperti mereka.


"Peluk bantal ini, aku akan mulai memijat mu." Wira menyerah bantal sofa untuk di peluk Mishy sebagai topangan tubuh nya.


"Sebenarnya tidak perlu, aku baik-baik saja. Aku hanya ingin berbaring." Ujar Mishy masih ngotot. Dia tak nyaman dengan posisi tersebut.


"Diam lah sayang, atau kau lebih suka dia terbangun di bawah sana, hmm?" bulu kuduk Mishy meremang, saat Wira berbisik dengan kalimat gaib di telinga nya.


"Dasar mesum, kedua tangan ku masih bisa jika hanya mematahkan leher mu. Jadi jangan macam-macam pada ku." Ancam Mishy penuh peringatan. Dia mulai was-was kala merasa kan sesuatu yang mulai mengeras di balik celana kain Wira, posisi bo kong nya sangat dekat dengan benda laknat tersebut.


Wira tertawa renyah, tangan nya terus memijat punggung Mishy perlahan.


"Aku pria normal sayang, ini reaksi biasa. Tapi kau tenang saja, dia akan bertamu jika pemilik rumah nya sudah sah menjadi tempat berkunjung sebagai tamu kekal abadi." Kelakar Wira semakin tergelak. Apa lagi melihat pipi mulus Mishy yang semakin memerah. Wira mencuri kecupan di pipi Mishy, dan tak lama rasa panas menjalar di paha kiri nya. Cubitan Mishy benar-benar mematikan kan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...6 bab gengs, jangan lupa upeti nya ya guys 🀭😘...


...Banyak tokoh, banyak karakter dan harus banyak tambahan wawasan. Maaf jika cerita nya masih kurang memuaskan. Wawasan othor hanya sebatas dapur dan ruang tengahπŸ˜πŸ˜†...


...Terimakasih sudah menjadi bagian dari novel receh ini, kalian semua supporter yang hebat πŸ™πŸ™πŸ˜™πŸ˜™...


...Luv yuu semuanya, dengan lope lope bertebaran 🀍πŸ₯°πŸ€πŸ₯°πŸ€πŸ₯°πŸ€πŸ₯°πŸ€...

__ADS_1


__ADS_2