
Sudah hampir satu jam Rosy pingsan, dokter mengatakan jika Rosy mengalami syok dan depresi. Mental gadis itu sedikit terguncang dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui.
"Euunghhh..." Lenguhan Rosy membuat senyum Wina melebar.
"Kau sudah bangun nak, mau minum?" Tawar Wina penuh perhatian. Lalu membantu Rosy untuk bersandar di punggung ranjang.
Setelah terdiam beberapa menit, akhirnya Rosy angkat suara.
"Aku akan menikah dengan anak tante, namun aku punya syarat untuk itu." Putus Rosy akhirnya, senyum Wina mengembang sempurna.
"Katakanlah nak, tante akan mencoba untuk memenuhi nya." Balas Wina tersenyum senang.
"Hanya dua tahun pernikahan, setelah aku menemukan parasit itu, dan membalas kan dendam ku. Aku akan mengurus perceraian dengan atau tanpa persetujuan anak tante. Tapi jika ku lihat, Harland adalah tipe pria pecinta yang tak memakai akal dan logika. Putra bodoh tante itu pasti akan sulit berpaling dari kekasih kesayangan nya itu." Tukas Rosy datar.
"Baiklah, tidak masalah. Yang penting sekarang kau harus membantu Tante untuk menjauhkan Harland dari wanita ja*l*ang itu. Dengan berita pernikahan kalian, wanita itu pasti akan berpikir ulang untuk mendekati Harland. Terlebih jika bisa, buat lah Harland berpaling dan jatuh cinta padamu. Tidak masalah jika kelak kau tetap menginginkan perceraian. Karena jika Harland masih terus memikirkan wanita itu, rencana kita ini akan terasa percuma." Ucap Wina mencoba bernegosiasi.
Wina sangat berharap, Jika dua tahun pernikahan itu akan menumbuhkan benih-benih cinta diantara keduanya. Meski rencana yang dia sepakati adalah untuk sekedar menjauh Harland dari pengaruh buruk Sindy. Namun jauh di dalam lubuk hatinya, dia sangat berharap Rosy akan tetap menjadi menantu nya sampai kapanpun. Walau itu terdengar egois namun apa salah nya jika dia berharap.
Ada satu rahasia tentang putra nya yang tidak putra nya itu ketahui. Dan itu sebab nya dia begitu gencar mendesak Rosy untuk menikah dengan Harland. Dia tau Sindy ingin kembali dan memanfaatkan rasa cinta putra nya. Oh, tentu saja tidak bisa di biar kan.
"Kita lihat saja setelah pernikahan itu terjadi. Bisa atau tidak nya aku membuat Harland mencintai ku, itu bukan prioritas utama untuk ku. Boleh kah aku meminta waktu untuk sendiri? Aku tau tante tidak akan mengatakan bagaimana bisa memiliki video itu. Jadi tolong, biarkan anak yatim piatu malang ini merenungi nasibnya." Pinta Rosy terdengar begitu lirih di telinga Wina.
__ADS_1
Hati nya berdenyut perih. Seperti mengulang masa lalu, begitu lah yang dia rasa kan sekarang.
"Baiklah, tante akan pergi sekarang. Jaga diri mu baik-baik nak." Wina pergi dengan hati tak tenang. Banyak hal bergelayut dalam benak nya, dada nya serasa di timpa batu besar. Sesak, itu lah yang Wina rasa kan saat ini.
Flashback end
POV author
Harland menghempaskan tubuhnya di sofa, tubuh dan pikiran nya sama lelah nya. Sembari menunggu Sindy pulang, pria itu berinisiatif untuk memasak makanan kesukaan sang kekasih.
Sebelum menuju kamar, Harland melirik benda bulat penunjuk waktu di pergelangan tangan nya. Menunjukkan pukul 7:42 malam, dan kekasih nya masih belum kembali. Apa seberat itu topik pembahasan sang kekasih dengan istri nya.
Harland mulai gusar, Sindy masih belum kembali. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, ponsel wanita itu pun tak bisa di hubungi. Terbersit untuk pulang ke rumah nya untuk menanyakan apa telah sang istri katakan pada kekasih nya. Namun dia masih waras untuk tidak melakukan nya.
Klek
Pintu apartemen terbuka dari luar, siapa lagi yang tau password apartemen nya jika bukan Sindy.
Harland sudah siap dengan kalimat interogasi nya, namun urung dia keluar kan saat melihat penampilan Sindy yang seperti orang habis di rampok.
"Hei, apa yang terjadi pada mu sayang..?" Tanya Harland cemas dan panik lalu menuntun Sindy menuju sofa.
__ADS_1
"Siapa yang melakukan ini pada mu? Katakan, Sindy!" lanjut Harland meninggi kan suara nya karena Sindy masih tak mengatakan apapun. Wajah Sindy mengalami luka lebam dan ada bekas cakaran. Mungkin kah Rosy yang telah melakukan nya? Tapi itu terasa mustahil. Rosy bukan wanita bar-bar yang melakukan hal kekanakan seperti ini.
"Istri mu yang melakukan nya, apa kau puas..!" Teriak Sindy di susul isak tangis yang begitu menyedihkan. "Istri tercinta mu itu menyekap ku sejak tadi siang di sebuah gudang. Lihat lah apa yang wanita gila itu lakukan padaku. Rosy menganiaya ku, Harland.....dia... memukul ku... bertubi-tubi..." Sindy kembali tergugu di dada bidang kekasihnya. Mengadu akan apa yang telah dia alami hari ini.
Harland mengepalkan satu tangan nya sekuat mungkin, sementara satu lagi untuk mengelus punggung sang kekasih yang masih menangis keras di dada nya.
"Aku akan memberi pelajaran kepada nya, akan aku balas perbuatan berkali-kali lipat. Tunggu lah di apartemen, aku akan pergi sebentar. Ayo, aku antar ke kamar." Harland menggendong tubuh lemah kekasih nya, namun sebelum itu dia memanggil seorang dokter kenalan nya. Tidak mungkin dia memanggil dokter keluarga Sanders.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Rosy tampak asyik membaca sebuah berkas pasien nya yang sengaja dia bawa pulang. Pasien tersebut begitu istimewa bagi nya, sehingga rela meluangkan banyak waktu nya, hanya untuk melakukan banyak riset demi kesembuhan sang pasien tersebut. Walau tidak ada yang tau, jika hati nya berkali-kali terluka oleh orang tersebut.
"Rossyyy...! Kelaur kau wanita ja*l*ang..!" Rosy mengernyit heran mendengar suara teriakan suami nya yang begitu nyaring. Nada suara nya terdengar seperti orang yang tengah memendam kemarahan besar pada nya.
Tak ingin meladeni suami gila nya, Rosy lebih memilih melanjutkan kegiatan nya.
Brakk
Rosy terlonjak kaget, tatapan mata tajam nya menatap Harland tak berkedip. Begitu pula Harland, pria itu datang dengan setumpuk kemarahan yang siap dia lampiaskan pada Rosy.
"Apa begini perlakuan seorang wanita yang katanya terpelajar. Menyekap dan menganiaya wanita yang jelas-jelas sudah di ketahui tengah mengandung. Jika kau marah atas perselingkuhan ku, lampiaskan padaku! Jangan pada Sindy! Sindy sedang mengandung anak ku yang tidak bisa kau berikan selama ini! Tidak adakah setitik nurani mu tersimpan untuk tidak menyiksa nya dengan begitu brutal, hah!!" Deg!
__ADS_1