Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Permintaan


__ADS_3

Sudah sebulan sejak Mallika keluar dari rumah sakit. Gadis itu sudah beraktivitas seperti biasa. Kuliah lalu pulang ke rumah tanpa pernah keluar-keluar lagi. Dan itu berhasil membuat Geko frustasi.


Mendatangi rumah gadis itu namun selalu di tolak halus oleh satpam. Semua atas perintah sang tuan dan nyonya nya.


Geko akhirnya berinisiatif untuk menunggu Mallika di depan kampus nya saja. Dia sangat merindukan gadis itu. Satu bulan tak pernah melihat nya sekalipun, sungguh membuat nya tak menentu.


Dari kejauhan Geko melihat Mallika tengah mengobrol dengan seorang mahasiswi, sambil berjalan keluar menuju gerbang kampus. Geko tersenyum lega, saat akhir nya bisa melihat gadis itu secara langsung.


Sedikit berlari Geko menghampiri Mallika.


"Lika!" seru Geko membuat Mallika terkejut bukan main.


"Geko?" Geko tersenyum sembari mengangguk kecil. Tak dapat dia sembunyikan semburat kebahagiaan di wajah nya ketika bisa berjumpa dengan gadis itu.


"Aku sengaja menunggu mu sejak tadi. Ayo, aku antar pulang." Ajak Geko menarik pelan pergelangan tangan Mallika.


Mallika menatap arah tangan nya yang tengah di genggam erat. Lalu melepaskan nya perlahan.


"Aku di jemput, maaf kak." Ucap Mallika membuat senyum semangat di wajah Geko seketika meredup sempurna.


"Siapa? ayah mu? atau pria brengsek itu?" tanya Geko dengan nada tak bersahabat. Mallika masih bergeming, menatap Geko yang terlihat berbeda ketika sedang marah.


"Vanya akan menjemput ku, maaf sekali lagi karena menolak kakak." Sahut Mallika tak enak hati. Tak lama terdengar suara seorang wanita memanggil nya.


"Mallika! yuk pulang! laper nih." Mallika melirik ke arah Vanya kemudian kembali menatap Geko yang juga sedang menatap ke arah Vanya.


"Ayo!" ulang Vanya dari gerbang pagar kampus. Gadis itu tak berniat melangkah masuk ke area halaman kampus. Karena dia ingin lekas pergi dari sana.


"Aku pergi dulu kak, maaf ya, mungkin lain kali aku akan menumpang mobil kakak. Daahh!" Mallika berjalan melewati tubuh Geko yang masih mematung dengan perasaan tak enak hati.


Bagaimana lagi, dia sudah di ultimatum untuk menghindari pria itu. Dan sejak mengetahui pekerjaan sampingan Geko, Mallika sedikit berubah. Semua karena dia takut Geko akan berbuat sesuatu pada nya.

__ADS_1


"Tadi siapa? pria yang menjadi saingan pamanku ya?" goda Vanya di sela pertanyaan nya.


Mallika tertawa kecil kemudian menggeleng pelan.


"Gelengan mu tak menjawab pertanyaan ku, Mallika. Siapa dia?" desak Vanya lagi.


"Dia Geko, tapi bukan saingan siapapun. Kami hanya berteman saja. Geko pernah menolong ku kala kak Selome tak menjemput ku hingga malam hari dari kampus." Terang Mallika sedikit mengenang masa sulit nya ketika berjuang untuk meraih perhatian Selome.


Vanya hanya mengangguk paham, ke-dua nya tak lagi bersuara hingga tiba di depan sebuah parkiran perusahaan besar. Mallika tau akan kemana lekas turun dari mobil Vanya setelah mengucapkan terimakasih.


Mallika di minta mendatang perusahaan Selome, mereka akan melakukan fitting baju pengantin hari ini. Semua telah di sepakati oleh keluarga masing-masing. Pernikahan mereka akan di lakukan bulan depan.


Sedangkan Vanya kembali pulang, namun di perjalanan dia tak sengaja melihat seorang pria tengah berusaha memperbaiki mobil nya yang sedang mogok.


Dengan tatapan Seolah-olah sedang mengingat, Vanya akhir nya sadar jika pria itu adalah Pria tadi bersama Mallika.


Vanya memelankan mobil nya lalu berhenti persis di belakang mobil Geko.


"Mogok?" tanya Vanya basa basi.


Geko tersentak hingga tak sengaja memercikkan semacam cairan hitam pekat ke baju Vanya.


"Maaf, aku tak sengaja. Aku terkejut dengan suaramu." Ucap Geko panik.


Vanya terkekeh kecil kemudian mengibas-ngibaskan tangan nya.


"Tak apa, kenapa dengan mobil mu?" tanya Vanya mengalihkan topik.


Geko menoleh ke arah kap mobil yang terbuka. Dia pun tak terlalu memahami struktur mesin dan komponen lain nya. Mobil nya tiba-tiba tersendat sebelum akhirnya berhenti dan mati total.


"Aku tak tau, aku tak terlalu memahami tentang mobil." Jawab Geko jujur meski sedikit malu.

__ADS_1


"Oh, baiklah. Apa boleh aku melihat nya sebentar? mungkin saja mobil mu akan segera membaik kala melihat wanita cantik." Seloroh Vanya mencair kan suasana. Geko ikut tertawa kecil kemudian mengangguk meski ragu dengan apa yang bisa Vanya lakukan.


Vanya mengambil obeng, lalu mulai mengotak-atik komponen mobil Geko. Berselang beberapa menit kemudian, wanita itu meminta Geko untuk menghidupkan mesin mobil nya.


Dan ya, mobil Geko kembali menyala. Pria itu terdiam di balik kemudi. Ada rasa tak percaya namun juga kagum. Bagaimana bisa wanita seanggun Vanya bisa memperbaiki mobil nya hanya dalam hitungan menit saja.


Geko keluar untuk menemui Vanya. Wanita itu tersenyum simpul melihat wajah pias Geko. Dia tau apa yang pria itu pikirkan tentang nya, namun memilih tak menghiraukan nya. Dia hanya orang yang kebetulan lewat dan berusaha membantu.


"terimakasih banyak. Kau luar biasa, bagaimana bisa kau melakukan nya. Aku bahkan tak mengerti kerusakan apa yang di alami oleh mobil ku." Ungkap Geko jujur dengan sekelumit pujian.


"Hanya kebetulan. Sudah selesai bukan? aku harus pergi sekarang. Ah ya, boleh aku meminta tolong padamu?" Vanya yang hendak berbalik kembali memutar langkah menghadap ke arah Geko.


Geko mengangguk cepat. Toh Vanya sudah menolong nya tadi.


"Bisakah kau menjauhi Mallika? gadis itu adalah calon istri paman ku, Selome. Mereka akan menikah bulan depan." Jelas Geko terkejut namun lekas mengubah ekspresi wajah nya.


"Aku tau permintaan ku berlebihan untuk orang yang bahkan tak saling mengenal seperti kita. Tapi aku hanya ingin melakukan hal terbaik untuk paman muda ku. Selome lebih muda dari ku, namun dia adalah adik kandung ibuku beda ibu. Mungkin terdengar aneh, tapi fakta nya memang seperti itu. Aku pun tak menyangka teman main ku sejak kecil adalah paman ku sendiri." Ungkap Vanya terkekeh kecil.


Geko masih bergeming, entah apa yang tengah pria itu pikirkan.


"Bagaimana? jika kau benar menyukai seseorang dengan hati, kau akan melepaskan nya walau tak mudah. Namun jika kau menyukai seseorang dengan obsesi, akan terasa sulit karena kau tak memiliki kerelaan jika kau pun tak bisa memiliki nya." Setelah mengucapkan kalimat yang membuat kerongkongan Geko mengering, Vanya melangkah kembali menuju mobil nya.


Dia sudah tau siapa Geko sebenarnya. Di mana pria itu bekerja, dan pekerjaan sampingan nya. Juga siapa Sonya yang sebenarnya.


Melihat mobil Vanya menjauh, Geko kembali masuk ke dalam mobil nya. Pikiran nya tak bisa berhenti memikirkan apa yang wanita itu ucapkan. Benarkah dia menyukai Mallika hanya sekedar obsesi.


Dengan perasaan kacau, Geko mengemudi kan mobil nya menuju ke sebuah apartemen mewah di pusat kota. Bukan rumah yang dia sewa di komplek perumahan di mana Mallika tinggal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lope lope para kesayangan buna Qaya 🥰🥰😚🥰

__ADS_1


__ADS_2