Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Ingin berubah


__ADS_3

Andre mengatur nafas nya, diri nya di landa kepanikan karena tadi sempat melihat sesuatu yang lain dari inti Sindy. Apa kah itu kepala sang anak? tiba-tiba ketakutan menerpa sisi nurani nya. "Sekarang ikuti instruksi ku, oke. Tarik nafas panjang..." Sindy hanya merespon seadanya, tubuh nya sudah terlalu lelah akibat di gagahi dengan brutal.


"Astaga! Sindy! Bangun hei...! Apa kau ingin anak kita mati di dalam perut mu hah?! Ikuti instruksi ku, mengerti..?!" Lagi-lagi Andre memerintah dengan nada tak sabar. Kening nya oun ikut berkeringat saking takut nya.


"Jika bukan karena kau, aku pasti akan punya tenaga untuk mengeluarkan bayi sialan ini!" Ketus Sindy tak kalah marah. Andre berdecak mendengar kalimat pembelaan tersebut, ada sedikit sesal di hati nya yang tak bisa menahan hasrat nya.


"Sudah jangan saling menyalahkan, lihat video ini...ikuti apa yang wanita itu lakukan," Andre memperlihatkan sebuah video wanita yang melakukan persalinan di dalam sebuah kolam kecil. Sindy mencoba mengikuti nya meskipun tenaga nya sudah di ujung kaki.


Hampir 20 menit, akhirnya seorang bayi mungil menyembul keluar dari inti Sindy. Bayi perempuan yang sangat cantik. Tanpa sadar Andre menetes air mata nya. Tangannya bergetar mengangkat tubuh mungil tersebut, lalu membungkusnya dengan handuk. Sebelum membawa ke dalam kamar, Andre memotong tali pusar bayi nya lalu menjepit nya menggunakan binder clip. Itu lah fungsi binder clip tersebut di bawa masuk ke kamar mandi.


"Aku akan mengeluarkan ari-ari mu nanti, bertahan lah. Aku mau membawa nya ke kamar dulu, disini terlalu dingin untuk nya." Andre meninggal kan Sindy yang terlihat lemas di dalam bathtub. Setelah mengurus bayi nya, Andre kembali untuk mengeluarkan ari-ari hanya berbekal tutorial dari channel yo*ut*ube.


Setelah keluar, pria itu memasukkan nya ke dalam sebuah kantong plastik. Lalu membersihkan tubuh Sindy hingga bersih. Pria itu dengan sigap menggendong tubuh lemah kekasih nya menuju ranjang, dimana ada bayi mereka di sana tengah tertidur pulas.


"Tahan kaki ku sebentar, aku mau melihat jalan lahir mu.. apakah ada robekan atau tidak." Titah nya namun Sindy bergeming. Andre mengganjal kedua sisi paha Sindy untuk melihat area sensitif tersebut. Hanya ada luka lecet, ternyata proses melahirkan seperti tadi cukup efektif. Andre bergegas mengambil salep luka dan Betadine. Setelah selesai, pria itu memasang kan pakaian pada Sindy. Cukup cekatan untuk ukuran seorang pria yang belum menikah.


Suara bell apartemen nya berbunyi, Andre bergegas menuju pintu depan. Rupanya pria sempat memesan beberapa kebutuhan bayi juga kebutuhan ibu melahirkan. Melalui jasa ojek online.

__ADS_1


Andre kembali membuka pakaian bagian bawah Sindy membuat wanita itu mulai terusik.


"Jangan gila, Ndre! Aku baru saja habis melahirkan!" Serunya sedikit keras. Dia pikir Andre akan kembali menggagahi nya. Namun Andre rupa nya hanya ingin memasang kan wanita itu pembalut.


"Ck! Aku memang maniak, tapi tidak segila itu untuk menggagahi mu. Diam lah, aku hanya ingin memasang ini saja, darah mu akan mengotori kasur nanti!" Wajah Sindy memerah menahan rasa malu.


"Kau berikan dia susu yang benar,?" Tanya Sindy terlihat ragu, putri nya meminum susu tersebut begitu lahap.


"Tentu saja! Ini susu formula merk terbaik untuk bayi baru lahir. Aku sudah membaca referensi dan review banyak orang. Tidak ada keluhan apapun." Pamer Andre bangga. Tangan nya mengelus pipi merah sang anak penuh kasih sayang.


"Tinggallah di sini selama beberapa minggu ke depan. Aku akan mengurus mu juga Resy.." ucap Andre tak rela berpisah dari putri nya. Rasa sayang nya mencuat begitu saja, saat pertama kali melihat tubuh mungil terapung di dalam bak mandi. Niat hati ingin membiarkan saja bayi nya meninggal berubah menjadi jutaan kasih sayang yang tiba-tiba muncul tak terduga.


"Semoga saja dia tidak apa-apa, nanti malam aku akan membawa nya ke dokter anak. Tak jauh dari sini ada praktek dokter anak, aku akan memeriksa keseluruhan kesehatan nya. Kau sering minum dan merokok saat mengandung nya." Sindy mendelik tak suka.


"Bukan kah kau juga yang menjerumuskan ku dengan benda-benda laknat tersebut. Bahkan saat tau aku hamil, kau malah bermain kasar hingga aku harus mengalami flek berkali-kali. Jadi jangan hanya melihat kesalahan ku saja. Kau lupa! Kau bilang dia hanya janin yang tak berharga, hanya janin yang akan menjadi pohon uang mu!" Teriak Sindy marah. Tangisnya pecah tanpa peduli pada bayi nya yang tersentak kaget.


"Ya yaa, aku salah. Sudah! Jangan di bahas lagi. Aku menyayangimu juga dia, mulai sekarang kalian tanggung jawab ku. Bercerai lah dari suami tak berguna mu itu. Bagaimana bisa istri nya dibiarkan berbulan-bulan tanpa di jenguk sama sekali. Apa dia sibuk mencari pengganti mu." Andre menatap tubuh berisi Sindy yang memang terlihat tak menarik. Namun bagi nya tetap menggairahkan.

__ADS_1


"Jangan menatap ku seperti itu! Aku begini juga karena anak sialan mu ini!"


"Sindy!" Teriak Andre tak terima, bayi nya sampai menangis kejer akibat terkejut. Lekas Andre menggendong putri sambil menenangkan nya.


"Cup..cup..maaf kan papa sayang... sudah yaa..shhtttt..." Sejenak Sindy terkesima, bagaimana Andre seorang maniak bisa begitu cekatan mengurusi bayi.


"Mulai sekarang tidak ada pembahasan apapun lagi. Tidak ada pembahasan soal masa lalu apa pun itu. Aku tidak ingin membuat putri ku mengenali ku sebagai pria brengsek, aku ingin berubah. Dan berlaku untuk mu juga, hiduplah bersama ku. Aku menabung uang yang kau berikan selama ini. Aku membangun restoran di Bandung, juga sebuah rumah dua lantai meski tak besar. Kita akan pindah ke sana dan memulai hidup baru, menikah dan menjadi sebuah keluarga." Sindy melengos. Kata-kata terdengar mudah, namun menjalani nya yang sulit. Dia ragu akan kemampuan Andre yang dia kenal hanya bisa berhura-hura selama ini.


"Aku tak mau hidup susah! Jika kau ingin membawanya, silahkan saja. Aku hanya perlu mengatakan jika bayi ku mati pada Harland karena tak mendapat kan pertolongan secepatnya. Harland pasti langsung percaya seperti yang sudah-sudah." Andre mengetat kan rahang nya. Andai tak sedang menggendong sang anak, ingin sekali tangan nya memberikan tamparan keras pada mulut tak berperasaan wanita itu.


"Putri ku masih hidup! Jangan sekali-kali mengatakan hal buruk atas namanya, atau semua rahasia mu aku bongkar!" Desis Andre penuh tekanan.


"Istirahat lah, aku akan membawa Resy keluar. Ku buat kan sup dan bubur untuk mu nanti, tidur lah dulu." Ujar Andre sedikit melunak. Meski hati nya kesal, namun mengingat perjuangan Sindy melahirkan anak nya, hati nya sedikit tersentuh.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


∆jangan lupa mawar sekebon yaa soyoong kuh🤗🌹

__ADS_1


∆Dukungan kalian merupakan pijatan semangat buat othor, luv yuh semua nya🙏🥰🥰


__ADS_2