Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Pengakuan _Sela


__ADS_3

Resy kembali menatap berkas di tangan nya dengan senyum puas. "Semua akan menjadi milik ku Mishy, anggap saja ini adalah bayaran dari rasa sakit yang kalian berikan pada ibuku. Sudah terlalu lama aku hidup dalam kepura-puraan dan menahan diri. Kini sudah saatnya kalian harus menebus nya." Senyum laknat di bibir yang selalu menyunggingkan senyum semanis surga, kini terlihat mengerikan.


flashback


"Maaf aku tidak mengenal mu, pergi lah.. aku sedang sibuk." Hardik Resy pada seorang wanita yang sudah beberapa kali mendatangi nya ke sekolah.


"Ini Mama nak, apa kau lupa pada mama yang telah susah payah melahirkan mu?" Sindy menatap manik sang anak dengan sorot mata memelas.


"Oh, aku ingat. Kau wanita yang selalu mengabaikan ku sejak aku kecil, bukan? untuk apa kau mencari ku lagi? mau meminta uang, baiklah." Resy merogoh tas nya lalu melempar beberapa lembar uang pecahan merah tepat ke wajah Sindy.


Air mata wanita itu mengalir deras, mendapatkan perlakuan tak mengenakan dari sang anak. Sindy memeluk kaki Resy penuh rasa bersalah.


"Mama melakukan nya dulu karena permintaan papa mu nak, papa mu mengancam akan menjauhkan mu dari mama jika mama berani mendekati mu. Dan Yola pengasuh mu, apa kau ingat? wanita itu adalah selingkuhan papa mu. Mereka bahkan melakukan hubungan tak seharusnya di rumah kita meski mama ada di sana. Mama menahan rasa sakit asal bisa tetap mengawasi mu setiap hari. Papa bahkan mengusir mama dari kamar utama, agar bisa bebas bercinta dengan pengasuh mu. Hati mama sakit nak, tapi demi dirimu, mama merelakan hati mama terluka berkali-kali." Sindy terisak di kaki Resy yang mematung mendengar penuturan sang ibu.


Resy remaja menelan mentah-mentah apa yang di katakan oleh sang ibu, termasuk bagaimana Rosy menghancurkan pernikahan pertama nya dengan Harland Pratama. Merebut kekasih sang ibu, dengan tanpa perasaan. Kisah-kisah dusta itu telah meracuni pikiran seorang Resy yang polos.


Resy yang baru berusia 15 tahun mulai terjerumus dalam rasa benci dan dendam yang tak bertuan. Hingga terjerumus dengan pergaulan bebas bersama Max kekasih nya. Dan saat sang ibu meninggal, Resy menganggap, Rosy lah penyebab nya. Hingga bersumpah tidak akan membiarkan hidup Mishy bahagia walau secuil.


Resy beruntung, walau Sela bukan ibu kandung nya. Namun wanita itu sangat menyayangi nya. Dia pun sampai heran, tapi tak pernah menanyakan nya. Biarlah dia mendapatkan semua perhatian melebihi adik-adik nya, dia tak peduli pada ketiga nya. Yang Resy peduli kan adalah kekuasaan keluarga Sanders ada di bawah kendali nya. Dia sudah berjanji pada sang ibu, akan membalas semua penderitaan ibu nya.

__ADS_1


Dan yang pertama Resy lakukan adalah, membuat kehidupan Yola berkahir di tangan nya. Sungguh anak yang mengerikan. Yola berakhir di meja operasi saat akan melahirkan sang anak ke tiga nya.


Dengan tanpa perasaan, Resy memerintah seorang dokter anestesi untuk memberikan bius lokal yang tak sesuai dosis anjuran medis. Yola mulai merasakan kesakitan bahkan bayi nya baru saja di angkat. Namun tak ada satupun tim medis yang menolong nya ketika wanita itu merintih kesakitan di sela tangan seorang dokter mulai menjahit luka di perut. Sungguh kumpulan para psikopat sejati.


Dengan santai dan tenang, Resy memberikan pernyataan pada keluarga Yola. Jika wanita itu mengalami pendarahan hebat saat operasi berlangsung. Dan juga mengalami gagal jantung tiba-tiba, semua faktor usia. Keluarga itu berduka, terlebih menatap bayi malang yang baru saja menyapa dunia dengan tangis yang tak mampu di terjemahkan.


Resy adalah gambaran iblis neraka paling nyata, kombinasi seorang psikopat yang paling sempurna. Membayangkan wajah teduh yang selalu menampilkan senyum ramah pada siapapun, rasanya tak akan ada yang percaya jika tak menyaksikan secara langsung. Jika dokter tersebut, adalah pembunuh berdarah dingin.


Tok tok tok


Resy menatap daun pintu kamar nya yang di ketuk dari luar. Dia tau, itu pasti Sela. Ibu tiri rasa ibu kandung.


Klek


Sela menatap datar sang anak, lalu menerobos masuk tanpa di suruh. Wanita itu melempar kan pandangan ke seluruh penjuru kamar dengan tatapan menelisik.


"Apa kau sedang merencanakan sesuatu, Resy? mama harap kau tak berencana untuk mengkhianati mama, setelah segala hal yang mama lakukan untuk mu selama ini. Kita punya tujuan yang sama, yaitu menghancurkan Rosy dan anak nya. Jadi jangan coba-coba untuk berkhianat padaku, nak. Atau kau akan menyesali nya." Resy menatap Sela dengan berbagai pikiran.


"Kenapa mama berpikir aku akan mengkhianati mama? apa mama sudah lebih dulu merencanakan pengkhianatan padaku?" balas Resy tenang, Sela terperanjat. Menatap tak suka pada putri nya.

__ADS_1


"Kau pikir mama setega itu padamu, hah?!" sungguh hati Sela kesal mendapatkan pertanyaan nyelekit sang anak.


"Aku hanya bertanya ma, aku hanya ingin berantisipasi terhadap segala dampak yang akan kita hadapi ke depan nya nanti. Kondisi kita sedang goyah, papa sudah mengetahui sebagian hal buruk yang pernah kita lakukan. Apa jadi nya jika papa tau, jika mama telah dengan sengaja melenyapkan nyawa Max? bayangkan, semurka apa papa pada mama?" kini Resy berhasil membuat posisi Sela terpojok.


Kedua insan yang sejati nya saling mendukung selama ini, kini mulai saling mencari celah untuk saling menjatuhkan. Sungguh tak ada manusia yang benar-benar rela terinjak secara sengaja, untuk membawa orang lain naik ke puncak. Hanya segelintir orang, yang mau melakukan nya dengan hati tulus ikhlas.


"Jangan mengancam mama Resy, mama melakukan nya untuk menjauhkan mu dari mimpi buruk. Bayangkan jika Max lebih dulu mendatangi papa mu, lalu membeberkan fakta tentang kehamilan mu hingga berkali-kali. Apa kau tak berpikir, bisa saja papa mu akan langsung mencoret mu dari klan Sanders saat itu juga. Mama melakukan nya karena kita adalah kesatuan yang sama, darah di tubuh mu sama dengan darah yang mengalir di tubuh mama." Resy terbelalak, mendengar pengakuan sang ibu.


"Apa maksud mama?" ujar wanita itu bergetar, matanya menyipit dengan sorot yang tajam.


"Sindy, adalah kakak ku. Kakak kandung ku, karena kehidupan nenek kakek mu yang susah. Membuat kami harus terpisah. Mama di adopsi oleh keluarga kaya, sedangkan ibu mu bertahan dalam lingkaran keluarga miskin. Mama tau jika kau sering menemui mama mu, sejak kejadian di parkiran sekolah itu. Mama lah yang menyarankan mama ku ke sana, untuk menemui mu secara alami. Dan berhasil bukan? kau menerima kakak ku dengan suka cita. Aku pun menemui nya diam-diam, itu karena takut papa mu mengetahui nya. Jadi, jelas bukan? jika tujuan kita sama..."


Resy tercengang mendengar fakta tersebut, pantas saja dia bisa begitu mudah dekat dengan Sela. Dan mengapa Sela begitu menyayangi nya. Namun yang menjadi pertanyaan nya, kenapa sikap sang ibu begitu berbeda pada ketiga adik nya.


"Kenapa mama selalu membedakan aku dan adik-adikku? apa itu juga merupakan rencana mama yang lain?" Sela terdiam seperti sedang menimbang jawaban yang tepat.


"Itu urusan mama, yang jelas mama menyayangi mu dengan tulus dan sepenuh hati. Jadi, mama harap kau tidak mengkhianati mama kelak. Mama berkorban banyak bukan untuk kau tukar dengan pengkhianatan dan kegagalan." Kini Resy yang terdiam. Sang ibu seperti mengetahui rencana nya, ternyata ikatan darah lebih kental dari hubungan kasih sayang yang terjalin berdasarkan keterbiasaan.


Setelah sang ibu keluar dari kamar nya, Resy merenung. Dia mulai sedikit merubah rencana nya, dengan melibatkan sang ibu di dalam nya. Bukan kah setiap bos harus memiliki seorang asisten? dan seorang eksekutor harus memiliki kaki tangan? Kini seringai licik di bibir Resy semakin mengembang sempurna.

__ADS_1


"Jika ingin naik ke puncak lebih tinggi dari yang lain, maka kau harus mencari pijakan yang kokoh yang bisa kau korbankan, bukan?" gumam Resy tersenyum jahanam.


__ADS_2