
Satu setengah bulan sejak pertemuan mereka di rumah Mishy. Nathan dan Mishy mulai akrab. Tak jarang Nathan mengajak Mishy sekedar jajan kuliner pinggir jalan saat malam hari. Dengan menggunakan motor, karena Mishy lebih menyukai nya.
Menjadi tetangga sangat menguntungkan bagi kedua nya, karena selain irit biaya, jarak tempuh tak perlu menunggu lama. Kadang Nathan tiba-tiba datang ke rumah Mishy hanya sekedar untuk menyapa wanita itu. Meski kadang cara nya sedikit ekstrim.
Beberapa kali Nathan harus memanjat dan masuk melalui balkon kamar Mishy. Itu dia lakukan jika ponsel Mishy tiba-tiba tak bisa di hubungi. Dengan mengantongi sertifikat izin resmi dari sang empunya rumah, Nathan bisa keluar masuk dengan mudah melalui gerbang utama.
Seperti sekarang, Nathan tengah mengatur alur nafasnya, pria itu baru saja melakukan perjuangan luar biasa. Hanya karena putri keluarga Pratama itu tak mengangkat panggilan nya. Padahal mereka baru saja berpisah satu jam yang lalu. Namun Nathan sudah gelisah di dera rasa rindu. Hal yang tak pernah dia rasakan saat bersama Resy.
Resy wanita yang pandai membuat orang-orang langsung menyukainya, itu karena gadis itu selalu terlihat tersenyum ramah dan hangat pada siapa pun. Resy selalu menebar senyum manis pada siapa saja yang dia temui. Itulah yang membuat Nathan menyukai nya, dulu. Kini Nathan menyadari perasaan nya.
Jika dulu dia hanya memiliki dua orang teman dekat yaitu Mylo dan Betran, itu kenapa ketika mengenal Resy. Nathan bisa begitu mudah terpesona oleh keramahan wanita itu. Dia yang kesepian karena tak memiliki teman, merasa ada yang mulai memberi nya perhatian lebih. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Resy juga jatuh hati pada Nathan, pria sopan dan selalu memperlakukan nya bak seorang putri raja.
Krieettt
Suara pintu kaca geser tak membuat sang empu kamar terbangun. Mishy baru saja melakukan pemotretan di pantai, dan itu melelahkan bagi nya. Untung saja Nathan selalu sigap di samping nya, pria itu tak memberi celah pada pria lain di lokasi pemotretan untuk berdekatan dengan wanita pujaan nya.
Mishy tak risih, dia senang ada yang memperhatikan nya dengan begitu tulus.
"Astaga, Lily! aku berusaha keras memanjat, kau malah asyik tidur nyenyak di sini..." Nathan geleng-geleng kepala, melihat Mishy bahkan belum sempat berganti pakaian. Dia tau seberapa lelah nya Mishy. Wanita itu melakukan pemotretan sejak subuh untuk mengambil gambar ketika matahari terbit. Dan semua baru selesai ketika sore hari. Mishy hanya punya sedikit waktu untuk break.
Awalnya Nathan bertanya-tanya, apa kurang nya pabrik uang keluarga Pratama sehingga seorang tuan putri keluarga itu rela bekerja bagai kuda. Hingga akhirnya Nathan mengetahui satu fakta mengejutkan. Diam-diam Mishy membangun sebuah sekolah swasta di kota itu, beberapa panti asuhan juga rumah singgah.
__ADS_1
Dan Mishy lah sponsor dari kesemuanya itu. Bayangkan saja, Mishy membangun sekolah swasta namun tak berbayar sama sekali. Sekolah dengan fasilitas lengkap, yang siswanya lebih banyak dari kalangan tak mampu. Itu lah alasan Mishy rela bekerja siang malam, demi menjaga banyak lambung tetap terisi sempurna. Demi masa depan anak-anak bangsa yang kesulitan untuk sekedar menebus buku paket dan membayar SPP.
Untuk kesekian kalinya, Nathan kembali di buat tercengang, kagum dan begitu memuja seorang Mishy.
"Cape banget ya..? sampe tidak sempat membuka sepatu juga.." dengan telaten Nathan melepaskan sepatu dari kaki Mishy. Mengatur posisi terbaik agar tubuh Mishy tidak sakit.
"Selamat beristirahat ratu hatiku, ijin kan aku masuk ke dalam hatimu. Buka lah pintu hati yang kini tengah ku ketuk, aku menunggu mu untuk membuka nya, Lily sayang." Nathan memberikan kecupan manis di kening Mishy. Hati nya selalu berdesir hebat kala menatap wajah teduh itu. Wajah yang selalu membuat orang salah sangka.
Pernah dengar pepatah mengatakan, don't judge a book by its cover!
Mishy yang terlihat pendiam dan berbicara seperlunya, selalu menimbulkan kesan angkuh bagi siapa pun yang baru mengenal nya. Bahkan ada beberapa orang yang sudah lama mengenal nya, namun memandang sifatnya sebagai sebuah pengaruh buruk dari akibat profesi nya sebagai seorang model. Sungguh kita tak bisa mengatur hati dan sudut pandang setiap orang. Semua punya hak untuk menilai. Namun sayang, kadang orang seperti itu, justru sulit menerima kritikan. Miris bukan?
"Dari mana nak?" Nathan sedikit tersentak kemudian menghampiri sang ayah yang kini tengah menonton televisi di rumah tengah.
"Habis bukain sepatu nya princess, cape banget dia. Sepatu nya aja sampe tidak sempat di lepas." Cerita Nathan pada sang ayah, tak ada yang dia sembunyikan tentang progres hubungan nya dengan Mishy.
"Lewat balkon lagi?" tanya Roy menyelidik. Karena putra nya terlihat sedikit berkeringat.
"Ya pa, tidak enak minta di bukain pintu kamar sama bibi Marta. Lagi pula Mishy pasti tidur nya pulas banget. Dan pintu nya pun di kunci dari dalam tanpa di lepas." Roy tersenyum mendengar kejujuran sang anak. Kini dia lega, karena benar-benar yakin Nathan sudah move on dari kisah lama. Dan sudah seharusnya begitu.
"Bagaimana hubungan kalian? apa sudah ada kemajuan dari sekedar menjadi tukang ojek, naik pangkat menjadi seorang kekasih mungkin?" tanya Roy menatap sang anak menanti jawaban.
__ADS_1
"Masih proses pa, belum dua bulan juga kan? aku tak ingin Lily menerima ku karena merasa tak enak hati. Biarkan berjalan sesuai alur nya, aku tak ingin terburu-buru." Jelas Nathan terkesan santai, walau tidak dengan hati nya.
Wira. Pria itu sering terlihat menemui Mishy diam-diam tanpa sepengetahuan Resy akhir-akhir ini. Dan itu membuat hati nya was-was. Meskipun Mishy tak pernah mau menemui nya, pria itu tak pernah menyerah. Beberapa kali mengirim buket bunga dan makanan kesukaan Mishy. Dan beruntung nya, Mishy selalu menolak nya. Saat kurir sudah mulai lelah membawa paket kiriman Wira bolak-balik, Mishy memberikan nya kepada para karyawan butik nya. Begitu lebih baik.
Nathan tak mengerti, kenapa hampir satu bulan ini, Wira sangat gencar ingin bertemu dengan wanita pujaan nya. Entah apa yang sudah dia lewatkan. Karena untuk bertanya pada Mishy, itu terasa mengusik privasi gadis itu. Dia tak mau Mishy terganggu dan menjauhi nya.
"Papa doakan yang terbaik untuk mu, nak. Mishy adalah gadis yang baik, papa bisa menilai nya sejak pertama kali bertemu. Tutur kata nya yang terlihat sangat teratur, cara Mishy menanggapi ucapan tak enak seseorang. Itu luar biasa. Sungguh ciri khas seorang Rosy Sanders. Meski tak tersemat nama Sanders di belakang namanya, namun dia punya wibawa yang kuat melebihi Resy yang jelas seorang Sanders sejati. Bukan maksud papa ingin membandingkan, tapi itu lah yang papa lihat secara nyata. Mishy itu wanita langka, dia berbeda dalam banyak hal dari kebanyakan wanita muda lainnya. Setiap tindakan nya selalu memiliki prospek dan melalui pemikiran yang matang. Terlihat sangat berhati-hati terhadap suatu dampak di kemudian hari." Ungkap Roy penuh rasa bangga.
Mishy adalah tipikal menantu idaman setiap ibu bagi putra nya, dan bagi Roy. Mishy adalah menantu idaman bagi seorang ayah untuk anak semata wayangnya. Wanita yang tak banyak bicara jika tak perlu, wanita yang lebih memilih diam meski di pojokan dengan sengaja. Wanita yang lebih memilih mengalah untuk menang dari pada memperlihatkan emosional berlebihan. Mishy segala nya dalam memenuhi ekspektasi setiap orang tua dari seorang putra.
Wanita idaman yang mampu menyelesaikan masalah tanpa merengek meminta bantuan. Dan wanita itu telah membuat hati seorang Nathan terpanah berkali-kali. Nathan tak lagi bisa berpaling, walau rayuan maut Resy semakin sering dia dapat kan. Baik melalui pesan singkat atau pertemuan tak sengaja.
Resy bahkan berani menyambangi Nathan ke kantor nya jika pesan nya di abaikan. Karena memang Nathan tak pernah menggubris pesan-pesan dari Resy lagi, sejak malam pertemuan mereka yang lalu.
Sungguh sepasang kekasih yang cocok. Sang pria berusaha menggoda Mishy, dan wanita nya berusaha meluluh kan pertahanan Nathan. Sayang sekali, hati Nathan sudah kepentok tak bisa lagi di tarik ulur. Resy selalu mengungkit kisah masa lalu mereka, untuk membangkitkan perasaan Nathan yang mulai layu. Namun nyatanya, pesona seorang Mishy telah memusnahkan kisah masa lalu tersebut hingga hancur bagai abu.
**Min, tolong dong yang ini di loloskan review nya.
Total udah tiga bab dengan yang ini. Kenapa susah sekali sekarang untuk sekedar lolos review. Mohon sistem nya di perbaiki lagi dong, kalau seperti ini bisa membuat down para penulis.
Chat admin pun tak bisa, kemana lagi mau ngirim chat komplen. Mohon di tindak lanjut kan ya kak admin yang baik😢😢🙏🙏🙏**
__ADS_1