
Selama tiga hari ini, ponsel Selome tampak sepi. Suara dering ponsel yang selama ini dia anggap sebagai gangguan. Kini sangat dia nanti kan. Bahkan hampir setiap menit, Selome akan mengecek ponsel nya. Padahal tak perlu mengecek pun, suara dering nya saja sudah menjelaskan, jika ada seseorang menghubungi nya.
"Ck! dasar gadis menyebalkan! apa dia terlalu sibuk dengan kekasih baru nya itu? sampai-sampai tak sempat mengirimkan aku satu pun pesan. Awas saja jika kau menghubungi ku, aku tak akan menggubris mu seperti yang sudah-sudah." Sejenak Selome terdiam. Pria itu seperti nya baru menyadari sesuatu.
Selama ini dia hampir tak pernah merespon pesan atau panggilan dari Mallika. Dia kan membalas pesan Mallika ketika sang ibu sudah menghubungi nya. Bisa di pastikan Mallika pasti akan langsung mengadu pada sang ratu hati nya tersebut.
Selome mengusap wajah kasar. Apa Mallika sudah lelah mengharapkan nya? apa gadis itu benar-benar sudah berpaling dari diri nya. Mendadak hati Selome berontak tak terima.
Dengan segala rasa gengsi, Selome mempertaruhkan harga diri nya untuk menghubungi Mallika lebih dulu. Panggilan pertama tak di respon, hati nya semakin gusar. Selome kembali memanggil hingga akhir nya di angkat.
"Kenapa kau lama sekali mengangkat nya, hah?!" seru Selome marah.
Namun suara seseorang di seberang sana membuat lidah nya langsung kaku.
"Maaf, Lika sedang di kamar mandi. Kau bisa menghubungi nya nanti.." sambungan terputus. Selome menatap ponsel nya dengan perasaan tak menentu.
Mallika sedang mandi? dan pria itu ada di sana bersama gadis itu. Dia masih ingat jika kedua orang tua Mallika masih ada di luar kota. Dengan panik Selome meraih kunci mobil nya, dia bertekad untuk menghajar pria yang sudah berani menyentuh Mallika nya.
Sepanjang jalan Selome terus mengumpat tak jelas. Para pengendara juga pedagang yang kebetulan lewat di hadapan nya pun tak luput dari umpatan nya.
"Awas saja jika kau berani menyentuh nya, akan aku patah kan kedua tangan mesum mu itu!" gumam Selome tak jelas. Ekspresi wajah nya terlihat marah dan gusar.
Setiba di rumah Mallika, pria itu masuk dengan mudah karena penjaga rumah sudah mengenal baik siapa diri nya. Langkah Selome langsung menuju kamar Mallika di lantai dua, pikiran kotor sudah memenuhi pikiran nya.
Brak
Selome membuka pintu kamar Mallika dengan kasar, sontak membuat pemilik nya terkejut juga marah di saat bersamaan.
Bagaimana tidak, diri nya tengah memakai body lotion di tubuh nya. Gadis itu hanya mengenakan pakaian da lam saja, sambil duduk manis di atas sofa.
Selome menelan ludah kasar, kala tak sengaja menatap apel import yang sedang mengkal tersebut. Penutup dada Mallika memang sedikit tidak manusiawi, itu karena dia pikir hanya diri nya saja di dalam sana. Siapa sangka ada penyusup yang akan mendobrak pintu kamar nya dengan cara seperti maling.
"Kau ini apa-apaan hah!" teriak Mallika kesal, gadis itu melirik ke sana kemari untuk mencari sesuatu guna menutupi tubuh nya. Selome yang tanggap lekas membuka jas nya, lalu melangkah mendekati Mallika dan memasang kan jas tersebut di tubuh mungil gadis itu.
"Kenapa kau menggunakan pakaian seperti ini? coba jika orang lain yang masuk, siapa yang akan menjamin keselamatan masa depan mu." Omel Selome kesal juga berusaha menutupi rasa gugup dalam diri nya.
__ADS_1
Dia sudah cukup dewasa untuk mengerti hal-hal dewasa meski tanpa harus praktikum terlebih dahulu.
"Kau saja yang kurang kerjaan, kenapa datang-datang lalu merusak pintu kamar ku? apa kau masih waras!" seru Mallika kesal gadis itu menuju lemari untuk mengambil pakaian nya. Setelah berganti pakaian di kamar mandi, Mallika kembali duduk di sofa yang tadi dia tempati.
Selome terlihat duduk di ujung sofa sambil menatap nya.
"Berhentilah menatap ku begitu, nanti kau bisa khilaf walau kau tak pernah menyukai ku. Setan maha kuasa di saat-saat seperti ini, jadi keluar sana. Ini area pribadi, kau sudah lancang memasuki nya." Usir Mallika tanpa menoleh. Gadis itu masih dendam akan sikap Selome selama ini pada nya. Dia sadar telah menjadi seorang pengemis demi mendapatkan perhatian pria dingin itu. Kini tak lagi, saat ada pria lain yang tulus memberikan nya perhatian.
Pikiran nya mulai teralih kan dari seorang Selome.
"Kau mengusirku?" tanya Selome tak percaya sambil menunjuk wajah tampan nya sendiri. Selama ini Mallika akan selalu berusaha menahan nya dengan berbagai cara. Namun kini gadis itu malah mengusir nya tanpa perasaan.
"Ya, aku mengusir mu. Aku lelah, mau beristirahat." Ucap Mallika lugas.
Mendengar kata lelah, membuat Selome tersadar alasan nya hingga berakhir mendobrak kamar gadis itu.
Dengan tatapan menyelidik, Selome menelisik arah leher jenjang Mallika. Namun tak mendapati tanda-tanda gigitan serangga liar di leher gadis itu.
"Tadi aku menelepon mu, siapa yang mengangkat nya?" tanya Selome langsung, dia tak peduli lagi pada tanggapan gadis itu. Yang penting rasa penasaran yang bercokol di hati nya segera lenyap.
"Itu gebetan baru ku, tadi dia kemari untuk memberikan ku makanan buatan ibu nya." Jawab Mallika enteng. Selome melotot kan kedua mata nya mendengar kalimat menyebalkan tersebut.
Calon gebetan? apa-apaan!
"Bukan kah mom sudah mengirim kan makanan kemari setiap hari? kenapa kau meminta orang lain yang mengirimkan makanan untuk mu. Mom pasti sangat sedih jika tau kau tak memakan makanan buatan nya." Ujar Selome mengintimidasi dengan kalimat memojokkan.
Mallika mendelik kesal.
"Aku tak meminta nya, Geko saja yang ingin memberikan nya aku tak enak hati menolak nya. Makanan dari bibi juga aku makan, jangan membuat ku terlihat seperti seorang tersangka pembunuhan." Sahut Mallika sedikit ngegas.
"Ck! katakan tak perlu lagi mengirimkan makanan kemari, kau akan tinggal di rumah selama paman dan bibi belum kembali." Putus Selome seenak jidat.
"Hei! mana bisa seperti itu, aku ada janji dengan Geko akan menonton film terbaru di bioskop nanti malam. Mana enak minta ijin pada paman dan bibi jika aku di sana. Tidak! aku di sini saja, lagi pula kenapa kau tiba-tiba berubah perhatian. Jadilah Selome yang cuek dan dingin seperti kemarin-kemarin. Agar aku bisa semakin mudah melupakan mu kak." Sarkas Mallika sudah tak lagi dapat menahan gejolak amarah nya.
Selome tercengang, Mallika benar-benar ingin move on dari nya. Kenapa hati nya sesakit ini mendengar kalimat lugas tersebut. Sungguh dia tak rela, tapi kenapa? bukankah selama ini dia selalu menghindari sosok Mallika yang seperti lem Korea ketika bertemu dengan nya.
__ADS_1
"Pulanglah kak, aku harus beristirahat." Ulang Mallika berlalu menuju keja rias untuk memakai krim wajah. Selome menatap wajah cantik Mallika yang mulai mengusik sanubari nya belakangan ini. Semakin cantik dan menggemaskan, itu lah yang dia rasakan saat ini.
Dengan langkah gontai, Selome berjalan menuju pintu keluar. Ada rasa berat untuk pergi, namun Mallika jelas telah mengusir nya. Setelah berada di dalam mobil, Selome tak langsung pergi. Sekali lagi di tatapnya kaca jendela kamar Mallika, berharap gadis itu berdiri di sana sekedar mengintip nya sedikit saja.
Namun nihil, Mallika benar-benar sudah tak menginginkan nya lagi. Membawa perasaan berkecamuk, Selome menjalankan mobil nya tak tentu arah. Pria itu memilih menuju taman kota, padahal dia masih ada meeting di kantor satu jam lagi.
Namun seperti nya suasana hati Selome belum bisa di ajak berkompromi dengan baik sekarang.
Drrttt drrttt drrttt
Dengan tatapan malas Selome melirik ponsel nya di atas kursi kayu tersebut. Tak ada niat untuk mengangkat nya, terlebih yang menelpon nya adalah sang asisten. Bisa di pastikan dia akan di suruh segera kembali ke kantor. Setelah panggilan berakhir, Selome lekas mematikan ponsel nya.
"Rasakan! pimpin saja rapat menyebalkan itu sendiri, aku sedang tidak mood melaksanakan nya. Sorry dad, aku ingin sedikit membangkang hari ini. Anak mu sedang galau hikz hikz hikz..." Selome terisak-isak dengan suara yang begitu lucu.
Pria itu terlihat begitu rapuh saat merasakan diri nya tak lagi di inginkan oleh sang kedelai kecap manis. Sungguh pria yang malang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selome masih bertahan untuk menghibur waktu senggang kalian. Tetap dukung Selomita dan kedelai kecap manis ya guys🤗🤗
Lope lope readers ku yang masih bertahan di novel remahan ini🥰🥰🥰🥰🥰🤍🤍🤍🤍🤍
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Aku punya rekomendasi novel yang oke punya, cerita nya sangat pantas untuk di jadikan bacaan favorit. Alurnya yang rapi dan gak banyak drama ikan sarden nya.
Kuy mampir, jangan lupa di subscribe yaa biar penulis nya semakin semangat 🙏🙏🤗🤗😘😘
'N
Selamat membaca 🤗🤗🤗😚😚😚
__ADS_1