
Sepulang dari mall, Mishy memasuki ruang keramat melalui pintu rahasia dari balik lemari besar di dalam kamar nya. Terdengar suara seorang wanita tengah mengumpat kesal karena tak di beri makanan sesuai selera nya.
"Dasar pelayan bodoh! Aku meminta steak bukan daging panggang. Apa kau tak tau membedakan nya, hah?!" Teriak Resy pada seorang pelayan yang tengah sibuk membereskan kekacauan yang Resy lakukan. Wanita muda itu juga mengomel tak jelas akibat harus membersihkan lantai dari tumpahan makanan yang Resy lempar.
Mishy menatap datar pada sepupu nya, Resy masih belum menyadari kehadiran Mishy karena sibuk merapikan riasan kuku nya. Mishy tak sekejam itu hingga tak memberikan kebebasan pada Resy untuk sekedar merawat diri.
"Mia, biar kan saja. Sesekali dia harus membersihkan kekacauan yang dia buat sendiri. Tinggalkan saja, dan lakukan pekerjaan lain. Dan kau kak, tidak ada jatah makan siang untuk mu. Kau sudah membuang nya, arti nya kau tak butuh makan. Jadi, selamat menunggu jatah makan malam mu beberapa jam lagi." Ucap Mishy dengan nada tenang. Mia berdiri kemudian meninggalkan lantai yang masih berserakan.
"Bersihkan kamar mu sendiri kak, kau punya dua tangan yang utuh dan sempurna. Aku cemas kau akan terserang stroke karena kurang pergerakan. Jadi buat lah dirimu berguna. Ah ya, aku membelikan beberapa pewarna kuku terbaru. Kau bisa menggunakan nya nanti setelah lantai ini bersih. Jadi wanita itu harus mencintai kebersihan, kalau tidak apa guna nya kau menjadi seorang wanita jika hanya bisa membuka kedua kaki mu saja." Telak! Resy lagi-lagi terdiam tanpa bisa membalas kalimat-kalimat yang Mishy lontar kan pada nya.
Wanita itu cukup bebal, namun sewaktu-waktu, ada kala nya dia merasa takut jika Mishy sudah memperlihatkan sisi lain dari diri nya. Dia tak ingin berakhir dengan ruangan nya kehilangan pasokan oksigen.
Dengan langkah malas, Resy mulai membersihkan lantai kamar nya yang kotor. Wanita itu terlihat jijik menyentuh remahan makanan yang tadi dia buang. Mishy memantau sambil bersidekap dada, layak nya seorang nyonya rumah yang sedang mentraining pelayan baru.
"Aku menaruh peralatan kecantikan mu di meja ini. Kau bisa menggunakan nya dan ingat. Ini tidak gratis! Bersikap baik lah pada para pekerja ku, mereka aku gaji dengan uang ku. Jadi jangan coba-coba lagi membuat pekerjaan mereka semakin sulit karena ulah mu. Ah ya, Miguel akan berulang tahun ke 21 tahun. Putraku itu semakin tampan saja. Aku tak menyangka, di usia ku yang masih semuda ini aku sudah memiliki seorang anak yang sudah dewasa. Apa kau mau bertemu dengan nya kak? aku akan membawa Miguel kemari. Dia sudah tau tentang mu, jadi tak ada rahasia di antara kami. Jangan coba-coba untuk menghasut nya, atau dia akan semakin membenci mu."
Resy terpekur, dia sampai lupa punya seorang putra yang sudah berusia puluhan tahun. Mengingat jika usia nya baru 36 tahun. Ternyata waktu berjalan begitu cepat, dia sampai tak menyadari nya.
"Jika hanya untuk membuat ku terlihat buruk di hadapan putraku, sebaik nya tidak perlu. Aku bahkan sudah melupakan nya." Jawab Resy dengan nada ketus.
__ADS_1
"Ah baiklah, bagaimana dengan Mima? dia anak yang sangat manis, Mima begitu menyayangi ketiga adik nya. Usia nya sudah 8 tahun sekarang, terlihat lebih mirip seseorang ketimbang diri mu. Apa kau masih ingat dengan pria bernama Heru? dia menikahi adik mu Jihan. Aku sampai lupa memberikan mu undangan. Jihan mengandung benih pria lain, dan ibu mu menekan nya untuk menikahi adik tiri mu itu. Mereka punya dua orang anak, satu anak hasil benih pria lain dan satu lagi masih di pertanyakan. Semoga saja itu benih Heru meski aku meragukan nya. Pria yang malang, Bekerja keras demi mencukupi kehidupan mewah adik juga ibu tiri mu. Ckckckck.. kasihan sekali."
Ujar Mishy dengan nada prihatin. Heru masih bekerja di kediaman lama Roky yang di berikan pada sela. Wanita itu menikah dengan pria yang selalu dia sebut sepupu nya dahulu. Jihan mengandung saat kelas 3 sekolah menengah pertama. Sungguh miris, Sela menjadikan sang anak yang masih belia sebagai aset pencari uang untuk nya. Gadis yang belum genap 15 tahun itu mengandung tanpa tau siapa ayah dari janinnya.
Di keluar kan dari sekolah padahal ujian tinggal menghitung hari. Heru yang malang di paksa menikahi Jihan jika tidak ingin mendekam di penjara karena di fitnah mencuri beberapa perhiasan milik Sela. Kejadian yang sengaja di sabotase oleh wanita gila itu. Hingga akhir nya Heru pun menikahi gadis di bawah umur tersebut.
Kini kedua nya memiliki dua orang anak, Jihan kembali mengandung saat usia nya ke 16 tahun. Namun tak ada satu pun kemiripan sang anak dengan ayah nya. Jika Heru dengan kulit kuning Langsat, maka anak perempuan itu justru memiliki kulit yang sangat cerah. Dengan rambut sedikit pirang dan mata berwarna. Sedangkan kedua orang tua nya asli produk lokal.
Resy lagi-lagi terdiam, ada perasaan tak rela saat mengetahui jika pria yang dulu pernah menjadi selimut malam nya malah menikah dengan adik nya. Yang belakangan dia ketahui bukan lah adik kandung nya. Siapa lagi sumber informasi terpercaya bagi Resy yang seorang tahanan rumah. Jika bukan Mishy yang baik hati. Wanita itu selalu berbagi informasi terkini pada Resy yang malang.
Mishy menelisik air muka Resy yang terlihat berubah muram. Wanita itu tersenyum puas, dia harap setitik penyesalan akan membuat Resy berubah. Dia akan membebaskan sang sepupu dari sana jika wanita itu benar-benar belajar arti kata pengampunan yang sesungguhnya. Bukan sekedar kata maaf yang terlalu biasa dia dengar dari para bajingan.
Mishy keluar dari ruangan Resy meninggalkan wanita itu dalam setumpuk beban pikiran yang bergelayut tak menentu. Dan untuk pertama kali nya, Resy menitikkan air mata nya setelah sekian tahun menjadi tawanan Mishy.
Dengan tangan bergetar, wanita itu membersihkan lantai kotor di hadapan nya. Entah penyesalan atau sekedar keputusasaan. Namun yang jelas Resy begitu ingin berjumpa dengan kedua anak nya yang pernah dia buang dari kehidupan nya dahulu.
Setelah selesai membersihkan kamar nya, Resy duduk termenung menatap foto yang memperlihatkan potret kebahagiaan dua orang anak manusia. Miguel dan Mima tengah berpelukan hangat. Foto itu di berikan Mishy tiga bulan yang lalu. Ada banyak foto-foto lain, hanya saja selalu berakhir di pembuangan sampah. Karena Resy selalu menyobeknya tanpa pernah mau melihat nya terlebih dahulu.
Kini dia begitu ingin memiliki semua kembali. Di peluk nya Poto tersebut dengan begitu erat, meluap kan kerinduan yang baru dia sadari sekarang dengan tangis yang begitu kencang. Resy tak tau jika ruangan nya telah terpasang kamera tersembunyi, selama ini wanita itu bebas melakukan apapun termasuk mengganti pakaian nya tanpa peduli ada seseorang yang akan melihat nya. Untung saja hanya Mishy yang memiliki akses terhadap kamera tersebut.
__ADS_1
Mishy menatap nanar sang sepupu yang kini terlihat menangis keras. Tubuh kurus nya berguncang hebat menahan sesak nya penyesalan. Mishy sangat menyayangkan, kenapa harus menunggu 8 tahun untuk meraih sebuah kesadaran. Namun itu lebih baik, dari pada tidak sama sekali.
Di tatapnya Potret kebahagiaan nya bersama kelima anak nya. Foto yang mereka ambil ketika berlibur satu bulan yang lalu di Hawai.
Mishy mengusap air mata berikut lelehan hangat di hidung nya. Batinnya meringis pedih.(baca part "Resy yang egois" bab 63, paragraf mimisan).
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...Ini bab baru update hari ini, crazy bab kemarin belum lolos proses review entah lah kenapa. Padahal tidak ada bab yang vulgar di sana. Mohon maaf atas ketidak nyamanan para readers 🙏🙏...
...Itu adalah 6 bab yang othor update di tanggal kemarin. Entah kenapa kang NT sekarang Sulit di mengerti 😣😥...
...Terimakasih sudah setia menanti dan stay di novel ini🙏🙏😚😚...
...Luv yuu kalian semua readers bijak dan baik hati🥰🤍🌹🤍🥰...
__ADS_1