Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Bonus Part_ Bucinnya Satya, beda..


__ADS_3

Seorang pria tengah menatap tiga orang wanita nya yang kini tengah sibuk memilih beberapa gaun. Tadi nya dia ada meeting dengan seorang klien dari negeri Jiran. Namun saat meeting baru berjalan setengah perjalanan, ekor matanya tak sengaja menangkap siluet yang sangat dia kenali lewat di depan restoran. Siapa lagi jika bukan istri juga anak-anak gadis nya.


Dia pun mohon undur diri dan menyerahkan kelanjutan meeting tersebut, pada sang asisten juga sekretaris nya yang kebetulan hari itu sedang akur. Dan itu berhasil membuat riak wajah sang klien langsung berubah masam. Wanita itu tak rela jika si rekan bisnis nya pergi begitu saja, terlebih kerja sama tersebut karena asas plus-plus. Dia lebih tertarik pada sang rekan dari pada proyek besar yang sedang mereka bahas.


"Dad, ini bagus tidak?" tanya seorang gadis remaja menunjukkan gaun berwarna pink dusty di tangan kanan nya. Hanya ada anggukan mantap juga dua jempol yang menandakan jika gaun itu bagus. Tak lupa senyum geli saat melihat wajah kebingungan anak bungsu. Bisa di pastikan, jika putrinya itu pasti menginginkan lebih dari satu gaun, untuk itu dia sengaja membawa dua ke hadapan sang ayah, namun hanya bertanya untuk satu gaun dengan wajah bingung. Itu agar sang ayah peka, jika dia menginginkan kedua nya.


"Dad, kalau yang satu ini gimana?" tanya nya dengan ekspresi malu-malu. Hampir saja sang ayah meledak kan tawa nya kala akhirnya mendengar kalimat tanya keramat tersebut. Namun pelototan tajam sang istri membuat nya hanya bisa mengulum senyum.


Pria itu berjalan ke arah sang anak lalu menelisik kedua gaun tersebut seolah tengah menilai nya.


"Bagus. Dua-dua nya bagus. Ambil saja kedua nya jika kau menyukai nya sayang." Ujar sang ayah tersenyum simpul pada putri kecil nya, dia selalu tak rela jika anak-anak nya tumbuh besar dengan cepat.


Senyum di bibir sang anak langsung melengkung sempurna laksana bulan sabit yang indah.


Si kakak yang mendengar itu pun tak mau kalah, dengan tiga gaun di tangannya, dia lalu menghampiri sang ayah dengan tatapan penuh harapan yang sama.


"Kalo kakak dad? boleh?" tanya nya dengan mata bulat penuh harap. Si ayah hanya mengangguk lalu mengacak rambut kedua putri nya. Sontak membuat kedua gadis tersebut bersorak senang lalu bersamaan mencium pipi sang ayah dengan penuh sayang.


Setelah drama gaun, kini mereka tengah berada di toko sepatu.


Si suami tak pernah bosan menatap wanita yang kini sudah tak lagi muda itu dengan tatapan penuh puja persis seperti dulu. Tak ada yang berubah dalam hati nya, wanita itu selalu menjadi menjadi sumber kebahagiaan dalam hidup nya.


"Tidak usah di lihat terus dad, mom tidak akan hilang " Tegur sang anak membuat sang ayah terkekeh kecil.


"Tetap saja daddy harus terus memantau nya sayang, daddy takut mommy mu di culik berondong gila." Sahut sang ayah seperti biasanya. Rasa cintanya pada sang istri tak pernah lapuk di makan waktu. Ada ketakutan tersendiri dalam hatinya, kala melihat perubahan dalam diri orang-orang yang dia sayangi.


Di usianya yang sudah 72 tahun, namun tak ada tanda-tanda penuaan sama sekali. Dan itu membuat nya resah. Dia takut kehilangan, dia takut di tinggalkan. Sungguh dia tak akan bisa menerima nya kelak. Perpisahan adalah hal yang paling dia benci.


"Dad? daddy?" tegur sang istri mengusap pelan lengan sang suami yang terlihat sedang melamun, namun tatapan matanya menatap ke arahnya sejak tadi.


""Hah? apa sayang? maaf, apa kau sudah mendapatkan sepatu yang cocok untuk mu? jangan lupa, warna nya harus couple dengan salah satu sepatu ku. Kau tau aku tak suka kita memakai sepatu dengan warna yang berbeda ketika menghadiri acara apapun." Ujar sang suami mengingat kan.

__ADS_1


Wanita 46 tahun itu mengangguk kemudian memperlihatkan warna sepatu yang dia pilih.


"Aku rasa cocok dengan warna sepatu mu yang ku beli tempo hari dad." Ujar nya tersenyum manis.


"Benar, aku ingat aku punya warna yang persis seperti ini. Girls, apa kalian sudah selesai memburu harta karun para wanita? ayo kita pergi makan, daddy sedikit lapar." Seru nya pada kedua gadis nya yang sedang berdiskusi mengenai sepatu yang akan mereka ambil.


"Dad, kami ambil masing-masing dua boleh? tanya si kakak mewakili sang adik. Sang ayah hanya mengangguk setuju. Selesai membayar belanjaan ketiga wanita nya, mereka menuju restoran yang tadi tempat sang ayah meeting.


Saat baru saja duduk di samping sang istri, seorang wanita datang menghampiri kemudian menyapa dengan sangat ramah. Sontak itu membuat riak wajah kedua gadis di seberang meja tersebut memasang ekspresi waspada dan tak suka.


"Tuan Satya? aku pikir anda sudah pulang, karena tadi tiba-tiba meninggal kan meeting begitu saja." Ucap nya dengan nada menyindir.


Silvery hanya tersenyum simpul, dia tak heran lagi. Suaminya memang selalu begitu, jika sang suami meeting di suatu tempat dan tak sengaja melihat nya juga ada di tempat yang sama. Maka Bisa di pastikan, jika suaminya itu akan lebih memilih meninggalkan meeting nya, lalu mengekori nya kemanapun dia pergi.


"Ah, nona Kalisa. Maaf atas sikap tak profesional ku, aku terlalu risau jika membiarkan istri cantik ku beserta para bidadari ku ini berjalan tanpa pengawasan ku. Jadi mohon maaf atas kejadian tak menyenangkan ini, aku harap tak terlalu berpengaruh pada jalinan kerjasama kita. Jika pun iya, aku akan memilih kehilangan kontrak kerja sama dari pada keluarga ku." Ucap Satya panjang lebar dengan wajah datar khas nya.


Itu sukses membuat rahang Kalisa mengetat sempurna. Dia berharap rekan bisnis nya merasa bersalah lalu mengatur pertemuan lain waktu. Maka akan dia manfaat kan sebaik mungkin untuk mendapatkan pria itu. Namun alih-alih merasa bersalah, Satya malah merelakan proyek triliun_an rupiah itu raib begitu saja demi keluarga nya.


"Tidak masalah tuan Satya, keluarga memang tak boleh di abaikan. Mereka adalah tempat mu pulang yang sesungguhnya, meski kadang bisa saja anda nyasar ke tempat lain tanpa di ketahui." Ucap nya berseloroh ringan yang mengarah kan pada sebuah maksud tertentu.


"Sayang sekali, daddy ku ini adalah tipe pria bucin. Jadi bisa di pastikan, daddy ku tak akan pernah nyasar ke jalan yang berkerikil tajam jika ada jalan mulus menuju tempat tujuan yang seharusnya." Ucap gadis 21 tahun tersebut dengan suara dingin. Tak lupa tatapan tajam yang dia lontarkan bagaikan mata pisau dua arah, yang siap menggores sang lawan dengan mudah.


Kalisa berdehem untuk menetralkan situasi yang mendadak terasa mencekam tersebut. Dia tak pernah menyangka jika istri rekannya justru lebih tenang, tanpa memperlihatkan raut cemburu di wajahnya yang sejak tadi hanya melukis sebuah senyum indah tiada henti. Namun justru anak wanita itu yang malah memasang mode siaga yang terlihat jelas.


Tadinya dia pikir gadis itu hanyalah keluarga yang kebetulan ikut makan di sana. Satya yang terlihat seperti pria 30an tahun di matanya, ternyata sudah memiliki putri yang dewasa.


"Kakak ku benar nyonya, daddy ku tipe suami setia. Lagi pula daddy tak akan mungkin tersesat, kala kompas nya adalah mommy. Daddy ku tak akan bisa melakukan apapun tanpa wanita cantik kesayangan kami ini." Sambung si bungsu menimpali dengan senyum simpul yang terlihat mengejek ke arah Kalisa.


Membuat hati wanita itu dongkol tak terkira. Namun tetap saja dia harus memaksa kan senyum di bibir nya terus melengkung. Tak ingin menjadi penonton kebahagiaan keluarga Cemara tersebut. Kalisa pamit undur diri dengan alasan ada janji dengan seseorang.


"Cih! dasar ulat bulu, gatal banget sama suami orang. Dasar wanita tak tau malu, cantik juga tidak." Sungut Sila kesal. Sedangkan Silvery hanya tersenyum melihat perhatian anak-anak nya.

__ADS_1


"Sayang, apa menurutmu aku harus memutuskan kerjasama sama dengan wanita tadi? tak masalah untuk ku, hanya mengeluarkan uang beberapa saja, aku juga tak nyaman dengan klien yang agresif seperti itu." Ucap Satya menatap sang istri meminta pendapat.


"Kurasa tak masalah dad, selama kau tak tergoda dengan wanita muda itu. Aku tak mempersoalkan nya. Lanjutkan saja, aku tak ingin membuat pandangan buruk orang pada suamiku. Cukup cintai wanita tua ini hingg akhir, itu sudah lebih dari cukup." Sahut Silvery bijak. Satya menghadiahi kecupan hangat di bibir manis sang istri.


"Kau selalu membuat ku tergila-gila, astaga. Girls, bisakah kalian pulang sendiri setelah ini. Daddy ingin menyurvei salah satu kamar hotel di mall ini." Ucap pria itu menatap kedua bidadari nya yang hanya mencebikkan bibir, melihat sikap bucin juga mesum sang yang tak tertolong lagi.


Satya tergelak renyah, dia memang sering melakukan hal tersebut. Membiarkan anak-anak nya pulang duluan dan menyekap sang istri di kamar hotel. Itulah sisi terbaik seorang Satya. Pria dengan jutaan pesona dan tingkat kemesuman yang akut. Namun itu hanya berlaku pada satu wanita saja. Yaitu sang istri tercinta.


"Ingat mommy sudah tak muda lagi dad, aku tak ingin punya adik lagi. Yang ini saja selalu bersikap menyebalkan." Ujar Sila penuh peringatan. Satya kembali tertawa, sedang kan sang adik memanyunkan bibirnya hingga puluhan kilometer.


"Aku sudah selesai, jangan lupa notifikasi M-banking ku dad. Siti, ayo kita pulang." Ucap sang kakak membuat Sintya mendengus jengkel.


"Sintya kak!" koreksi nya dengan nada ngegas, Sila merangkul bahu sang adik lalu membawa nya keluar dari restoran.


Sedangkan Satya menghubungi hotel untuk membooking nya, Silvery hanya bisa menggeleng pasrah. Begitu lah suaminya, di manapun mereka berada pasti akan berujung di hotel. Meski di rumah pun pria itu tak mau absen sama sekali.


"Ayo sayang, aku tak sabar ingin menjelajahi tubuh indah mu ini." Bisik Satya di telinga sang istri. Pria selalu tak tau tempat, untung cinta.


Sepanjang lift berjalan menuju lantai atas hotel, Satya menyicil dengan ciuman hangat di bibir sang istri tercinta. Itu sudah biasa, dan pihak keamanan akan menghapus rekaman di bagian paling horor tersebut. Hotel tersebut milik keluarga mereka turun temurun. Milik sang kakek buyut, Harland Pratama. Dan semua orang di kota itu mengenal semua silsilah keluarga itu siapa saja yang termasuk di dalam nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...Jangan lupa mampir di novel baru othor ya readers 🤗🙏🥰😚...



Bantu ramein ya guys, jangan lupa klik favorit nya juga, like seperlunya jika menyukai isi bab yang ada🙏🙏😘😘


^^^Klik Titik yang ada di pojok kanan atas untuk favorit_^^^^

__ADS_1


Luv yuu para readers ku🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2