Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Arwah Gentayangan


__ADS_3

Ting Tong ting tong


Suara bel apartemen yang terus di tekan oleh Clara, wanita itu terlihat risih terus di tatap oleh orang-orang yang lewat di depan sana.


Klek


Pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pria berumur sekitar 47 tahun. Terlihat masih gagah di usia nya yang tak lagi muda.


"Masuk sayang, lihat tubuh mu...kau apa kan dia hingga sebesar ini hmm?" seloroh pria itu tertawa pelan.


Clara mencebik kesal dalam hati, namun bibir nya menampilkan senyum yang sangat manis.


"Aku terlalu frustasi di tinggal menikah oleh tunangan ku. Aku sedang dalam proses diet sekarang, tak lama lagi tubuh ku akan kembali proporsional." ujar Clara pongah.


Si pria tersenyum simpul.


"Tak apa, aku belum pernah bercinta dengan model bertubuh berisi. Mungkin rasa nya akan beda, untuk itu aku tertarik menghubungi mu." Ujar Seno meremat bokong berisi Clara dengan keras.


"Om bisa aja, aku masih mampu untuk membuat om melayang di angkasa dengan go ya ngan maut ku." Balas Clara dengan nada sensual di telinga Seno.


Barter ludah pun terjadi, saling meraba dan menanggalkan apa yang mereka kenakan. Tubuh montok Clara sedikit menyulitkan nya untuk bergerak lincah. Namun sebisa mungkin Clara melakukan servis terbaik agar Seno tetap rutin menggunakan jasa nya.


Lenguhan demi lenguhan terus bersahutan, Clara benar-benar konsisten. Wanita itu sudah mengeluarkan peluh bagai air mancur dari tubuh nya. Sebagai seorang ja l ang sejati, dia berusaha keras membuat Seno terpuaskan meski dia sendiri sudah mulai kelelahan.

__ADS_1


"Kau hebat sayang, gerakan mu masih lincah...akhh...terus putar seperti itu..ya.. itu nikmat sayang..." racau Seno memejamkan kedua mata nya menikmati kerja keras Clara.


Pria itu berbaring telentang sembari meremat kedua balon menggantung milik Clara. Sesekali meraup nya dan memberikan gigitan kecil di sana, meninggalkan banyak jejak dengan senyum puas.


Merasa akan mencapai puncak nya, Seno meminta Clara menghentikan gerakan nya. Kemudian menginstruksikan wanita itu untuk berjongkok di sandaran ranjang sambil membelakangi nya. Sekali hentakan, amblas sempurna. Kini Seno yang mengejar pencapaian nya, hingga tak lama hentakan kuat tersebut menyemburkan cairan tak sedikit. Pria itu memeluk Clara dari belakang sambil menghisap daun telinga wanita itu. Kedua tangan nya meremat kuat kedua dada Clara hingga membuat wanita itu sedikit meringis.


Setelah puas menikmati denyut akhir pencapaian, Seno menarik diri nya dan melihat cairan menetes di atas sprei bercampur sedikit bercak darah.


"Apa kau sedang dalam masa periode?" tanya Seno berdiri di sisi ranjang sambil membersihkan milik nya dengan tisu.


" Tidak, mungkin karena kau mengentak terlalu kuat. Jadi keluar bercak seperti ini." Sanggah Clara. Lalu melakukan hal yang sama, membersihkan milik nya. Wanita itu memilih langsung berbaring, kedua lutut nya lemas. Menunggangi Seno lebih dari setengah jam, membuat persendian nya hampir copot.


"Benar, milik mu semakin nikmat. Apa karena ada tumpukan lemak di sana? kalau begitu tidak perlu diet, kau lebih nikmat saat sedang berisi seperti ini. Lebih empuk dan enak di remas." Ujar Seno frontal. Pria itu langsung mempraktekkan dengan meremat satu dada Clara dengan kuat.


Clara mendesis antara sakit dan entah lah.


"Jeda sejenak, aku lelah di atas." Ucap Clara penuh permohonan.


"Cukup buka paha mu saja..." Seno kembali naik ke atas ranjang, melihat milik nya yang sudah tegak sempurna, tanpa pemanasan Pria itu langsung menancapkan tongkat nya hingga mentok.


Clara melenguh saat benda keras panjang itu kembali menubruk dingin rahim nya. Untung saja milik nya masih menyimpan cairan Seno di dalam nya, sehingga tak terlalu sakit saat pria itu melakukan tanpa pemanasan.


"Nikmati sayang.." ucap si pria dengan suara parau.

__ADS_1


Setengah jam perjalanan menuju puncak telah sampai, kedua nya terengah-engah dalam lelehan peluh yang membanjiri seluruh tubuh. Terutama Clara yang memang menyimpan banyak stok air di tubuh nya.


"Aku benar-benar menyukai mu yang seperti ini, Clara sayang. Berhentilah melakukan diet, aku akan menggunakan jasa mu terus menerus." Ucap si pria setelah alur nafas nya terkendali.


"Lalu setelah kau bosan dengan ku, kau akan membuang beruang madu ini ke tempat sampah?" Sahut Clara enteng. Wanita itu beranjak dari ranjang menuju kamar mandi dengan tubuh polos nya. Seno menatap bokong lebar juga beberapa lipatan lemak di beberapa bagian tubuh Clara. Sungguh membuat nya berga irah berkali-kali saat melihat nya.


Istri nya adalah wanita yang selalu menjaga ketat pola hidup nya. Termasuk menjaga agar tubuh nya tetap dalam kondisi ideal. Ini kali pertama nya dia bercinta dengan wanita bertubuh subur, dan dia mulai merasakan ketertarikan se k sual lebih pada bentuk tubuh yang menyimpan banyak sumber lemak tersebut.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Hari, minggu dan bulan berlalu. Miguel sungguh-sungguh konsisten pada janji dan sumpah setia nya. Meski hanya bisa bertemu sang istri di malam hari dan itu pun tak setiap malam, namun rasa cinta nya pada wanita itu semakin tumbuh subur.


Kehamilan Charlotte telah memasuki bulan kelahiran, membuat wanita itu semakin kesulitan dalam banyak hal. Seperti sekarang, dia harus pergi sebelum pagi tiba namun Miguel masih memeluk nya dengan erat.


Selama beberapa bulan terakhir ini, kegiatan gentayangan tersebut masih dia lakukan meski tak tau sampai kapan akan berakhir.


Dan dua bulan terakhir ini, Miguel mulai rutin mendapatkan hak nya sebagai seorang suami. Meski bercinta dengan arwah, rasa nya tetap tak berubah begitu lah yang Miguel pikirkan.


Gerakan gelisah Charlotte akhir nya membuat Miguel terbangun. Pria duduk dan membantu istri nya mengenakan pakaian.


"Apa kau akan pergi sekarang?" Charlotte hanya mengangguk, Miguel belum meminum air putih yang sudah berisi campuran obat tidur. Membuat nya kesulitan untuk menghilangkan diri dari sana.


"Sebentar, aku ke kamar mandi dulu jangan kemana-mana." Ucap Miguel yang di buru rasa ingin buang hajat. Lagi-lagi Charlotte hanya mengangguk pelan. Selama berbulan-bulan Charlotte menjadi arwah bisu. Untung saja tidak tuli sekalian, bisa semakin menderita lah wanita hamil itu.

__ADS_1


Sesaat pintu kamar mandi tertutup, Charlotte bergegas turun dari ranjang menuju pintu keluar. Di luar pintu Mishy sudah mondar-mandir bagai setrika laundry, menunggu si menantu nya keluar.


"Astaga sayang, mom hampir terkena serangan jantung karena panik kau tak muncul-muncul dari balik pintu ajaib ini." Ujar Mishy memegang sisi perut area lambung nya.


__ADS_2