Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Di renggut paksa


__ADS_3

"Kau rupa nya masih bertenaga ya..kau menghajar ku cukup kuat untuk orang yang tak makan berhari-hari." Miguel terkekeh penuh ledekan. Charlotte tak bisa berbuat apa-apa, Kungkungan tangan kokoh Miguel membuat nya kalah telak.


"Kau bajingan paling nyata yang pernah aku temui dalam hidup ku! kau brengsek! enyah kau dari sini atau aku akan membunuhmu!" Seru Charlotte penuh amarah, memaki pria itu dengan segala macam sumpah serapuh yang dia pendam selama dua minggu ini.


Miguel tertawa renyah, "apa kau yakin masih mampu membunuhku dengan tubuh lemah mu ini? kau terlihat menyedihkan Charlotte Church!" balas Miguel tersenyum meremehkan. Charlotte menatap bingung saat mendengar Miguel memanggil nama belakang nya berbeda dengan nama klan nya.


"Dasar pria gila! kau pecundang rendah yang hanya bisa mengelabuhi wanita lemah seperti ku. Entah apa tujuan mu, kau telah salah membuat keputusan bajingan! dasar banci!" Miguel tersulut emosi mendengar kalimat yang di lontarkan oleh Charlotte. Pria itu merasa di remehkan juga di rendah kan. Dengan sekali angkat kini Charlotte sudah berada di atas bahu nya. Miguel memanggul tubuh Charlotte menuju gudang. Meski terus memukul dan meronta, namun tak mampu mengalahkan kekuatan Miguel. Di tambah lagi diri nya memang sangat lemah akibat rasa lapar yang melanda.


Di dalam kamar kumuh itu lah, Miguel merusak masa depan seorang gadis tak berdosa. Hanya karena tersinggung di sebut sebagai pecundang dan pria bertulang lunak. Setelah puas menyalurkan hasrat binatang nya, Miguel tersenyum puas menatap sisa darah yang menempel pada keperkasaan nya. Dia merasa bangga telah mendapatkan hal berharga tersebut.


Meski awal rencana nya kini telah jauh melenceng, Miguel membuat rencana baru. Menjadikan Charlotte sebagai pemuas bi ra hi nya selama diri nya belum bisa menyentuh sang kekasih hingga halal.


"Kau akan selama nya menjadi budak na f su ku, ingat itu Charlotte! hanya ini pekerjaan yang pantas untuk mu, agar semua hutang-hutang keluarga mu terbayar lunas meski seumur hidup tak akan mampu kau lunasi! ibu mu membunuh ibu ku, dan ayah mu telah membuat ibu layak nya seorang ja l ang. Nikmati hukum karma ini dengan hati yang lapang, karena penderitaan mu masih panjang." Desis Miguel mencengkeram erat pipi Charlotte hingga memerah.


Charlotte memalingkan wajah nya susan payah, dia tak sudi menatap pria itu.


"Apa salah ku pada mu Migu? bukan begini kesepakatan awal kita. Kau berjanji akan menolong ku lepas dari perjodohan, tapi malah kau yang menghancurkan kehidupan ku. Kenapa?" ujar Charlotte terisak dalam kesedihan nya. Miguel adalah sahabat nya, dan mengenal baik kedua orang tua nya. Lalu kenapa pria itu menuduh sang ayah dan juga ibu nya melakukan hal yang kejam?

__ADS_1


Ibu nya adalah wanita lembut dan penyabar, lalu ayah nya juga seorang pria yang begitu hangat dan sangat mencintai keluarga nya. Mana mungkin sang ayah tega mengkhianati ibu nya.


"Karena ibu mu, ibu ku mati, karena ibu mu, aku dan adik ku kehilangan sosok ibu kandung. Aku memang membenci nya, tapi setelah segala kebaikan nya, aku sangat menyesal tak pernah memberikan nya meski sekedar pelukan singkat. Dan ibu mu sudah merenggut nya dari kehidupan kami. Dan kau harus membayar!" Miguel keluar dari kamar sempit itu setelah puas menyalurkan hasrat nya pada Charlotte dengan cara brutal.


Wanita itu hanya bisa menangis, meratapi nasib nya yang entah sampai kapan akan menjadi sandera Miguel. Mahkota yang dia jaga telah di renggut paksa dengan cara menjijikkan.


"Kau brengsek Miguel! aku membenci mu!" Teriak Charlotte terisak, Miguel menatap daun pintu yang baru saja dia kunci agar tak satu pun orang dapat membuka nya.


Dua hari hidup nya benar-benar siksaan, Miguel terus menggumuli nya sesuka hati pria itu. Tubuh nya terasa remuk redam. Miguel tak memberi jeda meski Charlotte selalu memohon untuk berhenti. Suara rintihan kesakitan dan permohonan Charlotte seolah suara yang begitu merdu di telinga nya, hingga membuat nya ingin lagi dan lagi.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷


Satu bulan sejak kejadian yang menimpa nya, Charlotte sudah pasrah akan takdir nya. Berharap kematian akan menjemput nya, namun hingga satu berlalu diri nya masih berdiri kokoh menatap ujung jalan berharap ada orang baik yang akan muncul dari sana.


Miguel mengirimkan banyak persediaan makanan untuk nya, tentu saja dengan cara yang tak Charlotte ketahui. Tumpukan makanan tiba-tiba muncul di teras kabin tanpa tau siapa yang menaruh nya.


Sejak satu minggu lalu, Charlotte mengalami mual muntah tak karuan. Seperti pagi ini, Charlotte kembali memuntahkan makanan nya hingga lambung nya perih.

__ADS_1


"Astaga! apa yang terjadi pada ku...apa ini karena aku terus menerus memakan makanan kemasan. Cih! Dasar pengawet sialan!" maki Charlotte kesal. Hampir dua bulan ini diri nya hanya memakan makanan kaleng dan makanan kemasan lain. Sungguh membosankan namun hanya itu pilihan nya jika ingin tetap bernafas.


Di sisi lain kapal kecil ada sepasang suami istri sedang menikmati indah nya bulan madu. Kedua nya memutuskan untuk mampir ke pulau kecil karena terlihat sangat indah dari kejauhan. Dan sang istri sedang mengidam ingin berfoto di sana.


"Apa kau sudah menemukan spot yang bagus sayang?" tanya sang suami menatap istri nya yang terlihat terus melakukan pose terbaik nya, guna menutupi sebagian wajah nya dari terpaan kamera.


"Aku seperti nya ingin berfoto lebih ke dalam, apa boleh kita mampir sebentar? aku yakin pemilik nya tak akan marah apa lagi jika tau aku sedang mengidam." Ujar sang istri dengan nada memohon.


"Baiklah, sebelum berfoto kita harus meminta ijin terlebih dahulu. Ini pulau pribadi sayang, lihat tanda itu. Di larang masuk, area pribadi." Tunjuk sang suami lada sebuah papan kayu di dekat dermaga.


"Baiklah, ayo kita cari sang pemilik pulau pelit ini." Dengus si istri sedikit kesal, dia hanya ingin berfoto saja namun sudah seperti akan mencuri.


Setelah berjalan hampir 15 menit, ke-dua nya melihat sebuah kabin depan beberapa tanaman bunga liar yang sangat indah di dalam kaleng kemasan sebagai pot nya.


"Lihat sayang, aku bisa meminta bunga itu juga sekalian. Lumayan untuk menambah koleksi ku di villa." Sang suami hanya bisa menggeleng pelan, melihat tingkah lucu istri kesayangan nya.


"Bukankah tadi ada yang bilang hanya ingin berfoto saja? kenapa jadi melenceng dari rencana..." goda si suami tersenyum jahil pada sang istri.

__ADS_1


__ADS_2