Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Penolakan _I'not Sanders!


__ADS_3

Menjelang pernikahan putri kesayangan nya, Sela semakin bersemangat. Semua teman sosialita nya dia absen satu persatu. Mulai dari yang terdekat, sampai yang hanya sebagai ajang pamer semata.


Sela ingin putri nya semakin di kenal, sebagai seorang Sanders, pamor Resy tak setenar Mishy Pratama. Permata keluarga Pratama itu begitu di puja oleh banyak orang. Itu sedikit banyak membuat Sela tak suka.


"Apa perlu mengundang teman-teman mu yang bahkan kau sendiri tak begitu akrab? maksudku, undangan kita sudah tersebar hampir lima ribu orang. Kasihan pengantin nya, berdiri duduk di pelaminan itu juga melelahkan." Nasihat Roky hati-hati, belakangan mood sang istri sering tak terkontrol. Roky pun tak mengetahui apa penyebab nya. Dia pun tak ingin bertanya karena hanya akan memicu pertengkaran.


Dia yakin Sela hanya sedang banyak pikiran karena terlalu fokus mengurus pernikahan putri sulung mereka.


"Bagi ku itu perlu, bahkan sangat!" tegas Sela menekan kalimat nya. Dia merasa tersinggung dengan komentar sang suami. Resy yang melihat situasi mulai tak aman segera menyela.


"Tidak masalah pa, aku senang banyak orang yang menghadiri pernikahan ku. Artinya, ada banyak doa juga yang terucap untuk mendoakan kebahagiaan ku." Ujar Resy tersenyum lembut. Dia tak ingin kedua orang tua nya berdebat karena dirinya. Masalah nya saja masih belum menemukan jalan keluar, dia tak ingin menambah nya semakin pelik.


"Baiklah, semua papa serahkan pada kalian. Papa hanya akan berperan sebagai sponsor nya saja." Sahut Roky terkekeh pelan, pria itu berusaha mengembalikan mood sang istri.


"Tidak perlu. Wira sudah mentransfer uang untuk semua kebutuhan pernikahan ini. Lihatlah, Wira begitu mencintai mu nak. Dia bahkan menggelontorkan dana tak sedikit untuk biaya pernikahan mewah ini. Mama bangga punya menantu yang sangat mencintai dan memahami tanpa di minta." Resy terdiam, ada perasaan tak enak menyelinap dalam hatinya. Dia jadi malu pada keluarga Wira, entah apa yang akan mereka pikirkan nanti.


"Apa Wira sendiri yang mentransfer semua dan ma tersebut ma? maksud papa, papa hanya tak enak dengan tuan Arya dan nyonya Sanun. Juga tak baik untuk Resy." Tanya Roky hati-hati.


"Kau pikir aku kekurangan uang sampai harus meminta pada Wira? Wira sendiri yang memaksa ku untuk menerima nya, karena dia ingin membuat pernikahan Akbar yang tak terlupakan hingga tua nanti." Lagi-lagi Sela merasa tersinggung pada kalimat tanya suaminya.


"Oke, tidak usah di bahas lagi. Sayang, apa kau tidak ingin melibatkan adikmu dalam pemilihan gaun pengantin? papa berencana meminta Mishy untuk merancang seragam untuk keluarga besar kita. Bagaimana menurut mu?" Roky akhirnya mengalihkan topik pembicaraan mereka yang sedikit tidak sinkron.

__ADS_1


Resy terlihat bingung harus menjawab apa, hubungan nya dengan Mishy tidak terlalu baik belakangan ini. Padahal sejatinya, Mishy tak pernah melakukan apapun padanya. Dia hanya merasa canggung, karena Nathan lebih memilih Mishy daripada dirinya. Dia berharap Mishy tak perlu hadir di pernikahan nya, dengan begitu Nathan pun tak akan ada di sana nanti.


"Sayang? bagaimana ?" ulang Roky bertanya.


"Aku..."


"Semua nya sudah di persiapkan pa, gaun pengantin juga sudah. Dan itu sesuai keinginan kedua pengantin. Jika Resy melibatkan Mishy, nanti akan tidak enak jika menolak ide Mishy meski Resy tidak menyukai nya. Pernikahan sekali seumur hidup, biarkan mereka bebas memilih apa yang mereka inginkan. Bukan begitu sayang?" Resy tersenyum kaku, kemudian mengangguk pelan.


Dia tak enak hati pada ayah nya.


Roky hanya mengangguk pelan tanda setuju, walau hatinya kecewa. Adik nya pun tidak di libatkan meski Rosy selalu menawarkan bantuan. Istri nya terkesan membangun benteng agar pernikahan putri mereka tak di campuri oleh pihak keluarga lain. Padahal dia sangat berharap Rosy ikut andil besar di pernikahan putri nya.


Dia hanya memiliki adik nya, akan sangat membahagiakan jika momen ini pun Rosy turut serta di dalam segala persiapan nya. Namun apa daya, harapan seorang kakak terhadap adiknya terpatahkan oleh kehendak sang istri tercinta.


Pernikahan mereka di undur dua minggu dari tanggal yang seharusnya. Untung saja undangan belum sempat di sebarkan. Ribuan tamu undangan, pasti akan sulit untuk mengkonfirmasi nya satu persatu.


Resy beralasan tubuh nya mendadak tidak fit. Pekerjaan nya masih menumpuk dan dia tak ingin membuat orang lain bekerja keras untuk menyelesaikan tanggung jawab nya. Sungguh sangat membanggakan, dapat di lihat jika Resy tipikal yang sangat bertanggung jawab.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Maaf mbak, pak Nathan sedang ada meeting dan beliau berpesan tidak ingin menerima tamu hari ini. Mohon mengerti lah, jangan membuat pekerjaan kami sulit." Ucap seorang resepsionis sedikit emosi. Bukan sekaligus dua kali dia mengusir Resy dari sana, namun Resy cukup bebal.

__ADS_1


"Aku ini kekasih nya Yuli, apa kau lupa pada ku? aku bahkan sering kemari dulu sebelum Nathan sakit." Ujar Resy mengiba, dengan mengulik ingatan wanita yang baru saja dia panggil Yuli tersebut.


Yuli memutar bola mata jengah.


"Itu dulu mbak, sekarang pak Nathan sudah punya kekasih baru. Artinya nona sudah tidak ada tempat istimewa lagi di sini, untuk mengunjungi perusahaan ini seperti sedang berkunjung ke mall. Mantan ya mantan. Pergi lah, pekerjaan ku banyak." Usir Yuli semakin gondok. Melihat wajah bak malaikat di hadapan nya, membuat Yuli sangat bergejolak ingin muntah. Pencitraan umpat batinnya kesal.


Resy terlihat lesu, dia berharap bisa bertemu langsung dengan Nathan. Agar pernikahan nya dengan Wira di batalkan. Dia ingin Nathan yang menikahi nya, meski awalnya dia begitu bersemangat untuk memanasi Nathan. Namun melihat reaksi Nathan yang biasa-biasa saja, Resy mendadak panik. Pernikahan nya sudah tinggal beberapa langkah lagi, dan hati nya telah hambar pada sang calon mempelai pria.


Sesaat akan berbalik, Resy tak sengaja menangkap siluet orang yang sedang dia cari mati-matian.


"Nathan!" seru Resy kegirangan. Tanpa menunggu aba-aba, Resy berlari kemudian memeluk Nathan dengan begitu erat. Wanita itu benar-benar menyalurkan kerinduan yang menumpuk di dalam hati nya. Nathan terpaku, karena begitu terkejut hingga tak sempat menghindari.


"Resy, tolong lepaskan aku. Kita tidak sedang sendirian, jangan mempermalukan dirimu di hadapan umum seperti ini." Tegur Nathan menasehati. Tak ada getaran apapun saat sang mantan memeluk nya. Pria itu malah memikirkan Mishy dan merasa bersalah pada wanita itu.


"Nat, biarkan seperti ini dulu. Aku sangat merindukan mu, tidakkah kau merasakan nya. Aku tersiksa belakangan ini, mental ku seperti di permainan oleh keadaan. Aku tertekan. Tinggalkan Mishy dan kembali lah padaku. Aku masih mencintaimu, sangat. Perasaan ku pada Wira hanya lah sebuah pelarian dari rasa kesepian ku. Perasaan ku bahkan tak sampai sebesar butir pasir. Tolong bebaskan aku dari pernikahan ini, Nat. aku mohon..." isak Resy meluapkan perasaan nya.


Nathan bergeming, sesaat kemudian pria itu memaksa mengurai pelukan Resy dari nya. Di tatapnya wanita itu lebih dalam, hanya untuk memastikan hati nya. Dan ya, Nathan tak merasa kan apapun, hati nya bergeming meski jelas Resy tengah menatap nya penuh cinta.


Nathan menjauh kan tubuh Resy dengan mendorong pelan kedua bahu wanita itu.


"Maaf, kehadiran mu sudah sangat terlambat. Hatiku sudah di penuhi oleh satu nama, Lily wanita ku yang manis. Aku bahkan mencintai nya melebihi aku pernah jatuh hati kepada mu. Terimakasih sudah pernah menghibur ku di kala aku kesepian, aku sangat menghargai nya. Kini, mari kita jalani hubungan di antara kita dengan benar. Akhiri semuanya dengan damai, aku lelah terus menghindari mu. Aku seperti orang jahat, padahal aku hanya berusaha menjaga hati seorang wanita yang sangat aku cintai. Mishy yang kau kenal, adalah hidup ku sekarang. Dia adalah Lily ku, bunga hatiku. Dan aku harus menjaganya agar tak layu bahkan mati." Nathan menarik nafas dalam-dalam, terasa berat mengatakan hal yang jelas akan menyakiti hati wanita di hadapan nya itu.

__ADS_1


Namun dia tak punya pilihan lain, dia lelah bermain kucing-kucingan. Bersembunyi dan terus menghindari Resy dengan berbagai cara dan alasan.


Sudah saat nya wanita itu sadar, tak semua yang dia inginkan bisa dengan mudah untuk di dapat kan. Contoh nya saja untuk meminta nya kembali, hatinya sudah tak bisa lagi. Bukan perkara pengkhianat, namun lebih kepada sebuah hubungan baru penuh ketulusan. Bukan sekedar sebagai penghibur kala hatinya kesepian.


__ADS_2