
Dor dor dor
Suara gedoran pintu di abaikan oleh Wira, entah wanita itu sudah gila atau bagaimana. Kenapa terus mengekori nya seperti semut, yang mengejar tetesan gula.
Wira termenung, dia heran bagaimana CCTV di depan ruangan nya bisa tak merekam sesuatu selain saat Sofia mengantarkan nya kopi. Bagaimana bisa sofia masuk ke sana, dan bagaimana bisa dia melakukan hal menjijikkan itu. Mengingat cairan len dir yang mengering di milik nya, Wira lagi-lagi tak bisa berkata-kata. Ingin menolak namun cairan itu nyata.
Sofia rupanya tak habis ide, wanita itu memaksa meminta kunci cadangan ruang kerja Wira dari seorang pelayan.
Dan di sini lah wanita itu berdiri, menatap tajam pada Wira yang seolah tak melihat keberadaan nya.
"Kakak, aku ini istri mu jika saja kau lupa! kakak ku menitipkan aku padamu tadi sore aku harap kakak tak melupakan nya. Kakak berjanji untuk menjagaku dengan baik, ingat itu." Ucap Sofia menahan marah karena merasa di abaikan.
"Aku berjanji untuk menjaga mu sama seperti saat kau kemari dua bulan lalu. Hanya status kita yang berbeda, tapi tidak dengan hati ku. Entah apa yang membuat ku melakukan hal menjijikkan itu kemarin malam, namun jika aku dalam keadaan sadar. Aku yakin, untuk mencium mu saja, aku tak sudi."
Plak
Tamparan keras mendarat di pipi Wira, nafas Sofia naik turun karena terlalu emosi. Wira sangat merendahkan nya dengan begitu telak di depan mata.
"Aku istri mu sekarang suka atau tidak! hamil atau tidak aku tak akan ingin kau ceraikan, ingat itu kak!" kecam Sofia berlalu meninggalkan ruang kerja Wira. Wira meraba pipi nya yang terasa memanas.
"Aku jadi semakin curiga, ini adalah konspirasi mu untuk mendapatkan ku Sofia. Kita lihat saja, seberapa betah kau bertahan dalam pernikahan neraka ini. Kakak mu memang sahabat ku, namun kebahagiaan ku, itu adalah hak mutlak yang tak ada sangkut paut nya dengan persahabatan kami. Jika terbukti kau menjebakku, maka kau akan mendapatkan akibat nya." Tekan Wira mengeratkan rahangnya.
Bayangan wajah seseorang terus menghantuinya, kerinduan nya semakin membuncah tak tertahankan. Dia hanya berharap wanita nya hidup bahagia dengan banyak anak dari buah cinta nya dengan suami nya, dan berharap kelak bisa bertemu kembali. Dan hati itu sudah tak lagi berdebar hebat.
Dia rela tak menikah seumur hidup, namun kenyataan berkehendak lain. Namun dia tak akan menyerah, pernikahan nya hanyalah formalitas belaka, itu adalah kesepakatan nya dengan Enrico tanpa Sofia ketahui.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
__ADS_1
Waktu berjalan tak pernah menunggu kau siap atau tidak menghadapi hari baru berikut nya. Kini sudah 8 tahun berlalu, pernikahan Wira tak ada yang berubah, Sofia menolak bercerai dan melahirkan seorang anak laki-laki, setelah satu tahun pernikahan mereka. Jelas itu bukan anak Wira. Wira tak pernah menyentuh nya lagi selain kejadian gaib satu tahun awal hingga membuat pernikahan itu terjadi.
Berbeda dengan pernikahan Wira yang jauh dari kata bahagia, pernikahan Odion di limpahi banyak berkah kebahagiaan. Maya melahirkan anak pertama mereka di bulan ke empat pernikahan mereka. Lalu dalam 8 tahun ini, wanita itu telah memberikan 5 orang anak untuk Odion Jenar. Sungguh jumlah yang fantastis.
Odion tak membiarkan istrinya menganggur terlalu lama, kehamilan sang istri membuat nya merasa sedikit aman dan tentram. Odion menjadi suami yang sangat pencemburu. Beruntung Maya selalu memahami sikap suami nya tanpa melayangkan protes apapun.
Lalu bagaimana dengan Mishy? Resy? Mylo dan Olivia?
Mishy melahirkan bayi kembar, dua orang laki-laki dan satu orang perempuan. Mima menjadi kakak yang sangat penyayang, gadis kecil itu begitu menyayangi ketiga adik nya yang hanya berselisih beberapa bulan dari nya.
Resy? wanita itu masih dalam tahanan Mishy, tak ada yang mampu merubah kokoh nya dingin ke egoisan juga ambisi seorang Resy. Bahkan waktu sekalipun. Hidup dalam tahanan Mishy, membuat wanita itu depresi ringan, namun memohon pengampunan? Resy tak akan sudi melakukan nya. Mishy berbaik hati dengan memberikan, fasilitas terbaik untuk sang sepupu.
Tak ada yang mencari wanita itu, bahkan Roky sekalipun. Dia telah menganggap sang anak telah tiada. Pernikahan nya dengan Andin telah memberinya dua orang anak. Laki-laki dan perempuan, sama seperti nya dan Rosy, kembar. Kehidupan nya sangat bahagia, Andin berhenti bekerja agar bisa fokus pada keluarga nya. Mereka tinggal hanya beberapa rumah dari rumah Rosy dan kediaman Roy.
Gisel, gadis itu kini tengah menjalani study akhir nya untuk mendapatkan gelar seorang dokter bedah. Mimpi nya yang juga merupakan mimpi Rosy. Gisel lebih banyak menghabiskan waktu nya bersama nenek dan kakek sambung nya. Roy dan Rasty. Dia tak ingin kedua nya merasa kesepian di hari tua. Roy sangat menyayangi Gisel, tanpa membedakan dengan ketiga cucu kandung nya.
Olsen, pria lapuk itu terus memantau kehidupan Gisel sejak mengenal gadis itu ketika kelas dua SMA. Cinta nya tumbuh begitu saja pada pandangan pertama. Dan memutuskan untuk menunggu hingga hadis kecilnya cukup dewasa dan meraih semua mimpi nya. Meski belum tentu Gisel pun menyukai nya. Namun pria itu tak menyerah begitu saja.
Lalu bagaimana dengan susu coklat bubuk? Setelah perjuangan yang cukup berat bagi nya, dalam meminta restu Mahesa. Akhirnya satu tahun setelah Olivia kembali pada keluarga kandung nya. Mylo akhir nya melepaskan masa penantian panjang nya di usia 27 tahun
Mylo di karuniai 2 orang anak, tidak seberuntung sang adik yang mendapat kan gen kembar. Namun kehamilan Olivia hanya berselang 3 bulan setelah wanita mungil itu melahirkan anak pertama nya. Dan itu membuat Mahesa ingin sekali menghajar nya hingga tak berbentuk. Namun Mylo tak peduli, kehidupan nya sangat bahagia. Pria itu merenovasi rumah di samping rumah orang tua nya, yang dia beli dari tetangga mereka.
Mahesa turut tinggal bersama nya dan dia sama sekali tak masalah. Dia memahami arti kasih sayang seorang ayah pada putri semata wayangnya.
Mishy? wanita itu tinggal memisahkan diri dari keluarga nya. Tinggal di sebuah perumahan tak kalah elit dari perumahan kedua orang tuanya.
Bukan tanpa alasan, Resy dia ajak serta tinggal dengan nya meski dalam konteks berbeda. Resy menempati ruang bawah tanah rumah mewah nya.
__ADS_1
Itulah alasan nya dia butuh privasi tersendiri.
Prang prang
Suara pecahan benda terdengar dari dalam kamar yang di tempati oleh Sofia. Kamar itu milik nya dan Wira, sayang nya Wira tak pernah lagi tidur di sana semenjak kejadian di mana Sofia menjebaknya dengan obat perang sang. Untung Wira bisa mengatasi nya dengan menyalurkan hasrat nya di dalam kamar mandi.
Setelah kejadian itu, Wira tak lagi mau tidur di kamar yang sama dengan Sofia. Dan itu sudah hampir 8 tahun ini. Hanya satu bulan saja, dan itu seperti setahun bagi Wira.
Justin, putra Sofia yang entah bersama siapa, kini tumbuh menjadi anak yang sangat tampan. Anak yang begitu penurut dan tak banyak tingkah. Dia sedikit memahami situasi kedua orang tau nya. tak jarang Sofia pulang dalam keadaan mabuk dan memukuli dirinya dengan menyebut anak tak berguna, karena tak bisa membuat pernikahan membaik.
Setelah ulang tahun yang ke 5 , Justin sadar jika Wira bukan lah ayah kandung nya. Itu karena dia mendengar pertengkaran kedua orang tua nya terdengar oleh dirinya, Wira mengatakan beruntung karena dia tak mengusir dia dan ibu nya meski tau Justin bukan anak nya. Dia tak lagi pernah meminta apapun pada Wira meskipun Wira bersikap baik pada nya. Ibu nya saja sering menyakiti nya sejak dia kecil, dia khawatir jika Wira pun akan menyakiti nya mengingat pria itu bukan lah ayah kandung nya.
"Kenapa lagi dengan mommy mu, Justin?" tanya Wira dengan suara datar. Mereka berdua tengah duduk sarapan.
Justin menggeleng pelan, dia memang tak tau apapun. Semalam ibu nya pulang dalam keadaan mabuk dan di antar oleh seorang pria hingga ke dalam kamar. Dan itu sudah biasa Sofia lakukan, Wira pun tak pernah menegur nya.
Enrico gugur di Medan perang, meninggalkan pesan agar Wira tak meninggalkan adiknya melalui sepucuk surat. Itulah yang membuat Wira bertahan dalam pernikahan toxic tersebut.
"Habiskan sarapan mu, hari ini Daddy akan mengantar mu ke sekolah." sungguh hati Justin berbunga-bunga, kedua orang tuanya tak pernah mengantarnya ke sekolah sejak dia TK.
"Baik dad.." ujar Justin patuh, lalu menghabiskan sarapan nya dengan bersemangat. Ini kali pertama nya Wira menawarkan diri untuk mengantar nya, tentu dia sangat bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...Maaf keun othor guys 🙏 Rasa lelah membuat othor sedikit kurang bersemangat hari ini. Semoga cerita nya bisa di cerna dengan baik, mood othor sedang down sekarang 😖🤧...
__ADS_1
...8 bab dulu hari ini, semoga terhibur dengan cerita ngalur ngidul penuh kehaluan hakiki sang othor gabut🤠😓...
...Luv yuu kalian semua pembaca yang hebat dan setia 🥰😚😚🥰...