Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Bety yang malang


__ADS_3

Klek


Mylo melongok kan kepala nya melalui celah pintu, padahal dia tau, jika Olivia tengah tertidur di sofa dalam posisi meringkuk di sudut. barangkali gadis itu takut terjatuh karena tidur dalam posisi duduk.


"Dasar Oli kotor jorok, lihat lah air liur nya... iyuuhhhh!" Mylo bergidik ngeri, itu lah alasan nya kenapa dia melarang Olivia berbaring di sofa nya. Bukan sekali dua kali Olivia menjalani hukuman di ruangan nya, dan gadis itu selalu berakhir dengan tertidur di atas sofa. Parah nya, air liur nya akan menetes dalam jumlah yang lebih banyak jika wanita itu berbaring.


Setelah berjalan mengendap-endap seperti maling di dalam ruangan nya sendiri, Mylo mulai mengeluarkan ponsel dari saku celana nya.


"Lihat saja, aku akan mengoleksi video mu dalam kondisi yang memalukan ini. Dan setelah ini, kau akan tunduk pada ku, Oli samping. Berada di sekitar ku, dalam pantauan ku. Ini adalah hukuman yang pantas karena kau telah membuat hidup ku kacau selama beberapa tahun lalu." Setelah bergumam sendiri sambil mengambil video, lalu setelah nya beberapa foto Olivia. Mylo menyudahi aksi konyol nya.


"Hei! bangunlah!" Mylo menendang pelan betis Olivia hingga gadis itu meringis. Sepelan apa pun, yang nama nya tulang kering bertemu dengan benda sekeras sepatu pantofel. Tetap saja memberikan sensasi tersendiri bagi betis malang Olivia. Dengan kesadaran yang masih belum terkumpul maksimal, Olivia mengusap pipi nya yang berlumuran dengan lelehan air kehidupan.


"Pak CEO? udah balik? meeting nya bagaimana ? udah kelar? aduh..sakit nya, tega nian bapak menganiaya rakyat jelata seperti ku. Sshhh..." pertanyaan beruntun di balut protes tipis-tipis ala Olivia membuat Mylo merotasi bola mata nya.


"Cuci wajah mu, kau jorok! Bisakah kau tidak selalu tertidur saat menjalani hukuman mu? kau membuat ruangan ku bau Iler mu semua, kau ini wanita atau kerbau sih." Omel Mylo mengabaikan pertanyaan sekaligus ringisan Olivia.


Olivia mengendus aroma tangan yang dia pakai untuk mengelap pipi nya. Dan itu di lihat oleh Mylo, membuat pria itu muntah angin saking jijik nya.


"Oli kotor! cepat basuh wajah dan tangan mu..!" teriak Mylo kesal. Olivia beranjak malas menuju kamar mandi.


"Padahal kan aroma nya tidak buruk, lagi pula aku tetap cantik walau ileran. Pak bos saja yang iri, tidak bisa tidur sambil menghasilkan air seperti ku." Sungut Olivia melewati meja kerja Mylo menuju toilet.


Mylo mendelik mendengar kalimat mengerikan dari bibir mungil Olivia. Mendadak pria itu menoleh ke kiri ke kanan seperti mencari sesuatu. Setelah menemukan apa yang dia cari, Mylo mengeluarkan isi lambung nya.

__ADS_1


"Dasar gadis jorok, kenapa bisa aku mau-mau nya mencuri ciuman gadis itu. Pasti dia habis mengeluarkan air liur nya. Huueeekkkk..." Mylo memuntahkan isi perutnya saat teringat kejadian minggu lalu, ketika Olivia menjalani hukuman yang sama. Melihat bibir basah yang memerah milik Olivia, entah dorongan dari mana. Membuat Mylo nekat mencium bibir tipis gadis itu.


Kini dia mulai sadar, jika mungkin saja, bibir basah itu efek terkena iler Olivia. Mylo yang penjijik, di satukan dalam satu ruang dengan gadis jorok menurut versi nya. Namun mengeluarkan Olivia dari sana pun, enggan dia lakukan. Sungguh simalakama. Mengeluarkan gadis itu hatinya mencari, membiarkan Olivia di sana jiwa nya seperti di buat mati berkali-kali.


"Bapak sakit? mau di belikan obat lambung tidak?" hampir saja Mylo terjengkang saking kaget nya, bagaimana bisa Olivia sudah berada di hadapan nya.


"Kau ini.." desis Mylo menatap tajam pada Olivia. "Ini semua karena mu, kau benar-benar malapetaka! Duduk di sana dan jangan coba-coba tertidur lagi. Kalau tidak, aku akan menyuruh Bety melempar mu dari rooftop gedung ini." Ujar Mylo penuh peringatan.


Olivia hanya bisa menghela nafas berat berkali-kali. Memikirkan masih ada beberapa jam ke depan, membuat kepala nya mendadak pusing.


"Pak CEO? itu tong sampah nya sini aku bawa ke keluar, aku akan mengganti nya dengan yang baru. Anggap saja aku sedang menjalani hukuman ku ketimbang hanya duduk diam dan membuat ku mengantuk." Usul Olivia, ide untuk bisa menghirup udara bebas terlintas begitu saja di otak kecil nya.


Mylo memicing tajam kedua matanya, menyelidik riak wajah Olivia untuk mencari kebohongan. Dia takut Olivia kabur, tidak mungkin dia harus mengerahkan seluruh isi gedung untuk mencari gadis itu. Mau di taruh di mana muka nya yang tampan. Diam-diam mereka sama-sama membatin.


"Baiklah, 5 menit harus sudah kembali. Dan bawakan aku susu coklat panas. Panas nya tidak lebih dari 50 derajat Celcius, tambah gula satu sendok penuh. Asam lambung ku naik gara-gara ulah mu. Mengesalkan!" ketus Mylo menyerahkan kotak sampah yang tadi sempat dia peluk, sebelum akhirnya memberikan pada Olivia meski terlihat tak ikhlas.


Olivia mengabaikan aroma menyengat dari balik tutup kotak sampah, yang sedikit geleng-geleng akibat pergerakan nya. Hati sedikit lega bisa keluar dari ruangan bos songong nya.


"Apa dia pikir aku bodoh, mau-mau saja menuruti perintah nya. Mending aku lanjutkan tidur lagi sebelum mendapatkan hukuman lain." Olivia tertawa kecil setelah merasa berhasil mengelabui sang bos arogan. Sesampai nya di bagian belakang pantry, Olivia mengeluarkan plastik pelapis pada tempat sampah tersebut dan mengganti dengan yang baru.


"Oke, selesai. Baiklah Olivia, sekarang nikmati waktu mu dengan baik, sebelum bos songong itu mulai menindas mu kembali." Olivia menuju sofa di ujung gudang, meregang kan tubuh nya kemudian mulai atur posisi. Gadis itu bahkan lupa dengan susu coklat pesanan Mylo.


Sedangkan Mylo mulai gelisah, pikiran nya berbisik iblis pada nya.

__ADS_1


'Lihatlah, Oli samping itu kabur dari mu! bagaimana bisa seorang bos seperti mu di kelabui oleh seorang office girl. Ck! sungguh memalukan..!"


"Diamlah! astaga! Oli mesin, kau benar-benar menguji kesabaran ku rupa nya." Desis Mylo kesal bukan main.


Terbersit ide di kepala nya, senyum nya terbit sempurna.


"Bety, ke ruangan ku. Ini situasi darurat, jadi segera lah bergegas sesaat gagang telepon mu kau letakkan!" klik


Betran menatap nanar pada gagang telepon di tangan nya.


"Banting tidak? banting tidak? tidak! aku akan tetap jadi yang bersalah apapun alasannya. Bukan kah bos selalu benar? baiklah, mari kita lihat, situasi darurat apa yang di alami oleh pak CEO selain mengacaukan hidup Olivia habis-habisan. Gadis kecil yang malang, ish ish..." lama-lama kehidupan tenang dan waras Betran pun mulai ikut terusik akibat ulah Mylo yang selengean.


Tok tok tok


Klek


Mylo menatap Betran dengan tatapan berjuta kekesalan.


"Apa ruangan mu sekarang pindah ke lobby? kenapa lama sekali? apa kau mau aku tempat kan di pos jaga bersama pak Naruto di sana, hah?!" Betran mengurai helaan nafasnya. Menghadapi Mylo membuat nya mendadak menderita penyakit darah tinggi.


"Kepala keamanan perusahaan kita namanya pak Narto Sabdo, dia berasal dari Jember. Bukan dari Konoha, jadi jelas beliau tidak ada hubungan kekerabatan dengan makhluk tak berdarah tersebut, pak CEO yang katanya lulusan terbaik dengan nilai cumlaude." Jelas Betran dengan sabar, namun kalimat nya menyentil ruang gengsi dan harga diri seorang Mylo.


Mylo mendelik tak suka, sudut bibir Betran berkedut menahan tawa. Sungguh ekspresi yang hanya dia di dunia ini yang beruntung. Karena mengetahui sisi lain dari sang bos ter laknat tersebut.

__ADS_1


"Kau tau jika anak perusahaan di kota S sedang butuh seorang pemimpin dengan kualifikasi seperti mu. Doyan menyindir tanpa rasa takut meski pada bos nya sendiri. Kau akan di temani oleh Gergaji dan Ayla di sana. Hidup mu pasti akan lebih mendebarkan di banding kan menjadi asisten ku." Mylo menyeringai licik melihat wajah pias Betran.


Gergaji adalah Gerry sang direktur dan Ayla adalah Alya si sekretaris seksi di anak perusahaan milik keluarga Sanders tersebut.


__ADS_2