Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Wanita Siluman


__ADS_3

"Maaf membuat makan malam kita jadi berantakan. Kau bahkan tidak sempat minum saking kesal pada ku. Ini, hangat kan badan ku. Cuaca malam ini sangat dingin.." ujar Jordan menyerah gelas minuman Resy yang tadi tidak sempat wanita itu sentuh.


Resy menyambut nya dengan sedikit senyuman.


"Kau tau...ibu ku selalu bermimpi untuk memiliki rumah di tepi pantai. Dulu jangan kan rumah, kami bahkan mengontrak ke sana kemari hanya di dalam rumah petak berukuran kecil. Setelah aku mulai bekerja pada nona Mishy, aku mencicil rumah kecil kami yang sekarang. Ibu ku sangat menyukai nya. Katanya sangat cocok dengan lingkungan sekitar, ibu ku juga berjualan sembako dan aneka jajanan pasar. Sesekali membuat pesanan hajatan. Hidup kami benar-benar berubah drastis berkat kebaikan hati nona muda. Dulu aku dan ibu ku selalu di caci maki, bahkan tak di akui oleh sanak keluarga. Bagi mereka kami hanya lah aib, ibu ku mantan seorang wanita penghibur. Dan aku adalah benih seorang pelanggan nya yang entah siapa."


Jordan terus bercerita, sementara Resy yang tadi menyimak kini mulai terlihat gelisah. Hawa tubuh nya memanas, dan Resy bukan wanita bodoh. Dia sudah pernah berada dalam lingkaran hidup yang mencurangi orang lain. Dia tau arti reaksi dari tubuh nya.


"Kenapa kau lakukan ini pada ku, Jordan? apa yang kau harapkan dari wanita tua ini selain menunggu ku di jemput maut." Resy menatap sayu netra pria di hadapan nya, sekuat tenaga wanita itu berusaha untuk menahan gejolak yang terus mendesak nya bertindak agresif.


"Maaf, ini satu-satunya cara agar kau mau menjadi milik ku. Tidak peduli berapa pun usiamu bagaimana pun rupa mu, kau selalu wanita yang membuat ku terpesona setiap kali aku menatap mu." Jordan memajukan wajah nya mengikis jarak di antara mereka.


Kedua nya adalah manusia dewasa, yang memiliki kebutuhan jasmani yang sewaktu-waktu butuh di puaskan.


Resy tak menolak, dia lelah menolak Jordan. Bersikap menyebalkan agar pria itu melepaskan nya, namun nyata nya hingga tujuh bulan bersama. Jordan tak pernah mau melepaskan nya, pria itu selalu mengurai cinta tanpa lelah dan bosan.


Kini dia menyerah, dia ingin melihat sejauh apa perasaan pria itu setelah berhasil mendapatkan nya. Wanita hina yang telah begitu banyak di masuki oleh berbagai jenis pria.


Pergumulan panas pun tak terelakkan, jika Resy berada dalam pengaruh obat yang Jordan berikan. Berbeda dengan Jordan, pria itu murni menggunkan akal sehat nya saat menyentuh Resy.


"Terimakasih sayang...aku mencintaimu.." ucap Jordan terengah-engah, pria itu menarik tubuh lelah Resy ke dalam pelukannya.


"Istirahat lah, maaf jika aku terlalu bersemangat..kau membuat ku candu sayang.." bisik Jordan di telinga Resy membuat wanita itu menggeliat geli.


"Aku lelah, biarkan wanita tua ini tidur." Ujar Resy mengiba. Dia merasa kan sesuatu yang mulai tegak kembali menyentuh paha nya.


"Baiklah sayang, istirahat lah.." Jordan memberikan kecupan manis di kening Resy sebagai ungkapan rasa sayang nya. Berharap besok ketika terbangun, mereka berada dalam situasi berbeda.


"Mimpi indah sayang, aku akan menikahi mu dengan atau tanpa persetujuan mu." Jordan pun mulai ikut merajut mimpi bersama wanita nya, hati nya berucap banyak harapan agar hubungan mereka membaik.

__ADS_1


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Meninggalkan Jordan yang berhasil melunak kan sedikit batu gunung di cottage kenangan. Miguel tengah menyantap makan malam bersama seorang gadis di sebuah rumah makan lesehan.


"Kau harus coba, ini enak sedikit pedas sih.. tapi wajib kau coba." Miguel menggeleng pelan dengan keringat bercucuran di kening nya.


"Ck! dasar payah, ini baru level 10 dan kau sudah menangis." Celetuk Charlotte pada sahabat nya.


Miguel dan Charlotte mulai berteman dekat sejak gadis itu mulai menjadi mahasiswa baru di kampus nya beberapa tahun lalu. Menjalin persahabatan antara pria dan wanita memang gampang-gampang susah. Baper sedikit persahabatan yang akan menjadi taruhannya.


Namun hingga beberapa tahun ini persahabatan mereka terjalin cukup baik. Miguel bahkan mengenal baik orang tua nya. Dan Charlotte juga memiliki seorang sahabat wanita, satu angkatan dengan nya dan sekarang berprofesi sebagai seorang model.


Mereka bertiga berteman baik, Miguel juga mengenal Clara dari Charlotte.


"Kenapa kau tak mengajak Clara? bukan kah sudah seminggu kita tak pernah bertemu? bukan apa-apa, ini giliran nya untuk mentraktir kita, bukan?" dalih Miguel berusaha menjaga perasaan sang sahabat.


"Aku sudah mengajaknya, kau lihat riwayat chat ku. Dan seperti biasa Clara akan menolak jika kita mengajak makan di tempat seperti ini." Jelas Charlotte membela diri.


"Habis kan makanan mu, aku ada janji temu dengan seorang teman." Charlotte mengangguk lalu menghabiskan makanan nya.


"Minggu depan aku ingin mengajak mu dan Clara berlibur ke pantai di utara, apa kau sibuk?" ujar Miguel fokus pada kemudi nya.


"Tidak. Aku mau, kau tau, ayah ku ingin menjodohkan ku dengan seorang pria yang tak ku kenali. Aku harap kepergian ku dapat merubah pola pikir ayah. Ini bukan jama Siti Jubaidah, enak saja main menjodohkan anak nya tanpa kompromi." Sungut Charlotte kesal.


"Siti Nurbaya keong.." sahut Miguel gemas. Charlotte hanya tertawa kecil sembari cengengesan.


"Tidak perlu menjemput ku, aku akan pergi dan kita bertemu di tempat biasa. Aku ingin terkesan jika aku ini kabur dari rumah, agar ayah ku menyesali keputusan nya kelak." Lanjut Charlotte bersemangat, sedangkan Miguel tersenyum misterius.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku..kau tau aku harus terlihat kooperatif dalam mencapai tujuan ku. Ayo ku temani kau makan, aku memesan makanan favorit mu di restoran langganan kita." Miguel terus membujuk sang kekasih yang terlihat merajuk.


"Aku kesal melihat mu terus dekat dengan nya, jangan sampai kau berubah pikiran dan parah nya kau jatuh hati pada nya." Ujar nya penuh peringatan.


"Tenang saja sayang, bertahun-tahun aku berteman dengan nya tak sedikit pun aku tergoda dengan nya. Ayolah, aku sudah jauh-jauh kemari untuk mu. Apa kau tega memarahi ku terus hmmm?" seperti biasa rayuan Miguel selalu berhasil membuat Clara luluh.


"Apa rencana mu masih tetap sama, mengasingkan nya ke pulau itu." Miguel mengangguk cepat sambil terus memeluk tubuh sang kekasih. Kedua nya kini tengah duduk di sofa ruang tamu apartemen Clara yang di beli oleh Miguel.


"Aku sudah menyiapkan istana untuk nya di sana.. aku harap dia menyukai nya nanti, dan aku yakin tak ada yang akan menanyakan nya pada kita. Wanita bodoh itu sedang merencanakan melarikan diri dari perjodohan nya, dan itu adalah kesempatan terbaik untuk kita memanfaatkan situasi nya." Clara tersenyum senang, ada seringai tak biasa di bibir nya tanpa Miguel ketahui.


"Apa kau tak ingin bermalam di sini sayang, kita sudah satu tahun bersama. Kenapa kau masih menjaga jarak dengan ku? aku rela memberikan diriku untuk mu, bukankah kita akan menikah tak lagi?" rayu Clara mengusap dada bidang Miguel. Membuat pria 26 tahun itu memejamkan kedua matanya, menikmati sentuhan sang kekasih.


Saat merasakan benda kenyal menyentuh bibir nya, Miguel sedikit mendorong sang kekasih dengan perlahan.


"Maaf sayang, aku tak bisa merusak mu...ibu ku selalu berpesan agar aku tak menjadi pria brengsek yang merusak orang yang kita cintai. Aku akan melakukan ketika kita menikah nanti, bersabar lah dan beri aku kejutan di malam pertama. Ok?" Miguel menjawil hidung mancung sang kekasih.


Meski kesal Clara berusaha tersenyum manis.


"Baiklah, lekas sudahi dendam mu dan kita menikah. Kau tau mama ku selalu bertanya tentang pernikahan kita, kesehatan papa sedikit menurun belakangan ini. Aku harap kau tak menunda lagi pernikahan kita." Tuntut Clara menatap intens sang kekasih.


"Tidak akan, kita akan menikah setelah dendam ku terbalas sempurna. Tidak akan lama, hanya satu bulan. Jadi bersabarlah sedikit. Berkunjung lah ke rumah, mommy selalu bertanya tentang mu. Kau jarang berkunjung belakangan ini, apa kegiatan mu sangat padat?"


"Ya begitulah, kau tau persaingan sangat ketat. Aku harus profesional dalam bekerja, atau posisi ku akan bergeser jika aku terlalu santai. Katakan pada mommy aku akan berkunjung akhir pekan nanti." Meski tak pernah suka berkunjung ke rumah sang kekasih, Clara tak bisa menunjukkan nya secara terang-terangan.


Berkunjung ke sana sama seperti menjadi pengasuh harian. Sang calon ibu mertua akan membuat nya ikut kerepotan mengurus dua bayi kembar cengeng. Clara tak pernah menyukai anak-anak, apalagi bayi yang sangat merepotkan.


Bayi tiga bulan itu selalu menangis keras saat dia yang menjaganya. Diam-diam jari lentik nya selalu menghadiahi Capitan kepiting pada kedua bayi tersebut.


"Baiklah, ayo kita makan. Aku segera pulang, atau mommy akan menceramahi ku besok pagi." Seloroh Miguel.

__ADS_1


Clara hanya mengangguk, mau bagaimana lagi, Miguel tipe anak penurut dan berbakti. Dan kelak dia akan merubah pola hidup pria itu sesuai kehendak nya. Biarlah sementara waktu dia menjadi peri di mata pria itu. Siluman nyata berkedok seorang peri manis.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2