
"Maaf kan aku pa, Gisel tidak pernah menurut pada ku. Anak itu selalu membangkang dan melawan segala didikan yang ku berikan. Aku menghukum nya agar dia menyesal atas sikap buruknya dan tak mengulangi nya lagi. Aku sungguh tak bermaksud apa-apa, Gisel juga putri ku bagaimana aku bisa tega pada nya." Elak Sela panik. Wanita itu bersimpuh di kaki Roky memohon belas kasih.
"Aku bersyukur Gisel tak mengikuti jejak didikan mu. Lihatlah bagaimana Jihan yang mengikuti didikan mu, anak itu memiliki temperamen yang buruk. Ingin menguasai milik orang lain tanpa rasa malu. Aku ragu jika Jihan adalah benih seorang Sanders. Meski Resy merupakan anak kandung ku yang memiliki sifat serupa, itu karena didikan nya berasal dari wanita seperti mu." Tuding Roky menohok telak.
"Bukan kah Gisel anak pembawa sial? Gadis tak benar? simpanan om-om? Astaga Sela, apa otak mu sudah rusak? Kau mengotori pikiran anak-anak mu dengan kata-kata yang tak sepantasnya. Dari cara Jihan berbicara, sudah jelas bukan sekali dua kali kalian melakukan hal buruk pada anak ku yang malang. Kau benar-benar ibu berhati iblis Sela. Tunggu saja surat panggilan dari pengadilan, rumah ini akan akan tetap menjadi milikmu. Kau tenang saja, kau tidak akan menjadi gembel setelah menjadi janda seorang Roky Sanders." Roky beranjak dari duduknya meninggalkan Sela yang masih mematung dalam simpuh nya.
Wanita itu di landa syok luar biasa, ketakutan demi ketakutan mulai menghantui nya bagai arwah penasaran. Membayangkan menjadi seorang janda membuat otak nya mendadak bleng.
"Tidak! Ini tidak boleh terjadi! Roky akan tetap bersama ku apapun yang terjadi. Aku lebih rela kehilangan Jihan juga Indri jika harus memilih. Aku tak mau kehilangan semua yang sudah aku perjuangkan selama ini. Tidak!" Gumam Sela seperti orang yang mulai kehilangan kewarasan nya.
Seseorang menatap dengan senyum miring di ujung ruangan. Kini tugas nya di rumah itu akan segera selesai. Dengan sekali ketuk, layar ponsel nya langsung menampil kan nomor kontak seseorang yang memperkerjakan nya di sana.
"Halo?"
"Semua berjalan mulus, apa lagi yang harus aku lakukan? Jika di suruh mengintip orang bercinta, aku lebih baik tidur. Jadi rencana kan tugas lain, atau aku akan benar-benar pergi dari rumah rasa neraka ini." Ancam nya pada seseorang yang baru saja dia hubungi.
Suara tawa renyah di ujung sana membuat bibir si penelepon berlipat tak senang.
"Baiklah, tugas mengintip mu sudah selesai. Aku khawatir itu akan menjadi habit untuk mu kelak." Tawanya kembali menguar membuat si penelepon ingin sekali menyimpul kan sepatutnya pada mulut si pemberi tugas tak berakhlak tersebut.
"Aku melakukan nya atas perintah mu, enak saja. Aku masih normal. Aku bisa melakukannya dengan kekasih ku jika aku mau, aku bukan ras para wanita murahan di rumah ini." Ujar nya jengkel karena terus di ketawai.
"Oke, oke, jangan marah. Kau bisa mengajukan resign sekarang juga. Jangan lupa semua barang bukti itu, aku merindukan wajah mu tanpa menggunakan topeng sialan itu sayang. Cobalah untuk menemui ku tanpa menggunakan nya, aku geli jika mencium bibir silikon mu itu." Si pria kembali tergelak di ujung sana.
"Dasar tua bangka mesum! Jika saja aku tak mencintai mu, aku tak akan melakukan semua ini. Dasar pria tua sialan!" Bip!
__ADS_1
Panggilan di putus kan secara sepihak. Si wanita menatap jengah pada tampilan wajah nya di depan cermin.
"Andai bukan karena mu, Rosy Sanders sialan. Aku tak akan mau melakukan peran ganda seperti ini. Awas saja jika rumah sakit mu tak jadi kau berikan padaku. Ku lubangi lidah berbisa mu itu hingga tak bisa lagi membelit lidah tua Harland si budak cinta gila itu." Umpatan demi umpatan terlontar dari mulut nya. Namun bukan karena kebencian, namun begitulah cara mereka menjalin persahabatan.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
Rosy terlihat begitu bahagia, kini mereka tengah berkumpul di meja makan untuk merayakan banyak hal yang tak sepatutnya di rayakan. Namun bagi nya itu cukup layak untuk di rayakan.
Roky berdiri dengan gelas wine di tangan nya. "Terimakasih atas undangan makan malam ini, aku ingin mengumumkan pernikahan ku dengan Andin akan di laksanakan setelah ketukan palu bergema di ruang sidang. Mungkin tidak akan mewah, hanya akan ada para kerabat dan sahabat dekat saja. Kami sepakat untuk merayakan resepsi setelah satu tahun pernikahan. Semoga saja selama satu tahun itu aku masih bisa menghasilkan benih unggul agar istri ku tak berpaling dari suami tua nya ini kelak."
Kekeh Roky dalam sesi pidato singkat nya, wajah Andin bersemu merah. Sedangkan Gisel teramat sangat bahagia, bukan nya dia mau durhaka, namun mengingat bagaimana perlakuan sang ibu kandung, Gisel lebih memilih Andin dari pada sang ibu kandung.
Terakhir yang Gisel ingat dengan jelas, bagaimana ibu nya menginjak bagian kema*luan nya hingga meninggal kan jejak memar, hanya karena mengatakan jika Bram menggerayangi tubuh nya di dapur.
Sungguh Gisel tak habis pikir, ibu nya lebih membela orang lain dari pada anak nya sendiri.
Suara tepuk tangan memenuhi ruang makan keluarga Pratama. Semua menyambut dengan suka cita kabar tersebut.
Ting Ting Ting
Suara dentingan gelas yang di ketuk dengan sendok mengalihkan atensi semua orang. Rupa mya Nathan pun tak ingin kalah start dengan sang ayah mertua.
"Aku juga punya sedikit pengumuman penting." Nathan menjeda kalimat nya, pria itu menatap dalam pada sang kekasih. Senyum Mishy seolah menguatkan nya.
Sebelum melanjutkan kalimatnya, Nathan sejenak menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Aku ingin mengajukan gugatan perceraian ku dengan Resy dalam minggu ini. Aku harap keputusan ku ini tak melukai hati kalian semua. Sekedar informasi, Resy sekarang tengah mengandung. Namun bukan benihku, melainkan benih pria lain. Maaf jika kata-kata ku terkesan merendahkan Resy di hadapan kalian semua yang merupakan keluarga nya. Namun aku tak bisa mengakui sesuatu yang bukan milik ku. Sekali lagi maaf kan aku, pa."
Tatapan Nathan kini beralih ke Roky yang juga tengah menatapnya intens.
"Tidak apa-apa nak, tak baik memaksa kan sesuatu. Kau sudah benar, jangan memaksa kan diri mu untuk menjalani pernikahan yang tidak sehat sedari awal. Papa akan selalu mendukung mu, jadi anggap papa ini papa mu juga meski nantinya kau resmi berpisah dari Resy." Ujar Roky tersenyum hangat pada menantu nya.
Hati Nathan lega, tadi nya dia sudah hampir stress karena terus memikirkan cara untuk menyampaikan niat nya. Kini melihat Roky yang juga mendukung keputusan nya, tak ada alasan lagi bagi Nathan untuk tetap bertahan pada pernikahan nya yang toxic.
Acara makan malam itu di isi dengan obrolan hangat satu sama lain. Roy terus meledek Roky yang akan menjadi menantu nya kelak. Tawa bahagia memenuhinya ruang keluarga tersebut. Saling melempar canda dan tawa sebagai ungkapan kasih sayang di antara mereka.
Berbeda situasi dengan Sela yang baru saja selesai bergumul dengan sang kekasih gelap. Wanita itu lebih memilih meluapkan segala beban pikiran nya dengan bercinta dengan sang kekasih.
"Apa yang terjadi pada mu tadi, kenapa kau terlihat tak begitu baik saat tiba di sini? Apa Roky mengetahui sesuatu tentang hubungan kita?" Tanya Bram menyelidik. Pria itu akan sangat senang jika Roky mengetahui nya lalu menceraikan Sela. Peluang nya akan semakin terbuka lebar untuk memiliki wanita itu.
"Bukan soal kita...tapi soal putri mu, Jihan. Anak itu benar-benar membuat ku dalam masalah besar." Ketus Sela mengeram kesal.
Bram mengernyit heran.
"Jihan? Apa yang Jihan lakukan sampai membuat mu dalam masalah sayang? Aku akan menegurnya nanti, agar tak membuat mu stress seperti ini." Ujar Bram menenangkan. Kedua anak Sela sudah mengetahui, jika bram adalah ayah kandung mereka.
"Jihan menelpon ku saat sedang bersama dengan Roky, anak itu meminta ku menghukum Gisel di dalam gudang dan meminta kalung berlian yang minggu lalu di lelang oleh sebuah perusahaan berlian ternama. Dan Roky mendengar semuanya. Entah dari mana anak itu mendapat perhiasan semahal itu jika tidak melac*urkan diri nya." Kesal Sela meluapkan emosi nya.
Bram tertegun, dia tau perihal kalung berlian tersebut. Jihan pernah meminta nya untuk menghadiri acara lelang kaum kelas atas tersebut. Namun kondisi keuangan nya sedikit merosot beberapa waktu belakangan ini. Jadi dia tak menghadirinya.
"Bukan kah harga miliaran? Apa mungkin ada pria yang mau merogoh kocek hanya untuk membelikan Gisel kalung semahal itu? Jika pun ada, artinya pria itu pasti sangat kaya raya. Kenapa kau tak berpikir untuk menggunakan Gisel sebagai tambang uang mu yang baru sayang. Kau tak perlu bermain kucing-kucingan lagi dengan ku. Kita bisa bebas mengatur kehidupan Gisel agar menuruti kehendak kita."
__ADS_1
Sela terdiam mendengar penuturan sang kekasih, senyum nya terbit jutaan Watt. Sungguh Sela definisi ibu yang gila, teramat sangat nyata di dunia ini.