Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Perayu Ulung


__ADS_3

"Puaskan hasrat mu Lexan sayang, karena setelah semua ini berlalu, bahkan untuk menyewa ja la ng paling murah pun ,kau tak akan mampu." Noora mengetatkan rahang nya menahan batas kesabaran yang mulai menipis.


Dua Minggu membiarkan kedua insan fana itu mengenyangkan hasrat, dan merengkuh kebahagiaan sebanyak yang mereka bisa dengan cuma-cuma. Kini saat nya dia meminta harga atas pengkhianat paling rendah, dari kedua makhluk terkutuk itu. Anggap saja dia penyewa yang murah hati, memberikan sedikit kelonggaran waktu agar mereka bisa memanfaatkan kesempatan yang dia berikan dengan leluasa.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Lexan mengerang panjang dengan nafas memburu, pria itu baru saja mencapai puncak surga setelah hampir setengah jam mendaki dengan penuh peluh.


"Apa kau membawa pil mu sayang?" Tanya Lexan dengan nafas terengah-engah. Sedangkan Savina masih terbaring di atas kursi panjang tersebut, dengan kedua kaki yang masih terbuka lebar dalam keadaan tertekuk hingga ke dada nya.


"Habis, aku lupa membeli nya.." sahut gadis itu enteng, Lexan terbelalak mendengar nya.


"Apa kau gila! Bagaimana jika kau hamil, ujian mu masih 2 bulan lagi. Tunggu sebentar di sini, aku seperti nya ada menyimpan stok nya di dalam tas kerja ku." Lexan memakai boxer nya tanpa peduli jika boxer itu dalam keadaan terbalik. Pria itu berlari menuju lantai atas untuk mengambil pil kontrasepsi yang selalu dia simpan di dalam tas kerja nya.


Setelah menemukan apa yang dia cari, Lexan kembali ke kolam renang. Memberikan satu butir pil pencegah kehamilan tersebut pada Savina. Dengan wajah kesal Savina langsung menelan nya tanpa bantuan air sedikit pun.


"Kenapa kau bisa ceroboh, bagaimana jika kau hamil? Kita bisa dalam masalah besar, terutama diri mu. Pikir kan masa depan mu juga, Savina." Tekan Lexan menatap gadis yang kini terlihat menggunakan kimono milik Noora.

__ADS_1


"Aku hamil jelas siapa ayah nya, kenapa harus pusing sih. Hamil ya hamil saja, dan kakak harus menikahi ku. Aku siap menghadapi segala resiko nya, termasuk di ketahui oleh istri mu kak." Ujar Savina menantang, membuat Lexan melotot tajam.


"Jangan main-main Savina, aku tak akan meninggalkan istri ku. Ingat, hubungan kita hanya asas saling memuaskan. Aku memberimu uang yang banyak, dan kau cukup memuaskan ku. Begitu saja, tak ada masa depan untuk hubungan ini." Tegas Lexan dengan menaikkan intonasi suara nya.


Mata Savina berkaca-kaca, dia sudah terlanjur mencintai pria itu. Hati nya tak lagi mampu berpaling, bahkan sudah sejak lama dia tak bercinta dengan orang lain selain Lexan. Lexan pria pertama nya, tentu saja Lexan berbeda. Dia menggunakan seluruh hati nya kala bersetubuh dengan pria tampan itu.


Namun kini Lexan dengan lugas menjelaskan sampai di mana batasan hubungan mereka. Sungguh hati nya sangat sakit mendengar nya.


"Kalau begitu, jangan sentuh aku lagi. Kakak bisa menyewa ja la ng untuk memuaskan hasrat kakak. Aku pulang, permisi!" Lexan terlihat panik, senakal-nakal nya dia sebagai laki-laki, dia tak pernah menyentuh wanita seperti itu.


Dengan langkah lebar, Lexan menyusul Savina ke dalam rumah. Gadis itu terlihat begitu sakit hati atas perkataan Lexan barusan.


Lexan maju beberapa langkah kemudian memeluk tubuh polos Savina dari belakang.


"Maafkan aku sayang, aku hanya ingin hubungan kita tetap berjalan lancar tanpa kehadiran makhluk lain. Aku tak ingin kau merusak tubuh mu dengan kehadiran seorang bayi. Kehamilan tak mudah, apa lagi persalinan. Kau masih sangat muda, aku hanya khawatir." Ucap Lexan penuh bujuk rayuan. Telapak tangan besar itu mengusap permukaan daging yang menjadi kebanggaan Savina untuk memuaskan nya.


"Katakan jika kakak juga mencintai ku, sekali saja. Aku tau perasaan ini salah, tapi hati ku benar-benar tulus mencintai mu kak. Bahkan jika harus menjadi istri kedua kakak aku rela, asal selama nya bisa bersama kakak." Ujar Savina terisak penuh permohonan.

__ADS_1


Lexan memutar tubuh polos tersebut menghadap nya, melihat air mata Savina membuat hati nya tak tega. Bagaimana pun dia lah pria pertama yang telah merenggut masa depan gadis itu. Meski tanpa paksaan, namun tetap saja dia merasa bersalah.


Savina memberi kan mahkota nya atas dasar cinta kepada nya, namun dia anggap hanya gejolak dari jiwa remaja gadis itu. Nyata nya perasaan gadis itu bertahan hingga kini, dan malah semakin besar. Dia bingung harus berbuat apa. Di sisi lain dia masih sangat mencintai istri nya yang baru dia sadari beberapa waktu belakangan ini.


Perasaan nya pada Savina hanya sebatas kebutuhan untuk memuaskan hasrat nya saja.


"Maaf sayang, kau tau resiko nya berhubungan dengan ku. Sejak awal aku sudah memastikan nya padamu dan kau berkata tak akan menuntut apapun dari hubungan kita. Aku harap kau bisa konsisten, hubungan ini salah dan akan selalu di pandang salah oleh dunia. Aku tak ingin kau di hujat sepanjang hidup mu, jika hubungan ini terang-terangan kita perlihatkan. Jalani saja seperti ini, aku janji tak akan meninggalkan mu selama kau menjadi gadis kecil ku yang penurut. Semua kebutuhan mu adalah tanggung jawab ku, jadi ayo kita berdamai dengan keadaan. Aku juga menyayangi mu, percaya lah sayang. Lihatlah, hanya kau yang aku sentuh. Bahkan istri ku pun hingga kini tak pernah aku sentuh sama sekali. Bahkan mencium bibir nya saja aku belum pernah. Lihat lah kesungguhan ku sayang."


Ujar Lexan penuh pinta dan kesungguhan, agar savina mau mengerti akan situasi mereka.


Hubungan mereka akan di pandang aib selama nya, Savina akan di cap sebagai pelakor kecil karena telah merebut suami wanita lain.


Savina menatap dalam manik Lexan untuk mencari kesungguhan, di netra pria yang sudah membuat nya tergila-gila. Terlihat wajah penuh kesungguhan yang selalu pria itu perlihatkan pada nya, dan lagi-lagi membuat Savina luluh.


"Ayo kita mandi bersama, aku ingin mengajak mu berbelanja semua yang ingin kan. Aku milikmu selama beberapa hari ke depan." Ucap Lexan mengerling penuh arti. Savina tersenyum senang mendengar nya. Kedua insan itu akhir memutuskan untuk mandi setengah jam lebih lama, karena Lexan tak menyia-nyiakan hidangan lezat di hadapan nya begitu saja.


Ada harga untuk semua lembar rupiah nya, begitu pun dengan Savina. Lexan harus membayar mahal atas lendir nikmat yang dia berikan untuk mengenyangkan perut bawah pria itu.

__ADS_1


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


__ADS_2