
Mishy mulai bercerita panjang yang hanya bisa di cerna oleh Lexan dengan seksama.
"Suamiku berpulang dua tahun lalu, kedua kakakku meninggal hanya berselang beberapa bulan 1 setengah tahun lalu. Lalu kedua besan kami, mereka mengalami kecelakaan tunggal satu tahun setelah kau menjalani masa hukuman mu di dalam tabung itu. Dan pria tua paling muda di antara kami, Jordan. Pria itu memilih untuk pergi dengan cara tak biasa karena tak merelakan istri lansia mya berpulang seorang diri. Tinggallah aku seorang diri, menjalani hidup yang bagai hukuman ini. Sungguh tak ku sangka, aku menjadi yang terakhir bertahan." Kini lelehan bening itu benar-benar meluncur bebas di pipi keriput nya.
"Kau berada di salah satu laboratorium rahasia kami. Tabung crayo itu di buat selama 4 tahun setelah kami menyekap mu di pulau. Kini akan aku jelaskan alasan nya padamu. Ketika kami menculik mu dari orang suruhan Noora, itu adalah keputusan besar. Noora membenci kami hingga bertahun-tahun lama nya, jika saja Paul tak hadir sebagai seorang malaikat diantara ruang panas yang Noora ciptakan di antara kami. Sungguh kami berniat menghabisi mu ketika puas mengisolir mu di pulau beberapa tahun itu. Namun ada satu hal yang membuat kami urung melakukan nya. Seorang gadis malang yang terlahir bagai berlian namun memiliki nasib yang kurang beruntung. Dan kau memiliki apa yang gadis kecil itu butuh kan." Mishy menatap layar seolah tengah menatap Lexan dengan segala harapan.
"Kami mengambil sampel mu untuk menghapus jejak kejahatan yang kami lakukan, nyatanya sampe itu pula yang membawa kami pada keputusan besar ini. Kadang aku bertanya-tanya, dari sekian banyak umat manusia, kenapa harus pria bajingan seperti mu yang dikirim Tuhan sebagai penyelamat hidup bagi cicit ku. Sungguh aku tak rela, namun kenyataan tak bisa di elak. Tuhan selalu punya banyak alasan atas apa yang kita alami. Termasuk menjadikan pria brengsek sepertu sebagai juru selamat bagi Silvery ku yang berharga."
"Keputusan memasukkan mu ke dalam tabung itu agar kau tetap memiliki fungsi tubuh juga organ yang tetap berkualitas. Aku merelakan pensiunan masa tuaku demi membuat kan tempat tidur nyaman itu untuk mu."Mishy terkekeh hambar.
"Silvery menderita kelainan genetik langka juga leukemia yang menggerogoti sistem imunitas nya. Cicitku tak pernah melihat betapa indahnya semesta, seluruh hidup nya hanya berkutat antara ranjang detektor di rumah nya juga rumah sakit. Sungguh menyedihkan bukan? Kau pasti terkejut saat melihat kaca, kau masih semuda dulu meski usia tak menunggu waktu. Kau masih sangat tampan, Lex. Berterimakasih lah pada para lansia ini, karena menciptakan tabung yang dapat menghentikan proses penuaan mu. Aku pun ingin, hanya saja aku tak mau melampaui takdir Tuhan. Kasus mu berbeda, anggap saja kau sedang melunasi sisa hitangmu dengan menjadi objek penelitian kami." Dengan tangan keriput nya, Mishy mengusap air matanya.
__ADS_1
"Silvery membutuhkan ginjal, cangkok hati, paru-paru juga sum-sum tulang belakang. Karena cicitku memiliki kelainan genetik, maka sangat sulit bagi nya untuk mendapatkan seorang pendonor. Aku harap setelah kau terbangun, kau tak langsung kabur lalu menebar pesona mu untuk menjerat para wanita. Jaman sudah berbeda, banyak wanita yang lebih seksi dan liar daripada mantan selingkuhan mu. Jadi aku mohon jangan tergiur pada mereka, fokus saja pada misi yang kami embankan kepadamu. Semua identitas mu ada di dalam loker di ruangan tersebut, kunci rumah juga hal-hal yang kau butuhkan. Akan ada seseorang yang akan menuntun mu mengenali peradaban modern masa kini. Aku khawatir kau akan terlihat seperti seorang pria yang baru turun gunung." Kekeh Mishy.
"Mulailah jalani hidup mu dengan baik, belajar lah dari pengalaman masa lalu. Kenikmatan sesaat bisa membawa kehancuran yang luar biasa. Kau sudah merasakan nya, bukan? dan ya, maaf soal aset kebanggaan mu. Aku harap setelah terbangun, dia masih bisa berfungsi meski hanya sekedar untuk buang hajat. Aku sungguh tak bermaksud untuk membuat nya tak berfungsi, emosi ku labil di usia ku yang tak lagi muda. Aku benci pengkhianat, mereka layaknya seekor anjing yang lapar, setelah puas makan hingga kenyang. Berbalik menggigit sang tuan tanpa perasaan." Tatapan sendu Mishy mengoyak hati Lexan, betapa dalam luka yang dia torehkan pada keluarga baik itu.
"Jadilah Lexan yang baru, sekarang namamu hanya Satya. Aku harap pelajaran tambahan ini berhasil membuat mu menjadi pribadi yang lebih baik. Jadilah sosok yang selalu melindungi Silvery, gadis itu entah bagaimana kabar nya saat ini. Aku harap aku masih bisa memantaunya dari tempat ku berada. Dan akhir kata, aku meminta maaf sekali lagi atas nama para lansia yang telah membuat hidup mu bagai di neraka. Anggap saja kami wakil para malaikat dalam memberikan mu hukuman, jadi kau tak terlalu terkejut saat kau benar-benar menghadap sang pencipta. Selamat berjuang Satya, cicitku mungkin tak bisa menunggu lama, aku harap sekarang diapun masih di beri nafas kehidupan."
"Ah ya, setelah video wanita tua ini berakhir, Alben akan memutar video tentang cicitku. Jaga pandanganmu, aku khawatir kau akan langsung jatuh hati padanya. Silvery ku bahkan jauh lebih cantik dari Noora ibunya, sangat mudah untuk jatuh cinta pada nya meski dia sedang dalam kondisi tak seperti wanita normal lainnya. Dan aku harap Alben mengumpulkan foto-foto Silvery dalam kondisi terbaik nya, ah andai aku bisa melihat nya tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik." Ucap Mishy tersenyum perih.
kini layar berubah menjadi berwarna biru terang, lalu tak lama memperlihatkan beberapa foto seorang gadis cantik yang terlihat tak berdaya di atas ranjang rumah sakit. Melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan lainnya. Wajah sendu si gadis menggambarkan rasa lelah atas semua aktivitas nya, namun tak bisa berbuat apa-apa. Hati Lexan terenyuh pedih. Ada rasa tak biasa menelusup ke dalam hati nya.
klek
__ADS_1
Sebuah pintu besar menyerupai tembok terbuka dan memperlihatkan sosok seorang pria paruh baya.
"Apa kau sudah melihat pesan nyonya Mishy, tuan Satya?" Lexan hanya mengangguk pelan.
Alben berdiri di sisi Lexan ikut menatap ke arah layar besar di hadapan mereka.
"Nona Silvery yang malang. Sayang sekali dia yang harus menderita penyakit paling langka ini. Aku harap kau benar-benar bisa menjadi berguna untuk nya, aku menghabiskan 19 tahun hidup ku untuk menjagamu tetap hidup di dalam tabung crayo itu. Jangan buat usaha ku sia-sia Satya, jadilah pria sejati kali ini. Aku akan memberikan beberapa serum untuk memulihkan fungsi erk si mu. Semoga tak terlalu parah, kau tetap harus menjalani hidup mu nanti. mengingat kau masih terlihat muda, gagah dan sangat tampan. Andai aku punya anak perempuan, akan aku jodohkan kau dengannya. Sayangnya anakku batangan semua." Kekeh profesor Alben berseloroh.
Mulai saat itu lah, Lexan berubah menjadi Satya. Pria dengan tujuan hidup yang hanya di dedikasikan untuk seorang gadis malang bernama Silvery. Pria itu telah menebus dosa-dosa nya dengan hukuman panjang yang melelahkan batin juga fisik nya.
Flashback end
__ADS_1