Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Perkara panggilan


__ADS_3

Maafkan aku readers ku terkasih, dua hari ini othor mengalami demam. Meriang tak nyaman menguasai hampir seluruh sisi kuat yang othor punya. Belum termasuk flu berat melanda, rasa nya seperti siksaan nyata🙏🙏🤧🤕🤒


Othor akan sedikit membayar rasa bersalah othor pada kalian hari ini, tolong timpuk othor dengan sejuta dukungan. okey🤗🤗😘😘


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Genap satu bulan Mishy tak bertemu kelima anak nya, kerinduan wanita itu kian memuncak. Untung Justin selalu merekam kegiatan anak-anak nya di sekolah, dan memberikan rekaman video itu pada nya. Justin memang lebih banyak menyorot Mima, Mishy tersenyum sama melihat hasil video amatir tersebut.


Justin rupa nya menyimpan ketertarikan lebih pada sang putri tercinta. Mima nya yang pendiam dan lembut, memang bisa di andalkan. Lihat lah bagaimana telaten nya Mima menyuapi Mercy, dan mengusap bibir belepotan sang adik dengan penuh perhatian.


"Apa bibi menyukai video yang ku ambil? besok aku akan merekam lagi diam-diam, tadi aku hampir ketahuan seorang guru yang kebetulan lewat di dekat ku duduk. Untung saja aku sempat menyelipkan nya di bawah buku ku." Cerita Justin tertawa kecil. Sang ayah memberikan ponsel lipat keluaran terbaru, dengan merk sungsang. Bentuk nya yang kotak seperti cermin lipat tak banyak membuat kecurigaan. Apa lagi belum banyak orang yang memiliki nya.


Mishy tertawa kecil, Justin selalu tau cara menghibur nya. Pria kecil itu masih belum mau memanggil nya dengan sebutan mommy meski Mishy sudah meminta nya. Justin mengatakan akan memanggil nya mommy jika Mishy menikah dengan sang ayah.

__ADS_1


Itu berhasil membuat Mishy bungkam.


"Jangan sampai ketahuan, jika ketahuan, segera suruh guru BK menghubungi ku, ok?" Peringat Mishy untuk ke sekian kali nya. Tiga minggu mengenal Justin seperti menemukan tambahan semangat baru bagi seorang Mishy. Wira, pria itu baru mau berangkat bekerja jika Justin sudah pulang dari sekolah. Wira lebih khawatir Mishy berdekatan dengan Jordan ketimbang apa pun.


"Apa kau masih tak ingin memanggil ku mommy, Justin sayang?" tanya Mishy lembut sembari mengusap pipi Justin dengan sayang. Entah mengapa mendengar kisah Wira mengenai Justin sejak kecil, hati nya ikut merasakan perih. Kisah Justin tak jauh berbeda dengan kisah kedua anak nya yang lain. Mempunyai seorang ibu dengan kadar akhlak yang sangat minim.


Dia ingin Justin memanggil nya mommy agar Justin bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, tanpa embel-embel sebutan bibi lagi pada nya.


"Nanti saja, aku ingin memanggil mommy saat bibi sudah resmi menikah dengan daddy. Jika kelak bibi menikah dengan daddy, tolong berikan banyak cinta untuk daddy. Selama yang aku ingat, daddy tak pernah bahagia selama bersama ibu ku. Mom sering membawa pria asing pulang ke rumah, dan daddy tak pernah memarahi nya. Daddy tak pernah peduli, paman ku pernah bilang, jika daddy adalah pria hebat karena mau menerima dan bertanggung jawab untuk sesuatu yang tidak seharusnya menjadi beban tanggung jawab nya." Cerita Justin menatap Mishy dengan setumpuk harapan besar.


Mishy menarik tubuh kecil Justin ke dalam pelukan nya. Seharusnya Justin tak perlu terlibat dalam masalah orang dewasa di usia nya yang masih belia.


"Maaf jika sikap ku sedikit menyebalkan, apa kau ingin aku menjadi mommy mu?" Justin mengangguk cepat dalam pelukan Mishy membuat Mishy tertawa renyah.


"Lalu bagaimana jika kelak aku tak mau berbagi diri mu pada ibu kandung mu? apa kau akan tetap meninggalkan ku kelak, dan kembali pada wanita yang telah melahirkan mu?" Justin terdiam, bukan karena dia gamang. Dia hanya ingin mengingat sedikit saja kenangan apa yang pernah sang ibu lukis bersama nya selain menyakiti hati juga fisik nya.

__ADS_1


Tidak ada! wanita itu bahkan tidak pernah menyentuh nya sejak bayi. Hanya ada bibi Sera sang kepala pelayan yang telah berbaik hati merawat nya. Sofia menganggap nya telah merusak pernikahan nya dan Wira. Tidak ada satu pun kemiripan Justin dengan Wira, membuat Sofia kesal dan hampir membunuh bayi nya sendiri dengan menggunakan bantal rumah sakit.


Wanita itu ingin membekap Justin yang baru saja menyapa dunia dengan tangis nya. Sungguh ibu yang sakit jiwa. Untung bibi Sera segera datang dan mengambil nya dari dekat wanita gila itu. Sejak saat itu, Justin berada dalam asuhan bibi Sera sebagai ibu angkat juga ibu baptis nya.


Mishy masih terdiam menanti jawaban Justin. Bukan tanpa alasan dia bertanya, alasan yang kelak bisa dia jadikan sebagai senjata untuk mempertahankan Justin dalam hidup nya. Mishy sangat menyukai anak-anak, sebagai anak bungsu dan hanya dua bersaudara, membuat Mishy kecil sering kesepian.


"Aku akan tetap bersama mu hingga kau tua dan tak mampu lagi melakukan apapun. Aku akan menggendong mu untuk berjalan-jalan ke taman dan mall. Aku tak akan meninggalkan mu bibi, aku sudah menyayangi mu sejak aku melihat foto mu di ruang kerja daddy. Setiap aku sedih dan kesepian, aku selalu memeluk pigura foto mu diam-diam agar daddy tak marah. Senyum mu di foto itu membuat ku selalu kuat ketika mommy memukul dan memarahi ku dengan kata-kata yang menyakitkan. Aku khawatir tidak akan punya tempat lagi di hati mu bibi. Seperti nya penumpang di dalam sana sudah cukup syarat, aku takut hati bibi akan karam jika aku ikut menumpang meski hanya di sudut." Ucap Justin meragu. Suara nya sedikit melemah lirih.


oh hati, Mishy memeluk erat Justin dengan air mata mengalir deras. Kalimat Justin telah menyentuh dasar hati nya, kalimat yang di akhiri candaan tersebut seperti sebuah tamparan keras bagi nya. Justin begitu ingin di cintai, di akui keberadaan nya di sayangi tanpa pernah di sakiti. Namun kenyataan nya tak sesuai harapan. Justin harus merasakan sakit hati juga fisik dari orang yang seharus nya memberikan nya perlindungan dan kasih sayang.


Di balik pintu ruangan Mishy, Wira meremat dada nya. Bertahun-tahun dia membiarkan Justin hidup dalam tekanan Sofia. Di sakiti begitu dalam dan meninggalkan trauma psikologis. Dia sungguh menyesali nya. Kini dia ingin memperbaiki nya, memberikan perhatian dan kasih sayang nya pada Justin meski kelak harus berbagi pada Mishy dan anak-anak wanita itu.


Klek


Wira masuk setelah mampu menguasai hati nya, berpura-pura seolah diri nya baru tiba di sana.

__ADS_1


"Apa aku melewat kan sesuatu? kenapa kau berada di pelukan kekasih ku, son? apa kau lupa jika daddy mu ini sangat pencemburu, hmmm?" Justin beringsut untuk melepaskan pelukan Mishy, namun wanita malah semakin mengeratkan pelukannya.


__ADS_2