
Kembali ke masa kini, Resy tertidur setelah mengoceh panjang lebar sambil menggenggam erat tangan dingin adik nya.
Seorang wanita mengerjab kan kedua mata nya, silau nya cahaya lampu membuat nya kesulitan untuk melihat dengan jelas.
"Ha_us...to_long..." Suara lirih nya membangun Resy yang baru saja merajuk mimpi indah dengan si brondong yang telah membuat hati nya terpanah berkali-kali.
Setelah mengucek kedua mata nya, Resy terlonjak kaget hingga jatuh terjungkal ke lantai.
"Auww...ashhh..sakit nya.." keluh Resy mengusap bokong nya yang baru saja mencium ubin.
"Kau..bangun..ya ampun kau benar-benar bangun..dokter angkuh itu harus melihat ini, berani-berani nya dia meremehkan keajaiban serum ku yang sudah berhasil menghidupkan kucing sialan nya itu." Oceh Resy tanpa tau jika wanita di hadapan nya itu menatap nya dengan tatapan lain.
"Aku akan memeriksa mu sebentar..." Resy mulai mengambil stetoskop nya lalu mulai memeriksa kan pasien nya. Mengambil sampel darah dan menyimpan nya di dalam semacam kotak inkubasi.
"Kau_ si_apa?" Deg!
Resy menoleh lalu menetralkan raut wajah nya, wajar saja. Empat tahun bukan waktu sebentar membawa sang adik dari alam baka.
"Aku kakak mu, kau adalah adik ku. Tidak usah banyak berpikir, nikmati aroma dunia ini dan tersenyum lah sedikit untuk ku. Aku berjuang keras membuang semua nurani dan harga diriku demi diri mu. Jadi jangan membuat ku ketakutan dengan tatapan mata mu itu. Kau membuat ku seperti berada di dalam film horor." Celoteh Resy mengurai rasa takut nya. Kalimat Regy tempo hari rupa nya berhasil membuat nyali nya menciut.
"Aku_ haus.." Resy segera mengambil botol air milik nya.
__ADS_1
Resy menatap horor pada botol minum nya yang bermuatan 1 liter. Dia baru meminum nya tak sampai seperempat, dan lihat lah. Botol itu kosong melempong. Dengan tangan berkeringat, Resy menekan nomor panggilan cepat yang tertera nama Regy songong di dalam nya. Dia mulai merasa ketakutan.
"Aku_lapar.._" Deg! Jantung Resy berdetak kencang dan mulai tak beraturan. Nafas nya sedikit sesak dan dia butuh teman sekarang.
"Halo? Halo? Jika kau hanya berniat mengerjai ku lebih baik kau suntik mati diri mu Resy! Kau mengacaukan nikmat nya malam panasku dengan suamiku!" Regyta benar-benar marah, sedang asyik memadu kasih malah di ganggu dengan suara ponsel nya yang berisik.
"Halo Regy, jika kau mematikan nya besok kau akan menemukan ku hanya berupa potongan tulang. Mishy bangun, dan dia meminta minum darah segar juga daging mentah padaku. Cepat lah kemari, sebelum seisi rumah sakit ini menjadi tulang belulang besok pagi." Klik
Regy berusaha mencerna kalimat cepat Resy di tengah godaan tongkat sakti sang suami yang masih menjulang tinggi.
"Astaga! Sayang, maaf kan aku. Di kamar mandi ada stok sabun cair, lakukan sendiri oke..pasienku berubah menjadi mayat hidup. Aku harus pergi sekarang, banyak nyawa yang sedang di pertaruhkan." Sang suami hanya melongo menatap miris milik nya yang malang.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
Regy masuk dengan keringat bercucuran, nafas nya ngos-ngosan tak karuan. Namun pemandangan di depan nya membuat nya ingin sekali memasukkan Resy ke dalam panas nya api kremasi.
Resy tengah menyantap makanan cepat saji dan seorang pasien tengah menguyah bubur instan buatan Resy. Resy menyuapi sang adik dengan telaten. Satu tangan nya menggenggam sepotong ayam goreng.
"Kau! Benar-benar wanita gila tak tertolong lagi!" Regy berlari ke arah ranjang Mishy kemudian menarik pergelangan tangan Resy dan menghempas nya ke dinding. Wanita itu memukul Resy dengan brutal, pukulan ala emak-emak berdaster. Resy hanya menangkis nya tanpa melawan.
"Dasar kau wanita gila! Bisa-bisa nya kau membuat ku gagal bercinta malam ini, apa otak mu sudah rusak hah?!" Resy tertawa renyah lalu menarik Regy menuju ranjang.
__ADS_1
"Periksa dia, apa kau lupa aku ini mantan dokter kandungan? Aku sudah mengambil sampel darah nya, kau lanjut kan bagian mu. Ingat, aku menjual tubuh ku untuk membuat nya hidup kembali, jadi hargai lah sedikit hasil kerja keras va gi na dan ***** ku selama ini. Syukur-syukur lubang nya masih bisa sekedar menjepit. Aku khawatir akan los tanpa rasa sama sekali." Ucapan ngelantur Resy mendapatkan pukulan stetoskop dari Regy.
Benar memang, selain memiliki kelainan se k sual, si pria sering menggunakan alat bantu se ks untuk membuat fantasi nya bekerja liar. Menyatukan milik nya bersamaan dengan memasukkan akat tersebut. Beruntung milik nya tak sampai robek. Hanya saja dia khawatir tak akan bisa lagi bekerja normal saat ada pria bodoh yang mau menikah dengan nya kelak.
"Aku lelah, gagal bercinta membuat semangat ku down. Pergilah ke lab, cek darah lengkap. Aku ingin berbaring dengan mayat hidup ini di sini, aku harap dia tak menyukai daging ku. Mengingat ada bekas liur suami ku di beberapa titik tertentu." Ucap Regy menyeringai ke arah Resy.
Melihat seringai penuh ejekan membuat Resy berdecih kesal.
Aku harap pasien mu berubah jadi zombie saat aku pergi nanti, waspada lah jangan sampai tertidur." Balas Resy tersenyum smirk.
"Jangan menakutiku, lagi pula wajar jika dia masih linglung. Besok pagi dia akan mulai beradaptasi dengan suasana dunia ini. Ini karena dia terlalu lama di alam kematian, jadi sedikit bingung saat melihat kita tak melayang di udara." Ujar Regy asal.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
Dua minggu sudah setelah kebangkitan kembali Mishy, Resy nampak mulai membenahi apartemen nya yang lama dia tinggal kan.
"Kenapa kau lama sekali tak pulang? Aku khawatir tak memiliki tetangga tempat ku mengadu dan kabur dari suami gila ku itu." Celoteh Sima sembil membenahi ruang tamu. Wanita itu menawarkan diri untuk membantu Resy membersihkan apartemen nya.
"Aku akan pindah setelah aku kaya raya, aku tak mau pindah dan tinggal di perumahan kumuh." Tutur Resy sombong membuat Sima berdecak sebal.
"Lalu kapan kau akan kaya jika kau hanya pegawai butik? aku yang bekerja di perusahaan swasta saja masih miskin hingga sekarang." Ujar Sima berkeluh-kesah.
__ADS_1
"Itu karena kau bodoh. Membiarkan suamimu menguasai penghasilan mu sesuka hati nya. Jadi lah wanita kuat, tak selama nya kau bisa mengandalkan seorang pria meski dia adalah suami mu. Terlebih jika suami mu itu seperti binatang." Ketus Resy tanpa peduli wajah cemberut Sima.
"Aku mencintai nya, mau gimana lagi. Bodoh ya tinggal bodoh saja. Aku juga heran kenapa aku kasih mau bertahan sejauh ini. Apa otak ku sudah geser akibat selalu di pukuli?" Sima terlihat tengah berpikir. Resy menggeleng pelan, benar-benar wanita bodoh batin nya mengumpat kesal.