
Kehidupan memang penuh misteri, takdir Tuhan siapa yang tau. Seperti kehidupan Harland selama satu tahun belakangan ini. Kesibukan nya bertambah berkali-kali lipat. Menjadi ayah sekaligus ibu bagi si kembar, Mishy dan Mylo.
Meski pun hingga kini, Mylo masih membangun jarak dengan nya, Harland tak pernah putus asa. Setiap hari sepulang bekerja, Harland akan mengecek anak-anak nya terlebih dahulu. Resy lebih banyak bermain di rumah mereka ketimbang di rumah nya sendiri. Anak itu kesepian. Bersyukur Mishy bisa langsung akrab dengan nya, dan terlihat kedua nya saling menyayangi satu sama lain.
Resi lebih tua beberapa bulan dari si kembar, dan mereka satu sekolah juga satu kelas yang sama. Yaitu kelas dua SD.
"Papa hari ini lembur lagi?" tanya Mishy sambil mengaduk-aduk makanan nya. Bibir gadis kecil itu terlihat berlipat kesal, Harland menatap gemas pada putri nya.
"Seperti nya begitu. Kenapa hmmm?" tanya Harland lembut. Dia harus bisa membuat peran ganda nya terlihat hidup di mata anak-anak nya. Begitu lah yang Rosy lakukan dulu, dia pun harus bisa melakukan nya.
"Malam ini ada film bagus di bioskop. Aku dan kak Resy berniat untuk pergi menonton, boleh kah kami pergi sendiri? papa Roky juga tidak bisa menemani. Papa juga tidak bisa, perusahaan, perusahaan.. selalu saja begitu..sebel!" Gerutu gadis kecil itu menghentak kan sendok nya di piring.
"Bai....."
Brak!
"Bisa kah kita makan saja tanpa harus mendengar kan keluh kesal mu sekali saja!" Mylo menghempas sendok nya kemudian berlalu pergi setelah meraih tas nya dari kursi. Harland menatap punggung kecil Mylo dengan perasaan perih. Penolakan Mylo pada nya bahkan tak bisa terurai oleh waktu. Satu tahun meluluh kan hati pria kecil itu, seperti menempa gunung batu.
"Ck! kenapa dia selalu saja marah-marah. Lihat keriput di sudut mata nya, sudah seperti milik bibi Marta. Iyyuuhhh!" Harland tak tau harus tertawa atau sedih, melihat sifat kedua anak nya yang sangat bertolak belakang. Mylo adalah Rosy versi kecil, dan Mishy adalah bagian dari diri nya juga Rosy.
"Sudah selesai princess? ayo kita susul kakak mu sebelum Mylo mengemudi kan mobil papa nanti." Seloroh Harland mencair kan suasana.
"Bi?"
"Ya tuan?" Marta mendatangi tuan nya dari arah dapur dengan tergesa.
"Jangan lupa kalau orang yang saya hubungi kemarin sudah tiba, tolong bibi layani ya. Kamar yang persis di samping kamar saya. Katakan semua fasilitas yang boleh dan tidak boleh di pakai atau di sentuh di dalam kamar saya. Saya tidak suka orang yang lancang seperti yang sudah-sudah."
__ADS_1
"Baik tuan. Kira-kira jam berapa orang nya tiba, hari ini bibi akan ke pasar tradisional. Ada janji dengan pedagang obat herbal Kalimantan yang biasa menjual ramuan timung." Ujar wanita paruh baya itu memastikan.
"Katanya pukul 10, ada nomor nya di buku catatan saya tempel di kulkas dapur."
"Baik tuan kalau begitu, nanti jika belum datang juga bibi akan hubungi dulu sebelum pergi ke pasar." Balas wanita itu sopan.
"Makasih bi, aku berangkat dulu.."
Setelah Harland pergi, tak lama dua orang datang ke rumah megah nya. Seorang wanita dengan pakaian khusus, seperti seragam. Dan seorang lagi menggunakan pakaian formal.
π·π·π·π·π·π·π·
"Hari ini pulang di jemput sama sopir ya, tidak apa-apa kan?" Harland memecah kan keheningan di dalam mobil tersebut. Mata nya melirik untuk melihat reaksi sang anak sulung. Seperti biasa, datar tak berekspresi apa pun.
"Paman Drew bukan nya ke kota S?" tanya Mishy heran. Sopir mana lagi yang di maksud oleh sang ayah.
"Oke deh, berarti kak Resy langsung main ke rumah dong... asyik! Ada teman dandanin Barbie baru ku yang kemarin di beli sama papa Roky." Ucap Mishy girang. Berbeda dengan Mylo yang hanya menatap sisi jalanan tanpa bersuara.
Mylo tak pernah benar-benar berbicara selain melayang protes ketidaksukaan nya pada Mishy. Selebih nya anak itu hanya diam seperti orang bisu.
π·π·π·π·π·π·π·
Dua orang pria tengah duduk di sebuah restoran, mereka janjian makan siang di sana. Restoran itu milik Harland, kini di kelola oleh Suami adik nya, Hany. Sebenarnya sudah terlalu sore untuk makan siang. Mengingat sudah pukul 3 sore.
"Bagaimana Mylo? apa anak itu sudah mau berbicara pada mu?" Harland kini tengah menyesap minuman nya, tatapan mata nya seperti menerawang jauh ke depan tanpa arah.
"Masih seperti biasa nya..tidak ada yang berubah. Mylo masih menyalah kan ku atas apa yang terjadi pada mama nya."
__ADS_1
"Bersabar lah sedikit pada nya, anggap saja kau sedang berhadapan langsung dengan Rosy saat melihat nya. Mereka tipikal orang yang memiliki keteguhan hati yang kuat. Drew akan mengajak keluarga nya pindah dari kota S kemari. Semoga kehadiran Yoza bisa sedikit mencair kan gunung es kita itu." Nasihat Andre yang setahun lalu resmi berganti nama menjadi Roky Sanders.
"Entah lah..!" Harland mende*sah pasrah. "Ya Tuhaaann..! Apa hukuman ku masih belum usai, aku hanya ingin memiliki keluarga yang harmonis. Membahagiakan keluargaku saja aku tak mampu, aku lebih memilih mendengar kalimat pedas dari Rosy setiap hari dari pada harus hidup seperti ini. Rasa nya seperti mati, tapi tetap merasakan sakit yang sama." Harland menelungkup kan wajah nya di permukaan meja. Pria itu terlihat frustasi.
Roky menatap iba pada pria di hadapan nya. Dia pun tak bisa membantu banyak, jika dulu dia tak punya apa-apa. Kini pun setelah segala nya dia miliki, masih tak mampu mengurangi beban hati Harland yang tak berujung.
"Malam Minggu ini, kita adakan acara barbeque an di rumah mu. Seperti biasa, aku juga mengajak Evan dan Sania. Juga Hany dan suaminya. Semoga Mylo bisa sedikit berbaur, aku khawatir akan mental anak itu. Tak pernah ku lihat Mylo bergaul dengan teman sebaya nya selama satu tahun ini. Kehadiran Resy pun hanya sekedar saja, Mylo bahkan jarang bertegur sapa jika bukan kakak nya yang menyapa duluan. Resy khawatir membuat adik nya terganggu jika diri nya banyak berbicara. Niat nya hanya ingin Mylo bisa memiliki teman nyata, selain berteman dengan video-video kebersamaan nya dengan Rosy." Tutur Roky menatap iba sahabat nya.
Untung saja hubungan Harland sudah membaik dengan sang ibu, sedikit banyak kehadiran Wina sedikit mengurangi beban di pundak Harland dalam menangani sang anak.
"Bantu aku kali ini, aku benar-benar sudah kehabisan cara untuk menghadapi Mylo. Tak sekali pun anak itu menyapa ku selama satu tahun ini. Bagaimana aku tidak hampir gila menghadapi situasi seperti ini terus menerus. Dan ya, berhenti lah mengirimkan perawat yang gatal ke rumah ku. Aku tak sehaus itu akan belaian seorang wanita. Aku bisa melakukan nya dari dulu jika aku mau. Apa lagi sekarang, hidupku sudah sempurna. Aku selalu ingin menjadi seorang ayah, dan sekarang aku sudah merasakan sensasi nya. Astaga! gampang-gampang susah, sungguh hebat Rosy bisa melakukan berbagai peran sekaligus untuk kedua anak kami. Aku tak bisa menyamai nya, aku malu sendiri. Aku pria yang payah..!" Maki Harland pada diri nya sendiri.
Rosy bisa menjadi apa saja yang anak-anak nya butuh kan. Kini dia hanya perlu menjadi seorang ayah merangkap ibu, segala urusan lain di bantu oleh asisten rumah tangga. Tetap saja Harland kewalahan menghadapi nya. Untung saja Mylo masih mau mendengarkan sang nenek, jika tidak maka lengkaplah sudah tingkat stress Harland.
βIkuti alur nya ya kak, sedang berproses menuju puncak. Novel ini udah dua kali di tolak sama kang NT. Terlalu vulgar katanyaπ€§ππ€
Semoga othor gak down setelah yang ketiga kali nya, semoga lolos. Doa in ya guys ππ
Menulis itu butuh konsentrasi dan pola pikir yang mumpuni. Setiap kata di cerna berkali-kali sebelum di kirim. Bisa saja buat alur cerita selayak nya sinetron ikan kaleng. Tata bahasa nya pun tak perlu di olah sedemikian rupa. Penyempurnaan kualitas POV nya pun harus di saring agar setiap awal, tengah dan akhir kalimat. Tidak berakhir asal jeplak kata. Ketika tokoh emosi setingkat dewa pun, tata bahasa nya di atur dalam konteks yang berkualitas. Dialog interaktif tokoh di usahakan tidak mencerminkan kepribadian siapapun, ini hanya fiksi. Murni hasil kehaluan yang hakikiπ€π Referensi nya juga bukan hasil jiplakan sinetron, karena othor gak suka nontonπ€π π
Othor masih pemula, maaf jika penyampaian alur masih suka keluar jalur. Mohon kritik dan saran, othor akan menerima nya dengan hati terbuka.
Luv yuu kalian semua, sehat dan bahagia selalu yaaπ₯°π₯°π€π€ππ
...----------------...
Rekomendasi author : Mampir ya kak, novel teman kuπ€π Kualitas novel dengan alur yang oke punya. Tata bahasa nya seindah sang author, jangan ragu untuk tekan favorit dan Likeπππ
__ADS_1