Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Hadiah Ulang Tahun


__ADS_3

charlotte menggeliat kala tak merasa kan mobil bergerak, setelah terbangun sempurna, dia baru menyadari jika mereka sudah tiba. di depan mobil miguel, ada sebuah pondok kecil, sekeliling nya hanya ada pepohonan lebat. membuat gadis itu sedikit merinding.


"kenapa aku tertidur lama sekali, seperti habis meminum obat tidur saja." gumam charlotte sedikit heran. dia tak pernah selelap ini meski sangat lelah sekali pun. dia merasa tidur seharian penuh.


gadis itu keluar dari mobil dan melihat miguel tengah mengeluarkan tas mereka dari bagasi. ada dua dus sedang berisi persediaan makanan yang entah apa isi nya.


"berapa jam perjalanan kita kemari?" tanya charlotte penasaran karena dia tidak menggunakan jam tangan.


"hanya 4 jam kurang lebih, kau tidur sangat lelap. apa semalaman kau bergadang?" charlotte terlihat linglung, dia merasa seperti sudah satu hari penuh. dan miguel mengatakan baru 4 jam kurang lebih. sungguh mengherankan batin nya kebingungan.


"apa nama daerah sini?" bukan nya menjawab, gadis itu malah menanyakan pertanyaan lain.


"pantai xxxx, ini daerah yang baru di bugar kan. dan ini milik keluarga ku, jadi sedikit sepi karena area pribadi." charlotte hanya mengangguk paham. meski dia merasa aneh, struktur tanah gambut itu seperti sangat asing untuk daerah yang di sebut kan oleh miguel. namun tak mungkin miguel mengerjainya, ulang tahun nya pun masih 3 hari lagi.


kekurangan charlotte adalah, gadis itu tak suka menggunakan jam tangan. charlotte hanya mengandalkan jam digital di ponsel nya saja, atau posisi matahari.


dan di lihat dari posisi matahari berada sekarang, artinya hari sudah lewat tengah hari, bahkan condong ke sore hari. tapi miguel mengatakan perjalanan mereka hanya 4 jam kurang lebih.


apa miguel benar-benar ingin mengerjainya, itulah yang charlotte pikirkan. charlotte mengikuti langkah miguel ke kabin. sangat kecil dan terlihat kumuh, charlotte kembali di buat heran.

__ADS_1


"apa tidak ada yang membersihkan nya sebelum kita kemari? kabin ini seperti sudah bertahun-tahun tak di kunjungi." oceh charlotte sedikit ngeri.


gadis itu membuka semua jendela dan mulai berbenah, sedang kan miguel pamit keluar untuk mendatangi orang yang akan membantu membersihkan kabin tersebut tinggal.


sembari menunggu, charlotte berniat menghubungi clara namun sayang tak ada satupun garis kehidupan di ponsel nya. dan ya, waktu di ponsel nya baru menunjukkan pukul 1 siang. namun melihat cahaya matahari dari balik jendela yang semakin meredup, ini pasti sudah pukul 5 atau 6 sore. apa lagi kabin itu berada di daerah pegunungan menjorok ke sebuah pantai tak jauh dari sana. deru ombak masih terdengar jelas hingga ke dalam kabin tersebut.


"apa ini yang di sebut dengan fenomena alam... sungguh ajaib sekali, sayang tidak ada jaringan sama sekali. jika tidak aku bisa melakukan live streaming." gumam charlotte terkagum-kagum sekaligus bingung.


gadis itu menuju meja untuk menyimpan stok makanan yang di beli miguel ke dalam kulkas.


"untung ada listrik, jika tidak lengkap lah sudah. eh, kenapa tidak dingin?" charlotte menepuk keningnya, rupanya listrik pun tidak menyala. gadis itu terlihat sedikit frustasi, lalu meraih botol minum yang tadi dia minum di mobil. kali ini benar-benar tandas tak bersisa, perut nya terasa keroncongan.


charlotte akhir nya terjatuh ke lantai kayu lalu tak sadar.


suara aneka penghuni hutan dalam gelap malam membuat charlotte terbangun, tubuh nya sedikit sakit. dan yang charlotte lihat hanya lah kegelapan malam di dalam rumah itu. untung saja cahaya bulan sedikit membuat nya bernafas lega. gadis itu bangun dan tak melihat siapapun, miguel belum kembali. pintu depan pun masih terbuka lebar di halaman tak ada tanda-tanda jika miguel kembali.


pikiran buruk kini mulai menghantui nya, namun tak mungkin miguel tega pada nya. mereka adalah sahabat, dan tak ada masalah di antara mereka. mencoba berpikir positif, charlotte memutuskan untuk menuju gudang yang tadi dia lihat sewaktu baru tiba.


dan dia menemukan mesin generator kecil, dengan susah payah charlotte membuat mesin itu bekerja.

__ADS_1


"hufzz! awas saja jika kau kembali, aku akan menggiling kepala mu dalam mesin laknat ini. tega sekali mengerjai ku, ulang tahunku bahkan masih tiga hari lagi." gerutu charlotte kesal. gadis itu masih berpikir positif pada sahabat nya.


hari berlalu kini sudah 4 hari charlotte di kabin seorang diri, gadis itu mulai merasa bosan dan ketakutan ketika malam tiba. generator sudah tak bisa di gunakan lagi, bahan bakar nya sudah habis hingga mengering sempurna. ponsel nya tak bisa di gunakan dan semakin membuat nya frustrasi.


"apa salah ku migu? kenapa kau tega membohongi ku sekejam ini.." teringat pagi hari saat terbangun di hari pertama, charlotte yang penasaran dengan isi tas miguel akhirnya membuka nya. dan betapa terkejut nya charlotte, di dalam sana hanya ada selimut tebal dan handuk berwarna senada. dan itu warna favorit nya.


dan ada catatan di dalam nya yang tak kalah membuat charlotte tercengang.


"selamat ulang tahun anak ja la ng dan maniak se k sual. semoga hadiah ku bisa membuat mu hangat, mengingat di sana sangat dingin. dan semoga kau menikmati liburan gratis mu, aku khusus membeli pulau kecil itu untuk hadiah ulang tahun mu. aku harap kau senang, aku akan datang untuk mengambil cicilan hutang keluarga mu. tunggu lah dengan sabar."


"salam sayang, sahabat mu _ migu"


dan sekarang dengan harapan kecil charlotte berharap ada orang yang akan menyambangi pulai kecil itu. kini dia yakin, jika perjalanan mereka ke sana memakan waktu yang tak sebentar. ada jejak mobil miguel menuju dermaga kecil di sana, arti nya mobil mereka di angkut oleh kapal penyebrangan atau sejenis nya. dia bahkan tak tau jika mereka ada di sebuah pulau, karena ketika sampai diri nya baru terbangun.


dermaga yang sudah terlihat lapuk di beberapa bagian. dan itu menjelaskan jika tempat itu memang jarang di kunjungi.


"kenapa kamu memaki kedua orang tua ku migu, kau bahkan memanggil ayah dan ibu pada mereka. apa maksud semua ini, kebencian apa yang kau simpan pada keluarga ku.." ratap charlotte terisak pelan. gadis itu duduk di atas batu karang yang menjorok ke tepi laut. menatap ombak kecil berharap ada sebuah keajaiban datang menghampiri nya. bergulung bersama sang ombak dan membawa nya pergi dari sana.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹

__ADS_1


__ADS_2