Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Tamak


__ADS_3

Harland termenung di kursi kebesaran nya, yang sebentar lagi akan kembali ke pemilik yang seharusnya. Ada perasaan tak rela yang entah apa. Bukan soal kedudukan nya sekarang, namun terlebih sesuatu yang lain. Sangat dalam dan tak terselami. Seharusnya dia senang, saat tanpa harus repot-repot mengurus perceraian nya. Rosy sudah lebih dulu memuluskan rencana nya.


Namun hatinya tidak merasa puas, masih ada sesuatu yang kurang. Ada kekosongan yang tiba-tiba hadir di relung hati nya.


Drrttt drrttt drrttt


Harland melirik malas ke arah ponselnya yang terus bergetar. Id pemanggil yang selama ini begitu iya tunggu, kini sekedar melihat nya saja hati nya merasa hampa.


Panggilan terus berulang hingga beberapa kali, Harland masih bergeming. Tak ada niat sedikit pun untuk mengangkat panggilan tersebut. Bahkan sampai ponsel nya kembali terdiam tanpa suara lagi. Hati nya bahkan merasa lega.


Sekali lagi Harland melihat salinan berkas perceraian nya, rasa nya masih tak percaya. Wanita yang tiga tahun lalu datang menghampiri nya dalam keputusan asaan, kini telah menggugat cerai diri nya. Wanita yang tak pernah menuntut apapun, wanita yang menyayangi keluarga nya dengan sepenuh hati. Kini wanita itu telah benar-benar meninggalkan nya. Hati nya mendadak kosong. Dia tak menyangka, pengaruh seorang Rosy yang tenang, lebih banyak diam dan selalu mengalah. Kini begitu terasa dalam hidup nya.


Tok tok tok


Atensi Harland beralih ke pintu masuk ruangan nya.


Klek


Ruly dari bagian HRD. Untuk apa pria itu kemari? Harland sedikit terkejut, sangat jarang pria muda itu ke ruangan nya. Apa ada urusan mendesak? apa berhubungan dengan tindakan kecurangan nya selama ini? Harland mendadak cemas luar biasa.


"Ada apa Ruly?" Tanya Harland to the poin.


"Saya hanya ingin menyerahkan beberapa berkas yang selama ini harus melalui tanda tangan anda, tuan. Besok kepemimpinan perusahaan ini akan beralih pada CEO baru. Jadi saya ingin menuntaskan beberapa hal sebelum anda benar-benar pergi." Harland terpekur di kursi nya.


Rasa nya dia ingin berteriak marah, namun tak kuasa melakukan nya. Perusahaan ini bukanlah milik nya.

__ADS_1


"Baiklah, letakkan saja di sini. Aku akan menandatangani semua nya.." ujar Harland dengan hati yang tidak rela. Ruly pamit undur diri setelah menyerahkan setumpuk tebal berkas di atas meja Harland.


Melihat nya saja, kepala Harland sudah berdenyut-denyut nyeri. Tanpa membaca lagi, Harland menandatangani semua berkas tersebut. Sudut bibir seseorang terangkat sempurna melihat hal itu melalui kamera cctv yang di pasang diam-diam di ruangan tersebut.


Tak seribet perkiraan nya, semudah itu membuat Harland segera membayar lunas hutang-hutang kejahatan nya. Setelah puas menyaksikan Harland yang mulai kewalahan menghadapi berkas tebal itu, Robin beranjak pergi dari sana seperti tak terjadi apa-apa. Tugas nya sudah selesai di sini, masih ada beberapa lagi. Dan akan dia tuntas kan dalam beberapa hari ke depan.


Robin selalu tangkas dalam pekerjaan nya, sejak dulu pekerjaan nya selalu mulus. Sayang nya, sang nyonya yang begitu mencintai suami nya, rela menukar kebahagiaan nya demi pria brengsek seperti tuan Sanders. Sehingga dia pun tak bisa berbuat banyak. Selain memantau pergerakan sang tuan dalam beberapa aksi nya di luar rumah.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sindy terlihat sangat kesal, sudah beberapa kali panggilan nya tidak di gubris oleh Harland. Bahkan pesan nya hanya di baca tanpa di balas satu pun.


"Awas saja kalau kau pulang nanti. Berani sekali kau mengabaikan ku Harland!" Teriak nya semakin marah. Dia sangat membutuhkan sejumlah besar uang, pria yang bercinta dengan nya di club malam tempo hari terus meneror nya, dengan beberapa pesan dan panggilan yang menggangu.


Yang paling membuat ketakutan adalah, potongan video yang dikirim oleh pria itu pada nya. Terlihat bagaimana rakus nya dia melahap adik kecil pria itu tanpa rasa jijik sedikitpun di lorong menuju kamar. Tanpa peduli ada cctv yang tengah merekam kegiatan anmoral tersebut.


Semua dia lakukan karena uang, juga jika dia merasa cocok dengan pria tersebut. Hingga terjadilah hubungan terlarang nya dengan ayah dari sahabat nya sendiri. Mereka bahkan sering melakukan nya di rumah Rosy saat semua orang tengah tertidur lelap.


Pada awalnya sedikit sulit untuk mendekati tuan Sanders, namun berkat tubuh seksinya yang begitu rajin dia pertontonkan dengan sengaja pada tuan Sanders. Akhirnya pertahanan pria itu pun runtuh. Malam panas pertama mereka lakukan di ruang kerja tuan Sanders, saat Sindy dengan sengaja mengantar segelas kopi sebagai pancingan nya.


Dengan baju tidur berbahan satin dengan tali spaghetti berwarna merah sebatas paha. Sindy berhasil menjerat tuan Sanders dalam pelukan nya. Pergulatan panas itu terjadi hingga subuh dan berkali-kali. Sindy begitu terpukau bagaimana pria berusia 43 tahun itu begitu perkasa menggagahinya.


Sindy bahkan menjerit berkali-kali saat mengalami pelepasan. Membuat seringai di wajah tuan Sanders mengembang sempurna. Dia merasa telah menemukan partner ranjang yang seimbang. Hingga sejak saat itu, Sindy remaja mulai menjadi pemuas birahi nya. Mereka bahkan bisa melakukan dimana saja, fantasi tuan Sanders begitu tinggi dan liar. Dan Sindy harus rela mengaborsi tiga kali janin nya, hasil perselingkuhan nya dengan tuan Sanders.


Pria itu tak ingin Sindy memiliki anak, karena mengandung dan melahirkan akan membuat wanita tidak lagi menarik. Dan itu membuat Sindy ketakutan. Takut jika pohon uang nya meninggalkan nya, belum lagi perasaan nya yang telah bertumbuh subur pada pria itu. Sindy rela melakukan apapun, termasuk pindah ke Bandung agar bisa leluasa berhubungan dengan tuan Sanders.

__ADS_1


Di rumah yang di beli oleh Sanders, Sindy memulai hidup nya yang baru. Sindy seperti seorang putri yang menunggu pangeran nya datang untuk menghangatkan ranjang nya. Namun Sindy yang tamak dan haus belaian malah terjebak cinta semalam dengan ajudan nya. Pria muda kepercayaan tuan Sanders untuk menjaganya.


Dan tidak hanya sekali itu saja, Wily nama pria itu. Selalu meminta servis dari Sindy ketika dia ingin dimana dan kapan saja. Walau awalnya menolak, akhirnya Sindy pun terlena oleh belaian pria muda tersebut. Umur Wily baru 29 tahun, sangat jauh dari tuan Sanders. Tentu saja tak kalah perkasa dari papa gula nya itu.


Hubungan itu berlangsung beberapa tahun, hingga akhirnya Sindy kembali mengandung. Jelas itu benih pria lain, karena Ben Sanders sudah hampir dua bulan tidak mengunjungi nya. Hanya wily lah pria yang rajin menanam benih di lahan basah nya.


Sindy mulai ketakutan, dan mengatur siasat agar Sanders mau menikahi nya. Karena Sindy sudah tiga kali menggugurkan kandungan, menurut dokter rahimnya sudah menipis. Jika dia melakukan nya lagi maka bisa jadi, kelak Sindy tidak akan pernah mengandung lagi.


Sanders awalnya menolak tegas, namun rayuan maut Sindy mempu meruntuhkan ego nya. Mereka menikah dengan tata cara menurut kepercayaan Sindy. Sindy akhirnya resmi menjadi istri siri dari ayah sahabat nya. Hidup nya semakin terjamin, mengandung anak orang lain namun di berikan fasilitas kemewahan oleh Ben Sanders.


Hidup nya nampak berjalan baik, Wily masih tetap menjadi pria lain dalam hidup nya. Sanders yang jarang menemani membuat nya leluasa melakukan apapun bersama Wily.


Keduanya begitu bahagia karena anak mereka akan menjadi pewaris keluarga Sanders. Hingga bulan kedelapan kehamilan Sindy, semua berjalan mulus. Namun yang namanya bangkai, lama-lama akan tercium juga. Waktu itu Sanders ingin memberikan kejutan ulang tahun pada Sindy hingga tak memberikan kabar kedatangan nya ke Bandung.


Namun sesaat diri nya sampai, dia malah di buat terkejut saat melihat sang istri siri nya tengah adu kepemilikan dengan ajudan nya di sofa ruang keluarga.


Kedua nya saling meneriakkan naman masing-masing tanpa peduli apapun. Posisi mereka yang membelakangi pintu depan, membuat keduanya tak mengetahui kehadiran Ben. Wily yang tengah sibuk menunggangi Sindy dari belakang terus memacu tubuh nya dan meracau bebas. Sesekali tangan nya mengelus perut buncit Sindy yang tinggal menghitung hari akan melahirkan seorang bayi.


Rupanya Wily bekerja keras agar bisa menahan puasa panjang nya nanti. Meski sejak awal mereka melakukan setiap hari dan malam tanpa lelah. Seperti sebuah candu bagi kedua nya.


Klik


Suara itu mampu membuat kesadaran keduanya kembali, namun urung berhenti karena Wily masih terus bergerak cepat mengejar pelepasan nya. Hingga erangan panjang nya di akhiri erangan menahan rasa sakit yang luar biasa.


Rupanya Sanders menembak satu timah panas ke arah belakang Wily, bersamaan saat pria itu mencapai puncak nya.

__ADS_1


Sindy memekik kaget dan berteriak histeris. Saat melihat pria yang baru saja mengantar nya ke puncak surgawi. Kini terkapar tak berdaya bersimbah darah, terlihat sekarat dan sedang otw menuju neraka.


Flashback ( masih bersambung)


__ADS_2