Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Tak sanggup melupakan


__ADS_3

Jordan tak menanggapi, pria itu selalu bersikap datar dan tak pernah ramah pada nya. Sungguh definisi pria muda yang begitu setia pada orang yang pernah begitu berjasa dalam hidup nya.


Usia Jordan sudah 33 tahun, hingga sekarang pria itu belum menikah. Jordan memilih menjadi pengawal anak-anak Mishy dari pada melanjutkan karir nya sebagai seorang perawat.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


.


Empat tahun tak membuat seorang Wira berubah banyak, pria itu tetap menjadi pria yang dingin dan tak tersentuh. Hari-hari nya di sibukkan dengan bekerja dan bekerja. Justin? pria kecil itu menjadi serupa dengan Wira, Justin hanya akan tersenyum lebar jika bersama Mima. Gadis yang telah mencuri perhatian nya dan kini telah mencuri hati nya. Usianya baru 11 tahun, namun dia sudah mulai merasakan benih-benih cinta monyet bersarang di hati nya. Mima? gadis remaja 12 tahun itu terlihat semakin cantik, meski tak secantik Mercy. Namun kedua nya sama-sama memiliki kelebihan sendiri-sendiri


"Dad? apa hari ini aku boleh ikut berkunjung ke rumah nenek?" yang di maksud Justin adalah Rosy. Rosy sudah menganggap Justin seperti cucu nya sendiri.


"Apa karena ada Mima di sana hmm?" goda sang ayah membuat wajah Justin memerah malu.


"Dad..." rengek Justin menahan malu.


"Kenapa? daddy tak marah jika kau dekat dengan Mima, hanya saja...dia setahun lebih tua dari mu, apa kau tak masalah dengan itu son?" tak henti-henti nya Wira menggoda sang anak. Meski dia berharap Justin menyukai Mercy, yang merupakan anak kandung dari wanita yang sangat dia cintai, namun hati tak dapat di paksa bukan? dia tak bisa memaksa kan kehendak nya hanya karena tak jadi menikah dengan wanita itu.

__ADS_1


"Boleh dad?" ulang Justin mengabaikan ledekan sang ayah.


"Boleh. Apa kau akan menginap di sana malam ini?" tanya Wira mengingat ini adalah malam Sabtu. Sekolah Justin sampai hari Jumat siang saja.


"Jika boleh, aku akan menginap. Kakek ingin membuat acara barbeque di gazebo belakang. Pasti sangat seru, semua orang akan berkumpul di sana. kenapa daddy tak ikut saja, nenek selalu bertanya kenapa daddy jarang ke berkunjung." Wira terdiam, dia tak bisa ke sana karena mengingat momen di mana diri nya melamar Mishy, lalu di hari yang sama dia juga kehilangan wanita itu untuk selama nya.


"Lain kali saja, malam ini daddy ada sedikit pekerjaan." Kilah Wira memberikan alasan klasik yang sama. Justin tersenyum masam, sudah dapat dia tebak ayah nya pasti akan menolak lagi.


"Baik lah, paman Jordan akan menjemput ku nanti." Ujar Justin akhir nya. Dia tak bisa memaksa kan sang ayah untuk mengantar nya, setiap kali mengantar nya meski hanya sampai di gerbang utama, mata bening ayah nya akan langsung berkaca-kaca.


"Bersiap lah kalau begitu, ingat, jangan menyusahkan nenek. Dan jangan memonopoli Mima, dia punya dua adik dan banyak sepupu lain nya." Ujar Wira mengingat kan, Justin hanya cengengesan menampilkan gigi rapi nya.


"Dasar anak nakal, kecil-kecil sudah tau cinta-cintaan ck! aku kalah telak, halo usia kapan kau akan usai, aku merindukan wanita ku. Aku lelah menahan rindu tak bertuan, lekas lah sudahi perjalanan panjang ku, aku tak ingin melakukan hal konyol. Wanita ku pasti berada di tempat yang indah, sedangkan aku akan terkirim ke neraka jika melakukan hal bodoh." Wira berkeluh kesah pada kalender yang ada di atas meja nya. Lalu meraih pigura yang berisi foto Mishy.


"Hai cantik, apa kau bahagia bisa bersama suami mu sekarang? apa kau tak merindukan ku hmmm? jemput aku juga, aku ingin berada di dekat mu meski hanya sebagai seorang pelayan. Setidak nya aku masih bisa melihat mu dari dekat, aku merindukan mu sayang. Kenapa kau tak pernah memberiku kesempatan yang sama seperti pada Nathan?" ucap Wira berbisik lirih sambil memejamkan kedua mata nya, pria itu bersandar di punggung kursi nya sembari memeluk erat poto Mishy. Dan seperti biasa, Wira akan tertidur pulas setelah mencurahkan isi hati nya.


Justin belum benar-benar pergi, anak itu menangis dalam diam agar sang ayah tak mendengar nya. Dia tau betapa tersiksa nya sang ayah semenjak kepergian wanita tercinta nya. Wira menutup hati nya, tak satu dua wanita yang rela menjadi sekedar penghangat ranjang nya, namun kokohnya kesetiaan Wira tak dapat di tembus oleh wanita mana pun.

__ADS_1


Pria itu bahkan terang-terangan menentang sang ibu tanpa peduli pada kalimat anak durhaka yang akan dia sandang. Kehidupan nya hanya menantu waktu, di mana dia akan pergi lalu bertemu kembali dengan wanita nya. Hanya itu harapan yang selalu dia doa kan, jika orang lain selalu meminta umur yang panjang di setiap pertambahan usia. Wira justru sebalik nya. Dia selalu berharap agar Tuhan mengambil nya saja.


Usianya sudah hampir 40 tahun, namun tak pernah sekalipun Wira berpikir untuk mencari seorang pendamping hidup. Bagi nya wanita yang layak untuk dicintai hanya lah Mishy seorang, dan saat wanita itu pergi. Tidak ada lagi wanita yang mampu menggetarkan hati nya.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Apa daddy mu tak ikut lagi Justin?" tanya Rosy ketika menyambut kedatangan Justin, Justin hanya menggeleng pelan. Rosy segera memahami situasi dan mengajak Justin ke taman belakang. Anak-anak sedang berenang, menikmati sore mereka sebelum malam tiba.


Suara tawa di taman belakang rumah keluarga Pratama bertolak belakang dengan suasana hening di kediaman Resy. Wanita itu hanya berteman kan kesunyian selama bertahun-tahun ini.


"Seperti malam-malam biasa nya, hanya ada suara pertengkaran tetangga yang akan menjadi hiburan. Kadang aku bersyukur karena mempunyai tetangga yang tak harmonis, meski terdengar jahat memang. Hanya saja keributan mereka sedikit mengurangi rasa sepi ku." Monolog Resy bergumam kecil.


Apartemen nya bukan lah apartemen elit, hanya apartemen kelas menengah ke bawah. Bukan nya dia tak mampu, hanya saja wanita itu banyak menggunakan uang nya untuk sesuatu yang lebih penting dari pada sekedar tempat tinggal yang mewah.


Resy terlihat sedang menghitung jumlah stik coklat cemilan nya, seolah tengah menghitung mundur. Tak lama terdengar suara ketukan pintu apartemen nya, wanita itu tersenyum geli.


Tok tok tok

__ADS_1


Klek


Terlihat wajah lebam penuh Air mata di depan nya, seperti biasa wanita muda itu akan mendatangi nya setelah sang suami puas menghajar nya lalu pergi begitu saja.


__ADS_2