Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
BonCap_Sang pemuja


__ADS_3

Satya berjalan dengan penuh semangat menuju lantai atas kamar nya. Senyum nya tak luput dari bibir nya, membayangkan wajah teduh sang istri kala tertidur pula.


Klek


Satya membuka daun pintu perlahan agar tak membuat kegaduhan. Senyum nya surut kala melihat ada penghuni asing di atas ranjang nya. Dan dengan lancang memeluk wanita tercinta nya.


Rahang Satya mengeras. Pria itu berjalan cepat menuju ke arah ranjang.


Dengan hati geram, Satya melepaskan belitan tangan kekar yang kini tengah memeluk sang istri kesayangan.


Selome mengerjab saat merasakan panas menjalar di area telinga nya. Mata nya melotot tajam kala melihat siapa yang tengah berdiri di samping ranjang, dan sedang menjewer telinga nya dengan wajah memerah padam.


"Dad!" desis Selome pelan namun penuh penekanan. Pria itu takut membangun kan sang ibu yang tengah merajut mimpi indah.


"Kenapa kau tidur di kamar ku hah?! dan ini, kenapa kau lancang sekali memeluk wanita ku? apa kau sangat tidak laku sampai ingin merebut istri ku? dasar pebinor! keluar dari kamar ku sekarang juga!" balas Satya ikut berdesis marah.


Selome memutar malas bola mata nya. Ayah nya benar-benar bucin gila tak tertolong lagi. Hidup nya sungguh tak beruntung memiliki ayah seperti Satya. Dengan gerakan malas, Selome duduk lalu menggulung selimut kesayangan nya. Selimut yang bahkan tak bisa menutupi seluruh tubuh nya. Namun Selome tak bisa tidur tanpa selimut tersebut. Selimut dari jaman dirinya masih batita.


"Dady kenapa bisa pulang tengah malam begini sih! gangguan orang tidur saja. Kan' bisa berbagi, ranjang ini kan besar. Lima orang lagi juga tak akan sempit." Gerutu Selome tak terima. Ini adalah kali pertama setelah sekian tahun diri nya tak pernah tidur bersama wanita, yang sangat dia sayangi tersebut. Sungguh Selome merindukan wanita itu, wanita yang siang malam di kuasai oleh sang ayah seenak udelnya.


"Tidak ya tidak! kau ini sudah dewasa, cari kekasih lalu menikah lah. Agar kau tak lagi mengerumut istri ku bagai semut. Dasar pria tak laku, keluar sana aku merindukan istri ku." Usir Satya tak sabar.


Pria itu bahkan mendorong sang anak agar lekas keluar dari kamar utama tersebut. Selome terus menggerutu tak jelas akibat pengusiran tak berakhlak dari sang ayah jahanam.


Setelah Selome keluar, Satya lekas mengunci pintu kamar nya dengan senyum penuh kemenangan.


"Ah, begini kan adem. Para pebinor telah enyah, maka hatiku pun damai sejahtera." Ucap pria itu tanpa perasaan. Senyum lega nya selebar jalan tol, tanpa hambatan.


Satya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dia sudah tak sabar ingin memeluk manja istri nya.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Pagi tiba Silvery merasakan tangan kekar melingkar di pinggang nya. Posisi nya kini tidur di dalam dekapan hangat seorang pria yang aroma parfum nya sangat dia kenali.


Wanita itu mendongak dan melihat sang suami masih tertidur pulas. Senyum manis nya terbit. Bisa dia bayangkan semalam pasti ada drama klasik yang telah terjadi antara sang anak dan suami nya.


Tangan nya terulur mengusap rahang kokoh pria tampan tersebut, pria yang masih terlihat sama tanpa perubahan sedikit pun. Ada rasa khawatir di hati nya. Pria itu sama sekali tak menua, tak ada tanda-tanda sedikit pun yang terlihat di wajah tampan, yang selalu di kagumi kaum hawa tersebut.


Sedangkan dirinya sudah menunjukkan gelagat penuaan yang semakin hari semakin jelas terlihat. Ada perasaan insecure di dalam benak nya meski tak pernah dia perlihatkan.


Satya yang merasakan usapan lembut di pipi nya lekas membuka kedua mata nya. Senyum termanis dia berikan untuk menyambut pagi juga wanita pujaan hati nya.


"Pagi bidadari... istri ku, kesayangan ku, cantik ku..." sapa Satya seperti biasa nya. Pria itu tak pernah bosan memuji sang istri setiap kali matanya terbuka menyapa dunia. Hal pertama yang tak pernah absen adalah, menyapa wanita nya dengan sekelumit kalimat pujian.


"Pagi juga suami tampan ku, yang selalu terlihat tampan setiap saat nya." Balas Silvery tersenyum simpul.


Satya yang peka langsung bisa merasakan perubahan tak biasa dari senyum di kulum tersebut.


Silvery tertawa kecil melihat bagaimana suami nya selalu posesif pada nya. Bahkan pada putra satu-satunya yang mereka miliki.


"Aku kesepian dad, ada seorang pemuda menawarkan kehangatan. Jadi, ku pikir aku ingin mencoba untuk merasakan kehangatan pria lain. Ah, ternyata sehangat itu rasa nya, aku sampai tertidur pulas tanpa terusik sedikit pun oleh drama yang pasti seru semalam." Ujar Silvery kembali tertawa renyah.


Satya mencebik kesal.


"Kau harus di hukum sayang, berani nya kau berbagai kehangatan dengan pria lain di dalam kamar kita. Di atas ranjang pengantin kita. Astaga! kau harus menerima hukuman mu sepanjang hari ini." Geram Satya gemas.


Pria itu mengambil alih posisi, kini berada di atas istri.


"Kau benar-benar tak bisa di tinggal walau hanya sedetik. Bisa-bisanya kau menduakan cintaku semudah membeli cilok." Ujar Satya kemudian membungkam bibir mungil istri nya. Sungguh dia tersiksa menahan kerinduan pada wanita itu. Selama pernikahan mereka, ini kali pertama nya Satya pergi keluar kota tanpa Silvery. Sungguh sebuah siksaan bagi pria bucin itu.

__ADS_1


Pertempuran penuh lenguh kerinduan pun terjadi hampir Satu jam lama nya. Satya berguling lalu meraih tubuh mungil sang istri dengan senyum lebar.


"Terimakasih sayang, kau selalu senikmat malam pertama." Puji Satya seperti biasa nya. Pria itu tak pernah lupa untuk menyelip kan kata-kata manis itu, kala mereka selesai melakukan ritual penyempurnaan dari kebahagiaan tersebut.


Silvery bersemu mendengar kalimat pujian sang suami. Meski dia tau akan perubahan rasa di bawah sana tak lagi sama. Dia adalah wanita yang sudah pernah melahirkan, dia tau diri akan perubahan pada milik nya pasti tak lagi seindah dan senikmat seperti yang selalu suami nya katakan.


"Apa kau masih merasa kan kepuasan bercinta dengan ku dad?" tanya Silvery pelan. Wanita tak berani menatap sang suami saking merasa tak percaya diri.


Satya terkesiap mendengar kalimat tanya dari bibir mungil itu nya. Pria itu tersenyum lalu mencium gemas kening istrinya cukup lama.


"Apa kau tak melihat bagaimana aku selalu menempeli mu bagai cicak sayang? kau masih senikmat saat malam pertama kita, dan itu yang aku rasakan hingga kini. Kau tau sayang? kenikmatan percintaan bukan hanya soal milik mu masih sempit atau tidak. Tapi sejauh mana aku menikmati percintaan kita dengan hati yang penuh cinta juga damba. Kau istri ku, kau merelakan milikmu terluka meninggalkan bekas jahitan, dan tak sempurna lagi agar bisa memberikan aku keturunan yang hebat. Meski kadang mereka menyebalkan, aku bisa apa. Mereka benihku, sayang sekali. Padahal aku sangat ingin mengunci pemuda di rumah ini di dalam perut Sully junior (anak singa milik mendiang Rosy Sanders)." Silvery menepuk dada bidang suaminya dengan kesal.


Satya tertawa setelah berhasil membuat senyum terbit di bibir sang istri. Dia tau apa yang wanita itu pikir kan. Setiap malam tiba Silvery akan menatap nya dalam diam, mencemaskan perbedaan mereka semakin terlihat jelas. Bahkan tak sedikit yang mengira Satya adalah anak sulung Silvery kala mereka menghadiri suatu pesta apa pun.


Dan dengan bangga nya Satya akan memperkenalkan diri sebagai suami dari wanita hebat tersebut. Kalimat pujian tak mengenal waktu dan tempat selalu terlontar lancar dari mulut pria tampan itu. Dan itu sukses membuat jiwa para wanita penggoda meronta-ronta.


"Kau ini, Selome putra kita satu-satunya. Dia terlalu menyayangi ku, kadang dia ketakutan saat melihat perubahan ku yang semakin menua. Aku melihat buku agenda kerja Selome yang berisi curahan hati nya. Dia takut kelak saat aku tiada, kau akan mencari pengganti ku. Selome memendam kecemasan dengan cara ingin membuat ku menjadi wanita paling bahagia di dalam hidup nya." Cerita Silvery panjang lebar.


Satya tertegun, dia tak berpikir sejauh itu. Dia hanya ingin menikmati waktu nya bersama sang istri selagi waktu itu masih ada. Dan tentang masa depan, Satya hanya menyerahkan nya pada sang takdir. Meski hati nya pun merasakan ketakutan yang sama.


Namun siapa sangka, putranya yang menyebalkan bisa berpikir sejauh ini. Sungguh Satya merasa sangat malu.


"Tenang saja sayang, aku tak akan pernah membagi hatiku. Kelak saat waktu nya tiba, aku hanya meminta satu hal pada Tuhan. Agar rohku di cabut saat itu juga. Aku tak sanggup tanpa mu, kau adalah hidup mati ku. Tanpa mu aku hanyalah seonggok daging kesepian yang menyedihkan. Aku harap Tuhan mendengar doa ku ini, aku ingin bersama mu di alam mana pun kau berada kelak. Tak pernah terpikirkan di hati ku untuk mencari ganti mu, karena kau bukan barang yang bisa di ganti kan seenak nya. Kau adalah wanita ku, istri ku yang sangat aku cintai dengan seluruh jiwa raga ku. Yakinlah itu sayang, dan jangan pernah berpikir jauh yang membuat pikiran mu terganggu." Ujar Satya mengurai semua isi hati nya.


Benar memang, Satya selalu mendoakan kalimat yang sama setiap kali kedua tangannya menangkup. Agar kelak saat waktu sang istri tiba, maka sudahi pula waktu nya di dunia ini. Dia tak sanggup jika kehilangan wanita yang sangat dia cintai tersebut. Wanita yang dia raih dengan penuh perjuangan tak mudah.


Kedua insan itu kembali berpelukan dan melakukan putaran penuh peluh. Para penghuni tak ada yang mencari, karena sudah tau apa yang terjadi di lantai atas rumah tersebut. Seorang pelayan keluarga yang sudah lama bekerja di sana sangat memahami situasi itu. Satya bahkan membuat semacam pintu khusus untuk memasukkan makanan tanpa harus membuka pintu kamar utama.


Sungguh definisi pasangan pengantin lama rasa baru setiap saat nya. Satya sang pemuja cinta

__ADS_1


yang selalu bertekuk lutut pada satu wanita. Yaitu istri tercinta nya. Masa lalu kelam adalah pelajaran berharga bagi nya, dia tak akan mengulangi nya. Karena tak ada alasan baginya untuk melakukan hal bodoh tersebut.


__ADS_2