Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Bertemu Calon menantu


__ADS_3

Mengingat pesan singkat sang anak semalaman, membuat tanduk Mishy mulai bertunas. Miguel memohon pada sang ibu agara memberikan salah satu butik milik nya pada Clara sebagai kado pernikahan. Mengingat Clara akan menjadi menantu sulung keluarga nya. Big no! Mishy tak sudi.


Resy mengernyit mendengar penuturan sang adik.


"Miguel meminta butik mu untuk di berikan pada calon istri nya? Enak saja! Charlotte lah yang seharus nya mendapatkan bagian dari keluarga kita, bukan wanita itu. Jangan sampai kau luluh pada wajah memelas anak bodoh itu. Aku punya rencana tambahan. Berpura-pura saja memberi kan butik mu itu, kita akan membuat wanita itu semakin di atas awan. Lalu kita hempas kan ke dasar bumi saat dia berada di ketinggian dan lupa cara nya untuk turun." Resy menyeringai penuh rencana.


"Tentu saja tidak. Aku tak bodoh akan luluh dengan melihat wajah penuh penderitaan nya. Aku akan mengikuti rencana mu, tapi kali ini libatkan aku di dalam nya. Atau aku akan bekerja sendiri untuk memberikan wanita itu pelajaran." Ancam Mishy menatap sang kakak penuh tuntutan.


Resy memutar bola mata jengah, Mishy sungguh tak bisa di kelabui. Wanita kelas kakap itu semakin menyebalkan saja sekarang.


"Ya ya, aku akan melibatkan mu. Kita akan menjadi duo Musketeers, ah three Musketeers. Ada mama Rosy. Kenapa aku bisa lupa pada master kita yang satu itu. Apa mama semakin ganas di usia nya yang sudah semakin senja!" Puk! Mishy melempar potongan kentang ke kepala Resy.


"Perhatikan ucapan mu, kalau mama mendengar nya. Alamat kandang Lola menanti mu." Lola adalah macam betina yang Rosy beli ketika mereka berlibur ke Meksiko dua tahun yang lalu. Rosy membeli nya ketika masih bayi, kini macan tersebut sudah besar dan mengerikan. Rosy sangat menyayangi macan betina tersebut.


"Dasar wanita tua menyeramkan. Aku harap papa Harland mempunyai jantung yang kuat. Pria tua itu pasti was-was sepanjang waktu memikirkan keselamatan istri tercinta nya. Khawatir ketika mendapati kandang macan itu dan melihat darah berceceran di mana-mana. Auto langsung di tembak mati saat itu juga Lola yang malang." Ujar Resy prihatin.


"Papa selalu cemburu pada macan itu, untuk saja macam betina. Jika tidak, bisa di bayangkan sejak lama papa akan mengirim nya ke surga." Kekeh Mishy mengingat kecemburuan sang ayah pada macan yang telah mencuri perhatian dan kasih sayang istri tercinta nya itu.


"Pagi ma, maaf aku sedikit telat hari ini. Apa mama yang membeli kan aku dress hamil ini? Aku sangat menyukai nya, warna nya dan ukuran nya pas untuk ku." Charlotte menyapa Resy dengan suara riang. Rupa nya wanita muda itu baru saja memakai dress hamil yang di beli oleh Mishy.

__ADS_1


"Mom senang kau menyukai nya sayang.." bukan suara Resy, namun Mishy yang menjawab. Posisi nya terhalang oleh sebuah lemari kayu pembatas yang berisi perabotan pajangan. Charlotte terkesiap, wanita itu beringsut mundur dengan wajah ketakutan.


"Nyo_nya ... bagiamana _ bisa...?" Lirih Charlotte bergetar. Resy segera menghampiri kemudian memeluk tubuh Charlotte, setelah sedikit lebih tenang, Resy membawa tubuh Charlotte menuju sofa di ruang keluarga.


"Sayang, maaf membuat mu terkejut. Wanita itu adalah adik ku, tapi dia tak berniat jahat pada mu. Adik ku datang karena ingin bertemu dengan wanita yang tengah mengandung cucu nya. Wanita itu datang karena tidak sabar ingin bertemu dengan mu. Memastikan mu hidup nyaman dan aman bersama ku di sini, dia pikir aku mengajak mu tinggal di dalam goa. Dan hidup mu pasti menyedihkan dan serba kekurangan. Lihatlah senyum penuh harap itu, wanita itu tak sabar ingin memeluk mu sejak semalam. Ayo, sapa wanita malang itu sayang." Kata-kata Resy begitu menenangkan meski di bubuhi oleh sedikit candaan.


Charlotte menatap Mishy takut-takut, melihat senyum tulus yang selalu dia lihat ketika berkunjung ke rumah wanita itu. Hati nya sedikit merasa tenang.


"Maaf, dan terimakasih untuk dress-nya. Aku menyukai nya.." ucap Charlotte malu-malu, karena telah berpikir buruk pada wanita baik itu.


"Tidak apa sayang, apa boleh mom duduk di samping mu?" Charlotte masih speechless mendengar kata mom keluar dari mulut wanita itu. Hanya bisa mengangguk pasrah.


"Kakak ku benar-benar memperhatikan mu dengan baik. Lihat bakpao ini? Sangat ingin aku menggigit nya." Canda Mishy terlihat begitu gemas.


Charlotte tersipu mendengar kalimat pujian Mishy.


"Apa bibi, tau apa yang terjadi padaku?" Tanya Charlotte ragu-ragu.


"Haiisss kenapa bibi. Kau memanggil nya mama, itu tak adil. Panggil aku mommy, oke?" Charlotte tersenyum kaku. Namun melihat anggukan kecil Resy membuat nya tak sampai hati menolak nya.

__ADS_1


"Baiklah, mom.." ucap Charlotte malu-malu.


"Ekspresi mu membuat pipi mu semakin merah. Apa cucu mom sehat sayang? Mom minta maaf atas nama pria brengsek itu. Andai mom tau dia akan melakukan hal gila ini pada mu, akan mom kebiri anak itu sejak lama." Ujar Mishy terlihat geram, sedangkan Charlotte meringis ngilu.


"Untung saja kakak ku yang menemukan mu, Tuhan memang memiliki garis takdir yang luar biasa. Aku bahkan tak tau soal pulau sialan itu, dan sejak kapan dia membeli nya. Kau boleh tetap membenci nya, tapi jangan benci kami juga. Mom sejak lama sudah menyukai mu, kau tau? Mom tak pernah suka pada wanita Siluman itu. Mom bahkan sering mengerjai nya ketika berkunjung ke rumah." Cerita Mishy terkikik geli.


Kening Charlotte berkerut bingung.


"Dia tak tau siapa kekasih putra mu." Sela Resy memahami kebingungan Charlotte.


Mishy balik mengernyit heran.


"Bagaimana bisa kau tak tau sayang? Bukankah Clara adalah sahabat mu? Ah ya, mereka bertunangan secara kilat waktu itu, itupun hasil menjebak putraku yang malang." Charlotte menutup mulut nya tak percaya


Bagaimana bisa dia tertipu oleh dua manusia yang selalu terlihat bersikap seolah tak memiliki hubungan apapun. Apa Clara juga tau tentang rencana kejahatan Miguel pada nya? Pasti! Wanita itu bahkan tak datang meski di katakan akan menyusul nya ke sana.


Tak terasa Air mata Charlotte menetes di kedua pipi bulat nya.


"Sshutt sayang, kau tak pantas menangisi kedua makhluk laknat itu. Fokus saja pada kehamilan mu. Ini adalah cucu mommy, dan hanya dia yang akan di akui oleh keluarga kami. Jika memang kelak kau tak bisa memaafkan putraku, tak masalah. Kau akan selalu menjadi putri kesayangan kami. Sekarang hapus air mata, jadi lah wanita kuat dan hebat untuk putri kecilmu. Cucu mommy. Ingat, kau punya tiga orang ibu. Ibu kandung mu, mom dan mama Resy. Kami akan menjadi sumber semangat mu selain putri mu. Secepat nya mom akan mengajak kedua orang tua ku kemari, mereka sangat merindukan mu." Ujar Mishy lembut.

__ADS_1


__ADS_2