
Setelah puas menumpahkan segala kegalauan hati nya, Selome memilih pulang ke rumah. Dia akan membuat janji kencan Mallika gagal total. Ya, dengan bantuan sang ibu tercinta tentu nya.
Senyum Selome merekah melebihi mekar nya bunga di pagi hari. Segala rencana telah dia susun untuk membuat Mallika kembali tergila-gila pada nya seperti dulu. Sebelum si kartun Geko itu merebut gadis kecil nya.
Silvery menatap heran ke arah sang anak yang sejak tadi terus tersenyum. Mendadak Silvery merasa khawatir. Apa mungkin sang putra mengalami depresi akibat terlalu lelah berkecimpung dengan pekerjaan nya.
"Sayang? apa kau baik-baik saja? kenapa kau cepat sekali pulang? tadi Daddy menelpon mom untuk menanyakan keberadaan mu. Katakan kau dari mana? kenapa ekspresi mu sedikit mengkhawatirkan?" Silvery bertanya secara bertubi-tubi.
Selome menghempas kan bokong nya di sofa. Lalu kembali tersenyum manis pada sang ibu.
Silvery berpindah duduk persis di samping sang anak, tangan nya terulur menyentuh kening Selome. Dia hanya ingin memastikan jika sang anak tidak sedang sakit keras.
"Aku sehat mom!" ujar Selome protes akan sikap sang ibu.
"Mom hanya khawatir pada mu sayang, kau terlihat berbeda setelah menghilang sepotong hari ini. Kau tau asisten mu di buat kelimpungan karena ulah mu ini. Dan sekretaris mu yang mulut nya banyak itu terus menelpon daddy, membuat pria tampanku itu mengomel tak jelas. Kau tau daddy paling tak suka ada wanita yang menghubungi nya." Ujar Silvery menatap sang anak menanti penjelasan.
Selome kembali murung kala mengingat pertemuan nya dengan kedelai tadi siang.
"Mom, apa kau sungguh menyayangi ku,?" alis Silvery menyatu mendengar kalimat tanya tersebut.
"Kenapa kau bertanya sesuatu yang sudah jelas jawaban nya? tentu saja mom menyayangi mu juga adik-adik mu. Apa kau tak merasa kan kasih sayang mommy selama ini hmmm?" tanya Silvery lembut.
Dapat dia rasakan jika putra nya terlihat gelisah meski tadi sempat bersikap yang membuat nya cemas.
"Si cekap manis mom, dia sudah memiliki calon kekasih hikz hikz hiks..." Silvery terkesiap melihat perubahan suasana hati sang anak seperti bianglala.
"Maksud mu kecap manis? Mallika?" tanya Silvery meralat sekaligus mengoreksi. Selome mengangguk lemah.
"Bukan kah itu bagus? kau tak perlu lagi repot-repot menghindari nya. Jika Mallika sibuk dengan kekasih nya, dia tak akan punya waktu untuk merecoki hari-hari mu, bukan? harus nya kau senang, bukan nya malah berduka cita seperti ini." Kekeh Silvery berusaha mencair kan suasana hati sang anak.
"Mom!" seru Selome tak suka.
__ADS_1
"Benar 'kan? Mallika tak akan lagi mengusik hari tenang mu. Dan mom tak perlu menjadi perantara antara kau dan kedelai kecap manis itu." Canda Silvery tertawa kecil. Wajah Selome semakin masam mendengar nya.
"Tapi aku tak suka mom, Mallika masih terlalu kecil untuk memiliki pacar. Paman dan bibi juga pasti setuju dengan ku." Elak Selome memberikan pembelaan.
Silvery tersenyum samar, dia tau jika putra nya sedang mengalami fase cemburu pada Mallika. Namun tetap berusaha mempertahankan gengsi nya.
"Lalu kau kau apa sekarang hmmm?" tanya Silvery lembut sambil mengusap pipi sang anak dengan sayang.
Mata selome berbinar cerah.
"Bujuk Mallika agar mau menginap di sini malam ini sampai paman dan bibi kembali pulang. Apa mom bisa melakukan nya?" usul Selome penuh harap menatap manik teduh sang ibu tercinta.
Silvery nampak berpikir, kemudian mengangguk pelan. Selome langsung memeluk sang ibu dengan erat. Sungguh hati nya bermekaran bagai bunga-bunga.
Hingga suara deheman keras membuat Selome lekas melepaskan pelukan nya. Rupa nya pawang wanita tercinta nya sudah pulang ke kandang.
"Hai dad..kau terlihat tampan sore ini. Ini, aku kembali kan istri mu. Aku sudah puas berbagi kasih sayang dengan nya sejak tadi, sekarang giliran daddy. Aku ke kamar dulu, aku harus tampil maksimal malam ini. Daahh...!" Satya menatap tajam sang anak hingga menghilang dari pandangan nya, lalu beralih menatap sang istri.
"Kemari lah dad, kau terlihat lelah. Duduk di samping ku.." Silvery menepuk sisi sofa agar Suami mendekat, dengan langkah malas namun ngebet. Satya berjalan ke arah sang istri.
"Kenapa bocah itu bisa pulang ke rumah lebih dulu? tadi siang aku melihat nya di taman sedang menangis seperti bayi. Aku sampai malu melihat nya, andai ada yang bertanya aku pasti akan langsung mengelak jika aku mengenal nya. Sungguh pria menyedihkan. Apa dia sedang patah hati? tapi tak ku lihat wanita malang di dekat nya selama ini." Cerita Satya tanpa perasaan.
Silvery menepuk pelan bahu sang suami, bisa-bisa nya malu mengakui putra nya sendiri.
"Dia sedang patah hati dad, Mallika sudah punya calon kekasih. Dan itu membuat nya terluka." Ungkap Silvery pada sang suami.
"Bukan kah itu berita bagus? selama ini Selomita selalu berusaha keras menghindari si kedelai. Kenapa dia harus merasa terluka? anak yang aneh. Entah vitamin apa yang dulu salah ku berikan pada nya saat dia kecil. Pertumbuhan otak nya sedikit lelet dalam berpikir cepat." Cetus Satya enteng.
"Dad! perhatikan ucapan mu. Tidak ada yang salah pada anak-anak kita, Selome hanya terlambat menyadari perasaan nya saja. Dan baru sadar setelah Mallika tak lagi mengusik hari-hari nya. Terlebih kini dia memiliki saingan." Terang Silvery menjelaskan.
"Ck! ada-ada saja. Berapa lama anak itu di rumah sebelum aku tiba?" tanya Satya menyelidik.
__ADS_1
"Mungkin setengah jam-an kurang lebih. Kenapa?"
"Ck! pasti sudah sangat puas memeluk mu tadi. Harus nya kau mendorong nya saja sayang. Apa dia tak malu memeluk istri orang lain. Dasar pebinor kelas teri!" ketus Satya tak rela, jika sang istri di peluk oleh sang anak.
Silvery hanya bisa menggelengkan kepala nya. Sungguh suami nya benar-benar tak tertolong lagi.
"Selome ku itu hanya memeluk ku kurang dari satu menit. Dan kau keburu datang untuk mengacaukan momen haru ibu dan anak." Jawab Silvery tenang.
Satya melotot tak percaya.
"Jadi jika aku tak segera pulang, kau akan membiarkan anak tengik itu memeluk mu lebih lama. Begitu?" cecar Satya tak terima.
Silvery menghembuskan nafas kasar, dia tak ingin meladeni sang suami yang tak akan mungkin berujung baik.
"Lupakan soal itu, katakan kau ingin di masakan menu apa dad." Alih Silvery tak ingin melanjutkan perdebatan tak perlu.
Satya sejenak berpikir lalu menyebutkan sederet menu makan malam yang dia inginkan. Silvery tersenyum kaku, menyesal dia harus bertanya. Jika ending nya akan membuat nya harus berlama-lama di depan tungku kompor. Satya memesan menu makan malam seperti sedang memesan makanan di restoran cepat saji.
Selesai mengiyakan permintaan sang suami, Silvery bergegas menuju dapur. Dia tak ingin tiba-tiba sang suami berubah pikiran dan meminta yang lain lagi.
Sedangkan Satya menuju kamar, sebelum itu dia ingin mengomeli sang anak terlebih dahulu. Pria itu merasa Selome telah melanggar perjanjian, tidak ada peluk memeluk tanpa ijin dari nya. Dan sang anak telah melanggar nya. Arti nya Selome siap menerima hukuman nya, dengan menghandle semua pekerjaan kantor termasuk perusahaan nya. Dan dia akan menikmati waktu berkualitas bersama sang istri tanpa peduli akan penderitaan sang anak malang.
Satya tersenyum licik saat akan memasuki kamar sang anak, dia jadi punya alasan untuk meliburkan diri nya dari setumpuk pekerjaan. Dengan senyum laknat di luar kamar, Satya berusaha mengatur ekspresi wajah nya. Dia harus terlihat garang dan berwibawa, agar sang anak tak ada celah untuk menolak atau mengelak hukuman nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masih seru gak kisah Selomita dan kedelai kecap manis?
Yuk tinggalkan komen kalian, jangan lupa like juga ya🤗🤗🙏🙏
Lope lope sekebon buat kalian semua 🤍🤍🤍🤍🤍
__ADS_1