
Terlihat tiga orang wanita tengah menikmati makan siang di sebuah restoran di sebuah mall.
"Apa Noora pernah menghubungi mu, kak?" Tanya Mishy di sela makan nya.
Resy menggeleng pelan kemudian menatap besan mereka, yang juga tengah mengangkat bahu seraya menggeleng pelan. Mishy mendesah melihat gelengan kedua wanita paruh baya tersebut.
"Kenapa? Apa Noora ada masalah?" Balas Resy bertanya penuh selidik. Jiwa detektif nya tiba-tiba mencuat keluar saat melihat gelengan sang adik.
"Tidak, aku hanya merindukan cucu kita itu. Setelah menikah, Noora seperti menjaga jarak dengan kita. Apakah mungkin itu hanya perasaan ku saja." Ungkap Mishy terselip kecemasan di wajah yang sudah tak lagi semulus dahulu. Kerutan halus terlihat di wajah wanita itu, namun tetap memperlihatkan aura kecantikan yang hakiki.
"Kau terlalu merindukan nya, itu kenapa pikiran mu jadi berpikir terlalu jauh. Noora memang tak pernah menelpon, tapi masih bertukar kabar melalui pesan singkat. Mereka sedang menyelesaikan beberapa hal di kantor, baru akan melakukan bulan madu sesuai rencana. Ku dengan Noora sangat ingin berbulan madu ke Hawaii, jadi tak perlu mencemaskan apapun. Cucu kita sedang menikmati manis nya awal-awal menjadi pengantin baru." Terang Resy menenangkan hati sang adik.
Meski begitu, hati nya pun tak tenang. Sejak pagi pertama setelah pernikahan sang cucu, sikap Noora begitu berubah dingin dan acuh.
"Mungkin saja, aku terlalu mencemas kan padahal cucu kesayangan kita itu sudah menikah. Lexan pasti akan menjaga nya dengan baik." Timpal Mishy mulai terlihat tenang.
Ketiga wanita itu mulai menjelajahi beberapa store yang menjual beberapa kebutuhan dalam para wanita.
"Kau yakin kita akan masuk ke sana? Maksud ku, usia kita seperti nya sedikit tidak cocok." Ucap Maria ragu-ragu. Wanita kalem dan lemah lembut itu memang terlihat lebih keibuan di tambah usia yang menunjang. Namun tidak dengan Mishy dan Resy, kedua wanita itu tak pernah mau ketinggalan update jaman.
__ADS_1
"Tidak, Maria besan terkasih ku. Justru di usia kita yang sedikit menua ini, harus semakin cetar membahana terutama urusan yang satu ini. Bayangkan saat tuan Lochlan membuka penutup bagian luar mu, pria tua itu akan langsung terpana melihat benda ajaib kita. Dengan renda yang indah serta transparan, tuan Lochlan akan lupa berapa usia nya." Ujar Resy merangkul sang besan yang terlihat ragu, namun kini berubah merona akibat kalimat vulgar yang tak biasa dia dengar.
Maklum lah, wanita itu adalah tipe ibu rumah tangga sejati. Hanya bergabung dengan arisan komplek itupun karena tuan Lochlan yang meminta nya, agar bisa bersosialisasi dengan warga sekitar. Selebihnya kegiatan Maria hanya lah mengurus rumah tangga, suami serta anak semata wayangnya.
"Sekarang ayo kita borong benda keramat di dalam sana, kakak ku akan mentraktir kita berdua. Benar kan kak?" Resy melotot kesal. Bisa-bisa nya dia yang di jadikan tumbal oleh sang adik. Mengingat jika Mishy bisa menghabiskan ratusan juta sekali berbelanja, membuat Resy meringis ngilu.
Dengan senyum penuh keterpaksaan, Resy mengangguk. Ketiga nya masuk ke sana layak nya tiga wanita muda yang sedang berburu. Memilih apa saja yang sekira nya terlihat seksi dan cocok. Maria sendiri kebingungan, hampir semua yang dia lihat seperti jala. Dia bahkan bingung bagaimana cara memakai nya nanti.
"Besan, apa kau mau yang ini? Astaga! Lihat kak, besan kita ini ternyata diam-diam menghanyutkan. Lihatlah pilihan nya, sungguh mencengangkan." Seru Mishy heboh, membuat Resy yang sedikit di depan dan terhalang pandangan nya berputar arah.
"Wow! Siapa anda nyonya?" Sambung Resy membuat Maria salah tingkah dan panik. Dia hanya sekedar melihat guna mempertimbangkan kegunaan benda tersebut. Yang menurut nya sama saja seperti tak memakai dalam an.
Resy memilih beberapa pasang dalam an tersebut sebagai hadiah untuk sang besan. Saat sudah merasa cukup, Resy mulai berputar arah. Namun pemandangan di hadapan nya membuat wanita itu terpekur di tempat nya. Kala melihat siapa yang baru saja masuk ke store tersebut. Kedua insan saling merangkul mesra dan sesekali bertukar canda.
Kepala Resy memanas kala melihat sang pria mengecup mesra bibir si wanita. Jika saja tidak di tempat umum, wanita itu akan membuat sedikit perhitungan pada dua makhluk terkutuk itu. Resy panik kala teringat akan sang adik juga besan nya. Dengan langkah lebar, Resy mencari keduanya. Dan setelah berjumpa, Resy mengambil beberapa barang yang berada di tangan Mishy.
"Kak kenapa kau menarik ku?" Gerutu Mishy kesal. Maria yang bingung hanya diam saja, mengikuti langkah lebar kedua besan nya.
"Mbak, semua belanjaan ini atas nama saya. Antar ke alamat ini, dan pembayaran nya akan saya transfer seperti biasa." Wanita di depan meja kasir tersebut hanya mengangguk paham. Resy adalah langganan mereka tentu mereka sudah sangat paham bagaimana prosedur nya.
__ADS_1
Setelah keluar dari store pakaian dalam, Resy langsung mengajak Mishy dan Maria menuju parkiran. Wanita itu masih belum mengatakan apapun, diam nya membuat Mishy mencoba untuk mencerna situasi. Apa kah sang kakak melihat suami nya berjalan dengan wanita lain? Sehingga membuat wanita galak itu terlihat sangat murka, namun tetap berusaha bersikap tenang di hadapan nya dan Maria.
Sepanjang perjalanan tak ada yang membuka suara, Maria pun hanya diam saja. Dia pikir mungkin saja sang besan ada keperluan mendadak. Setiba di depan gerbang rumah keluarga Lochlan, Resy meminta maaf sebab terburu-buru membawa mereka pulang, dia sedang teringat akan janji nya dengan seseorang yang sudah lewat selama dua jam.
"Maaf kan aku, besan. Lain kali aku akan membawa kalian lebih lama, kita akan menonton film action yang akan rilis seminggu lagi." Ucap Resy tak enak hati.
"Tak apa aku paham, lupa sudah menjadi bagian dari para lansia seperti kita." Seloroh wanita itu lurus tanpa tau maksud sebenarnya.
Setelah memutar arah kemudi, Mishy terlihat bingung. Sang kakak mengarah kan mobil kembali ke rute awal menuju mall yang sama.
"Katakan sesuatu kak, atau aku akan membuat kekacauan di dalam mobil jelek mu ini." Ujar Mishy tak main-main. Wanita itu selalu geram jika sang kakak memiliki sebuah rahasia dan tak melibatkan nya.
"Aku ingin kau melihat nya sendiri, dan kali ini aku ingin kau yang menjadi perencana dan aku sebagai eksekutor nya." Jawab Resy terlihat serius. Wanita itu mengemudi seperti orang kesetanan, melewati lampu merah tanpa peduli suara klakson bersahutan. Yang dia yakin, suara klakson tersebut mewakili pengemudi nya. Yang kini pasti tengah memaki nya habis-habisan.
"Kak, pelan kan langkah mu." Protes Mishy kewalahan. Wanita itu terlihat kesusahan mensejajarkan langkah'nya dengan sang kakak.
"Jika kita sedang di serang, kau orang pertama yang akan tewas di tempat. Cepat sedikit, kau bisa membuat kita kelewatan pertunjukan jika langkah mu seperti keong." Ketus Resy tanpa menoleh, tak tau jika Mishy kesusahan mencapai nya karena wanita itu menggunakan high heels 5 cm. Sedangkan Resy menggunkan sepatu kets di padukan dengan celana jeans. Tentu saja langkah nya bisa lebih lebar ketimbang Mishy yang menggunakan dress dan sepatu ber_hak lumayan tinggi.
Mishy menggerutu tak jelas, menuju pintu masuk ke dalam gedung mall.
__ADS_1
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹