
Jika Mylo dan Olivia tengah bersiap, lain hal nya dengan Resy yang beru menyadari ada sesuatu yang janggal dengan susunan bunga di dalam vas keramik yang di berikan oleh tetangga nya tadi pagi.
Dengan rasa penasaran, Resy mengotak atik tangkai bunga mawar tersebut hingga akhir nya menemukan sebuah kamera yang sangat mini di isolatip di salah satu tangkai bunga mawar itu. Mata nya membeliak sempurna. Siapa sebenar nya tetangga nya selama ini? Kenapa wanita itu memasang kamera di rumah nya. Resy bergegas memeriksa setiap sudut ruang tamu nya, dan ya dia menemukan satu lagi di samping televisi nya.
"Wira! Wira!" Teriak Resy mulai panik.
Wira yang sedang menyiapkan makan malam tergopoh menghampiri Resy dengan masih menggunakan celemek.
"Ada apa, kenapa kau berteriak seperti ini?" Tanya Wira kesal, dia akan membuat makan malam spesial untuk sang kekasih dan Resy mengacaukan nya.
"Bawa Mishy pergi dari sini segera!" Titah Resy dengan tubuh sedikit bergetar, keringat dingin telah membasahi tubuh nya.
"Ada apa? Katakan dengan jelas.." desak Wira penasaran.
"Tetangga ku, sepasang suami istri yang sering bertengkar dan istri nya selalu kemari setiap mereka selesai bertengkar. Wanita itu menaruh kamera pada bunga yang dia berikan tadi pagi sebagai ucapan perpisahan. Dan ini, entah sejak kapan kamera ini ada di sini." Tunjuk Resy dengan tangan bergetar.
Wira menatap arah telunjuk Resy, benar saja ada kamera mini di sana tertutup oleh vas bunga.
__ADS_1
"Bawa Mishy pergi sekarang, Wira. Mereka pasti orang yang menyelidiki kasus kematian ilmuwan gila itu. Mereka pasti sudah tau jika pria terkubur tanpa organ lengkap di tubuh nya. Aku adalah wanita yang sering menjadi pemuas na f su bi ra hi ilmuan sakit jiwa itu. Mereka pasti mencurigai ku. Pergilah!" Resy masuk ke dalam kamar nya untuk membangun kan sang adik sekaligus mengemas barang bukti yang dia simpan.
Wira mematikan kompor nya kemudian menghubungi Josua agar membantu Resy berkemas. Namun sayang nomor Pria itu tak bisa di hubungi karena saluran nya terus sibuk.
"Sial!" Umpat Wira kesal. Di saat segenting ini sang asisten malah tak bisa di hubungi.
"Sayang, pakai sweater mu dulu. Kita akan jalan-jalan dan memburu aneka kuliner di luar." Ucap Wira menghampiri Mishy yang baru saja duduk bersandar di punggung ranjang di bantu oleh Resy.
Sementara Wira sibuk mempersiapkan Mishy, Resy juga bersiap di lab mini nya yang berada persis di samping kamar tersebut. Hanya di batasi oleh sebuah lemari kayu usang.
"Kenapa tidak ikut bersama kami saja? Kau akan aman..." Tawar Wira menatap iba pada wanita yang telah menggadaikan segala-gala nya demi sang kekasih, termasuk nyawa nya.
Resy menggeleng cepat, "tidak, aku tidak bisa melibatkan kalian dalam masalah ku. Terutama dia, aku tak ingin kehilangan nya lagi. Kondisi nya masih belum stabil sampai dia melakukan banyak operasi besar. Aku harap kau masih setia mendampingi nya nanti. Doa kan saja aku baik-baik saja, Mishy butuh sum-sum tulang belakang ku. Namun jika sesuatu terjadi pada ku, lekas lah temukan mayat ku sebelum 2 x 24 jam. Agar sum-sum tulang belakang ku masih bisa di gunakan." Seloroh Resy namun dengan nada serius.
Wira menatap miris pada wanita yang sempat dia benci hingga ke tulang-tulang nya. Kini bertaruh segala nya agar wanita nya tetap hidup.
"Aku akan menjaga nya, dan aku akan mengirim seseorang untuk membantu mu." Resy tak menolak tak juga mengiyakan. Sejati nya dia lebih suka bekerja seorang diri, karena tak perlu ada perdebatan jika memiliki dua pendapat berbeda.
__ADS_1
Tanpa mereka tau, jika orang jahat memang tengah mengintai apartemen tersebut. Terlepas dari Mylo yang menyewa seseorang untuk mengawasi kehidupan Resy selama satu tahun ini. Ada orang suruhan dari istri mendiang ilmuwan gila yang dulu pernah Resy puas kan bi ra hi nya.
Wanita itu menemukan rekaman CCTV, di mana Resy sering ke laboratorium sang suami dan bercinta di sana di manapun mereka mau. Wanita itu sakit hati dan berniat membalas kan sakit hati nya pada Resy. Wanita itu sama gila nya dengan sang suami, menyewakan dua orang preman untuk membunuh Resy yang dia anggap sebagai penyebab kematian sang suami.
Meski suami nya meninggal dalam Kecelakaan tunggal, namun pesan terakhir di ponsel suami nya yang membuat hati nya sakit. Suami nya berjanji temu dengan Resy di lab, dan terjadi lah kecelakaan itu.
"Sudah semua, ini sampel darah Mishy yang ku ambil tadi pagi. Berikan pada dokter Regy dan tunggu hasil nya. Jika baik, maka Mishy sudah bisa melakukan operasi cangkok hati." Mereka berpisah di depan pintu apartemen, Resy kembali masuk untuk melenyapkan semua bukti yang ada.
Wanita itu rupa nya sudah menyiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Resy tersenyum melihat api mulai melahap habis hasil riset nya selama 4 tahun ini. Dengan berbekal ilmu otodidak dari sebuah channel, Resy mengatur korsleting listrik yang akan di jadikan sebagai penyebab kebakaran tersebut.
Senyum seringai terbit sempurna di bibir nya. Tak ada ada yang tau perbuatan nya. Semua benda fisik yang tak bisa terbakar telah dia taruh di tempat yang aman. Bukti keberadaan Mishy di sana pun tak akan pernah di Ketahui. Resy benar-benar tidak ingin melibatkan siapapun dalam masalah nya, meski masalah itu terjadi demi sang adik tercinta.
Resy duduk di sofa ruang tamu, menikmati masakan buatan Mylo yang bahkan baru setengah matang. Air mata nya mengalir deras, membayangkan wajah kedua anak nya juga rupa sang ayah yang sangat dia rindukan.
"Semoga kalian selalu berbahagia, kini tugas ku sudah usai. Lekas lah temukan aku Wira, aku tak akan berguna jika hangus terpanggang." Kekeh nya dengan hati menahan perih. Resy ingin mengakhiri perjalanan nya, dia tak ingin mendulang masalah untuk di tinggal kan bagi keluarga nya. Tidak lagi! Sudah cukup kisah memalukan yang pernah dia lakukan di masa lalu, tidak akan ada kisah-kisah lain lagi.
Dia ingin menutup kisah kelam nya dengan sedikit cerita baik di akhir perjalanan hidup nya.
__ADS_1