Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Kilas Balik_Mishy Pratama


__ADS_3

Roky masih tak mau melepaskan cucu nya barang sebentar, Miguel sudah berkali-kali memberikan kode pada sang ibu. Namun wanita itu hanya tersenyum geli. Miguel sudah berusia 12 tahun lebih, beranjak ke angka 13 tahun. Jelas remaja laki-laki itu sedikit merasa risih karena terus di cium juga di peluk oleh sang kakek.


"Mom..." lirih Miguel memelas. Tawa Mishy pun akhirnya tak tertahankan.


"Paman, apakah paman tak ingin berbagi putraku pada oma dan opa nya?" tanya Mishy lembut, tak mungkin dia mengatakan jika putra nya merasa tak nyaman. Itu akan melukai hati sang paman semakin dalam.


"Ah ya, maafkan paman. Maaf kan kakek, nak. Pergilah pada oma mu, wanita cantik itu adalah adik ku satu-satunya. Kami kembar." Ujar Roky dengan wajah berseri. Pria itu dengan bangga memperkenalkan sang adik yang sangat dia sayangi.


Miguel beranjak, menghampiri sang nenek dengan gaya malu-malu. Ini pertama kalinya dia bertemu secara langsung, sebelum nya hanya melalui beberapa potong video singkat yang di kirim oleh sang ibu.


Sekedar informasi, Miguel tinggal di panti asuhan hingga berusia 7 tahun. Setelah Mishy memiliki bisnis sendiri dan mampu menghasilkan uang dari hasil kerja keras nya. Wanita itu membeli sebuah rumah minimalis dua lantai. Di sana di menyewa satu asisten rumah tangga, seorang penjaga rumah dan tukang kebun.


Sebelum Mishy membawa Miguel pindah dari panti, setiap satu minggu sekali Mishy akan menyambangi putranya. Ibu Verona adalah ketua yayasan panti asuhan tempat Mishy menitipkan Miguel.


Teringat 12 tahun yang lalu, Mishy mendatangi panti asuhan tersebut dengan menggunakan seragam SMA. Gadis belia itu tengah menggendong seorang bayi merah yang sedang tertidur lelap di pelukan tangan kecil nya. Tali pusat nya pun masih menjuntai panjang. Namun Mishy sama sekali tak merasa jijik maupun takut.


Ibu Verona mengenal Mishy sudah hampir 5 yg tahun. Mengingat Rosy adalah pemilik yayasan tersebut. Yang mendanai semua kebutuhan anak-anak malang di sana. Wanita 39 tahun itu nyaris di buat terkena serangan jantung, saat melihat Mishy datang dengan seorang bayi laki-laki di gendongan nya.

__ADS_1


Mishy menjelaskan kronologi bagaimana bisa bayi itu ada bersama nya. Ibu Verona akhirnya mengerti, dan bersepakat dengan seluruh pekerja di yayasan tersebut untuk menutupi identitas Miguel. Beberapa kali Miguel di minta untuk di jadikan anak adopsi oleh pasangan kurang beruntung. Namun karena anak itu adalah amanah dari seseorang, maka tak ada yang boleh mengambil nya.


Miguel tumbuh menjadi anak yang penurut dan baik. Setiap pulang sekolah Mishy akan mampir ke sana, itu dia lakukan hingga lulus SMA. Saat ulang tahun Miguel ke tiga tahun, anak itu mulai terlihat tak ingin berjauhan dari Mishy yang dia tau adalah ibu nya. Setiap Mishy pamit pulang, Miguel akan mendiamkan nya. Miguel memiliki temperamen yang baik, itu tak lepas dari cara Mishy mendidik nya.


Katika Mishy melanjutkan kuliah modeling luar negeri, Miguel sangat sedih. Usianya baru tiga tahun dan harus berjauhan dengan sang ibu untuk waktu yang lama. Mishy mengatakan akan bekerja di luar, agar bisa menjadikan Miguel menjadi putra nya yang membanggakan. Miguel tumbuh menjadi pribadi yang tertutup, hingga 4 tahun kemudian Mishy berhasil menjadi seorang model terkenal, dan memiliki butik di berbagai negara. Mishy pun kembali, tepat di usia Miguel yang ke tujuh tahun.


Selama terpisah 4 tahun, mereka hanya berkomunikasi melalui video call yang di lakukan oleh ibu Verona. Setelah bertemu dengan ibu nya, Miguel tak melepaskan Mishy sejenak pun. Dia ingin Ibu nya berada di samping nya setiap saat. Itulah kenapa sejak awal Mishy mengubah impian nya dari menjadi seorang dokter bedah. Berakhir menjadi seorang model internasional juga seorang desainer terkenal.


Jika menjadi dokter akan banyak menyita waktu nya, maka dengan bekerja sebagai model dan seorang desainer. Mishy masih bisa membawa serta sang anak kemanapun dia pergi. Termasuk dua tahun terakhir hidupnya di paris, hanya dia dan putra nya Miguel.


Max, pria malang yang sangat mencintai Resy sejak mereka kali pertama menjadi siswa baru. Membuat keduanya terjerumus dalam hubungan bebas. Resy melakukan nya tanpa paksaan, bahkan Resy lah yang terkesan agresif dan berani. Itu terlihat dari bagaimana wanita itu dulu selalu menempeli Max di mana pun pria itu berada.


Sementara Resy lebih tua beberapa bulan, dan usianya sudah sesuai standar masuk sekolah. Saat melahirkan Miguel, Resy baru berusia 15 tahun lebih dan Mishy saat itu baru akan 15 tahun. Namun terlihat dari cara berpikir cepat, jelas bibit seorang Rosy Sanders lebih mendominasi. Kecerdasan selain merupakan keturunan genetik, juga merupakan hasil dari kerja keras dalam mengolah pikiran.


Jelas Resy tidak memiliki kedua nya.


Saat Miguel berusia dua tahun, Max kembali untuk berlibur juga bertemu dengan Resy dan anak nya yang belum pernah dia lihat. Dia tau Resy sedang mengandung anaknya ketika dia melanjutkan kuliah di Oxford. Namun kenyataan membuat Max kecewa, Resy mengatakan jika anak mereka meninggal ketika di lahir kan.

__ADS_1


Namun pria bodoh itu percaya, karena mengingat usia Resy yang masih sangat muda. Mereka kembali menjalin hubungan selama dua bulan hingga Max kembali ke Inggris. Resy ternyata kembali mengandung, namun kali ini, wanita itu Resy sudah berusia 18 tahun. Pemikiran nya sudah jauh berkembang mengikuti pengaruh jaman.


Resy menggugurkan kandungan nya dengan di temani oleh Sela. Dua janin sekaligus, artinya Resy mengandung bayi kembar. Mishy juga mengetahui nya, karena tak sengaja mendengar perdebatan antara Max dan Resy di halaman depan gedung sekolah.


Max meminta Resy tetap mempertahankan bayi mereka, dia kan kembali beberapa bulan setelah urusan nya selesai dan segera menikahi Resy. Namun Resy yang keras kepala menolak nya, dengan alasan dia masih ingin menjadi seorang dokter sesuai impian nya.


Dan usaha Resy tak dapat di cegah oleh Mishy, karena dia sendiri tak tau bagaimana cara menyelamatkan nyawa yang masih berada di dalam rahim ibu nya. Dan beberapa bulan kemudian, Max kembali dan berniat untuk melamar Resy.


Namun pria itu di buat tercengang, saat melihat perut rata Resy. Padahal jika berdasarkan hitungan, Resy sedang mengandung 7 bulan. Di sana pun ada Sela sebagai perwakilan keluarga.


Max yang kadung cinta mati pada Resy tetap memaafkan wanita itu, dan bersedia menikahi nya walau Resy telah membunuh anak mereka. Namun baik Resy maupun Sela, menolak dengan tegas niat baik Max. Hingga pertemuan itu akhirnya tak berjalan dengan baik, Resy dan Sela memilih untuk pergi. Max yang tak terima berusaha mengejar untuk membujuk Resy.


Naas nya, di sana Sela murka. Dia tak sudi memiliki menantu yang tidak sepadan dengan nya. Dengan emosi penuh, Sela mendorong tubuh Max tepat saat ada sebuah truk melintas. Pria itu pergi membawa perasaan terluka dan harapan kosong. Mishy bergetar ketakutan juga syok, menyaksikan bagaimana sang bibi terlihat seperti seorang psikopat. Di dalam mobil nya, Mishy memeluk Miguel yang juga tanpa sengaja, melihat sang ayah kandung meregang nyawa.


Di saat kerumunan orang-orang mulai membanjiri tempat kejadian, Resy dan Sela memilih pergi tanpa rasa bersalah sedikitpun. Semua rahasia itu Mishy simpan bagai penyakit, yang terus menggerogoti nya perlahan. Setiap menatap wajah polos sang anak, Mishy selalu teringat akan peristiwa mengenaskan itu.


Mishy akhirnya di vonis mengidap bipolar akut, menanggung beban batin seorang diri telah mengambil alih akal pikiran nya. Mishy akan mengalami sakit kepala hebat juga mimisan di saat bersamaan, ketika otak nya di paksa untuk berpikir keras.

__ADS_1


Kembali ke masa kini.


__ADS_2