Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Pengantin Arwah


__ADS_3

"Apa kau bahagia di sana? Apa ada pria tampan nya juga? Tolong jangan dekat-dekat dengan arwah pria lain, aku akan menyusul mu setelah ini. Kita akan menjadi pasangan kembali, bukan lagi sebagai sahabat tapi sepasang pengantin yang saling memiliki." Charlotte bingung harus menjawab apa, dia pun belum pernah berkunjung ke dunia para arwah. Jadi dia mana tau jika ada arwah pria tampan atau tidak nya di sana.


"Kenapa kau hanya diam? Apa kau masih marah padaku? Apa kau membenciku?" Cecar Miguel kembali menangis. Sungguh Miguel yang angkuh kini berubah menjadi pria paling cengeng yang pernah ada. Charlotte meringis mendengar pertanyaan Miguel, hati nya memang masih sakit namun untuk membenci dia tak bisa.


Hingga sebuah tendangan super mengenai perut Kotak-kotak nya di balik jas dan kemeja putih. Miguel tersentak kaget, lalu mengurai pelukan nya. Tatapan mata nya menyorot penuh selidik pada Charlotte lalu menurunkan pandangan nya ke arah perut wanita itu.


Terlihat perut Charlotte yang membuncit indah, dan dia baru menyadari nya.


"Kau_sedang_ hamil?" Tanya Miguel terbata.


Charlotte lagi-lagi hanya mengangguk pelan.


"Dia pasti anak ku kan? aku melakukan nya berkali-kali tanpa pengaman. Astaga! Lihatlah Chalot, kau mengandung anak ku, anak kita.." kini Miguel tertawa di sela sisa tangis nya.


"Jadi jangan berpikir untuk menerima arwah pria lain, aku akan segera menyusul mu. Tunggu sebentar.." Miguel terlihat mencari-cari sesuatu, hingga mata nya melihat sebuah pisau pemotong kue pengantin. Pria itu bergegas mengambil nya. Lalu kembali menuju di mana Charlotte berdiri.


"Lihat ini, ini akan menjadi jalan untuk mempersatukan kita di akhirat nanti. Aku akan terus bersama mu mulai sekarang." Charlotte terlihat panik namun dia tak tau harus berbuat apa, bagian nya hanyalah diam tanpa melakukan apapun. Itu adalah perintah para nyonya di belakang layar sebelum diri nya mulai berlakon sebagai arwah penasaran.


"Tapi,... aku ingin kita menikah dulu di dunia nyata, aku tak punya cincin. Tapi punya ini, kau ingat dulu kita membeli nya couple di Lombok? Kita bertukar saja sebagai pengganti cincin pernikahan, tidak apa-apa bukan?." Miguel melepaskan gelang titanium dari pergelangan tangan nya lalu mencopot milik Charlotte.

__ADS_1


"Andai ada seorang pastur di sini..." Lirih Miguel mulai terlihat semakin menggila.


"Tuan muda, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pria paruh baya dengan jubah kebesaran nya. Seorang pastur yang entah muncul dari mana tiba-tiba sudah berada di sana.


"Kenapa anda berbeda dengan romo yang tadi?" Tanya Miguel penasaran.


"Karena kami berada di tempat yang berbeda." Jawab Romo Benny ambigu seraya tersenyum simpul.


Benar kan? Diri nya berada di lantai atas itu dan Romo palsu tadi berada di lantai bawah, meski sekarang sudah berada di sana juga bersama yang lain di ruang belakang. Jelas tempat mereka berbeda, namun Miguel menanggapi lain maksud perkataan sang Romo. Dia pikir Romo tersebut juga merupakan arwah penasaran. Senyum nya semakin lebar.


"Kalau begitu tolong nikahkan aku dengan wanita cantik ini, anda pasti bisa melihat nya kan Romo? Dia juga arwah seperti anda, aku ingin bersama nya kelak di akhirat. Ini sebagai tanda untuk mengganti kan cincin pernikahan. Tolong berkati gelang ini." Ujar Miguel menyerahkan dua gelang couple tersebut.


"Aku punya dua cincin pernikahan, dan ini hanya bisa ku berikan pada pasangan cinta sejati seperti kalian. Sudah lama aku membawa nya ke sana kemari, sekarang aku telah menemukan pasangan calon pengantin yang cocok dan sempurna. Jika pas di jari kalian, arti nya cinta kalian abadi meski berada di dunia yang berbeda. Dan kalian harus saling setia meski tak bisa bersama, cobalah." Ujar sang Romo menyerahkan dua kotak cincin yang begitu indah.


Sang Romo benar-benar mendalami peran dan karakter nya dengan sedemikian rupa. Tak terlihat kegugupan di wajah nya, kata-kata nya mengalir lancar bagai air mengalir sampai jauh.


Miguel meraih nya walau ragu, dan mulai membuka lalu mengambil satu cincin berlian yang sangat cantik.


Setelah di selipkan di jari Charlotte, Miguel tersenyum puas.

__ADS_1


"Cocok sayang, arti nya kita adalah pasangan sejati." Seru Miguel antusias.


Lalu mulai memberikan cincin satu nya agar di selip kan oleh Charlotte di jari manis nya.


"Lihat, ini pas Romo. Arti nya cinta kami akan abadi, bukan?" Seru Miguel lagi-lagi dengan begitu antusias. Romo Benny hanya mengangguk pelan, sekarang peran nya hampir usai. Dia harus segera menyelesaikan pemberkatan tak biasa tersebut, diri nya sudah tak tahan lagi ingin tertawa lepas.


Wajah polos Miguel begitu sempurna untuk di tertawakan. Romo juga manusia biasa, punya salah dan khilaf nya sendiri. Seperti sekarang, berperan sebagai seorang arwah agar skenario keluarga tersebut berjalan lancar. Sekali lagi, dia hanya membantu umat untuk mencapai sesuatu yang baik meski dengan cara yang sedikit nyeleneh.


Lalu pemberkatan dua anak manusia yang salah satu nya di sangka arwah pun terjadi. Selesai mengucapkan janji suci, Miguel mencium kening pengantin nya kemudian mencium lembut bibir yang sangat dia rindukan itu.


"Kau istri ku sekarang, jangan tergoda dengan arwah pria lain. Aku akan menyusul mu dan calon anak kita." Ujar Miguel setelah puas membuat bibir tipis Charlotte terlihat membengkak.


Saat akan mengiris pergelangan tangan nya, tiba-tiba pukulan keras menghantam tengkuk nya. Kesadaran Miguel perlahan menghilang, namun pria itu malah tersenyum lebar. Dia pikir diri nya kini tengah otw menuju akhirat untuk bertemu dengan Charlotte dan calon anak mereka.


Miguel terbangun di dalam kamar nya, seperti tak terjadi apapun. Hanya tengkuk nya saja yang terasa sedikit berat. Terang saja, semalam tengkuk nya di pukuli oleh tongkat baseball cukup keras oleh Resy. Wanita itu benar-benar membalas rasa sakit sang menantu dengan sepenuh hati.


"Kenapa aku bisa berada di kamar, bukan kah seharusnya aku berada di alam lain bersama istri ku. Chalot?" Miguel teringat akan pemberkatan nikah tak biasa nya semalam lalu menatap jari manis untuk memastikan jika diri nya tidak sedang bermimpi. Benar saja, cincin yang sama masih melingkar di jari manis nya.


Senyum Miguel mengembang sempurna, lalu teringat akan perkataan sang Romo. Jika mereka akan menjadi pasangan abadi jika cincin itu cocok di jari mereka. Dan lihatlah, cincin itu masih terpasang sempurna di sana. Artinya, pernikahan tersebut benar-benar terjadi meskipun hanya di berkati oleh arwah seorang Romo. Miguel mencium cincin nya berkali-kali.

__ADS_1


Miguel kembali teringat sebelum kesadaran nya benar-benar menghilang. Romo berpesan agar dirinya tak melakukan hal konyol dengan bunuh diri atau semacam nya. Karena dia tak akan di pertemukan dengan sang istri di alam sana.


__ADS_2